Java Bird Walk (JBW) Tahun Baru 2010
Java Bird Walk terakhir
dilaksanakan di Pantai Trisik, 31 Oktober 2009. Kemudian bertepatan dengan even
tahun tahun baru 2010 kali ini kembali
diselenggarakan JBW di Kinahrejo, Sleman dengan koordinator kegiatan KP3 Burung
FKT UGM.
Kegiatan berlangsung 2 hari yaitu
tanggal 31 Desember 2009 dan 01 Januari 2010 dan diikuti oleh 34 peserta dari
lembaga maupun perorangan. Kegitannya dimulai pada malam hari tanggal 31 Des.
Acara berupa sharing dan diskusi pengalaman Imam Taufiqurrahman_BIONIC/KIBC dan
Surya “Uya” Purnama_Bionic dari The 5th AOC (Australasian Ornithological
Conference) di Armidale, Australia.
Mereka dapat mengikuti conferensi tersebut setekah sebelumnya mengirimkan
abstrak penelitian tentang burung dan lolos seleksi panitia. Dalam konferensi
tersebut banyak dipresentasikan hasil-hasil penelitian tentang burung baik
keanekaragaman jenis, habitat, spesies burung tertentu, dan lain-lain. Dari
Asia terdapat 4 negara yang berpartisipasi yaitu Indonesia, Jepang, Korea
Selatan, dan Vietnam. Wakil dari Indonesia ada 3 yaitu Mas Imam, Mas Uya, dan
Mas Iqbal. Sebenarnya banyak kesempatan untuk mengikuti forum internasional,
misalnya Symposium Internasional Biologi-ATBC di Bali bulan Juli 2010, info
lebih lengkap silakan buka atbc2010.org .
Setelah diskusi, kegiatan dilanjutkan
dengan acara santai, bakar jagung, serta penyalaan kembang api untuk menyambut
tahun baru 2010. Selamat Tahun Baru, 2010, semoga tahun ini lebih baik dari
tahun sebelumnya. Amin.
Pagi hari tanggal 01-Jan-10
pengamatan burung dimulai, peserta dibagi menjadi 3 tim yaitu jalur I ke arah
Ganduman dipandu Mas Imam_BIONIC/KIBC, jalur II ke arah Alas Tekek dipandu Mas
Jarot_BIONIC, dan Jalur III mengikuti arah pendakian Kinahrejo oleh Mas
Tom_KSSL. Hasil selurnya terdapat 47 jenis burung yang dijumpai di tiga jalur,
sebagai berikut:
1. Jalur
I-Ganduman: terdapat 15 jenis burung, paling sedikit diantara 3 jalur yang ada,
tetapi di Ganduman dapat melihat Elang Jawa dengan jelas bahkan sejajar/dibawah
pandangan mata. Selain itu terlihat Elang Jawa bertarung dengan Elangalap Cina,
namun Elang Jawa kalah. Selain itu juga teramati Elang Hitam, dan Elangular
Bido.
2. Jalur
II-ke arah Alas Tekek: dijumpai 29 jenis burung dengan beberapa jenis raptor
seperti Elangular Bido, Elang hitam, Alapalap kawah, Elangalap Cina, selain itu
ditemui 4 jenis sikatan: sikatan ninon, sikatan belang, sikatan bubik, dan
sikatan dada merah. Di jalur ini banyak sekali dijumpai betet biasa hingga + 17
ekor.
3. Jalur
II-ke arah pendakian Kinahrejo: teramati 29 jenis burung, di jalur ini beberapa
kali terlihat sepah, yaitu sepah kecil, sepah gunung, dan sepah
hutan. Jika pada dua jalur sebelumnya hanya ditemui 1 ekor Elangalap Cina, di
jalur ini raptor migrant tersebut terlihat sebanyak 11 ekor berputar-putar
kemudian terbang ke arah timur.
Setelah menyelesaikan ibadah
shalat Jumat dilakukan diskusi hasil pengamatan, kebanyakan dari mereka
ternyata baru pertamakali melakukan birdwatching sehingga masih kesulitan
“membidik” burung dengan binokuler. Hal itu dapat
diatasi dengan sering melakukan pengamatan burung. Acara ditutup dengan foto
bersama.
Terimakasih banyak kepada mbah udi, seluruh
panitia, pembicara, peserta, dan semua pihak yang terlibat, mohon maaf bila
banyak kekurangan. Sampai jumpa di JBW selanjutnya sekitar awal Februari. Kita
tunggu informasi dari teman-teman Biolaska_UIN.
NB: mohon maaf baru bisa share info skrg...
Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari
email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/