From: Putri Cantika <ut...@kampoengbogor .org>
Date: 2009/6/15
Subject: Akankah Gunung Salak jatuh ke pelukan Bakrieland??
To: kampoengbogor@ yahoogroups. com, amalia hamidi <wanoj...@yahoo. co.id>,
david_a_sagita@ yahoo.com, david_...@yahoo. com, dila_juelek@ yahoo.com,
don...@jurnas. com, dukung-bogor- sejuk-kembali@ googlegroups. com
Salam Pelestari
ada berita yang menggelitik kami ni,,,,
Adakah komentar dari rekan-rekan terhadap berita berikut???
Bogor - Bakrieland Development Tbk lewat PT Graha Andrasentra
Propertindo berencana membangun dan mengelola kawasan ekowisata di
Taman Nasional Gunung Halimun Salak atau TNGHS seluas 1.000 hektar.
Saat ini proposal pengajuan izin pengusahaan pariwisata alam (IPPA)-nya
sedang dikaji pihak Departemen Kehutanan, dalam hal ini Balai TNGHS.
Kepala Balai TNGHS Bambang Supriyanto mengatakan, sampai saat
ini (Rabu, 10/6) pihaknya belum memberikan rekomendasi persetujuan atas
proposal IPPA itu. Penyebabnya, ada beberapa hal yang diinginkan
Bakrieland tidak mungkin dikabulkan karena bertentangan dengan
undang-undang tentang taman nasional.
”Mereka sudah dua kali merevisi proposal IPPA-nya, tetap masih ada
hal-hal yang tidak mungkin bisa diloloskan. Misalnya saja tentang
cangkupan luasannya dan kepastian nama yang akan mereka gunakan nanti.
Kami sendiri sudah menginformasikan bahwa lahan yang bisa mereka kelola
di bawah 500 hektar dan itu pun hanya di zona pemanfaatan hutan taman
nasional,” kata Bambang, Rabu kemarin.
Menurut dia, berdasarkan proposal, luas lahan yang diminta
1.000 hektar, termasuk puncak Gunung Salak yang merupakan zona inti
Gunung Salak, di mana zona itu sama sekali tak boleh diutak-atik karena
statusnya adalah hutan taman nasional.
Yang boleh dibangun atau dikembangkan adalah zona pemanfaatan, yang
pada umumnya berada di kaki gunung, yang memang sudah berupa kawasan
wisata yang berbatasan dengan lahan masyarakat umum/pemerintah daerah.
Rencana Bakrieland yang akan memakai nama Gunung Salak Nirwana
National Park untuk kawasan taman nasional yang dikelolanya nanti juga
jadi ganjalan. Balai TNGHS tetap menginginkan nama TNGHS/Gunung Halimun
Salak National Park karena menjadi ikon taman nasional di Indonesia dan
sudah populer secara nasional dan internasional.
Secara terpisah, Promotion Development Head Bakrieland Wahid
Asyori membenarkan ada rencana mereka untuk mengembangkan ekowisata di
TNGHS seluas 1.000 hektar. ”Namun, rencana rinci atau perkembangannya
saya kurang paham. Silakan saja hubungi Pak Eddy di marketing,”
katanya.
Eddy Raspati, Chief Marketing Officer Bakrieland, yang
dihubungi melalui telepon, mengatakan memang pihaknya memiliki rencana
untuk mengembangkan lebih jauh ekowisata di Bogor mengingat pihaknya
sukses membangun kawasan perumahan berwawasan hijau/ekowisata, yakni
Bogor Nirwana Residence (BNR) dengan Juggle Park-nya di Kota Bogor.
Namun, Eddy menolak berbicara lebih jauh tentang rencana pembangunan
Gunung Salak Nirwana National Park. (RTS)
--
F.S.Putri Cantika (Uthie)
08567174888 / 0251-9276888
ut...@kampoengbogor .org
Kepatihan Bewara (Humas)
Komunitas Kampoeng Bogor
Jl. Pangeret Ujung No. 12 RT 01/12
Kelurahan Tegal Gundil
Bogor Utara, Indonesia
--~--~------ ---~--~-- --~------ ------~-- -----~--~ ----~
-~---------- ~----~--- -~----~-- ----~---- ~------~- -~---
Salam
mono
---------- Forwarded message ----------