Salam
Paok secara umum memang jarang terlihat, lebih banyak suaranya. Kalau timing 
dan lokasi pas, cukup berpeluang untuk melihat.
Kalau masih penasaran, silahkan main ke Penggaron. Musim kemarau begini 
vegetasi bawahnya lebih terbuka. Peluang untuk lihat Paok lebih besar.
Saya temani kalau mau twitching, hehehehe

Pelanduk..
Dulu waktu DBI2 masih bentuk draft file checklist, seingat saya pernah kirim 
komentar, nampaknya ada salah ketik atau tertukar kolomnya. Setelah jadi bentuk 
cetak, belum sempat lihat satu-persatu lagi.

Coba saya bandingkan file draft, buku DBI2, dan field guide lainnya.

File draft (24 mei 2006):
Trichastoma celebense, Pelanduk sulawesi, Ferruginous Babbler, S, K
Malacocincla sepiarium, Pelanduk semak, Sulawesi Babbler, C

Buku DBI2:
Trichastoma celebense, Pelanduk sulawesi, Sulawesi Babbler, S, K

Malacocincla sepiarium, Pelanduk semak, Horsfield's Babbler, C


Pada draft, nama Inggris tertukar. T. celebense memakai nama Inggris milik T. 
bicolor/Pelanduk merah. Sedang M. sepiarum memakai nama Inggris milik T. 
celebense/Pelanduk sulawesi.

Pada DBI2, nama Inggris sudah dikoreksi. Namun data sebarannya masih kurang 
tepat, seperti halnya pada draft. Baik pada draft maupun DBI2, saya tidak 
melihat adanya catatan/notes dari rujukan pustaka lain.

Kalau menurut Coates & Bishop, T. celebense / Pelanduk Sulawesi, endemik di 
Sulawesi.
Menurut Craig Robson dan MacKinnon, M. sepiarum / Pelanduk semak, distribusinya 
dari Thailand, Malaya, Sumatera, Kalimantan, Jawa. Jenis ini bahkan memiliki 
sub spesies di masing-masing kawasan.

Jadi menurut saya, keterangan mengenai T. celebense dan M. sepiarum di DBI2, 
bukan karena ada perubahan status, namun nampaknya semata teknis editing / 
tipografi. Mengkompilasi data segitu banyak memang tidak mudah, makanya masukan 
pengguna (Mas Imam misalnya) menjadi sangat penting.... :D

Misal nantinya mau dikoreksi, mungkin akan seperti ini:
Trichastoma celebense, Pelanduk sulawesi, Sulawesi Babbler, C


Malacocincla sepiarium, Pelanduk semak, Horsfield's Babbler, S, K, J

KB

--- On Sat, 9/26/09, imam rahman <[email protected]> wrote:

Wah, Pak, beruntung banget to bisa ketemu paok?! Seumur-umur saya baru liat 
sekali di g. slamet, itupun karena burungnya terjaring...

Oya, mohon penjelasan dari para member mengenai pelanduk semak. saya jg kerap 
mencantumkannya di list pengamatan (mengacu ke senior & mackinnon), tapi kalau 
mengacu DBI 2, kok burung ini jadi endemik sulawesi ya?

Mohon penjelasannya. 


                   

        
        
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke