Tapi apa angka 2,8 juta itu kalau dibagi di tiap negara habitatnya, apa ngga 
terlalu sedikit pak yus?
Lalu ada ngga angka burung yang ditangkap?
Siapa tau kalau ga di tangkap angkanya bisa naik sampai angka 3 juta lebih...

--- Pada Jum, 13/11/09, Yus Rusila Noor <[email protected]> menulis:

Dari: Yus Rusila Noor <[email protected]>
Judul: Re: [SBI-InFo] Flock Terik Asia
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 13 November, 2009, 2:27 PM







 



  


    
      
      
      Pada tanggal 7 Februari 2004, sebanyak sekitar 2,88 juta ekor burung ini 
terhitung pada suatu kegiatan survey udara di lokasi 80 Mile Beach, NW 
Australia. Jumlah ini jauh lebih banyak dari perkiraan populasi sebelumnya. 
Jumlah inipun kemudian dianggap sebagai populasi mereka di seluruh dunia. 


Yus

2009/11/13 bambang baskoro <uya_baskoro@ yahoo.com>
















 



  


    
      
      
      
Salam,
Pemburu merupakan suatu profesi, jadi hasil tangkapannya sebagian besar 
dijadikan bahan perdagangan. Khusus pemburu burung di pantura (Cilamaya, 
Subang, Kandanghaur, Krangkeng hingga daerah Demak dan sekitarnya) menjual 
burung hasil buruan seeprti Terik kepada pengepul (orang yang mengumpulkan 
burung hasil tangkapan). Dari pengepul, burung kemudian diolah sendiri atau 
dijual lagi kepada pengecer. Kalau di Indramayu dan Demak, kebanyakan pengepul 
berperan juga sebagai penggoreng. Beda halnya dengan pengepul di daerah Ujung 
Karawang yang menjual burung kepada pengecer. Nantinya konsumen yang menggoreng 
sendiri.
Masalah mengancam keberlangsungan Terik, hal ini yang paling tahu mungkin Pak 
Yus, karena sejak kemarin saya mencari literatur Terik ternyata belum menemukan 
berapa persen kerberhasilan regenerasi Terik. Mungkin Pak Yus
 ada referensinya?
Nuwun,Uya

--- On Thu, 11/12/09, Han Prasetya Adhi <chess_...@yahoo. co.id> wrote:


From: Han Prasetya Adhi <chess_...@yahoo. co.id>
Subject: Re: [SBI-InFo] Flock Terik Asia

To: sbi-i...@yahoogroup s.com
Date: Thursday, November 12, 2009, 9:56 AM















 
 



    
      
      
      
ooo....begono. ..
aku pikir kalo yang nangkep lebih dari 1 orang, dg tangkapan 300 ekor gitu, 
akan sangat mampengaruhi populasinya.
Lha terus tangkapan segitu banyak buat apa?
konsumsi atau cuma hiasan di kandang?


--- Pada Kam, 12/11/09, Yus Rusila Noor <yus.n...@gmail. com> menulis:

Dari: Yus Rusila Noor <yus.n...@gmail. com>
Judul: Re: [SBI-InFo] Flock Terik Asia

Kepada: sbi-i...@yahoogroup s.com
Tanggal: Kamis, 12 November, 2009, 1:26 PM







 



    
      
      
      Sekitar tahun 1990an awal, turn-over rate populasi Terik Asia adalah 
sekitar 45.000an, dan sebagian besar ditangkap di Indonesia. Jadi nampaknya apa 
yang ditangkap cukup signifikan.

Yus



2009/11/12 Han Prasetya Adhi <chess_...@yahoo. co.id>
















 



  


    
      
      
      

apa kalo d tangkap segitu banyak ga mngancam populasi terik asia?

--- Pada Rab, 11/11/09, bambang baskoro <uya_baskoro@ yahoo.com> menulis:


Dari: bambang baskoro <uya_baskoro@ yahoo.com>
Judul: Re: [SBI-InFo] Flock Terik Asia

Kepada: sbi-i...@yahoogroup s.com
Tanggal: Rabu, 11 November, 2009, 8:49 PM







 



    
      
      
      

Salam,

Gerombolan Terik yang pernah teramati di pantura (Cirebon) dan tertangkap 
pemburu umumnya berada di daerah persawahan yang kering dan persawahan yang 
baru diolah (air baru). Berbeda dengan Berkik yang menyukai habitat sawah atau 
genangan air yang sudah cukup lama (air lama). Rombongan yang teramati tidak 
terlalu banyak, hanya berkisar antara 300 - 1000 ekor sekali melintas, pada 
bulan November tahun lalu. Pemburu Terik yang aktif pada waktu itu ada 5 orang, 
3 dari SIngakerta, Indramayu dan 2 dari daerah Cirebon. Total tangkapan pada 
bulan Oktober - November hanya 1500 - 2000 ekor (dari 5 pemburu). Yang menarik, 
seorang pemburu (Pak Tarsadi) pada
 bulan Oktober pernah menangkap 300an ekor dua kali. Total jaring yang dipakai 
panjangnya 1 km. Semua Terik tangkapan ditangkap di habitat sawah kering dan 
sawah dengan air 

Uya' 
(masih satu
 species dengan Pak Baskoro)

--- On Mon, 11/9/09, Yus Rusila Noor <yus.n...@gmail. com> wrote:

From: Yus Rusila Noor <yus.n...@gmail. com>


Subject: Re: [SBI-InFo] Flock Terik Asia
To: sbi-i...@yahoogroup s.com
Date: Monday, November 9, 2009, 2:11 AM








 



    
      
      
      Kang Bas,

Kalau memang lahan basah, terutama sawah, memang itu yang paling cocok untuk 
mereka karena makanan utamanya sepertinya adalah serangga. Kalau tidak salah, 
di Australia yang merupakan tanah leluhurnya, mereka juga hidup di darah 
rerumputan.




Pengalaman saya di Pantura, mereka biasanya cari makan di tambak kering atau 
persawahan sekitar tambak. Ketika tambaknya sudah diintensifikasi (pake lampu 
dan segala macam seperti itu), ternyata mereka pindah ke sekitar Majalengka 
yang terdiri dari sawah dan agak ke pedalaman.




Salam,
Yus

2009/11/9 Kang Bas <bask...@yahoo. com>


















 



  


    
      
      
      


Salam

Yang dataran rendah mayoritas lahan basah Pak Yus. Sisi utara jalan raya 
pantura, umumnya tambak. Yang sisi selatan, umumnya persawahan. Selama ini 
ketemu Terik kebanyakan di sawah, hanya sekali saja berjumpa di tambak/pesisir/ 
pantai.




KB

--- On Mon, 11/9/09, Yus Rusila Noor <yus.n...@gmail. com> wrote:


Kang, habitatnya apa yach?

Yus





      

    
     

    
    






  










    
     



 





      

    
     



 




        Dapatkan alamat Email baru Anda!  

Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

    
     

    
    






  










    
     



 




      Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat -  Rasakan Yahoo! Mail baru yang 
Lebih Cepat hari ini!

    
     



 








      

    
     

    
    






  










    
     

    
    


 



  






      Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat 
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke