Salam Kenal juga Pak Jarot,
Thanks responnya.
Wah kebetulan saya cuma hobby, kalo ngitung jumlah saya gak terlalu intens. Dan
masih awam dengan metodologi sensus yang tepat.
Bulan saya mengamati ya sekitar sept, okt, nov, des (kalo gak salah sudah
selesai puncak migrasi datangnya)
Titik pengamatan utama di kampus UNDIP Tembalang.
Di sekitar bulan yg sama tahun lalu mereka jumlahnya bisa mencapai ratusan
dalam 1 atap gedung.
Gedung yg selalu digunakan ada 2 (Gdg Psiko & Gdg F Keshatan Masy). Gedung Fak.
Planologi dan Kimia tahun lalu di atas 50-an tapi kadang digunakan kadang
tidak, sekarang jumahnya sedikit sekali.
Biasanya puluhan rustica berburu di area terbuka kampus, sekarang paling 10
ekor.
Di daerah2 pengamatan burung lainnya seperti Penggaron, Tinjomoyo, wilayah
Tembalang dan bbrp t4 lainnya, mereka tidak sebanyak tahun lalu (utk detailnya
saya jg kurang data)
Yang jelas tahun ini menurun di beberapa titik pengamatan tsb (DIDUGA MENURUN
DI SEMARANG)
Kalo memang jogja dan kota2 lain jumlahnya tidak menurun, berarti terjadi
pergeseran atau perubahan pola migrasi. Atau mungkin cara pengamatan kurang
tepat. Mgkn juga titik pengamatan saya bukan merupakan titik ideal. Saya cuma
membandingkan 2 tahun terakhir di titik yg sama.
Coba kita lihat sampai habis masa migrasi tahun ini.
Maklum hanya pake ilmu titen tidak pake sains.
Dwi Putranto
Anggota Semarang Bird Community