[ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

2009-03-01 Terurut Topik Arif Muljadi
Kalau uang emas dijadikan uang universal, bukannya bagus? Tidak perlu
lagi pusing2 soal stabilitas nilai uang. Lha, sekeping emas seberat
5gr, kalau ditimbang di Amerika, di Jepasng, di Eropa, di Indonesia,
di hutan atau di gunung, hasilnya harus sama, yakni 5gr, kecuali kalau
timbangannya ngaco. Untuk lebih tepat teknikalnya, mungkin harus
dihitung massanya, bukan beratnya.



--- In [email protected], riowardh...@... wrote:
>
> 
> Pak, coba kaji uu bi no 3 th2001 (cmiiw)
> Tidak hanya inflasi, stabilitas nilai rupiah pun BI emban, sistem
pembayaran harus terjamin kemanan dan kelantjarannya.
> Tentunya bapak punya atm card dan cc kan?
> Juga urusan perbankan yang sangat erat kaitannya dengan moneter..
> Jadi bagi saya mengkaitkan 200jt dengan tugas cetak-edar kurang
relevan..
> Tks.
> 
> Sent from my BlogBerry®
> powered by blog kopidangdut
> http://kopidangdut.wordpress.com/
> ~dari urusan serius seperti dangdut hingga hal remeh sekadar politik
jenaka~
> 
> -Original Message-
> From: "Arif Muljadi" 
> 
> Date: Fri, 27 Feb 2009 04:02:34 
> To: 
> Subject: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi
Pemiskinan  Massal - Uang yang beredar
> 
> 
> Rp 200J/bulan? Apakah ini benar? 
> Sebenarnya, apa sih jasa BI di dalam memerangi inflasi, dengan kata
> lain apa jasa BI dalam usaha membuat produksi melimpah? Sederhana dan
> gampangnya, jawabannya adalah tak ada. Untuk bisa mencetak dan
> mengedarkan uang, tidak diperlukan ilmu tinggi2. 
> Di dalam sistem kapitalis, seharusnya usaha mencetak dan mengedarkan
> uang itu dibebaskan, siapa saja seharusnya dibolehkan dong! Kenapa
> tidak? Silahkan perusahaan2 percetakan dan pengedaran uang itu
> bersaing! Hahaha...
> 
> Kalau sistem moneter adalah uang penuh (emas, dsb), bukankah tidak ada
> yang aneh kalau siapa saja boleh membuat dan menjual (i.e.
> mengedarkan) uang emas, perak , dst. Ini dimungkinkan karena angka 
> yang tercetak di atas uang emas bukan nilai satuan mata uang,
> melainkan berat uang itu sendiri.
> 
> Sebaiknya perdagangan dengan alat bayar emas, perak, dsb. disahkan.
> 
> 
> --- In [email protected], A Nizami  wrote:
> >
> > Intinya adalah Serakah (Greed). Itu jugalah yang membuat Krisis
> Global saat ini.
> > 
> > Coba tonton film "Wall Street", Oliver Stone.. Serakah itu baik,
> katanya...:)
> > Tak heran jika gaji Gubernur BI bisa mencapai Rp 200 juta/bulan jauh
> di atas gaji presiden yang "hanya" rp 32 juta.
> > 
> > ==
> > 
> > http://classicfilms.suite101.com/article.cfm/wall_street_the_movie
> > 
> > Michael Douglas's famous speech on greed, delivered at a
> stockholders meeting for fictional Teldar Paper in the movie Wall
> Street, is one of the most famous in motion picture history...
> > "The point is, ladies and gentleman, that greed, for lack of a
> > better word, is good. Greed is right, greed works. Greed clarifies,
> > cuts through, and captures the essence of the evolutionary spirit..."
> > ===
> > 
> > Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
> > 
> > ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
> > 
> > Informasi selengkapnya ada di:
> > 
> > http://www.media-islam.or.id
> > 
> > Ingin belajar Islam?
> > 
> > Kirim email ke: [email protected]
> > 
> > --- Pada Rab, 25/2/09, Irwansyah Irwansyah  menulis:
> > 
> > Dari: Irwansyah Irwansyah 
> > Topik: Re: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi
> Pemiskinan  Massal - Uang yang beredar
> > Kepada: [email protected]
> > Tanggal: Rabu, 25 Februari, 2009, 11:03 PM
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > Hmm...saya bukan ahli investasi. Tapi setahu saya
> investasi bisa
> > 
> > dikategorikan menjadi investasi yang resikonya rendah, menengah, dan
> > 
> > tinggi. Investasi emas termasuk yang resikonya rendah tapi
> > 
> > keuntungannya juga rendah kalo istilah para ahli low risk low return,
> > 
> > high risk high return.
> > 
> > 
> > 
> > Logikanya, kenapa banyak orang lebih suka investasi di reksadana atau
> > 
> > saham atau pasar uang daripada investasi di emas? Apakah mereka tidak
> > 
> > bijak, kurang bijak, atau jauh lebih bijak?
> > 
> > 
> > 
> > 2009/2/26 Arif Muljadi :
> > 
> > > Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk dikatakan, tapi
> > 
> > > mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah dengan membuat
> > 
> &

[ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

2009-03-01 Terurut Topik Arif Muljadi
Saya pikir, uang emas, perak, dsb, adalah kandidat yang bagus untuk
menjadi uang universal. Karena, selain sejak jutaan tahun yang lalu
emas adalah... tatap emas, dibawa ke mana2pun di dunia ini atau bahkan
di alam semesta, emas ya... tetap emas. Emas banyak gunanya dan semua
orang senang emas, kecuali orang2 yang kurang bijak :-). Sedangkan
kertas, kalau dibakar juga habis jadi arang.


--- In [email protected], "asepkusnali"
 wrote:
>
> Sy ikut nimbrung ini ada sebagai petikan tulisan tentang dinar emas
> oleh Muhaimin Iqbal. Tdnya mo kirim artikel dalam bahasa arab, tp sy
> khawatir ada yg tdk mengerti.. Selamat membaca:
> 
> Islamic Dinar and DirhamUang dalam berbagai bentuknya sebagai alat
> tukar perdagangan telah dikenal ribuan tahun yang lalu seperti dalam
> sejarah Mesir kuno sekitar 4000 SM – 2000 SM. Dalam bentuknya yang
> lebih standar uang emas dan perak diperkenalkan oleh Julius Caesar
> dari Romawi sekitar tahun 46 SM. Julius Caesar ini pula yang
> memperkenalkan standar konversi dari uang emas ke uang perak dan
> sebaliknya dengan perbandingan 12 : 1 untuk perak terhadap emas.
> Standar Julius Caesar ini berlaku di belahan dunia Eropa selama
> sekitar 1250 tahun yaitu sampai tahun 1204.
> 




Re: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

2009-03-01 Terurut Topik riowardhanu

Pak, coba kaji uu bi no 3 th2001 (cmiiw)
Tidak hanya inflasi, stabilitas nilai rupiah pun BI emban, sistem pembayaran 
harus terjamin kemanan dan kelantjarannya.
Tentunya bapak punya atm card dan cc kan?
Juga urusan perbankan yang sangat erat kaitannya dengan moneter..
Jadi bagi saya mengkaitkan 200jt dengan tugas cetak-edar kurang relevan..
Tks.

Sent from my BlogBerry®
powered by blog kopidangdut
http://kopidangdut.wordpress.com/
~dari urusan serius seperti dangdut hingga hal remeh sekadar politik jenaka~

-Original Message-
From: "Arif Muljadi" 

Date: Fri, 27 Feb 2009 04:02:34 
To: 
Subject: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan  Massal 
- Uang yang beredar


Rp 200J/bulan? Apakah ini benar? 
Sebenarnya, apa sih jasa BI di dalam memerangi inflasi, dengan kata
lain apa jasa BI dalam usaha membuat produksi melimpah? Sederhana dan
gampangnya, jawabannya adalah tak ada. Untuk bisa mencetak dan
mengedarkan uang, tidak diperlukan ilmu tinggi2. 
Di dalam sistem kapitalis, seharusnya usaha mencetak dan mengedarkan
uang itu dibebaskan, siapa saja seharusnya dibolehkan dong! Kenapa
tidak? Silahkan perusahaan2 percetakan dan pengedaran uang itu
bersaing! Hahaha...

Kalau sistem moneter adalah uang penuh (emas, dsb), bukankah tidak ada
yang aneh kalau siapa saja boleh membuat dan menjual (i.e.
mengedarkan) uang emas, perak , dst. Ini dimungkinkan karena angka 
yang tercetak di atas uang emas bukan nilai satuan mata uang,
melainkan berat uang itu sendiri.

Sebaiknya perdagangan dengan alat bayar emas, perak, dsb. disahkan.


