[ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar
Kalau uang emas dijadikan uang universal, bukannya bagus? Tidak perlu lagi pusing2 soal stabilitas nilai uang. Lha, sekeping emas seberat 5gr, kalau ditimbang di Amerika, di Jepasng, di Eropa, di Indonesia, di hutan atau di gunung, hasilnya harus sama, yakni 5gr, kecuali kalau timbangannya ngaco. Untuk lebih tepat teknikalnya, mungkin harus dihitung massanya, bukan beratnya. --- In [email protected], riowardh...@... wrote: > > > Pak, coba kaji uu bi no 3 th2001 (cmiiw) > Tidak hanya inflasi, stabilitas nilai rupiah pun BI emban, sistem pembayaran harus terjamin kemanan dan kelantjarannya. > Tentunya bapak punya atm card dan cc kan? > Juga urusan perbankan yang sangat erat kaitannya dengan moneter.. > Jadi bagi saya mengkaitkan 200jt dengan tugas cetak-edar kurang relevan.. > Tks. > > Sent from my BlogBerry® > powered by blog kopidangdut > http://kopidangdut.wordpress.com/ > ~dari urusan serius seperti dangdut hingga hal remeh sekadar politik jenaka~ > > -Original Message- > From: "Arif Muljadi" > > Date: Fri, 27 Feb 2009 04:02:34 > To: > Subject: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar > > > Rp 200J/bulan? Apakah ini benar? > Sebenarnya, apa sih jasa BI di dalam memerangi inflasi, dengan kata > lain apa jasa BI dalam usaha membuat produksi melimpah? Sederhana dan > gampangnya, jawabannya adalah tak ada. Untuk bisa mencetak dan > mengedarkan uang, tidak diperlukan ilmu tinggi2. > Di dalam sistem kapitalis, seharusnya usaha mencetak dan mengedarkan > uang itu dibebaskan, siapa saja seharusnya dibolehkan dong! Kenapa > tidak? Silahkan perusahaan2 percetakan dan pengedaran uang itu > bersaing! Hahaha... > > Kalau sistem moneter adalah uang penuh (emas, dsb), bukankah tidak ada > yang aneh kalau siapa saja boleh membuat dan menjual (i.e. > mengedarkan) uang emas, perak , dst. Ini dimungkinkan karena angka > yang tercetak di atas uang emas bukan nilai satuan mata uang, > melainkan berat uang itu sendiri. > > Sebaiknya perdagangan dengan alat bayar emas, perak, dsb. disahkan. > > > --- In [email protected], A Nizami wrote: > > > > Intinya adalah Serakah (Greed). Itu jugalah yang membuat Krisis > Global saat ini. > > > > Coba tonton film "Wall Street", Oliver Stone.. Serakah itu baik, > katanya...:) > > Tak heran jika gaji Gubernur BI bisa mencapai Rp 200 juta/bulan jauh > di atas gaji presiden yang "hanya" rp 32 juta. > > > > == > > > > http://classicfilms.suite101.com/article.cfm/wall_street_the_movie > > > > Michael Douglas's famous speech on greed, delivered at a > stockholders meeting for fictional Teldar Paper in the movie Wall > Street, is one of the most famous in motion picture history... > > "The point is, ladies and gentleman, that greed, for lack of a > > better word, is good. Greed is right, greed works. Greed clarifies, > > cuts through, and captures the essence of the evolutionary spirit..." > > === > > > > Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490 > > > > ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900 > > > > Informasi selengkapnya ada di: > > > > http://www.media-islam.or.id > > > > Ingin belajar Islam? > > > > Kirim email ke: [email protected] > > > > --- Pada Rab, 25/2/09, Irwansyah Irwansyah menulis: > > > > Dari: Irwansyah Irwansyah > > Topik: Re: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi > Pemiskinan Massal - Uang yang beredar > > Kepada: [email protected] > > Tanggal: Rabu, 25 Februari, 2009, 11:03 PM > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Hmm...saya bukan ahli investasi. Tapi setahu saya > investasi bisa > > > > dikategorikan menjadi investasi yang resikonya rendah, menengah, dan > > > > tinggi. Investasi emas termasuk yang resikonya rendah tapi > > > > keuntungannya juga rendah kalo istilah para ahli low risk low return, > > > > high risk high return. > > > > > > > > Logikanya, kenapa banyak orang lebih suka investasi di reksadana atau > > > > saham atau pasar uang daripada investasi di emas? Apakah mereka tidak > > > > bijak, kurang bijak, atau jauh lebih bijak? > > > > > > > > 2009/2/26 Arif Muljadi : > > > > > Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk dikatakan, tapi > > > > > mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah dengan membuat > > > &
[ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar
Saya pikir, uang emas, perak, dsb, adalah kandidat yang bagus untuk menjadi uang universal. Karena, selain sejak jutaan tahun yang lalu emas adalah... tatap emas, dibawa ke mana2pun di dunia ini atau bahkan di alam semesta, emas ya... tetap emas. Emas banyak gunanya dan semua orang senang emas, kecuali orang2 yang kurang bijak :-). Sedangkan kertas, kalau dibakar juga habis jadi arang. --- In [email protected], "asepkusnali" wrote: > > Sy ikut nimbrung ini ada sebagai petikan tulisan tentang dinar emas > oleh Muhaimin Iqbal. Tdnya mo kirim artikel dalam bahasa arab, tp sy > khawatir ada yg tdk mengerti.. Selamat membaca: > > Islamic Dinar and DirhamUang dalam berbagai bentuknya sebagai alat > tukar perdagangan telah dikenal ribuan tahun yang lalu seperti dalam > sejarah Mesir kuno sekitar 4000 SM 2000 SM. Dalam bentuknya yang > lebih standar uang emas dan perak diperkenalkan oleh Julius Caesar > dari Romawi sekitar tahun 46 SM. Julius Caesar ini pula yang > memperkenalkan standar konversi dari uang emas ke uang perak dan > sebaliknya dengan perbandingan 12 : 1 untuk perak terhadap emas. > Standar Julius Caesar ini berlaku di belahan dunia Eropa selama > sekitar 1250 tahun yaitu sampai tahun 1204. >
Re: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar
Pak, coba kaji uu bi no 3 th2001 (cmiiw) Tidak hanya inflasi, stabilitas nilai rupiah pun BI emban, sistem pembayaran harus terjamin kemanan dan kelantjarannya. Tentunya bapak punya atm card dan cc kan? Juga urusan perbankan yang sangat erat kaitannya dengan moneter.. Jadi bagi saya mengkaitkan 200jt dengan tugas cetak-edar kurang relevan.. Tks. Sent from my BlogBerry® powered by blog kopidangdut http://kopidangdut.wordpress.com/ ~dari urusan serius seperti dangdut hingga hal remeh sekadar politik jenaka~ -Original Message- From: "Arif Muljadi" Date: Fri, 27 Feb 2009 04:02:34 To: Subject: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar Rp 200J/bulan? Apakah ini benar? Sebenarnya, apa sih jasa BI di dalam memerangi inflasi, dengan kata lain apa jasa BI dalam usaha membuat produksi melimpah? Sederhana dan gampangnya, jawabannya adalah tak ada. Untuk bisa mencetak dan mengedarkan uang, tidak diperlukan ilmu tinggi2. Di dalam sistem kapitalis, seharusnya usaha mencetak dan mengedarkan uang itu dibebaskan, siapa saja seharusnya dibolehkan dong! Kenapa tidak? Silahkan perusahaan2 percetakan dan pengedaran uang itu bersaing! Hahaha... Kalau sistem moneter adalah uang penuh (emas, dsb), bukankah tidak ada yang aneh kalau siapa saja boleh membuat dan menjual (i.e. mengedarkan) uang emas, perak , dst. Ini dimungkinkan karena angka yang tercetak di atas uang emas bukan nilai satuan mata uang, melainkan berat uang itu sendiri. Sebaiknya perdagangan dengan alat bayar emas, perak, dsb. disahkan. --- In [email protected], A Nizami wrote: > > Intinya adalah Serakah (Greed). Itu jugalah yang membuat Krisis Global saat ini. > > Coba tonton film "Wall Street", Oliver Stone.. Serakah itu baik, katanya...:) > Tak heran jika gaji Gubernur BI bisa mencapai Rp 200 juta/bulan jauh di atas gaji presiden yang "hanya" rp 32 juta. > > == > > http://classicfilms.suite101.com/article.cfm/wall_street_the_movie > > Michael Douglas's famous speech on greed, delivered at a stockholders meeting for fictional Teldar Paper in the movie Wall Street, is one of the most famous in motion picture history... > "The point is, ladies and gentleman, that greed, for lack of a > better word, is good. Greed is right, greed works. Greed clarifies, > cuts through, and captures the essence of the evolutionary spirit..." > === > > Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490 > > ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900 > > Informasi selengkapnya ada di: > > http://www.media-islam.or.id > > Ingin belajar Islam? > > Kirim email ke: [email protected] > > --- Pada Rab, 25/2/09, Irwansyah Irwansyah menulis: > > Dari: Irwansyah Irwansyah > Topik: Re: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar > Kepada: [email protected] > Tanggal: Rabu, 25 Februari, 2009, 11:03 PM > > > > > > > > > > > > > Hmm...saya bukan ahli investasi. Tapi setahu saya investasi bisa > > dikategorikan menjadi investasi yang resikonya rendah, menengah, dan > > tinggi. Investasi emas termasuk yang resikonya rendah tapi > > keuntungannya juga rendah kalo istilah para ahli low risk low return, > > high risk high return. > > > > Logikanya, kenapa banyak orang lebih suka investasi di reksadana atau > > saham atau pasar uang daripada investasi di emas? Apakah mereka tidak > > bijak, kurang bijak, atau jauh lebih bijak? > > > > 2009/2/26 Arif Muljadi : > > > Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk dikatakan, tapi > > > mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah dengan membuat > > > produk melimpah! > > > > > > Walaupun sistem ekonomi yang menggunakan uang penuh (seperti uang > > > emas, perak, dsb.), juga bisa mengalami inflasi, yakni ketika > > > barangnya langka, tapi bagaimanapun juga ada karakteristik sistem > > > ekonomi uang penuh yang berbeda mencolok dari sistem uang tanda > > > (seperti uang kertas). Seperti telah digambarkan oleh pak Nizami, dulu > > > semangkok bakso berharga Rp 500, sekarang Rp 7000. Mungkinkah harga > > > bakso bisa lagi menjadi Rp 500 lagi? Pemegang uang kertas, secara > > > teratur, kehilangan kekayaannya, karena nilai/harga uang kertas SELALU > > > menurun, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Sekarang saya tanya. > > > Misal anda masih berumur 30 tahun, katakanlah masih bisa hidup 60 > > > tahun lagi. Tabungan hari tua anda yang akan dipakai dalam masa > > > pensiun, yakni katakanlah 35 tahun ke depan, diinginkan ditanam > > > sebagai em
[ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar
Sy ikut nimbrung ini ada sebagai petikan tulisan tentang dinar emas oleh Muhaimin Iqbal. Tdnya mo kirim artikel dalam bahasa arab, tp sy khawatir ada yg tdk mengerti.. Selamat membaca: Islamic Dinar and DirhamUang dalam berbagai bentuknya sebagai alat tukar perdagangan telah dikenal ribuan tahun yang lalu seperti dalam sejarah Mesir kuno sekitar 4000 SM 2000 SM. Dalam bentuknya yang lebih standar uang emas dan perak diperkenalkan oleh Julius Caesar dari Romawi sekitar tahun 46 SM. Julius Caesar ini pula yang memperkenalkan standar konversi dari uang emas ke uang perak dan sebaliknya dengan perbandingan 12 : 1 untuk perak terhadap emas. Standar Julius Caesar ini berlaku di belahan dunia Eropa selama sekitar 1250 tahun yaitu sampai tahun 1204. Di belahan dunia lainnya di Dunia Islam, uang emas dan perak yang dikenal dengan Dinar dan Dirham juga digunakan sejak awal Islam baik untuk kegiatan muamalah maupun ibadah seperti zakat dan diyat sampai berakhirnya Kekhalifahan Usmaniah Turki tahun 1924. Standarisasi berat uang Dinar dan Dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW, "Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah" (HR. Abu Daud). Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi bersamaan dengan pencetakan uang Dirham pertama di Kekhalifahan, standar hubungan berat antara uang emas dan perak dibakukan yaitu berat 7 Dinar sama dengan berat 10 Dirham. Berat 1 Dinar ini sama dengan 1 mitsqal atau kurang lebih setara dengan berat 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya . Dari Dinar-Dinar yang tersimpan di musium setelah ditimbang dengan timbangan yang akurat maka di ketahui bahwa timbangan berat uang 1 Dinar Islam yang diterbitkan pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan adalah 4.25 gram, berat ini sama dengan berat mata uang Byzantium yang disebut Solidos dan mata uang Yunani yang disebut Drachma. Atas dasar rumusan hubungan berat antara Dinar dan Dirham dan hasil penimbangan Dinar di musium ini, maka dapat pula dihitung berat 1 Dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2.975 gram . Sampai pertengahan abad ke 13 baik di negeri Islam maupun di negeri non Islam sejarah menunjukan bahwa mata uang emas yang relatif standar tersebut secara luas digunakan. Hal ini tidak mengherankan karena sejak awal perkembangannya-pun kaum muslimin banyak melakukan perjalanan perdagangan ke negeri yang jauh. Keaneka ragaman mata uang di Eropa kemudian dimulai ketika Republik Florence di Italy pada tahun 1252 mencetak uangnya sendiri yang disebut emas Florin, kemudian diikuti oleh Republik Venesia dengan uangnya yang disebut Ducat. Pada akhir abad ke 13 tersebut Islam mulai merambah Eropa dengan berdirinya kekalifahan Usmaniyah dan tonggak sejarahnya tercapai pada tahun 1453 ketika Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel dan terjadilah penyatuan dari seluruh kekuasan Kekhalifahan Usmaniyah. Selama tujuh abad dari abad ke 13 sampai awal abad 20, Dinar dan Dirham adalah mata uang yang paling luas digunakan. Penggunaan Dinar dan Dirham meliputi seluruh wilayah kekuasaan Usmaniyah yang meliputi tiga benua yaitu Eropa bagian selatan dan timur, Afrika bagian utara dan sebagian Asia. Pada puncak kejayaannya kekuasaan Usmaniyah pada abad 16 dan 17 membentang mulai dari Selat Gibraltar di bagian barat (pada tahun 1553 mencapai pantai Atlantik di Afrika Utara ) sampai sebagian kepulauan nusantara di bagian timur, kemudian dari sebagian Austria, Slovakia dan Ukraine dibagian utara sampai Sudan dan Yemen di bagian selatan. Apabila ditambah dengan masa kejayaan Islam sebelumnya yaitu mulai dari awal kenabian Rasululullah SAW (610) maka secara keseluruhan Dinar dan Dirham adalah mata uang modern yang dipakai paling lama (14 abad) dalam sejarah manusia. Selain emas dan perak, baik di negeri Islam maupun non Islam juga dikenal uang logam yang dibuat dari tembaga atau perunggu. Dalam fiqih Islam, uang emas dan perak dikenal sebagai alat tukar yang hakiki (thaman haqiqi atau thaman khalqi) sedangkan uang dari tembaga atau perunggu dikenal sebagai fulus dan menjadi alat tukar berdasar kesepakatan atau thaman istilahi. Dari sisi sifatnya yang tidak memiliki nilai intrinsik sebesar nilai tukarnya, fulus ini lebih dekat kepada sifat uang kertas yang kita kenal sampai sekarang . Dinar dan Dirham memang sudah ada sejak sebelum Islam lahir, karena Dinar (Dinarium) sudah dipakai di Romawi sebelumnya dan Dirham sudah dipakai di Persia. Kita ketahui bahwa apa-apa yang ada sebelum Islam namun setelah turunnya Islam tidak dilarang atau bahkan juga digunakan oleh Rasulullah SAW maka hal itu menjadi ketetapan (Taqrir) Rasulullah SAW yang berarti menjadi bagian dari ajaran Islam itu sendiri, Dinar dan Dirham masuk kategori ini. Islamic Dinar & Dirham Produced by Logam Mulia Indonesia - With The Weight & Purity Certification By KAN (Indonesia) an LBMA (UK -London) Di Indonesia di masa ini, Dinar dan Dirham hanya diproduksi oleh Logam Mulia - PT. Aneka Tambang TBK.
[ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar
Mas Irwansyah sebenarnya sudah menjawab pertanyaan itu sendiri. Orang bijak tidak mau bermain sesuatu yang berisiko tinggi, walau diiming-imingi dengan "high return". Orang yang serakah atau orang yang tidak/sedikit tahu/mengerti/berpengalaman akan memilih high return tanpa peduli bahwa itu risikonya tinggi. Kita jangan salah kaprah. Investor itu tidak selalu orang2 intelek atau yang punya integritas tinggi. Seperti juga, kita jangan salah kaprah bahwa orang2 bule adalah orang2 yang civilized atau bermoral. No way. Dan lihat bursa saham Amerika, indeks2nya yang sekarang tinggal sekitar 60% dari indeks2nya tahun lalu. Dan lihat itu orang2 serakah yang menanamkan uangnya di perusahaan jasa investasi milik Madoff yang mengakali/menipu para investor sampai sebesar 50milyar USD, "kasihan" mereka menjadi korban keserakahannya sendiri, karena kurang bijak, ya 'kan? --- In [email protected], Irwansyah Irwansyah wrote: > > Hmm...saya bukan ahli investasi. Tapi setahu saya investasi bisa > dikategorikan menjadi investasi yang resikonya rendah, menengah, dan > tinggi. Investasi emas termasuk yang resikonya rendah tapi > keuntungannya juga rendah kalo istilah para ahli low risk low return, > high risk high return. > > Logikanya, kenapa banyak orang lebih suka investasi di reksadana atau > saham atau pasar uang daripada investasi di emas? Apakah mereka tidak > bijak, kurang bijak, atau jauh lebih bijak? > > 2009/2/26 Arif Muljadi : > > Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk dikatakan, tapi > > mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah dengan membuat > > produk melimpah! > > > > Walaupun sistem ekonomi yang menggunakan uang penuh (seperti uang > > emas, perak, dsb.), juga bisa mengalami inflasi, yakni ketika > > barangnya langka, tapi bagaimanapun juga ada karakteristik sistem > > ekonomi uang penuh yang berbeda mencolok dari sistem uang tanda > > (seperti uang kertas). Seperti telah digambarkan oleh pak Nizami, dulu > > semangkok bakso berharga Rp 500, sekarang Rp 7000. Mungkinkah harga > > bakso bisa lagi menjadi Rp 500 lagi? Pemegang uang kertas, secara > > teratur, kehilangan kekayaannya, karena nilai/harga uang kertas SELALU > > menurun, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Sekarang saya tanya. > > Misal anda masih berumur 30 tahun, katakanlah masih bisa hidup 60 > > tahun lagi. Tabungan hari tua anda yang akan dipakai dalam masa > > pensiun, yakni katakanlah 35 tahun ke depan, diinginkan ditanam > > sebagai emas atau uang kertas (USD atau euro sekalipun)? Orang bijak > > pasti memilih emas! > > > > --- In [email protected], Bango Samparan > > > > wrote: > >> > >> Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa tidak bisa terjadi inflasi? > >> > >> Salam hangat > >> > >> B. Samparan > >> > > > > > > > > -- > It is not the strongest of the species that survives, nor the most > intelligent that survives. It is the one that is the most adaptable to > change. (Charles Darwin) >
[ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar
Rp 200J/bulan? Apakah ini benar? Sebenarnya, apa sih jasa BI di dalam memerangi inflasi, dengan kata lain apa jasa BI dalam usaha membuat produksi melimpah? Sederhana dan gampangnya, jawabannya adalah tak ada. Untuk bisa mencetak dan mengedarkan uang, tidak diperlukan ilmu tinggi2. Di dalam sistem kapitalis, seharusnya usaha mencetak dan mengedarkan uang itu dibebaskan, siapa saja seharusnya dibolehkan dong! Kenapa tidak? Silahkan perusahaan2 percetakan dan pengedaran uang itu bersaing! Hahaha... Kalau sistem moneter adalah uang penuh (emas, dsb), bukankah tidak ada yang aneh kalau siapa saja boleh membuat dan menjual (i.e. mengedarkan) uang emas, perak , dst. Ini dimungkinkan karena angka yang tercetak di atas uang emas bukan nilai satuan mata uang, melainkan berat uang itu sendiri. Sebaiknya perdagangan dengan alat bayar