Masalah Aircraft and Bird Strikes (maksudnya: Kejadian Burung tertabrak Pesawat 
Terbang), di Indonesia jarang diekspose tapi sudah sering terjadi (yang 
terakhir di Palembang) memang cukup mencengangkan akibatnya yaitu benda relatif 
kecil (burung) dapat menyebabkan kerusakan pada benda yang besar dan kelihatan 
kokoh (pesawat terbang), atau dapat menjatuhkannya karena tersedot kedalam 
mesin jetnya (contoh yang di Amerika).



--- On Thu, 4/2/09, Hasto P Irawan <[email protected]> wrote:

From: Hasto P Irawan <[email protected]>
Subject: Re: [SBI-InFo] Fw: ( FTI ): Aircraft and Bird Strikes
To: [email protected]
Date: Thursday, April 2, 2009, 10:46 AM











    
            Weleh-weleh, gw malah gak pernah ngalamin kuliah fisika, secara gak 
pernah kuliah di jurusan eksakta:)
 
Iya sih gw juga udah memperhitungkan kecepatan pesawat yg pada cruising speed 
sekitar 300-400 km perjam. 
 
Tapi, Di luar kecepatan itu, yg gw pikirkan adalah berat jenis (BJ) si burung 
yg rendah. Ambil contoh burung bangau atau angsa yg beratnya kira-kira 3 
kilogram, tertumbuk oleh pesawat berkecepatan 400 km perjam. Tentu efeknya 
sangat berbeda dengan jika pesawat menumbuk benda yg bobotnya sama-sama 3 
kilogram tapi wujudnya setrikaan (sekedar contoh). 
 
Meski sama2 berbobot 3 kg, tapi si burung itu empuk (karena tertutupi bulu), 
relatif lunak dan mudah hancur (karena terbuat dr daging dan ada rongga-rongga 
di dalam tubuh), dan penampang atau volumenya besar (sehingga BJ-nya kecil), 
sehingga kekuatan tekan terhadap tiap satuan luas permukaan pesawat yg ditabrak 
jadi lebih kecil karena tekanan itu terdistribusikan dalam daerah tekan yg 
lebih luas (cieeeh.. apa seeeeh? he he he).
 
Bandingkan dengan benda berbobot 3 kg yg wujudnya setrikaan: dia keras, tidak 
mudah hancur (sehingga yg menabraknya justru berpeluang lebih besar untuk 
hancur/kalah) . Dan penampang/volume setrikaan kecil (sehingga BJ-nya besar), 
sehingga kekuatan tekan terhadap bidang (permukaan pswt) yg ditabrak jauh lebih 
besar karena gaya tekan terbagi ke dalam wilayah yg jauh lebih sempit.
 
Dari data itu, gw malah membayangkan, jika burung berbobot 3 kg ditabrak oleh 
pesawat dg kecepatan tinggi, justru burungnya itu yg hancur jadi muncratan 
darah atau percikan daging, sedangkan body pesawat (menurut perkiraan dirikyuuu 
yg bodoh ini) cuma kempot sedikit, gak sampe sobek apalagi bolong.
 
Sedangkan kalo si pesawat menabrak setrikaan (dengan bobot sama-sama 3 kg), 
menurut perkiraan gw, kemungkinan besar body pesawat penyok berat, sobek atau 
malah bolong, karena volume setrikaan yg kecil dan karena kerasnya permukaan 
setrikaan sehingga punya kekuatan untuk "melubangi" permukaan pesawat.
 
Nah kalo bodi luar pesawat bisa bolong gara2 nabrak burung yg empuk, berarti 
rapuh banget. gw malah jadi takut, jangan2 body luar pesawat juga akan robek 
atau retak kalau ditampar turbulensi yg bisa bikin penumpangnya sampe terlontar 
dari kursi ke atap pesawat. 
 
Gak tau jua deh. tapi buktinya kok ada foto2nya ya. bingung neh..
 
Hasto Pratikto
 
 
NB: pesawat ulang alik Columbia yg meledak itu kayaknya karena salah satu di 
antara ribuan "tegel" keramik insulator panas yg ditempel di permukaan luar 
terlepas (bukan pecah) karena terkena pecahan blok, shingga suhu akibat gesekan 
dengan udara yg sampai di atas 1000 derajat masuk ke kulit pesawat dan bikin 
terbakar.

--- On Thu, 4/2/09, hidayat ashari <dajat_haliaster@ yahoo.com> wrote:


From: hidayat ashari <dajat_haliaster@ yahoo.com>
Subject: Re: [SBI-InFo] Fw: ( FTI ): Aircraft and Bird Strikes
To: sbi-i...@yahoogroup s.com
Date: Thursday, April 2, 2009, 4:09 AM









pernah liat penyelidikan NASA atas musibah pesawat ulang aliknya sewaktu mau 
lepas landas itu ??? aku lupa nama pesawatnya.. ....
setelah diselidiki ternyata material porselen pada body luar pesawat luar 
angkasanya pecah pas lepas landas cuman gara gara ada satu blok BUSA bantalan 
kecil selebar 25 cm yg menghantam dindingnya.. ...
jadi kayak Kang Bas bilang tadi....hukum fisika...benda dgn kecepatan tinggi 
mdihantam dari depan oleh benda berukuran kecil degn kecepatan rendah....ya gak 
mustahil pecah juga.....
Ini penjelasa dari anak yg pada waktu mahasiswa dapat nilai E pada mata kuliah 
fisika dasar.....heheheheh ehehehe (setelah ngulang 3 kali masih dapt 
C....lulus deh.....hehehehe)
 
salam
dajat

--- On Thu, 4/2/09, Kang Bas <bask...@yahoo. com> wrote:


From: Kang Bas <bask...@yahoo. com>
Subject: Re: [SBI-InFo] Fw: ( FTI ): Aircraft and Bird Strikes
To: sbi-i...@yahoogroup s.com
Date: Thursday, April 2, 2009, 12:46 AM








Salam

Penjelasannya cukup sederhana menurut ilmu fisika.

Jika ada pesawat atau benda bergerak dengan kecepatan (misal) 300 km/jam, 
ditabrak benda kecil (burung) dengan kecepatan rendah, misal 10 km/jam...
Hasilnya sama dengan...

Pesawat terbang kecepatan 10 km/jam dihajar benda kecepatan 300 km/jam
Pasti hancur.... Terlebih lagi materialnya "lunak", seperti alumunium atau 
komposit, seperti yang biasa dipakai pesawat.

KB

--- On Thu, 4/2/09, Hasto P Irawan <hpirawan2005@ yahoo.com> wrote:









oto2nya menarik, Bung. Lagian gw juga suka pesawat dan aeronautika di samping 
suka burung.
 
Cuma gw heran, kok bisa ya tubuh pesawat jadi peot dan sobek cuma gara2 nabrak 
burung (walopun kayaknya burung yg ditabrak jenis2 yg besar). 
 
ANeh juga tubuh pesawat yg terbuat dari logam bisa robek sampe segitunya spt 
aluminum foil gara2 nabrak burung yg tentu saja bukan terbuat dari logam dan 
berat jenisnya sangat rendah. Agak kurang logis ya he he..






      
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke