[balita-anda] JADI SENSITIF DI KALA HAMIL

2008-06-23 Terurut Topik Dede


JADI SENSITIF DI KALA HAMIL
Wajar, kok, kalau perilaku ibu hamil jadi terkesan aneh-aneh. Biang
keladinya tak lain adalah perubahan hormonal. 

"Aduh... istriku uring-uringan terus sejak hamil. Ia jadi cemburuan. Aku
pulang sedikit terlambat saja, sudah ditanya macam-macam," keluh seorang
suami yang istrinya tengah mengandung 2 bulan. 

Nah, para suami dimohon maklum jika istri yang tengah hamil jadi
berperilaku tidak biasa. Yang tadinya sabar jadi cepat naik darah, yang
tadinya rajin mendadak jadi malas, yang semula mandiri jadi manja, atau
yang biasanya selalu memperhatikan suami kini malah ingin lebih
diperhatikan. 

Lantaran itulah, saat memutuskan untuk hamil, istri dan suami harus
benar-benar siap fisik dan mental. Jadi saat terjadi perubahan, entah
itu perubahan fisik maupun perilaku, baik istri maupun suami tidak
terlalu kaget menghadapinya. Jangan sampai perubahan ini membuat
hubungan suami istri jadi tidak harmonis, karena memang sangat mungkin
pasangan dibuat jengkel karenanya. Inilah saran dari Dra. M. Louise M.M.
Psi., untuk para suami yang bingung menghadapi perubahan psikis pada
istri yang tengah hamil.

CENDERUNG MALAS 

Para suami perlu memahami bahwa kemalasan ini bukan timbul begitu saja,
melainkan pengaruh perubahan hormonal yang sedang dialami istrinya.
"Jadi tidak ada salahnya bila suami menggantikan peran istri untuk
beberapa waktu. Misalnya dengan menggantikannya membereskan tempat
tidur, membuat kopi sendiri, atau bila tidak punya pembantu suamilah
yang mencuci piring atau mencuci baju," ujar Lusi, sapaan akrabnya.

LEBIH SENSITIF 

Biasanya, wanita yang hamil juga berubah jadi lebih sensitif.
Sedikit-sedikit tersinggung lalu marah. Saran Lusi, apa pun perilaku ibu
hamil yang dianggap kurang menyenangngkan, hadapi saja dengan santai.
Ingatlah bahwa dampak perubahan psikis ini nantinya bakal hilang. Bukan
apa-apa, bila suami membalas kembali dengan kemarahan, bisa-bisa istri
semakin tertekan sehingga mempengaruhi pertumbuhan janinnya.

MINTA PERHATIAN LEBIH 
Perilaku lain yang kerap "mengganggu" adalah istri tiba-tiba lebih manja
dan selalu ingin diperhatikan. Meskipun baru pulang kerja dan sangat
letih, usahakan untuk menanyakan keadaannya saat itu. Perhatian yang
diberikan suami, walau sedikit, bisa memicu tumbuhnya rasa aman yang
baik untuk pertumbuhan janin. Demikian pula ketika istri merasakan
pegal-pegal dan linu pada tubuhnya. Istri sering meminta suami untuk
mengusap tubuhnya. Sebaiknya lakukan sambil memberikan perhatian dengan
mengatakan bahwa hal ini memang sering dialami wanita yang sedang hamil
dan diperlukan kesabaran untuk menghadapinya. 
GAMPANG CEMBURU 

Tak jarang, sifat cemburu istri terhadap suami pun muncul tanpa alasan.
Pulang telat sedikit saja, istri akan menanyakan hal macam-macam.
Mungkin, selain perubahan hormonal, istri pun mulai tidak percaya diri
dengan penampilan fisiknya. Ia takut bila suaminya pergi dengan wanita
lain. Untuk menenangkannya, suami perlu menjelaskan dengan bijaksana
bahwa keterlambatannya dikarenakan hal-hal yang memang sangat penting
dan bukan karena perselingkuhan. Bila perlu, ceritakan dengan terperinci
aktivitas hari itu dari pergi sampai pulang.

AKIBAT HORMON PROGESTERON

Lebih lanjut, dr. Dwiana Ocvianti, Sp.OG., dari RSUPN Cipto
Mangunkusumo, Jakarta, menjelaskan perubahan perilaku pada ibu hamil
merupakan hal wajar karena produksi hormon progesteronnya sedang tinggi.
Hal inilah yang mempengaruhi banyak hal, termasuk psikis ibu. "Perubahan
hormon yang terjadi pada ibu hamil sebenarnya sama persis dengan
perubahan hormon pada wanita yang sedang mengalami siklus haid," ujar
ginekolog yang akrab disapa Ovi. 

Memang, perubahan hormon yang terjadi tidak selamanya akan mempengaruhi
psikis ibu hamil. Ada juga yang perilakunya tidak berubah. Hal ini,
tutur Ovi, disebabkan kerentanan psikis setiap orang yang berbeda-beda.
Nah, daya tahan psikis dipengaruhi oleh kepribadian, pola asuh sewaktu
kecil, atau kemauan ibu untuk belajar menyesuaikan diri dengan perubahan
tersebut. 

Tak jauh berbeda, Lusi yang merupakan psikolog klinis di Klinik
Psikologi Parent Education Program RSAB Harapan Kita, Jakarta,
menuturkan biasanya ibu yang menerima atau bahkan sangat mengharapkan
kehamilan akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan.
Secara fisik dan psikis, mereka lebih siap. 
Berbeda dari ibu yang tidak siap, umpamanya karena kehamilannya tidak
diinginkan, umumnya merasakan hal-hal yang lebih berat. "Begitu pula
dengan ibu yang sangat memperhatikan estetika tubuh. Dia akan merasa
terganggu dengan perubahan fisik yang terjadi selama kehamilan.
Seringkali ibu sangat gusar dengan perutnya yang semakin gendut, pinggul
lebih besar, payudara membesar, rambut menjadi kusam, dan sebagainya.
Tentu hal ini akan semakin membuat psikis ibu menjadi tidak stabil." 
Perubahan psikis umumnya lebih terasa di trimester pertama kehamilan.
Kala itu pula, ibu masih harus menyesuaikan diri dengan berbagai
perubahan hormon yang terjadi. Lalu berangs

