salam 

kena pukul telak ni kang bas

akhirnya kebingungan itu meluluh. dan sekarang penjelasannya ringkasnya sudah 
mencukupi sepertinya. biasalah kami terbiasa dengan ilmu pasti yang kaku yang 
kami terapkan selama ini. ternyata ilmu itu dinamis dan bisa berubah karena 
memang ilmu itu terus berkembang.

thanks atas informasinya. cerita ini pasti bisa menjelaskan fenomena migrasi 
kepada juniorku. 

trims juned/Biopalas

--- On Fri, 4/10/09, Kang Bas <[email protected]> wrote:

From: Kang Bas <[email protected]>
Subject: Re: Bls: [SBI-InFo] mohon penjelasan
To: [email protected]
Date: Friday, April 10, 2009, 8:57 AM











    
            
            


      
      

Salam



Kriteria utama organisme migran memang berkaitan dengan lokasi berbiak dan 
siklus hidup tahunan.



Mengenai status suatu spesies, apakah migran atau tidak, bukanlah harga mati. 
Maksudnya, jika pada suatu masa diketahui dan ditetapkan bahwa suatu jenis 
adalah migran, bukan berarti selamanya akan berstatus migran terus.



Jika ternyata dikemudian hari dijumpai data dan fakta, bahwa jenis tersebut 
berkembangbiak disuatu daerah (contoh kasus Shikra), maka statusnya bisa diubah 
menjadi penetap / residen, bukan migran lagi.



Perubahan status semacam ini tidak hanya terbatas pada konteks residen-migran, 
bisa juga pada konteks lain. Misalnya status endemik. Jika suatu jenis yang 
sebelumnya ditetapkan sebagai jenis endemik, lalu diketahui distribusi 
"melebar" keluar daerah selama ini, ya status endemiknya bisa dicabut atau 
dirubah.



Hal-hal ini tidak perlu menjadikan kebingungan, karena semata-mata masalah 
ketersediaan data. Dahulu mungkin pengamat, peneliti, frekuensi, data masih 
sangat terbatas. Sehingga status (apapun) ditetapkan berdasar data yang ada 
saat itu. Jika pengetahuan berkembang, data bertambah, maka status / teori bisa 
berubah.



Demikianlah kewajaran suatu ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan bersiat dinamis, 
tidak statis. Ilmu pengetahuan bukan dogma yang harga mati!



KB



--- On Fri, 4/10/09, Akhmad Junaedi Siregar <juned_...@yahoo. com> wrote:



salam



terimakasih atas penjelasan mas dimas dan mas dick.



burung migran pindah karena menghindari musim dingin didaerahnya dan tempat 
bermigrasinya hanya untuk mencari makan atau numpang lewat saja. 



tapi kemarin kami mengamati shikra yang katanya berstatus migran tetapi berbiak 
di kampus USU. jadi batasan yang pas burung migran itu belum saya dapatkan. 
atau ada pengecualian bagi burung-burung tertentu. 



bagi teman-teman yang bisa menjelaskan tolong ya dijelasin. karena kemarin 
junior kami di kampus ada yang nanya. kami kewalahan jawabnya.



salam dari medan



juned/Biopalas




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke