Mas dwi putranto,
komentar anda kayaknya kurang jelas, sbnarnya anda sedang geram kepada 
pemerintah, kepada saya, atau kepada penduduk/masyarakat lokal sekitar hutan? 
Atau mungkin saya yg terlalu bodoh untuk bisa menangkap maksud yg anda tuliskan?
 
Kalo saja saya "becus", saya mau kok berbuat sesuatu untuk kebaikan soal 
harimau itu. sayangnya, saya juga tidak becus. karena tiap hari saya 
terkungkung di antara empat tembok, gak bisa kemana2, maklumlah cuma kuli. dan 
saya juga bukan member LSM lingkungan, konservasi, atau semacamnya, sehingga 
saya juga gak punya akses ke masalah itu...

 
--- On Tue, 3/3/09, dwi putranto <[email protected]> wrote:

From: dwi putranto <[email protected]>
Subject: Re: [SBI-InFo] Re: Fw: [HARIMAU JAMBI] She's a man eater
To: [email protected]
Date: Tuesday, March 3, 2009, 3:24 AM








Kalo pemerintah gak becus kenapa yg becus tidak segera bertindak.
Daerah yg tidak/sulit terjangkau oleh pemerintah dibuat hukum adat yg berlaku.
Atau menebarkan mitos2 yg jauh lebih ditakuti di masy drpd hukum pemerintah.
Itu jg kalo masy belum tahu duit. Atau masy sekitar gak ikut terlibat.
Maaf kalo tidak mendukung program pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan 
bangsa.

tomang.bukannamaseb enarnya
SBC







From: hpirawan2005 <hpirawan2005@ yahoo.com>
To: sbi-i...@yahoogroup s.com
Sent: Friday, February 27, 2009 3:38:07 PM
Subject: [SBI-InFo] Re: Fw: [HARIMAU JAMBI] She's a man eater



Hai, please fetch my deepest condolences for both Salma and the 
villagers who'd been mauled to death (allegedly by Salma)...

Mmmmm gw prihatin seeh buat dua2nya, buat penduduk desa tak berdosa 
yg tewas diterkam, juga buat harimau2 yg akhirnya dibunuh penduduk 
karena memangsa manusia...

Dua2nya jelas merupakan korban, yaitu korban ketidakbecusan 
pemerintah yg tak bisa mencegah terus berlangsungnya pembalakan liar 
atas hutan2 kita. Pembalakan ini yg bikin harimau kehilangan habitat, 
kehilangan binatang buruan alamiahnya, kekurangan makan, dan akhirnya 
terpaksa harus memburu "mangsa" yg paling mudah ditangkap, yaitu 
manusia, karena manusia tak bisa lari kenceng, tak bisa mengendus 
kehadiran si raja rimba dari jauh sebelum dia melihatnya dengan mata, 
karena panca indranya memang tidak dirancang oleh alam untuk itu...

Aneh juga sih kalo dipikir. Pembalakan hutan jelas melanggar hukum, 
tapi kok tetep bisa berlangsung, dalam skala yg massif, bahkan 
gigantik. Tak mungkin ini semua terjadi kalo memang tak terjadi 
kongkalikong yg memungkinkannya terus berlangsung. Pasti memang ada 
yg tidak beres, yg terus menerus berlangsung, yg tak bisa berhenti, 
karena (mungkin) masing2 sudah dapat "jatah susu"nya masing2.:)

Dan akhirnya yg gigit jari ya si harimau dan penduduk desa, yg 
terpaksa saling bunuh. Padahal kedua-duanya cuma korban dari sistem. 
Hiks.

Salam,
Hasto Pratikto

--- In sbi-i...@yahoogroup s.com, adnun reno <reno_k...@. ..> wrote:
>
> Subject: [HARIMAU JAMBI] She's a man eater
> 
> 
> The Jakarta Post | Wed, 02/25/2009 6:02 PM | National 
> In this handout photo released by Zoological Society of London 
(ZSL) Indonesia, a female Sumatran tiger nick-named Salma that is 
believed to have killed three men is photographed by a camera trap 
one day before being caught, in Sungai Gelam, Jambi province on 
Sumatra island, Indonesia, Tuesday. Sumatran tigers, the world's most 
critically endangered tiger subspecies, mauled to death six people in 
the region last month, prompting conservationists to launch a massive 
operation to capture and relocate the animals. Only about 250 of the 
cats are left in the wild compared to about 1,000 in the 1970s and 
without immediate action it could become the first large predator to 
go extinct in the 21st century. (AP/ZSL Indonesia)
> 
> Sumber : http://www.thejakar tapost.com/ news/2009/ 02/25/she039s- a-
man-eater.html 
> 
> --
> Posting oleh Adnun Salampessy, S.Hut ke HARIMAU JAMBI pada 
2/26/2009 12:42:00 PM
>


















      

Kirim email ke