[balita-anda] JADI SENSITIF DI KALA HAMIL

2005-07-08 Terurut Topik Georgius Iwan
> JADI SENSITIF DI KALA HAMIL
> Wajar, kok, kalau perilaku ibu hamil jadi terkesan aneh-aneh. Biang
keladinya tak lain adalah perubahan hormonal.
>
> "Aduh... istriku uring-uringan terus sejak hamil. Ia jadi cemburuan. Aku
pulang sedikit terlambat saja, sudah ditanya macam-macam," keluh seorang
suami yang istrinya tengah mengandung 2 bulan.
>
> Nah, para suami dimohon maklum jika istri yang tengah hamil jadi
berperilaku tidak biasa. Yang tadinya sabar jadi cepat naik darah, yang
tadinya rajin mendadak jadi malas, yang semula mandiri jadi manja, atau yang
biasanya selalu memperhatikan suami kini malah ingin lebih diperhatikan.
>
> Lantaran itulah, saat memutuskan untuk hamil, istri dan suami harus
benar-benar siap fisik dan mental. Jadi saat terjadi perubahan, entah itu
perubahan fisik maupun perilaku, baik istri maupun suami tidak terlalu kaget
menghadapinya. Jangan sampai perubahan ini membuat hubungan suami istri jadi
tidak harmonis, karena memang sangat mungkin pasangan dibuat jengkel
karenanya. Inilah saran dari Dra. M. Louise M.M. Psi., untuk para suami yang
bingung menghadapi perubahan psikis pada istri yang tengah hamil.
>
> CENDERUNG MALAS
>
> Para suami perlu memahami bahwa kemalasan ini bukan timbul begitu saja,
melainkan pengaruh perubahan hormonal yang sedang dialami istrinya. "Jadi
tidak ada salahnya bila suami menggantikan peran istri untuk beberapa waktu.
Misalnya dengan menggantikannya membereskan tempat tidur, membuat kopi
sendiri, atau bila tidak punya pembantu suamilah yang mencuci piring atau
mencuci baju," ujar Lusi, sapaan akrabnya.
>
> LEBIH SENSITIF
>
> Biasanya, wanita yang hamil juga berubah jadi lebih sensitif.
Sedikit-sedikit tersinggung lalu marah. Saran Lusi, apa pun perilaku ibu
hamil yang dianggap kurang menyenangngkan, hadapi saja dengan santai.
Ingatlah bahwa dampak perubahan psikis ini nantinya bakal hilang. Bukan
apa-apa, bila suami membalas kembali dengan kemarahan, bisa-bisa istri
semakin tertekan sehingga mempengaruhi pertumbuhan janinnya.
>
> MINTA PERHATIAN LEBIH
> Perilaku lain yang kerap "mengganggu" adalah istri tiba-tiba lebih manja
dan selalu ingin diperhatikan. Meskipun baru pulang kerja dan sangat letih,
usahakan untuk menanyakan keadaannya saat itu. Perhatian yang diberikan
suami, walau sedikit, bisa memicu tumbuhnya rasa aman yang baik untuk
pertumbuhan janin. Demikian pula ketika istri merasakan pegal-pegal dan linu
pada tubuhnya. Istri sering meminta suami untuk mengusap tubuhnya. Sebaiknya
lakukan sambil memberikan perhatian dengan mengatakan bahwa hal ini memang
sering dialami wanita yang sedang hamil dan diperlukan kesabaran untuk
menghadapinya.
> GAMPANG CEMBURU
>
> Tak jarang, sifat cemburu istri terhadap suami pun muncul tanpa alasan.
Pulang telat sedikit saja, istri akan menanyakan hal macam-macam. Mungkin,
selain perubahan hormonal, istri pun mulai tidak percaya diri dengan
penampilan fisiknya. Ia takut bila suaminya pergi dengan wanita lain. Untuk
menenangkannya, suami perlu menjelaskan dengan bijaksana bahwa
keterlambatannya dikarenakan hal-hal yang memang sangat penting dan bukan
karena perselingkuhan. Bila perlu, ceritakan dengan terperinci aktivitas
hari itu dari pergi sampai pulang.
>
> AKIBAT HORMON PROGESTERON
>
> Lebih lanjut, dr. Dwiana Ocvianti, Sp.OG., dari RSUPN Cipto Mangunkusumo,
Jakarta, menjelaskan perubahan perilaku pada ibu hamil merupakan hal wajar
karena produksi hormon progesteronnya sedang tinggi. Hal inilah yang
mempengaruhi banyak hal, termasuk psikis ibu. "Perubahan hormon yang terjadi
pada ibu hamil sebenarnya sama persis dengan perubahan hormon pada wanita
yang sedang mengalami siklus haid," ujar ginekolog yang akrab disapa Ovi.
>
> Memang, perubahan hormon yang terjadi tidak selamanya akan mempengaruhi
psikis ibu hamil. Ada juga yang perilakunya tidak berubah. Hal ini, tutur
Ovi, disebabkan kerentanan psikis setiap orang yang berbeda-beda. Nah, daya
tahan psikis dipengaruhi oleh kepribadian, pola asuh sewaktu kecil, atau
kemauan ibu untuk belajar menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.
>
> Tak jauh berbeda, Lusi yang merupakan psikolog klinis di Klinik Psikologi
Parent Education Program RSAB Harapan Kita, Jakarta, menuturkan biasanya ibu
yang menerima atau bahkan sangat mengharapkan kehamilan akan lebih mudah
menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan. Secara fisik dan psikis, mereka
lebih siap.
> Berbeda dari ibu yang tidak siap, umpamanya karena kehamilannya tidak
diinginkan, umumnya merasakan hal-hal yang lebih berat. "Begitu pula dengan
ibu yang sangat memperhatikan estetika tubuh. Dia akan merasa terganggu
dengan perubahan fisik yang terjadi selama kehamilan. Seringkali ibu sangat
gusar dengan perutnya yang semakin gendut, pinggul lebih besar, payudara
membesar, rambut menjadi kusam, dan sebagainya. Tentu hal ini akan semakin
membuat psikis ibu menjadi tidak stabil."
> Perubahan psikis umumnya lebih terasa di trimester pertama kehamilan. Kala
itu pula, ibu masih harus menyesuaikan diri dengan berbagai peruba

[balita-anda] JADI SENSITIF DI KALA HAMIL

2005-03-15 Terurut Topik Dede
JADI SENSITIF DI KALA HAMIL
Wajar, kok, kalau perilaku ibu hamil jadi terkesan aneh-aneh. Biang
keladinya tak lain adalah perubahan hormonal. 

