akhirnya mulai ada perhatian sama burung di sulsel...

kebetulan saya dulu kuliah di unhas makassar jrusan ilmu kelautan, dan 
menyelesaikan skripsi saya tentang gagang bayam, kemudian adik kelas say juga 
mengambil skripsi tentang identifikasi jenis2 burung pantai yang ada di peisisr 
kota makassar. kemudian juga ada dosen saya yang penelitian tentang jenis2 
burung pantai di kota makassar.

di pantai kota makassar ada satu titik (pantai tanjung bunga) yang kami jadikan 
site pengamatan burng karena jenisnya cukup beragam bahkan kalau beruntung bisa 
dapat elang bondol yang 2-4 ekor secara bersamaan bertengger dan bermain di 
tambak di pinggir jalan. tapi sayang daerah itu mulai direklamasi, tambak2 itu 
mulai ditimbun untuk dijadikan ancolnya makassar.

salam

indra


--- On Fri, 6/12/09, hasri abdillah <[email protected]> wrote:

From: hasri abdillah <[email protected]>
Subject: Re: [SBI-InFo] Burung Sulawesi Selatan 1
To: [email protected]
Date: Friday, June 12, 2009, 5:39 PM











    
            
            


      
      Salam kang Bas and rekans

Apa kabarnya nih kang, selamat ya akhirnya sampai juga ke wilayah Indonesia 
Timur sana, mudah-mudahan aku bisa nyusul nih, melihat keindahan alam (terutama 
burung-burung) disana, yang katanya burung-burungnya endemik dan sangat indah. 
Lengkap banget kang info lokasi utk BW di Sulawesi sana...pokoke kang Bas 
mantap lah..!!!

Btw, emailku dulu itu kok ga dijawab kang,,hehehe, ato kang Bas udah lupua neh.

Ya nih kang, sekarang ini milis kita sudah sepi, kayaknya teman-teman sudah 
pada "bermigrasi" juga ke FB itu..hehehe.

Aku turut mensupport bang Ferry lah, biar buat acara AWC Workshop lagi di 
SUlawesi (tapi jangan lupa ngundang aku lagi ya bang..hahaha) .

Salam
Hasri (SRI)

From: Kang Bas <bask...@yahoo. com>
To: sbi-i...@yahoogroup s.com
Sent: Friday, June 12, 2009 1:45:16 AM
Subject: [SBI-InFo] Burung Sulawesi Selatan 1











    
      
      Salam

Lama juga nih tidak posting..
Dimana-mana milis sepi, pada punya mainan baru ya.... :p

Bulan kemarin berkesempatan ke Sulawesi Selatan. Kesampaian juga akhirnya 
melihat bumi Wallacea yang indah. Disela-sela tugas dan kegiatan lain, 
menyempatkan diri jalan-jalan sambil birdwatching tentunya.

Ditemani beberapa rekan dari Makassar, yang pada akhirnya mereka dapat 
diprovokasi, hehehe. Mereka berminat membentuk kelompok pengamat burung 
Makassar. Mudah-mudahan kedepan semakin banyak laporan dari wilayah sana.

Beberapa lokasi yang sempat kami dikunjungi:
1. Takalar. pantai paling selatan berjarak sekitar 50 km dari Makassar. Akses
 cukup mudah dengan kendaraan bermotor, jalan beraspal sampai tepi pantai.
Kawasan berupa pantai, tambak, rawa nipah, mangrove. Susana cukup sepi dan 
tenang, enak untuk pengamatan burung air -
 pantai.

2. Bandara, Maros. Diujung landasan bandara, 1 km dari poros jalan raya. Akses 
jalan aspal cukup mudah. Kawasan berupa persawahan dan rawa. Potensial 
pengamatan burung air.

3. Ds. Nisombalia, Maros. Pesisir timur, sekitar 4 km dari poros jalan raya. 
Akses jalan aspal dan tanah. Kawasan berupa sawah, tambak, pantai, mangrove. 
Potensial untuk pengamatan burung pantai migran.

4. Ds. Untia, Biringkanaya, Makassar. Kampung nelayan pesisir timur 3 km dari 
Makassar. Akses jalan aspal dan tanah. Kawasan berupa sawah, rawa, tambak, 
mangrove dan mudflat. Potensial untuk pengamatan burung pantai migran.

5. Patunuang, Maros. Sebagian masuk kawasan TN Babul. Kawasan berupa karst, 
hutan pamah, hutan perbukitan dan kebun. Akses cukup sulit, jalan kaki 2-3 jam 
di perbukitan terjal. Banyak peluang untuk menyaksikan jenis endemik Sulawesi.

6. TN. Babul, Maros. Kawasan wisata yang populer. Akses jalan dan kendaraan 
sangat mudah.
 Kawasan berupa karst, hutan perbukitan dan sungai. Pengamatan disini baiknya 
diluar hari libur, soalnya banyak gangguan pengunjung yang berisik :D

7. Leang-Leang, Maros. Kawasan wisata purbakala. Akses agak jauh, 5 km dari 
jalan poros Maros, jalan aspal dan tanah kurang baik. Kawasan berupa karst, 
hutan perbukitan dan sungai.

Sebenarnya masih banyak lokasi yang bisa untuk pengamatan. Termasuk cukup mudah 
untuk sekadar melihat burung. Bahkan kawasan sub-urban cukup banyak jenis 
burungnya. Kawasan lahan basahnya sangat potensial untuk monitoring burung 
pantai migran.

Bang Ferry, kapan diadakan workshop AWC untuk wilayah Sulawesi? Sudah ditunggu 
rekan-rekan sana nih, hehehehe.

Untuk list burung, dilanjut pada posting berikutnya.. .

KB



      
 

      


        
        


      
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke