Salam Lik Swiss dan rekans Dari pantauan selama ini di kawasan Semarang, C. Jawa memang yang lebih sering bersarang di tebing, lereng, tepi sungai. C. Sungai seringnya memang di bekasa sarang rayap pada pepohonan.
Namun ada juga data, C. Sungai bersarang di tebing tanah, lubang-lubang air pada tembok sepanjang saluran irigasi (di Klaten) dan yang cukup unik, memakai talang air paralon pada rumah kosong (di Sukoharjo). Fotonya lupa, nanti kalau ketemu saya posting. KB --- On Sat, 1/9/10, swiss win <[email protected]> wrote: informasi yang sangat berguna mas nugie. emang top banget ne mas nugie. jadi gak ada catatan ya cekakak sungai yang bersarang di lobang di dinding tebing (di tanah) seperti halnya sarang cekakak jawa? Pada 8 Januari 2010 15:13, nugie nugraha <[email protected]> menulis: Sharing aja ya mbak,.. Waktu aku ketemu dengan sarang Cekakak sungai, karakter sarangnya hampir sama dengan yang diutarakan Pak Abdurahman. Menggunakan sarabg rayap yang menempel di pohon. Waktu itu banyak di pohon mete, dengan dbh sekitar 50cm. Ada pula yang di mangrove, lupa jenis pohonnya. Kalo yang di darat, biasanya jarak sarang ke tanah lebih pendek, sekitar 1m. Tapi kalo yang dekat dengan air, biasanya lebih tinggi, sampai 2,5 m (itu yang aku temui). Waktu itu pas pengamatan memang lagi menyuapi anakan, sekitar pukul 08.00-10.00. Itu pas pertemuan saja, tidak ada pengamatan intensif. Mungkin rentang waktunya lebih variatif. Dulu pernah tak ukur2 sarangnya, terus diameter lubang jg. tapi dimana ya catetanya. Mungkin mas hari susanto masih punya catetanya? tahun 2006 kayaknya.