"Aduh... istriku uring-uringan terus sejak hamil. Ia jadi cemburuan. Aku
pulang sedikit terlambat saja, sudah ditanya macam-macam," keluh seorang
suami yang istrinya tengah mengandung 2 bulan. 

Nah, para suami dimohon maklum jika istri yang tengah hamil jadi
berperilaku tidak biasa. Yang tadinya sabar jadi cepat naik darah, yang
tadinya rajin mendadak jadi malas, yang semula mandiri jadi manja, atau
yang biasanya selalu memperhatikan suami kini malah ingin lebih
diperhatikan. 

Lantaran itulah, saat memutuskan untuk hamil, istri dan suami harus
benar-benar siap fisik dan mental. Jadi saat terjadi perubahan, entah
itu perubahan fisik maupun perilaku, baik istri maupun suami tidak
terlalu kaget menghadapinya. Jangan sampai perubahan ini membuat
hubungan suami istri jadi tidak harmonis, karena memang sangat mungkin
pasangan dibuat jengkel karenanya. Inilah saran dari Dra. M. Louise M.M.
Psi., untuk para suami yang bingung menghadapi perubahan psikis pada
istri yang tengah hamil.

CENDERUNG MALAS 

Para suami perlu memahami bahwa kemalasan ini bukan timbul begitu saja,
melainkan pengaruh perubahan hormonal yang sedang dialami istrinya.
"Jadi tidak ada salahnya bila suami menggantikan peran istri untuk
beberapa waktu. Misalnya dengan menggantikannya membereskan tempat
tidur, membuat kopi sendiri, atau bila tidak punya pembantu suamilah
yang mencuci piring atau mencuci baju," ujar Lusi, sapaan akrabnya.

LEBIH SENSITIF 

Biasanya, wanita yang hamil juga berubah jadi lebih sensitif.
Sedikit-sedikit tersinggung lalu marah. Saran Lusi, apa pun perilaku ibu
hamil yang dianggap kurang menyenangngkan, hadapi saja dengan santai.
Ingatlah bahwa dampak perubahan psikis ini nantinya bakal hilang. Bukan
apa-apa, bila suami membalas kembali dengan kemarahan, bisa-bisa istri
semakin tertekan sehingga mempengaruhi pertumbuhan janinnya.

MINTA PERHATIAN LEBIH 
Perilaku lain yang kerap "mengganggu" adalah istri tiba-tiba lebih manja
dan selalu ingin diperhatikan. Meskipun baru pulang kerja dan sangat
letih, usahakan untuk menanyakan keadaannya saat itu. Perhatian yang
diberikan suami, walau sedikit, bisa memicu tumbuhnya rasa aman yang
baik untuk pertumbuhan janin. Demikian pula ketika istri merasakan
pegal-pegal dan linu pada tubuhnya. Istri sering meminta suami untuk
mengusap tubuhnya. Sebaiknya lakukan sambil memberikan perhatian dengan
mengatakan bahwa hal ini memang sering dialami wanita yang sedang hamil
dan diperlukan kesabaran untuk menghadapinya. 
GAMPANG CEMBURU 

Tak jarang, sifat cemburu istri terhadap suami pun muncul tanpa alasan.
Pulang telat sedikit saja, istri akan menanyakan hal macam-macam.
Mungkin, selain perubahan hormonal, istri pun mulai tidak percaya diri
dengan penampilan fisiknya. Ia takut bila suaminya pergi dengan wanita
lain. Untuk menenangkannya, suami perlu menjelaskan dengan bijaksana
bahwa keterlambatannya dikarenakan hal-hal yang memang sangat penting
dan bukan karena perselingkuhan. Bila perlu, ceritakan dengan terperinci
aktivitas hari itu dari pergi sampai pulang.

AKIBAT HORMON PROGESTERON

Lebih lanjut, dr. Dwiana Ocvianti, Sp.OG., dari RSUPN Cipto
Mangunkusumo, Jakarta, menjelaskan perubahan perilaku pada ibu hamil
merupakan hal wajar karena produksi hormon progesteronnya sedang tinggi.
Hal inilah yang mempengaruhi banyak hal, termasuk psikis ibu. "Perubahan
hormon yang terjadi pada ibu hamil sebenarnya sama persis dengan
perubahan hormon pada wanita yang sedang mengalami siklus haid," ujar
ginekolog yang akrab disapa Ovi. 

Memang, perubahan hormon yang terjadi tidak selamanya akan mempengaruhi
psikis ibu hamil. Ada juga yang perilakunya tidak berubah. Hal ini,
tutur Ovi, disebabkan kerentanan psikis setiap orang yang berbeda-beda.
Nah, daya tahan psikis dipengaruhi oleh kepribadian, pola asuh sewaktu
kecil, atau kemauan ibu untuk belajar menyesuaikan diri dengan perubahan
tersebut. 

Tak jauh berbeda, Lusi yang merupakan psikolog klinis di Klinik
Psikologi Parent Education Program RSAB Harapan Kita, Jakarta,
menuturkan biasanya ibu yang menerima atau bahkan sangat mengharapkan
kehamilan akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan.
Secara fisik dan psikis, mereka lebih siap. 
Berbeda dari ibu yang tidak siap, umpamanya karena kehamilannya tidak
diinginkan, umumnya merasakan hal-hal yang lebih berat. "Begitu pula
dengan ibu yang sangat memperhatikan estetika tubuh. Dia akan merasa
terganggu dengan perubahan fisik yang terjadi selama kehamilan.
Seringkali ibu sangat gusar dengan perutnya yang semakin gendut, pinggul
lebih besar, payudara membesar, rambut menjadi kusam, dan sebagainya.
Tentu hal ini akan semakin membuat psikis ibu menjadi tidak stabil." 
Perubahan psikis umumnya lebih terasa di trimester pertama kehamilan.
Kala itu pula, ibu masih harus menyesuaikan diri dengan berbagai
perubahan hormon yang terjadi. Lalu berangsur

[balita-anda] JADI SENSITIF DI KALA HAMIL

2004-07-31 Terurut Topik uci
JADI SENSITIF DI KALA HAMIL
Wajar, kok, kalau perilaku ibu hamil jadi terkesan aneh-aneh. Biang keladinya tak lain 
adalah perubahan hormonal. 

"Aduh... istriku uring-uringan terus sejak hamil. Ia jadi cemburuan. Aku pulang 
sedikit terlambat saja, sudah ditanya macam-macam," keluh seorang suami yang istrinya 
tengah mengandung 2 bulan. 

Nah, para suami dimohon maklum jika istri yang tengah hamil jadi berperilaku tidak 
biasa. Yang tadinya sabar jadi cepat naik darah, yang tadinya rajin mendadak jadi 
malas, yang semula mandiri jadi manja, atau yang biasanya selalu memperhatikan suami 
kini malah ingin lebih diperhatikan. 

Lantaran itulah, saat memutuskan untuk hamil, istri dan suami harus benar-benar siap 
fisik dan mental. Jadi saat terjadi perubahan, entah itu perubahan fisik maupun 
perilaku, baik istri maupun suami tidak terlalu kaget menghadapinya. Jangan sampai 
perubahan ini membuat hubungan suami istri jadi tidak harmonis, karena memang sangat 
mungkin pasangan dibuat jengkel karenanya. Inilah saran dari Dra. M. Louise M.M. Psi., 
untuk para suami yang bingung menghadapi perubahan psikis pada istri yang tengah hamil.

CENDERUNG MALAS 

Para suami perlu memahami bahwa kemalasan ini bukan timbul begitu saja, melainkan 
pengaruh perubahan hormonal yang sedang dialami istrinya. "Jadi tidak ada salahnya 
bila suami menggantikan peran istri untuk beberapa waktu. Misalnya dengan 
menggantikannya membereskan tempat tidur, membuat kopi sendiri, atau bila tidak punya 
pembantu suamilah yang mencuci piring atau mencuci baju," ujar Lusi, sapaan akrabnya.