--- In [email protected], A Nizami  wrote:
>
> Intinya adalah Serakah (Greed). Itu jugalah yang membuat Krisis
Global saat ini.
> 
> Coba tonton film "Wall Street", Oliver Stone.. Serakah itu baik,
katanya...:)
> Tak heran jika gaji Gubernur BI bisa mencapai Rp 200 juta/bulan jauh
di atas gaji presiden yang "hanya" rp 32 juta.
> 
> ==
> 
> http://classicfilms.suite101.com/article.cfm/wall_street_the_movie
> 
> Michael Douglas's famous speech on greed, delivered at a
stockholders meeting for fictional Teldar Paper in the movie Wall
Street, is one of the most famous in motion picture history...
> "The point is, ladies and gentleman, that greed, for lack of a
> better word, is good. Greed is right, greed works. Greed clarifies,
> cuts through, and captures the essence of the evolutionary spirit..."
> ===
> 
> Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
> 
> ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
> 
> Informasi selengkapnya ada di:
> 
> http://www.media-islam.or.id
> 
> Ingin belajar Islam?
> 
> Kirim email ke: [email protected]
> 
> --- Pada Rab, 25/2/09, Irwansyah Irwansyah  menulis:
> 
> Dari: Irwansyah Irwansyah 
> Topik: Re: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi
Pemiskinan  Massal - Uang yang beredar
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Rabu, 25 Februari, 2009, 11:03 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Hmm...saya bukan ahli investasi. Tapi setahu saya
investasi bisa
> 
> dikategorikan menjadi investasi yang resikonya rendah, menengah, dan
> 
> tinggi. Investasi emas termasuk yang resikonya rendah tapi
> 
> keuntungannya juga rendah kalo istilah para ahli low risk low return,
> 
> high risk high return.
> 
> 
> 
> Logikanya, kenapa banyak orang lebih suka investasi di reksadana atau
> 
> saham atau pasar uang daripada investasi di emas? Apakah mereka tidak
> 
> bijak, kurang bijak, atau jauh lebih bijak?
> 
> 
> 
> 2009/2/26 Arif Muljadi :
> 
> > Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk dikatakan, tapi
> 
> > mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah dengan membuat
> 
> > produk melimpah!
> 
> >
> 
> > Walaupun sistem ekonomi yang menggunakan uang penuh (seperti uang
> 
> > emas, perak, dsb.), juga bisa mengalami inflasi, yakni ketika
> 
> > barangnya langka, tapi bagaimanapun juga ada karakteristik sistem
> 
> > ekonomi uang penuh yang berbeda mencolok dari sistem uang tanda
> 
> > (seperti uang kertas). Seperti telah digambarkan oleh pak Nizami, dulu
> 
> > semangkok bakso berharga Rp 500, sekarang Rp 7000. Mungkinkah harga
> 
> > bakso bisa lagi menjadi Rp 500 lagi? Pemegang uang kertas, secara
> 
> > teratur, kehilangan kekayaannya, karena nilai/harga uang kertas SELALU
> 
> > menurun, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Sekarang saya tanya.
> 
> > Misal anda masih berumur 30 tahun, katakanlah masih bisa hidup 60
> 
> > tahun lagi. Tabungan hari tua anda yang akan dipakai dalam masa
> 
> > pensiun, yakni katakanlah 35 tahun ke depan, diinginkan ditanam
> 
> > sebagai em

[ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

2009-03-01 Terurut Topik asepkusnali
Sy ikut nimbrung ini ada sebagai petikan tulisan tentang dinar emas
oleh Muhaimin Iqbal. Tdnya mo kirim artikel dalam bahasa arab, tp sy
khawatir ada yg tdk mengerti.. Selamat membaca:

Islamic Dinar and DirhamUang dalam berbagai bentuknya sebagai alat
tukar perdagangan telah dikenal ribuan tahun yang lalu seperti dalam
sejarah Mesir kuno sekitar 4000 SM – 2000 SM. Dalam bentuknya yang
lebih standar uang emas dan perak diperkenalkan oleh Julius Caesar
dari Romawi sekitar tahun 46 SM. Julius Caesar ini pula yang
memperkenalkan standar konversi dari uang emas ke uang perak dan
sebaliknya dengan perbandingan 12 : 1 untuk perak terhadap emas.
Standar Julius Caesar ini berlaku di belahan dunia Eropa selama
sekitar 1250 tahun yaitu sampai tahun 1204.

Di belahan dunia lainnya di Dunia Islam, uang emas dan perak yang
dikenal dengan Dinar dan Dirham juga digunakan sejak awal Islam baik
untuk kegiatan muamalah maupun ibadah seperti zakat dan diyat sampai
berakhirnya Kekhalifahan Usmaniah Turki tahun 1924.

 

Standarisasi berat uang Dinar dan Dirham mengikuti Hadits Rasulullah
SAW, "Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah
takaran penduduk Madinah" (HR. Abu Daud).

Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi
bersamaan dengan pencetakan uang Dirham pertama di Kekhalifahan,
standar hubungan berat antara uang emas dan perak dibakukan yaitu
berat 7 Dinar sama dengan berat 10 Dirham.

Berat 1 Dinar ini sama dengan 1 mitsqal atau kurang lebih setara
dengan berat 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong kedua
ujungnya . Dari Dinar-Dinar yang tersimpan di musium setelah ditimbang
dengan timbangan yang akurat maka di ketahui bahwa timbangan berat
uang 1 Dinar Islam yang diterbitkan pada masa Khalifah Abdul Malik bin
Marwan adalah 4.25 gram, berat ini sama dengan berat mata uang
Byzantium yang disebut Solidos dan mata uang Yunani yang disebut Drachma.

Atas dasar rumusan hubungan berat antara Dinar dan Dirham dan hasil
penimbangan Dinar di musium ini, maka dapat pula dihitung berat 1
Dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2.975 gram .

Sampai pertengahan abad ke 13 baik di negeri Islam maupun di negeri
non Islam sejarah menunjukan bahwa mata uang emas yang relatif standar
tersebut secara luas digunakan. Hal ini tidak mengherankan karena
sejak awal perkembangannya-pun kaum muslimin banyak melakukan
perjalanan perdagangan ke negeri yang jauh. Keaneka ragaman mata uang
di Eropa kemudian dimulai ketika Republik Florence di Italy pada tahun
1252 mencetak uangnya sendiri yang disebut emas Florin, kemudian
diikuti oleh Republik Venesia dengan uangnya yang disebut Ducat.

Pada akhir abad ke 13 tersebut Islam mulai merambah Eropa dengan
berdirinya kekalifahan Usmaniyah dan tonggak sejarahnya tercapai pada
tahun 1453 ketika Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel dan
terjadilah penyatuan dari seluruh kekuasan Kekhalifahan Usmaniyah.

Selama tujuh abad dari abad ke 13 sampai awal abad 20, Dinar dan
Dirham adalah mata uang yang paling luas digunakan. Penggunaan Dinar
dan Dirham meliputi seluruh wilayah kekuasaan Usmaniyah yang meliputi
tiga benua yaitu Eropa bagian selatan dan timur, Afrika bagian utara
dan sebagian Asia.

Pada puncak kejayaannya kekuasaan Usmaniyah pada abad 16 dan 17
membentang mulai dari Selat Gibraltar di bagian barat (pada tahun 1553
mencapai pantai Atlantik di Afrika Utara ) sampai sebagian kepulauan
nusantara di bagian timur, kemudian dari sebagian Austria, Slovakia
dan Ukraine dibagian utara sampai Sudan dan Yemen di bagian selatan.
Apabila ditambah dengan masa kejayaan Islam sebelumnya yaitu mulai
dari awal kenabian Rasululullah SAW (610) maka secara keseluruhan
Dinar dan Dirham adalah mata uang modern yang dipakai paling lama (14
abad) dalam sejarah manusia.

Selain emas dan perak, baik di negeri Islam maupun non Islam juga
dikenal uang logam yang dibuat dari tembaga atau perunggu. Dalam fiqih
Islam, uang emas dan perak dikenal sebagai alat tukar yang hakiki
(thaman haqiqi atau thaman khalqi) sedangkan uang dari tembaga atau
perunggu dikenal sebagai fulus dan menjadi alat tukar berdasar
kesepakatan atau thaman istilahi. Dari sisi sifatnya yang tidak
memiliki nilai intrinsik sebesar nilai tukarnya, fulus ini lebih dekat
kepada sifat uang kertas yang kita kenal sampai sekarang .

Dinar dan Dirham memang sudah ada sejak sebelum Islam lahir, karena
Dinar (Dinarium) sudah dipakai di Romawi sebelumnya dan Dirham sudah
dipakai di Persia. Kita ketahui bahwa apa-apa yang ada sebelum Islam
namun setelah turunnya Islam tidak dilarang atau bahkan juga digunakan
oleh Rasulullah SAW– maka hal itu menjadi ketetapan (Taqrir)
Rasulullah SAW yang berarti menjadi bagian dari ajaran Islam itu
sendiri, Dinar dan Dirham masuk kategori ini.

Islamic Dinar & Dirham Produced by Logam Mulia Indonesia - With The
Weight & Purity Certification By KAN (Indonesia) an LBMA (UK -London)
Di Indonesia di masa ini, Dinar dan Dirham hanya diproduksi oleh Logam
Mulia - PT. Aneka Tambang TBK.

[ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

2009-03-01 Terurut Topik Arif Muljadi
Mas Irwansyah sebenarnya sudah menjawab pertanyaan itu sendiri. Orang
bijak tidak mau bermain sesuatu yang berisiko tinggi, walau
diiming-imingi dengan "high return". Orang yang serakah atau orang
yang tidak/sedikit tahu/mengerti/berpengalaman akan memilih high
return tanpa peduli bahwa itu risikonya tinggi. Kita jangan salah
kaprah. Investor itu tidak selalu orang2 intelek atau yang punya
integritas tinggi. Seperti juga, kita jangan salah kaprah bahwa orang2
bule adalah orang2 yang civilized atau bermoral. No way. Dan lihat
bursa saham Amerika, indeks2nya yang sekarang tinggal sekitar 60% dari
indeks2nya tahun lalu. Dan lihat itu orang2 serakah yang menanamkan
uangnya di perusahaan jasa investasi milik Madoff yang
mengakali/menipu para investor sampai sebesar 50milyar USD, "kasihan"
mereka menjadi korban keserakahannya sendiri, karena kurang bijak,
ya 'kan?


--- In [email protected], Irwansyah Irwansyah
 wrote:
>
> Hmm...saya bukan ahli investasi. Tapi setahu saya investasi bisa
> dikategorikan menjadi investasi yang resikonya rendah, menengah, dan
> tinggi. Investasi emas termasuk yang resikonya rendah tapi
> keuntungannya juga rendah kalo istilah para ahli low risk low return,
> high risk high return.
> 
> Logikanya, kenapa banyak orang lebih suka investasi di reksadana atau
> saham atau pasar uang daripada investasi di emas? Apakah mereka tidak
> bijak, kurang bijak, atau jauh lebih bijak?
> 
> 2009/2/26 Arif Muljadi :
> > Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk dikatakan, tapi
> > mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah dengan membuat
> > produk melimpah!
> >
> > Walaupun sistem ekonomi yang menggunakan uang penuh (seperti uang
> > emas, perak, dsb.), juga bisa mengalami inflasi, yakni ketika
> > barangnya langka, tapi bagaimanapun juga ada karakteristik sistem
> > ekonomi uang penuh yang berbeda mencolok dari sistem uang tanda
> > (seperti uang kertas). Seperti telah digambarkan oleh pak Nizami, dulu
> > semangkok bakso berharga Rp 500, sekarang Rp 7000. Mungkinkah harga
> > bakso bisa lagi menjadi Rp 500 lagi? Pemegang uang kertas, secara
> > teratur, kehilangan kekayaannya, karena nilai/harga uang kertas SELALU
> > menurun, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Sekarang saya tanya.
> > Misal anda masih berumur 30 tahun, katakanlah masih bisa hidup 60
> > tahun lagi. Tabungan hari tua anda yang akan dipakai dalam masa
> > pensiun, yakni katakanlah 35 tahun ke depan, diinginkan ditanam
> > sebagai emas atau uang kertas (USD atau euro sekalipun)? Orang bijak
> > pasti memilih emas!
> >
> > --- In [email protected], Bango Samparan
> >
> >  wrote:
> >>
> >> Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa tidak bisa terjadi
inflasi?
> >>
> >> Salam hangat
> >>
> >> B. Samparan
> >>
> >
> > 
> 
> 
> 
> -- 
> It is not the strongest of the species that survives, nor the most
> intelligent that survives. It is the one that is the most adaptable to
> change. (Charles Darwin)
>




[ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

2009-03-01 Terurut Topik Arif Muljadi
Rp 200J/bulan? Apakah ini benar? 
Sebenarnya, apa sih jasa BI di dalam memerangi inflasi, dengan kata
lain apa jasa BI dalam usaha membuat produksi melimpah? Sederhana dan
gampangnya, jawabannya adalah tak ada. Untuk bisa mencetak dan
mengedarkan uang, tidak diperlukan ilmu tinggi2. 
Di dalam sistem kapitalis, seharusnya usaha mencetak dan mengedarkan
uang itu dibebaskan, siapa saja seharusnya dibolehkan dong! Kenapa
tidak? Silahkan perusahaan2 percetakan dan pengedaran uang itu
bersaing! Hahaha...

Kalau sistem moneter adalah uang penuh (emas, dsb), bukankah tidak ada
yang aneh kalau siapa saja boleh membuat dan menjual (i.e.
mengedarkan) uang emas, perak , dst. Ini dimungkinkan karena angka 
yang tercetak di atas uang emas bukan nilai satuan mata uang,
melainkan berat uang itu sendiri.

Sebaiknya perdagangan dengan alat bayar emas, perak, dsb. disahkan.


--- In [email protected], A Nizami  wrote:
>
> Intinya adalah Serakah (Greed). Itu jugalah yang membuat Krisis
Global saat ini.
> 
> Coba tonton film "Wall Street", Oliver Stone.. Serakah itu baik,
katanya...:)
> Tak heran jika gaji Gubernur BI bisa mencapai Rp 200 juta/bulan jauh
di atas gaji presiden yang "hanya" rp 32 juta.
> 
> ==
> 
> http://classicfilms.suite101.com/article.cfm/wall_street_the_movie
> 
> Michael Douglas's famous speech on greed, delivered at a
stockholders meeting for fictional Teldar Paper in the movie Wall
Street, is one of the most famous in motion picture history...
> "The point is, ladies and gentleman, that greed, for lack of a
> better word, is good. Greed is right, greed works. Greed clarifies,
> cuts through, and captures the essence of the evolutionary spirit..."
> ===
> 
> Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
> 
> ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
> 
> Informasi selengkapnya ada di:
> 
> http://www.media-islam.or.id
> 
> Ingin belajar Islam?
> 
> Kirim email ke: [email protected]
> 
> --- Pada Rab, 25/2/09, Irwansyah Irwansyah  menulis:
> 
> Dari: Irwansyah Irwansyah 
> Topik: Re: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi
Pemiskinan  Massal - Uang yang beredar
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Rabu, 25 Februari, 2009, 11:03 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Hmm...saya bukan ahli investasi. Tapi setahu saya
investasi bisa
> 
> dikategorikan menjadi investasi yang resikonya rendah, menengah, dan
> 
> tinggi. Investasi emas termasuk yang resikonya rendah tapi
> 
> keuntungannya juga rendah kalo istilah para ahli low risk low return,
> 
> high risk high return.
> 
> 
> 
> Logikanya, kenapa banyak orang lebih suka investasi di reksadana atau
> 
> saham atau pasar uang daripada investasi di emas? Apakah mereka tidak
> 
> bijak, kurang bijak, atau jauh lebih bijak?
> 
> 
> 
> 2009/2/26 Arif Muljadi :
> 
> > Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk dikatakan, tapi
> 
> > mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah dengan membuat
> 
> > produk melimpah!
> 
> >
> 
> > Walaupun sistem ekonomi yang menggunakan uang penuh (seperti uang
> 
> > emas, perak, dsb.), juga bisa mengalami inflasi, yakni ketika
> 
> > barangnya langka, tapi bagaimanapun juga ada karakteristik sistem
> 
> > ekonomi uang penuh yang berbeda mencolok dari sistem uang tanda
> 
> > (seperti uang kertas). Seperti telah digambarkan oleh pak Nizami, dulu
> 
> > semangkok bakso berharga Rp 500, sekarang Rp 7000. Mungkinkah harga
> 
> > bakso bisa lagi menjadi Rp 500 lagi? Pemegang uang kertas, secara
> 
> > teratur, kehilangan kekayaannya, karena nilai/harga uang kertas SELALU
> 
> > menurun, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Sekarang saya tanya.
> 
> > Misal anda masih berumur 30 tahun, katakanlah masih bisa hidup 60
> 
> > tahun lagi. Tabungan hari tua anda yang akan dipakai dalam masa
> 
> > pensiun, yakni katakanlah 35 tahun ke depan, diinginkan ditanam
> 
> > sebagai emas atau uang kertas (USD atau euro sekalipun)? Orang bijak
> 
> > pasti memilih emas!
> 
> >
> 
> > --- In ekonomi-nasional@ yahoogroups. com, Bango Samparan
> 
> >
> 
> >  wrote:
> 
> >>
> 
> >> Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa tidak bisa terjadi
inflasi?
> 
> >>
> 
> >> Salam hangat
> 
> >>
> 
> >> B. Samparan
> 
> >>
> 
> >
> 
> > 
> 
> 
> 
> -- 
> 
> It is not the strongest of the species that survives, nor the most
> 
> intelligent that survives. It is the one that is the most adaptable to
> 
> change. (Charles Darwin)
> 
> 
>  
> 
>   
> 
> 
> 
>   
>
>   
>   
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>   
> 
> 
>   
>   
> 
> 
>   Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman.
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!
http://id.messenger.yahoo.com/invite/
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




Re: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

2009-02-26 Terurut Topik Irwansyah Irwansyah
Hmm...saya bukan ahli investasi. Tapi setahu saya investasi bisa
dikategorikan menjadi investasi yang resikonya rendah, menengah, dan
tinggi. Investasi emas termasuk yang resikonya rendah tapi
keuntungannya juga rendah kalo istilah para ahli low risk low return,
high risk high return.

Logikanya, kenapa banyak orang lebih suka investasi di reksadana atau
saham atau pasar uang daripada investasi di emas? Apakah mereka tidak
bijak, kurang bijak, atau jauh lebih bijak?

2009/2/26 Arif Muljadi :
> Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk dikatakan, tapi
> mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah dengan membuat
> produk melimpah!
>
> Walaupun sistem ekonomi yang menggunakan uang penuh (seperti uang
> emas, perak, dsb.), juga bisa mengalami inflasi, yakni ketika
> barangnya langka, tapi bagaimanapun juga ada karakteristik sistem
> ekonomi uang penuh yang berbeda mencolok dari sistem uang tanda
> (seperti uang kertas). Seperti telah digambarkan oleh pak Nizami, dulu
> semangkok bakso berharga Rp 500, sekarang Rp 7000. Mungkinkah harga
> bakso bisa lagi menjadi Rp 500 lagi? Pemegang uang kertas, secara
> teratur, kehilangan kekayaannya, karena nilai/harga uang kertas SELALU
> menurun, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Sekarang saya tanya.
> Misal anda masih berumur 30 tahun, katakanlah masih bisa hidup 60
> tahun lagi. Tabungan hari tua anda yang akan dipakai dalam masa
> pensiun, yakni katakanlah 35 tahun ke depan, diinginkan ditanam
> sebagai emas atau uang kertas (USD atau euro sekalipun)? Orang bijak
> pasti memilih emas!
>
> --- In [email protected], Bango Samparan
>
>  wrote:
>>
>> Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa tidak bisa terjadi inflasi?
>>
>> Salam hangat
>>
>> B. Samparan
>>
>
> 



-- 
It is not the strongest of the species that survives, nor the most
intelligent that survives. It is the one that is the most adaptable to
change. (Charles Darwin)


Re: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

2009-02-26 Terurut Topik Bango Samparan
Hi, saya hanya punya tabungan sedikit, dan saya simpan dalam bentuk rupiah. 
Saya tidak terlalu menghitung-hitung harga pada saat nanti. Mungkin saya tidak 
termasuk bijak:-) BTW, menyimpan emas kalau yang belum berpengalaman, risiko 
ditipunya juga banyak:-) Risiko harga emas turun juga mungkin.

Tanya saja mas, andai uang memang sudah memakai Dinar dan Dirham, apa berarti 
gaji, harga dan lain sebagainya lalu konstan? Misalnya tahun 2000 harga beras 
per kg 0,1 dinar (ngawuran saja mas), bisa dijamin tahun 2010 harganya akan 
tetap 0,1 dinar? Apa tidak mungkin, pedagang sudah menaikkan harga menjadi 0,2 
dinar? Demikian pula hal dengan harga-harga barang lain.

Hati-hati dengan fallacy of composition mas, contohnya begitu:

"Secara individu ketika orang nonton bola misalnya, berpikir kalau ada adegan 
seru dengan berdiri pasti akan bisa lebih jelas melihat, saat dia benar-benar 
berdiri ternyata semua orang berdiri, jadi pandangan tak menjadi lebih baik."

Masa-masa sebelum Adam Smith  - merchatilisme(?) - pernah tho salah satu ukuran 
kemakmuran adalah banyaknya emas yang dimiliki oleh suatu negara, sehingga 
negara-negara berramai-ramai menumpuk cadangan emas. Hasilnya, ya penyakit 
inflasi parah!. Sekali lagi inflasi penyakit utamanya adalah ketidakseimbangan 
antara pasar uang dan pasar riil atau permintaan agregat dan penawaran agregat.

Salam hangat
B. Samparan


--- On Thu, 2/26/09, Arif Muljadi  wrote:

> From: Arif Muljadi 
> Subject: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan 
> Massal - Uang yang beredar
> To: [email protected]
> Date: Thursday, February 26, 2009, 11:14 AM
> Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk dikatakan,
> tapi
> mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah dengan
> membuat
> produk melimpah!
> 
> Walaupun sistem ekonomi yang menggunakan uang penuh
> (seperti uang
> emas, perak, dsb.), juga bisa mengalami inflasi, yakni
> ketika
> barangnya langka, tapi bagaimanapun juga ada karakteristik
> sistem
> ekonomi uang penuh yang berbeda mencolok dari sistem uang
> tanda
> (seperti uang kertas). Seperti telah digambarkan oleh pak
> Nizami, dulu
> semangkok bakso berharga Rp 500, sekarang Rp 7000.
> Mungkinkah harga
> bakso bisa lagi menjadi Rp 500 lagi? Pemegang uang kertas,
> secara
> teratur, kehilangan kekayaannya, karena nilai/harga uang
> kertas SELALU
> menurun, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Sekarang saya
> tanya.
> Misal anda masih berumur 30 tahun, katakanlah masih bisa
> hidup 60
> tahun lagi. Tabungan hari tua anda yang akan dipakai dalam
> masa
> pensiun, yakni katakanlah 35 tahun ke depan, diinginkan
> ditanam
> sebagai emas atau uang kertas (USD atau euro sekalipun)?
> Orang bijak
> pasti memilih emas! 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], Bango Samparan
>  wrote:
> >
> > Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa tidak
> bisa terjadi inflasi?
> > 
> > Salam hangat
> > 
> > B. Samparan
> >


  


Re: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

2009-02-26 Terurut Topik wahyudi romdhani
terkadang benar juga sich..kita harus membuat produk melimpah, namun jika 
dilihat kondisi saat ini sepertinya sangat sulit..
lihat saja, banyak gagal panen, mau dari sudut mana lagi kita bisa menghindari 
inflasi..bisa dikatakan bahwa saat ini orang lebih suka yang pasti2 seperti 
emas itu..kira2 dari sudut mana kita bisa menurunkan inflasi atau menghindari 
inflasi?





From: Arif Muljadi 
To: [email protected]
Sent: Thursday, February 26, 2009 11:14:58 AM
Subject: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal 
- Uang yang beredar


Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk dikatakan, tapi
mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah dengan membuat
produk melimpah!

Walaupun sistem ekonomi yang menggunakan uang penuh (seperti uang
emas, perak, dsb.), juga bisa mengalami inflasi, yakni ketika
barangnya langka, tapi bagaimanapun juga ada karakteristik sistem
ekonomi uang penuh yang berbeda mencolok dari sistem uang tanda
(seperti uang kertas). Seperti telah digambarkan oleh pak Nizami, dulu
semangkok bakso berharga Rp 500, sekarang Rp 7000. Mungkinkah harga
bakso bisa lagi menjadi Rp 500 lagi? Pemegang uang kertas, secara
teratur, kehilangan kekayaannya, karena nilai/harga uang kertas SELALU
menurun, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Sekarang saya tanya.
Misal anda masih berumur 30 tahun, katakanlah masih bisa hidup 60
tahun lagi. Tabungan hari tua anda yang akan dipakai dalam masa
pensiun, yakni katakanlah 35 tahun ke depan, diinginkan ditanam
sebagai emas atau uang kertas (USD atau euro sekalipun)? Orang bijak
pasti memilih emas! 

--- In ekonomi-nasional@ yahoogroups. com, Bango Samparan
 wrote:
>
> Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa tidak bisa terjadi inflasi?
> 
> Salam hangat
> 
> B. Samparan
> 


   


  

[Non-text portions of this message have been removed]



[ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

2009-02-25 Terurut Topik Arif Muljadi
Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk dikatakan, tapi
mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah dengan membuat
produk melimpah!

Walaupun sistem ekonomi yang menggunakan uang penuh (seperti uang
emas, perak, dsb.), juga bisa mengalami inflasi, yakni ketika
barangnya langka, tapi bagaimanapun juga ada karakteristik sistem
ekonomi uang penuh yang berbeda mencolok dari sistem uang tanda
(seperti uang kertas). Seperti telah digambarkan oleh pak Nizami, dulu
semangkok bakso berharga Rp 500, sekarang Rp 7000. Mungkinkah harga
bakso bisa lagi menjadi Rp 500 lagi? Pemegang uang kertas, secara
teratur, kehilangan kekayaannya, karena nilai/harga uang kertas SELALU
menurun, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Sekarang saya tanya.
Misal anda masih berumur 30 tahun, katakanlah masih bisa hidup 60
tahun lagi. Tabungan hari tua anda yang akan dipakai dalam masa
pensiun, yakni katakanlah 35 tahun ke depan, diinginkan ditanam
sebagai emas atau uang kertas (USD atau euro sekalipun)? Orang bijak
pasti memilih emas! 



--- In [email protected], Bango Samparan
 wrote:
>
> Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa tidak bisa terjadi inflasi?
> 
> Salam hangat
> 
> B. Samparan
>