Hai
teman-teman SBI-Info…
Maaf
baru sekarang bisa cerita-cerita tentang kegiatan Training Of Trainer bersama
ABBBS (Australian Bird Banding Scheme) bekerja sama dengan IBBS (Indonesian
Bird Banding Scheme) dan LIPI. Kegiatan ini dilakukan di Gunung Halimun,
tepatnya di Stasiun Riset Cikaniki selama 8 hari (12-20 Juli 2009).
Ada 10 peserta yang mengikuti
kegiatan ini, antara lain,
Pramana Yuda dari Yogyakarta, Sri Mulyati dari Taman Nasional Halimun Salak,
Yeni A Mulyani dari Bogor, Ruhyat Partasasmita dari Bandung, Fajri Novarini
dari Kehutanan, Tajudin Nur dari Kalimantan, Satrio Wijimukti dari Bogor,
Mohammad Irham dari LIPI, Wilson Novarino dari Universitas Andalas dan saya
mewakili WCS.
Sedangkan pelatih dari Australia,
antara lain Bill Rutherford, Mark Clayton, David Drynan, Alan Leishman dan
Richard Noske. Kegiatan ini juga diawasi penuh oleh Ibu Dewi Malia dari LIPI.
Selama
seminggu lebih kami dilatih bagaimana melakukan “bird banding” yang baik,
meskipun diantara kami sudah banyak yang melakukan “bird banding” terlebih
dahulu. Namun persamaan persepsi sangat penting dikarenakan diantara kami
memiliki cara yang berbeda-beda. Yang kami dapat selama pelatihan : memasang
mist net, mengambil burung dari mist net, cara memegang burung yang baik,
mengukur burung, membedakan burung muda dan dewasa, memasukkan data ke table
data. Kelas malam juga kita dapatkan tentang Bulu, Mengapa kita melakukan bird
banding dan data collection.
Selama
8 hari, kami mendapat 91 individu yang kami cincin dari 29 jenis burung. Cuaca
sangat mendukung selama pelatihan di Halimun dan beberapa kali, kami mendapat
jenis yang tertangkap kembali (recapture) yang sudah terlebih dahulu LIPI
lakukan.
Paratrainer mengharapkan IBBS bisa berjalan seperti ABBBS meskipun butuh waktu
yang
lama. Hal ini penting agar terkoordinir dengan baik dan tidak melakukan “bird
banding” sendiri-sendiri.
Cincin
yang dipakai selama pelatihan adalah cincin yang berasal dari LIPI, cincin yang
seharusnya digunakan oleh semua Bird Bander di Indonesia.
Nb.
Teman-teman peserta atau Ibu Dewi bisa menambahkan cerita saya yaa…
Noni