hahaha... sangar. luar biasa. iso wae pak. setelah merelease converter pocket camera-monoculair berbahan paralon dan mouse pad, rupanya trik ini juga pantas diperhatikan. ya inilah, barakah keterbatasan yang memunculkan kreatifitas, hehehe... teknik serupa pernah tak coba pada jenis walet. dan sepertinya cocok juga digunakan untuk burung yang rajin bergerak, Kacamata misalnya. dan hasilnya lumayan:lumayan blawur maksudnya, hehehe masalahnya satu pak: bagaimana cara mendapatkan kamera?
oya, soal gelatik, menarik juga tuh. aku dan bang batak pernah juga ketemu di kawasan mangrove, wonorejo, surabaya. awal tahun 2008 lah. Pak bas, ketemu gelatik di semarang, dimana saja? salam arif ndoet --- On Fri, 4/3/09, Kang Bas <[email protected]> wrote: From: Kang Bas <[email protected]> Subject: [SBI-InFo] Tepekong To: "Milist SBI" <[email protected]> Date: Friday, April 3, 2009, 10:08 AM Salam Beberapa hari ini di pos pemantauan raptor, sedang "musim" Tepekong. Beberapa individu setiap pagi beterbangan lincah dan cepat. Suara cicitannya cukup merdu juga. Sayang belum dapat foto individu betina, baru dapat yang individu jantan saja. Sedikit berbagi tips memotret burung terbang (cepat) dengan kamera poket autofokus. 1. Usahakan pada suasana pagi cerah, dimana sinar cukup, sehingga bisa didapat kecepatan kamera yang tinggi. 2. Amati pola pergerakan terbang, biasanya polanya bisa ditebak. 3. Tentukan "titik" imajiner di jalur terbang, perkirakan jaraknya. Arahkan kamera ke obyek lain yang kira-kira berjarak sama, lakukan metering cahaya, kunci fokus dengan menekan tombol separuh. 4. Sambil fokus terkunci (tombol ditahan), tunggu burung kembali terbang kelintasan. 5. Saat burung melewati "titik" imajiner tadi, baru dijepret. 6. Kalau belum memuaskan, ulangi lagi dengan sabar..... :D Selamat berburu... KB
