Waduh kang Bas, saya jd 'tersungging' nih. Mungkin teman2 perlu buku kunci identifikasi burung yah? memang perlu digarap. Saat ini di museum belum ada yang khusus memperhatikan Zosteropidae. Kalau penasaran, silahkan berkunjung dan melihat koleksi yang ada di MZB, kami akan senang sekali apabila ada yang memanfaatan. Koleksi tersebut juga milik negara dan untuk kita semua, kami di MZB hanya bertugas menjaga dan merawatnya. Ditunggu kunjungannya. Salam, dewi
2009/7/31 Kang Bas <[email protected]>: > > > Salam Pak Lik Swiss dan rekans.. > > Maap kalau diskusinya "berat" dan bikin "muntah". Idealnya diskusi macam ini > di rumah tetangga sebelah, tapi seringnya adem ayem dan malah lebih > ditanggapi di SBI-Info sini. Ya sudah... ;-) > > Memang dari banyak karakter yang dimiliki suatu jenis (burung), paling > penting adalah memperhatikan diagnostic character / karakter penentu. > Karakter penentu ini hanya sebagian kecil dari banyak hal, namun "konsisten" > dan "khas" sehingga "ditetapkan" sebagai penentu pembeda (di lapangan). > > Mengidentifikasi level takson rendah akan sangat terbantu dengan penggunaan > kunci identifikasi (kunci dikotomis). Sayang, di buku MacKinnon baru sudah > dihilangkan. Di buku yang lama kunci identifikasi selalu ada setelah > deskripsi Suku. Memang keterangan karakter penentu masih ada di deskripsi, > namun karena tercampur dengan karakter umum, kadang justru mengaburkan > karakter utamanya. > > Untuk kasus Kacamata (lagi), karakter "tanpa kekang hitam" memang disebut > sebagai karakter penentu jenis Kacamata Jawa. Lebih eksplisit tertulis di > buku lama. > Strip putih pada sayap TIDAK dideskripsikan dan TIDAK dipakai pada kunci > dikotom. Cuma, kalau strip putih sayap bukan sebagai karakter penentu kenapa > dilukis?? > Kalau salah lukis, kenapa kenyataan di lapangan ada jenis Kacamata dengan > ciri strip putih sayap dan tanpa kekang hitam? Mana yang konsisten / tidak > konsisten, kekang hitam atau strip putih? > Kalau ternyata goalnya adalah karakter suara, harusnya keterangan kekang > hitam harus direvisi juga. Bukan lagi sebagai penentu, tapi disebutkan cuma > variasi, seperti halnya strip putih pada sayap. > > Maap Lik Swiss, saya ndak punya kunci dan hak untuk buka lemari mayat > burung. Saya pikir jawaban "misteri" Meninting Kecil dan Kacamata Jawa, ada > di situ. Kalau sampeyan masih penasaran, kapan kita kesana mohon ijin untuk > ngintip koleksi? > > KB > magang.ke.pengamat.burung.magang > > --- On Thu, 7/30/09, swiss winnasis <[email protected]> wrote: > > kawan-kawan. .. > jujur aja, meninting kecil belum masuk dalam checklist pribadi saya, > maksudnya aku belum pernah ketemu meninting kecil. salah gambar? variasi > umur, sub jenis, strain? aduh...berat banget to yo hehe... > > saya jadi ingat foto kacamata yang kejepret di baluran dulu (attacment), > gara2 ada strip putih pada sayap sempat saya tuduh sebagai kacamata jawa. > persis dengan di gambar SJBK, tapi punya kekang warna hitam. begitu saya > tanyakan pak Balen,ternyata strip putih itu tidak cukup kuat untuk menuduh > seekor kacamata sebagai kacamata jawa, selama kekangnya masih hitam. hanya > suara yang akhirnya menjadi gol penentu...tapi sampai sekarang belum dapat. > > saya baca2 di SJBK, ternyata kedua strip putih, kacamata dan meninting, > tidak disebutkan di halaman deskripsi, baik sebagai pembeda dengan jenis > lainnya atau penanda. jadi jangan2 warna strip putih pada meninting itu > masih juga sama "sunnah"-nya dengan strip putih pada kacamata untuk > identifikasi. selama dahinya masih putih dan ukurannya yang kecil. > atau ada yang lainnya?? > > > Swiss > Baluran National Park > . > >