LEBIH SENSITIF 

Biasanya, wanita yang hamil juga berubah jadi lebih sensitif. Sedikit-sedikit 
tersinggung lalu marah. Saran Lusi, apa pun perilaku ibu hamil yang dianggap kurang 
menyenangngkan, hadapi saja dengan santai. Ingatlah bahwa dampak perubahan psikis ini 
nantinya bakal hilang. Bukan apa-apa, bila suami membalas kembali dengan kemarahan, 
bisa-bisa istri semakin tertekan sehingga mempengaruhi pertumbuhan janinnya.

MINTA PERHATIAN LEBIH 
Perilaku lain yang kerap "mengganggu" adalah istri tiba-tiba lebih manja dan selalu 
ingin diperhatikan. Meskipun baru pulang kerja dan sangat letih, usahakan untuk 
menanyakan keadaannya saat itu. Perhatian yang diberikan suami, walau sedikit, bisa 
memicu tumbuhnya rasa aman yang baik untuk pertumbuhan janin. Demikian pula ketika 
istri merasakan pegal-pegal dan linu pada tubuhnya. Istri sering meminta suami untuk 
mengusap tubuhnya. Sebaiknya lakukan sambil memberikan perhatian dengan mengatakan 
bahwa hal ini memang sering dialami wanita yang sedang hamil dan diperlukan kesabaran 
untuk menghadapinya. 
GAMPANG CEMBURU 

Tak jarang, sifat cemburu istri terhadap suami pun muncul tanpa alasan. Pulang telat 
sedikit saja, istri akan menanyakan hal macam-macam. Mungkin, selain perubahan 
hormonal, istri pun mulai tidak percaya diri dengan penampilan fisiknya. Ia takut bila 
suaminya pergi dengan wanita lain. Untuk menenangkannya, suami perlu menjelaskan 
dengan bijaksana bahwa keterlambatannya dikarenakan hal-hal yang memang sangat penting 
dan bukan karena perselingkuhan. Bila perlu, ceritakan dengan terperinci aktivitas 
hari itu dari pergi sampai pulang.

AKIBAT HORMON PROGESTERON

Lebih lanjut, dr. Dwiana Ocvianti, Sp.OG., dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, 
menjelaskan perubahan perilaku pada ibu hamil merupakan hal wajar karena produksi 
hormon progesteronnya sedang tinggi. Hal inilah yang mempengaruhi banyak hal, termasuk 
psikis ibu. "Perubahan hormon yang terjadi pada ibu hamil sebenarnya sama persis 
dengan perubahan hormon pada wanita yang sedang mengalami siklus haid," ujar ginekolog 
yang akrab disapa Ovi. 

Memang, perubahan hormon yang terjadi tidak selamanya akan mempengaruhi psikis ibu 
hamil. Ada juga yang perilakunya tidak berubah. Hal ini, tutur Ovi, disebabkan 
kerentanan psikis setiap orang yang berbeda-beda. Nah, daya tahan psikis dipengaruhi 
oleh kepribadian, pola asuh sewaktu kecil, atau kemauan ibu untuk belajar menyesuaikan 
diri dengan perubahan tersebut. 

Tak jauh berbeda, Lusi yang merupakan psikolog klinis di Klinik Psikologi Parent 
Education Program RSAB Harapan Kita, Jakarta, menuturkan biasanya ibu yang menerima 
atau bahkan sangat mengharapkan kehamilan akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan 
berbagai perubahan. Secara fisik dan psikis, mereka lebih siap. 
Berbeda dari ibu yang tidak siap, umpamanya karena kehamilannya tidak diinginkan, 
umumnya merasakan hal-hal yang lebih berat. "Begitu pula dengan ibu yang sangat 
memperhatikan estetika tubuh. Dia akan merasa terganggu dengan perubahan fisik yang 
terjadi selama kehamilan. Seringkali ibu sangat gusar dengan perutnya yang semakin 
gendut, pinggul lebih besar, payudara membesar, rambut menjadi kusam, dan sebagainya. 
Tentu hal ini akan semakin membuat psikis ibu menjadi tidak stabil." 
Perubahan psikis umumnya lebih terasa di trimester pertama kehamilan. Kala itu pula, 
ibu masih harus menyesuaikan diri dengan berb