BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
786 Afghanistan Produsen Opium Terbesar Di Dunia dan Bernostalgia

Afghanistan di bawah pemerintahan boneka Amerika dan Koalisi telah menjadi 
produsen opium terbesar di dunia. Bacalah berita di bawah (tidak diterjemahkan 
untuk menghemat ruangan)
http://news.bbc.co.uk/2/hi/south_asia/6239734.stm
Afghanistan now nearly 'a narcotics state' More than three years after a 
pro-U.S. government was installed, Afghanistan is "on the verge of becoming a 
narcotics state." According to a residential report. The report said the area 
in Afghanistan devoted to poppy cultivation last year set a new record of 
206,700 hectares, more than triple the figure for 2003. When the Taliban ruled 
Afghanistan, opium production was nearly halted. So, how come the Taliban is 
terrorist, then!!!
Mari bernostalgia 

Kalau kita surf di internet maka susah untuk mendapatkan berita yang valid 
mengenai Thaliban, hampir semua sumber berita dikuasai oleh american zionism 
(amzi). Site => http://stcom.net/afghanistan/Anglais/defanglais.htm 
dapat memberikan gambaran yang jernih mengenai siapa Thaliban, sayang sekali 
"No Longer Available," seperti ditutupnya site-site lain yang memberikan 
penjelasan mengenai Thaliban. Adapun dahulu, site Thaliban / pemerintahan 
Afghanistan => http://www.afghangovernment.org/ sudah lama sekali tidak aktif, 
namun yang penting bagi kita semua adalah Thaliban tidak mengharamkan internet.

Sebelum Thaliban berkuasa 75% pasok opium dunia dihasilkan di Afghanistan. Pada 
tahun 2000 Thaliban mengeluarkan perintah mengharamkan penanaman opium, dan 
pada tahun  2001, ketua Program Pengawasan Opium PBB di bawah naungan UNDCP, 
Mr. Barnard F. melaporkan Afghanistan bebas sepenuhnya dari tanaman opium -- 0% 
of opium cultivation. Zero, zilch, kosong -- langsung tak ada lagi. Sayangnya 
sebanyak 700 pakar UNDCP yang memantau tanaman opium telah kehilangan 
pekeerjaan. Pakar-pakar PBB itu tidak menyukai bila Thaliban mengeluarkan 
perintah mengharamkan tanaman opium tsb.

Mari bernostalgia lebih lanjut dengan membaca tulisan Matsuko Murakami 
bertanggal 18 Oktober 2001 di situs 
http://www.asiaweek.com/asiaweek/daily/foc/0,8773,180342,00.html
Juga tidak diterjemahkan untuk menghemat ruangan, tetapi akan jelas dengan 
membaca komentar sesudahnya
Japanese doctor Tetsu Nakamura works with leprosy patients and refugees. It's a 
job that keeps him in touch with the raw reality of life in that troubled 
country. And he says that from what he has seen, the Taliban are being wrongly 
portrayed internationally. "There's something wrong with the media reports," he 
says. "This talk of the Taliban being vicious and disliked doesn't fit with 
reality." Nakamura says the "fundamentalists" have wide support from the 
population, particularly in rural areas. "Otherwise, how can they rule 95% of 
the country with only 15,000 soldiers?"

Komentar: Ini yang tidak disadari, atau sengaja ditutupi oleh banyak media. 
Sebab tidaklah mungkin sebuah pemerintahan dapat bertahan bila cara-cara 
pemerintahannya tidak berkenan di hati rakyatnya. Dan kalau mau, mereka dapat 
melawan Thaliban jika Thaliban ini kejam/teroris, sebab Thaliban cuma punya 
15000 tentara.

Villagers around Nakamura, eastern Afghanistan, were pleased to see peace 
established under Taliban rule. Women are not deprived of education or jobs, as 
far as he can see. In fact, half the local doctors at his clinics are women.

Komentar: Sekali lagi, ini adalah dokter dari Jepang, yang kemungkinan beragama 
Shinto. Dia sendiri mengatakan bahwa setengah dari dokter local di kliniknya 
adalah perempuan. Jadi ? Tuduhan bahwa perempuan oleh Thaliban tidak boleh 
bekerja itu fitnah. Dan orang-orang yang ikut menyebarkan juga melakukan fitnah.

The doctor's greatest concern is the fate of millions of starving refugees in 
and around Afghanistan. Over one million of them are suffering from hunger, he 
says, while up to 40% are bordering on starvation. He thinks 10% could die 
during the winter. 

Komentar: Thaliban dulu pernah minta bantuan ke PBB untuk membantu para 
pengungsi, tapi tidak satu sen pun di keluarkan PBB untuk menolong rakyat 
Afghan, tetapi begitu rencana renovasi patung Budha itu, jutaan dollar AS 
dikucurkan oleh PBB untuk renovasi tsb. Bayangkan, PBB lebih mementingkan 
patung itu daripada penderitaan Afghan! Pantas, Mullah Umar kemudian membom 
patung tersebut, supaya dana yang tersedia untuk patung itu dapat dialihkan 
kepada penduduk Afghan yang menderita. Tetapi PBB tetap tidak peduli.

Back home in Japan Nakamura says: "It's all like a mirage far off in the 
desert." He fondly recalls the red-brown soil of Afghanistan fields, the 
villagers sharing their joy about water from newly dug wells, and the friendly 
faces of Thaliban soldiers helping villagers. 

Komentar: Gambaran kemanunggalan rakyat dengan Thaliban. Oh, itu "red-brown 
soil", ada udang di balik batu, disana ada emas dan minyak yang belum 
diekspolarsi dok. 

***

Demikianlah, perbualan amzi mengenai: "Thaliban juga dianggap layak digulingkan 
karena keberadaannya tidak didukung oleh mayoritas rakyat Afghan", telah 
dilakukan tabayyun dengan diperhadapkan kepada keterangan Tetsu Nakamura, 
seorang dokter Jepang, yang diwawancarai oleh Mutsuko Murakami. 
Firman Allah:
-- YAYHA ALDZYN AMNWA AN JAaKM FASQ BNBA FTBYNWA (S. ALHJRAT, 49:6),  dibaca: 
-- ya-ayyuhal ladzi-na a-manu- in ja-kum fa-siqum binabain fatabayyanu-, 
artinya: 
-- Hai orang-orang beriman, jika datang kepadamu orang-orang fasiq dengan 
annaba' (bisikan-provokasi), maka lakukanlah tabayyun (klarifikasi).
WaLla-hu a'lamu bishshawab.

*** Makassar, 8 Juli 2007


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke