[bali] penindasan terhadap umat Hindu

2007-10-07 Terurut Topik Ambara, Gede Ngurah \(KPC\)
Terimakasih Pak Teja, mungkin sekarang sudah berubah, tapi waktu saya
ada di Bandung saya tahu persis, sebuah pura di Jawa barat (kalau tidak
salah di Cianjur?) di daerah sipil, tidak jadi dibangun, hanya karena
karena ada 1 ulama protest. Kenyataan Pura-pura di Bandung hanya di
daerah kesatian saja, bukan pendapat saya, tapi ini adalah fakta. Karena
pada masa itu susah sekali mendapatkan ijin dari warga sekitar. Silahkan
bapak bertanya pada tokoh-tokoh senior di bandung seperti Pak Esser,
mantan Wasudana di Bandung, bisa juga bertanya ke Pak Agung Murdana, di
Taman Kopo Indah...Saya dahulu sebagai aktifis Peradah dan pernah
menjadi ketua Asrama Ciung, tahu persis tentang kondisi dan situasi
tertekannya umat Hindu di Bandung...

 

Para aktifis Mesjid Salman ITB sebagai contoh beberapa kali hendak
mengganti lambang ITB : Ganesha, mereka protes kenapa bisa Dewa Hindu
menjadi Lambang Institute paling prestius di negeri ini? Gerakan mereka
tidak berhasil sampai sekarang, karena banyak tokoh-tokoh ITB yang
non-Hindu justru menentang upaya menganti lambang ITB. Lambang Ganesha
dipilih dahulu pada tahun 1920 saat mana Ir.Sukarno kuliah di kampus ITB
ini. Jadi ini adalah sejarah pendirian, yang kalau diubah akan
menghilangkan makna kesejarahannya...

 

Suksme

GNA 

 

-Original Message-
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Ketut Tejawibawa
Sent: Monday, October 08, 2007 10:52 AM
To: bali@lp3b.or.id
Subject: [bali] Re: penindasan terhadap umat Hindu

 

Pak Ambara yang baik,

Di Bandung tidak ada yang begitu koq.Ini ingin saya sampaikan lebih
rinci ya, agar jangan salah informasi :

Saya bisa mewakili kawan kawan di Bandung, dan hal yang tertulis unutk
Jawa Barat, khususnya Bandung, cara penyajian tulisan ini tampaknya
hanya kajian pribadi dan subyektif sekali bahwa Pura di Bandung berada
di komplek kesatian saja.
Saya ingin luruskan bahwa membangun Pura itu tidak mudah, mahal dan
bertahap. Baik harga tanah maupun seluruh isi pura spt
padma,anglurah,pewedaan,cadi bentar,gelung,pewaregan,bale gong dan yang
lainnya.Apalagi dengan proses upacaranya yang secara rutin dan
terusmenerus harus kita kerjakan dengan hikmat (piodalan), tanpa pamrih
sebagai yadnya dan inilah swadarma masing masing pengempon. Apalagi
tanggung jawab untuk pendidikan agama Hindu anak anak kita dimana
sekarang sudah lengkap dipenjuru Bandung ini.

Pak Ambara yang baik,
Justru kita sudah memasuki usia wanaprasta ini menjadi eling lan
waspodo, dan di Bandung sendiri ada suatu ikrar kebersamaan antar umat
beragama, yg digalang oleh pemda prop jabar, dan parisadha kita turut
aktif menggalang ini. Kami ingin mengundang bapak ke bdg, kami memiliki
WASUDHANA ( Warga Suka Duka Dharma Kencana) yang bertugas untuk membantu
rekan sedarma bilamana ada halangan , sede misalnya, dan ini sampai
upacara pengabenan, kita laksanakan lengkap di Bandung dan nganyut di
pura segara Cilincing. Kami punya juga Dewan pengurus Banjar, yang
setiap tiga bulan sekali kami berkonsulidasi untuk kepentingan umat dan
kegiatan upacara guna mendekatkan diri kepada sang pencipta. Setiap pura
juga punya kegiatan kesenian bali yg dipentaskan setiap odalan dan
pesertanya anak2 diutamakan sehingga budaya tari bali salah satunya
anak2 kita bisa pentaskan.

Pak Ambara, singkat kata, saya berkeberatan dengan tulisan anda.

Salam

Ketut Teja

Ambara, Gede Ngurah (KPC) wrote: 

Pak Chepy dan semeton yang lain...

 

Penindasan yang saya maksud saat ini lebih ke monopoli Informasi,
pembiasaan informasi, menjelek-jelekkan agama Hindu baik di media massa
maupun di kotbah-kotbah di Mesjid (terutama dimesjid) maupun di Gereja,
dan ini memang lebih sering terjadi di luar Bali...Sinetron-sinetron
yang sering di putar di Indonesia dalam banyak kejadian sering sekali
melecehkan umat Hindu, misalnya tokoh Ulama selalu menang terhadap tokoh
jahat yang digambarkan biasanya berupa dukun dengan pakaian tertentu
biasanya selalu dikaitkan menggunakan ritual seperti Hindu, ada hio
kemenyan dll, bahkan di latar belakang sering terlihat ada patung maupun
tapel/topeng serupa topeng rangda di Bali..singkat cerita Ulama/tokoh
Islam selalu menang terhadap lawan-lawan kleniknya apakah yang kejawen
ataupun seolah-seolah tokoh-tokoh jahat ini orang Hindu (berbudaya
Hindu)...umat Hindu pada diam saja, beberapa sempat protes, tapi setelah
itu sinetron semacam ini terus saja jalan...

Dan selama bulan Ramadan satu bulan penuh televisi dimonopoli oleh Siar
Islam dan beberapa kali melukai hati umat lain..misalnya saat covering
tentang Islam Pegayaman di Bali, mereka (penyiar) menyatakan Sinar Suci
Allah ternyata sampai juga di Bali di sebuah desa...dengan kata lain
desa-desa lain selain pegayaman tidak atau belum mendapat Hidayah Tuhan
(ALLAH)...ini maksudnya apa?? Terjemahan bebasnya selain pegayaman sisa
dari Bali yang lain adalah KAFIR dan semuanya masuk neraka.

 

Di daerah Klaten Jawa tengah, umat Hindu Jawa selama puluhan tahun dan
sampai saat ini sering sekali mendapat 

[bali] penindasan terhadap umat Hindu

2007-10-07 Terurut Topik Ambara, Gede Ngurah \(KPC\)
Om Suastiastu

 

Cukup aneh saya cerita tentang fakta malah dianggap subyektif, kalau
saya akhirnya dikeluarkan dari mailing list ini terserah..

Dan terimakasih kepada semuanya...

 

Suksme

GNA 

 

-Original Message-
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of ngurah beni setiawan
Sent: Monday, October 08, 2007 11:36 AM
To: bali@lp3b.or.id
Subject: [bali] [RE]Re: penindasan terhadap umat Hindu

 

Om Suastiastu,

 

salam kenal Pak Putu Gede Karang...

teguran sebelumnya telah disampaikan Moderator Pak Wis. Dan telah juga
dibuatkan milis untuk melanjutkan diskusi agama ini.

jujur, saya pribadi pun mulai merasa terganggu dengan pandangan yang
saya anggap subjektif dari Bli Ambara.

 

Saya yakin Moderator akan mengambil sikap ttg diskusi ini.

 

salam sejahtera,

Ngurah Beni Setiawan



-[ Received Mail Content ]--
Subject : [bali] Re: penindasan terhadap umat Hindu
Date : Mon, 8 Oct 2007 10:24:34 +0700
From : I. Putu Gede Karang [EMAIL PROTECTED]
To : bali@lp3b.or.id

P' Ambhara yth, 



Saya adalah peserta pasif mailing list ini dan sangat appreciate
terhadap 
bapak2 dan ibu2 yang aware terhadap kehidupan di daerah2
pelosok. Terus 
terang saya masih belum sanggup mengikuti jejak tersebut baik
dari segi 
materiil maupun spiritual. 



Mohon maaf, setahu saya mailing list ini tidak membicarakan
agama tertentu 
hanya seputar sosialita kehidupan di bali terutama di daerah
pelosok2. Kalau 
bisa e-mail seperti ini dikirim ke mailing list tertentu yg
sesuai isinya. 
Buat P' Moderator, mohon untuk dibuatkan aturan mailing list
ini, apakah isi 
nya memang bebas sebebas-bebasnya atau seputar sosial kehidupan
daerah2 
terpencil atau etc. Kalau sangant bebas mohon maaf untuk
mendelete e-mail 
saya dari keanggotaan mailing list ini karena agak risih juga
setiap hari 
menerima e-mail yg seperti ini, yang kalau dibicarakan ngga akan
ada 
habis2nya. 



Nunas Sinampure 





_ 

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of 
Ambara, Gede Ngurah (KPC) 
Sent: Monday, October 08, 2007 8:03 AM 
To: bali@lp3b.or.id 
Subject: [bali] penindasan terhadap umat Hindu 



Pak Chepy dan semeton yang lain. 



Penindasan yang saya maksud saat ini lebih ke monopoli
Informasi, pembiasaan 
informasi, menjelek-jelekkan agama Hindu baik di media massa
maupun di 
kotbah-kotbah di Mesjid (terutama dimesjid) maupun di Gereja,
dan ini memang 
lebih sering terjadi di luar Bali.Sinetron-sinetron yang sering
di putar di 
Indonesia dalam banyak kejadian sering sekali melecehkan umat
Hindu, 
misalnya tokoh Ulama selalu menang terhadap tokoh jahat yang
digambarkan 
biasanya berupa dukun dengan pakaian tertentu biasanya selalu
dikaitkan 
menggunakan ritual seperti Hindu, ada hio kemenyan dll, bahkan
di latar 
belakang sering terlihat ada patung maupun tapel/topeng serupa
topeng rangda 
di Bali..singkat cerita Ulama/tokoh Islam selalu menang terhadap
lawan-lawan 
kleniknya apakah yang kejawen ataupun seolah-seolah tokoh-tokoh
jahat ini 
orang Hindu (berbudaya Hindu).umat Hindu pada diam saja,
beberapa sempat 
protes, tapi setelah itu sinetron semacam ini terus saja jalan. 

Dan selama bulan Ramadan satu bulan penuh televisi dimonopoli
oleh Siar 
Islam dan beberapa kali melukai hati umat lain..misalnya saat
covering 
tentang Islam Pegayaman di Bali, mereka (penyiar) menyatakan
Sinar Suci 
Allah ternyata sampai juga di Bali di sebuah desa.dengan kata
lain desa-desa 
lain selain pegayaman tidak atau belum mendapat Hidayah Tuhan
(ALLAH).ini 
maksudnya apa?? Terjemahan bebasnya selain pegayaman sisa dari
Bali yang 
lain adalah KAFIR dan semuanya masuk neraka... 



Di daerah Klaten Jawa tengah, umat Hindu Jawa selama puluhan
tahun dan 
sampai saat ini sering sekali mendapat intimidasi karena
semata-mata mereka 
Hindu dan bukan Islam, dari pengurusan KTP yang di persulit,
sengaja di 
salah-salahkan, dan pengurusan ijin-ijin yang lain, demikian
juga di 
sejumlah desa-desa kantong-kantong umat Hindu Jawa, seperti
misalnya di 
Jatim. 



Pura Krembung di Sidoarjo, 6 km dari pusat Lumpur, dalam masa
pembangunannya 
sering dilempar batu, mau dirusak oleh orang-orang muslim
sekitarnya, tapi 
atas perlindungan Hyang Widhi mereka tidak berhasil merusak pura
ini, bahkan 
batu-batu ini terlempar kembali ke penyerangnya