Salam, Bung Dur (bukan Gus Dur), Cerita dari kalimantan yang anda muat selalu menarik bagi saya. Kali ini apalagi, cuma nada pesimis ada di kalimat terakhir anda. "sangat indah sekali... hanya sampai kapan pemandangan ini akan tetap begitu?" Mungkin tugas anda saat ini adalah mempengaruhi generasi penerus yang belajar di tempat anda agar mereka ikut menjaga pemandangan yang sekarang ada...(ini juga yang akan kita bangun di Jogja). Mari bersama-sama bergerak memprovokasi generasi muda agar sadar terhadap keberlangsungan alam.
salam, SP --- On Mon, 3/22/10, ABDURAHMAN ALQADRI <[email protected]> wrote: From: ABDURAHMAN ALQADRI <[email protected]> Subject: [SBI-InFo] Setiap hari mengamati burung... To: [email protected] Date: Monday, March 22, 2010, 7:06 AM Rekan- rekan milis yang tercinta saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman yang saya alami hampir setiap hari Jarak Kota ketapang dan Pematang Gadung sekitar 30 km. setiap hari saya melewati jalan itu untuk mengajar di SD 04 Pematang Gadung. Hari ini terasa sangat menarik -walau itu pemandangan sehari-hari - karena saya dapat melihat dengan jelas 19 ekor Bubulcus ibis dari jendela kelas. diantaranya sedang breeding, terlihat jelas perbedaan warna pada leher dan punggung. Ketika melewati persawahan juga sejumlah Sterna sedang menyambar serangga di atas hamparan sawah yang padinya mulai berbuah , dan pada sawah yang tanahnya sedang diolah, sejumlah Gallinago stenura sedang menusuk-nusukan paruhnya yang panjang menangkap cacing tanah. Egrette garzetta juga tak mau ketinggalan. beberapa ekor Ixobrychus cinnamomeus terbang saat kendaraanku melewati mereka di pinggir jalan yang berparit. Ketika melewati pantai sungai jawi pukul 12.37 siang ini, saya berhenti sebentar. kebetulan air laut sedang surut. tampak di beting-beting lumpur sejumlah Pluvialis fulva, Numenius arquatta, dan 96 ekor Egretta garzetta mematung di sana.... sangat indah sekali... hanya sampai kapan pemandangan ini akan tetap begitu? Salam Lestari Abdurahman Al Qadrie
