Kompas, Sabtu, 7 Maret 2009 | 02:52 WIB

JAKARTA, JUMAT- Praktik jual beli unggas langka masih terjadi di Pasar Burung 
Pramuka, Jakarta Timur. Setidaknya dalam sehari ada satu hingga dua transaksi, 
meski dilakukan tersembunyi.

Dari pengamatan Kompas.com unggas langka seperti Kakak Tua Maluku, Kakak Tua 
Hitam, Kakak Tua Jambul Kuning asal Irian, Cendrawasih Irian, dan Elang Jaya 
komoditi laris di pasar itu. "Yang nyari mulai dari orang biasa, angkatan, 
pejabat, sampai bos-bos besar," terang Roy (27), nama samaran di Jakarta, Jumat 
(6/3).

Sebelum ada kesepakatan harga, Roy mengidentifikasi pembeli lewat perbincangan, 
hingga mendapatkan kepastian aman untuk melanjutkan transaksi. "Kami liat-liat 
dulu, jangan-jangann dari Satpol PP, atau LSM, soalnya kemarin ada yang 
ditangkap sama polisi," ungkap Roy.

Menurut Roy, bila sudah tertangkap hukumannya berat, 60 tahun penjara dan denda 
Rp 200 juta. Meskipun dua hari kemudian temannya bebas dengan tebusan Rp 40 
juta. Alexa (45), nama samaran, juga melakukan hal yang sama dengan Roy, sangat 
berhati-hati kepada setiap pembeli.

"Jual burung langka itu kan sama dengan jual narkoba," ujarnya. Alexa tidak 
pernah memajang dagangannya di depan kios.

Burung langka itu disembunyikan di kios lain yang terletak tidak jauh dari kios 
aslinya. Menurut Alexa untuk jenis burung Irian seperti Cendrawasih Irian 
mencapai Rp 8 juta, Kakak Tua Jambul Kuning kelas Raja dihargai Rp 4 juta, 
sementara Elang Jawa seharga Rp 2 juta.

Dari keterangan Alexa juga diketahui pasokan burung berasal dari kapal-kapal 
pelabuhan di Tanjung Priok, oknum angkatan TNI dan aparat kepolisian yang biasa 
bertugas dari Irian, Sumatera dan bagian timur pulau Jawa seperti Blora dan 
Jepara. "Mereka menyuruh warga sekitar untuk masuk ke hutan, diupahin dan 
menangkap unggas sesuai pesanan. Biasanya besar upah Rp 500 - Rp 1.500 
tergantung jenis burung," katanya.

Untuk jenis burung Irian seperti Cendrawasih Irian besaran upah mencapai Rp 1,5 
juta, Kakak Tua Jambul Kuning kelas Raja dihargai Rp 1 juta, sementara Elang 
Jawa seharga Rp 500.000. Karenanya, menurut Alexa membeli burung langka lebih 
murah dari daerah asal. "Asalkan mau menyewa aparat atau angkatan, gampang 
dapatnya dan murah," ujarnya. 


      

Kirim email ke