Di Kota pun Keindahan Burung Masih Bisa
Dinikmati (17 Mei 2009)
Malang
Walking and Birdwatching 2009 part 2. MWBW bulan ini sedikit istimewa, ternyata
usaha publikasi yang selama ini dilakukan dengan menempelkan poster di beberapa
universitas di Malang mulai membuahkan hasil, kami berhasil menarik minat
teman-teman dari Jurusan Biologi Univ. Muhammadiyah Malang untuk ikut
berpartisipasi dalam kegiatan ini. Yah, walaupun hanya 3 orang, tapi kurasa ini
progress yang cukup bagus. Moga aja mereka termasuk cowok2 yang suka bergosip,
sehingga bisa mempengaruhi teman2nya yang lain. Amiin...
Acara dimulai pukul 06.15, dengan
sedikit perkenalan dan basabasi yang amat sangat basi, dari depan Gedung
Perpustakaan Umum Kota
Malang kami berjalan ke arah selatan. First lesson, cara benar pakai binokuler.
Second lesson, liat burung.....!!! Third lesson, identifikasi burung. Jenis
pertama
yang kami lihat adalah seekor burung emprit, kecil, kepala cokelat, perut putih
polos (ini identifikasinya si Ugi, salah satu teman dari UMM). Bondol Jawa
(Lonchura leucogastroides) terlihat
bersliweran diantara pohon Palem sambil membawa materi sarang. Uda waktunya
musim kawin kali ya... selanjutnya giliran Tekukur Biasa (Streptopelia
chinensis) yang menarik perhatian kami, burung ini
begitu tenangnya bertengger di sebuah antena televisi sehingga memudahkan
pengamatan kami yang memang notabene masih pemula. Tak lama setelah melihat
Tekukur Biasa, datanglah segerombolan Cucak Kutilang (Pygnonotus aurigaster)
yang berkicau ramai di tajuk pohon Palem.
”loh, Mbak, itu ada burung mirip
Bondol Jawa tadi. Tapi warna perutnya ko ngga putih polos?” kata Sulung (juga
dari UMM).
”Mana? Wah, selamat anak muda, kau
telah melihat Bondol Peking (Lonchura
punctulata). Coba aja liat di Fieldguide” titah Mbak Cahya.
Dari beberapa burung yang ada, Kerak
Kerbau (Acridotheres javanicus)
adalah bintang hari ini. Burung ini, yang ternyata bersarang disela salah satu
genteng gedung Perpustakaan Kota Malang, bertengger dengan sombongnya di ujung
atap gedung Perpustakaan. Ada sekitar 3 ekor yang teramati hari ini. Selain
kelima jenis burung diatas, tak ketinggalan Burung Gereja Erasia (Passer
montanus) juga melengkapi
pengamatan kami hari ini.
Oia, selain 5 personil dari Rhizophora
dan 3 teman dari UMM, aktivitas kami juga menarik perhatian beberapa orang yang
sedang melintas di sekitar spot pengamatan kami. Mereka juga ikut mengintip si
Kerak lewat lubang monokuler yang kami bawa. Paruhnya yang kuning dan bulu
ekornya yang berwarna putih sangat kontras dengan genting yang berwarna merah
muda. Hal yang lucu terjadi ketika teman-teman mengamati kakinya,
”Warnanya merah muda mbak”
Hah?? Masak iya??
”Benar mbak”,, teman yang lain
menimpali...
”Ho”o po?”
Aku menahan tawa,,,
”Coba dilihat lebih cermat, pake bino
juga pake mono.”
”Beneran mbak!!!”
Wah piye,,ki mosok ono kerak kerbau
yang jelas-jelas kakinya berwarna kuning berubah jadi merah muda...batinku, Tapi
gimana mau menjelaskan pada mereka? Akhirnya, setelah beberapa menit,, salah
satu dari mereka menyadari,,
”o..iya mbak,,warna kakinya kuning,,”
”alhamdulillah,”
Jangan sampe mereka tetap bertahan
kalo warna kerak kerbau itu merah muda,,apa kata dunia?
Setelah cukup
pengamatan burung, acara dilanjutkan dengan sharing dan evaluasi,, Mas Amri
menjelaskan
awal dan alasan kegiatan ini di adakan. Kami juga meminta saran dan kritik dari
kegiatan ini. Publikasi dan infromasi yang kurang merupakan salah satu kendala
kegiatan ini, dan kami mengakui bahwa kami kekurangan link, semoga dengan
banyaknya teman yang tertarik dengan birdwaching ini, akan menularkan ke
teman-teman yang lain,,semoga,,
Happy birding..
silahkan mampir di blog www.mwbw2009.multiply.com
Denok & Panca