emas, perak, dsb. disahkan. --- In [email protected], A Nizami wrote: > > Intinya adalah Serakah (Greed). Itu jugalah yang membuat Krisis Global saat ini. > > Coba tonton film "Wall Street", Oliver Stone.. Serakah itu baik, katanya...:) > Tak heran jika gaji Gubernur BI bisa mencapai Rp 200 juta/bulan jauh di atas gaji presiden yang "hanya" rp 32 juta. > > == > > http://classicfilms.suite101.com/article.cfm/wall_street_the_movie > > Michael Douglas's famous speech on greed, delivered at a stockholders meeting for fictional Teldar Paper in the movie Wall Street, is one of the most famous in motion picture history... > "The point is, ladies and gentleman, that greed, for lack of a > better word, is good. Greed is right, greed works. Greed clarifies, > cuts through, and captures the essence of the evolutionary spirit..." > === > > Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490 > > ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900 > > Informasi selengkapnya ada di: > > http://www.media-islam.or.id > > Ingin belajar Islam? > > Kirim email ke: [email protected] > > --- Pada Rab, 25/2/09, Irwansyah Irwansyah menulis: > > Dari: Irwansyah Irwansyah > Topik: Re: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar > Kepada: [email protected] > Tanggal: Rabu, 25 Februari, 2009, 11:03 PM > > > > > > > > > > > > > Hmm...saya bukan ahli investasi. Tapi setahu saya investasi bisa > > dikategorikan menjadi investasi yang resikonya rendah, menengah, dan > > tinggi. Investasi emas termasuk yang resikonya rendah tapi > > keuntungannya juga rendah kalo istilah para ahli low risk low return, > > high risk high return. > > > > Logikanya, kenapa banyak orang lebih suka investasi di reksadana atau > > saham atau pasar uang daripada investasi di emas? Apakah mereka tidak > > bijak, kurang bijak, atau jauh lebih bijak? > > > > 2009/2/26 Arif Muljadi : > > > Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk dikatakan, tapi > > > mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah dengan membuat > > > produk melimpah! > > > > > > Walaupun sistem ekonomi yang menggunakan uang penuh (seperti uang > > > emas, perak, dsb.), juga bisa mengalami inflasi, yakni ketika > > > barangnya langka, tapi bagaimanapun juga ada karakteristik sistem > > > ekonomi uang penuh yang berbeda mencolok dari sistem uang tanda > > > (seperti uang kertas). Seperti telah digambarkan oleh pak Nizami, dulu > > > semangkok bakso berharga Rp 500, sekarang Rp 7000. Mungkinkah harga > > > bakso bisa lagi menjadi Rp 500 lagi? Pemegang uang kertas, secara > > > teratur, kehilangan kekayaannya, karena nilai/harga uang kertas SELALU > > > menurun, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Sekarang saya tanya. > > > Misal anda masih berumur 30 tahun, katakanlah masih bisa hidup 60 > > > tahun lagi. Tabungan hari tua anda yang akan dipakai dalam masa > > > pensiun, yakni katakanlah 35 tahun ke depan, diinginkan ditanam > > > sebagai emas atau uang kertas (USD atau euro sekalipun)? Orang bijak > > > pasti memilih emas! > > > > > > --- In ekonomi-nasional@ yahoogroups. com, Bango Samparan > > > > > > wrote: > > >> > > >> Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa tidak bisa terjadi inflasi? > > >> > > >> Salam hangat > > >> > > >> B. Samparan > > >> > > > > > > > > > > -- > > It is not the strongest of the species that survives, nor the most > > intelligent that survives. It is the one that is the most adaptable to > > change. (Charles Darwin) > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/ > > [Non-text portions of this message have been removed] >
Re: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar
Hmm...saya bukan ahli investasi. Tapi setahu saya investasi bisa dikategorikan menjadi investasi yang resikonya rendah, menengah, dan tinggi. Investasi emas termasuk yang resikonya rendah tapi keuntungannya juga rendah kalo istilah para ahli low risk low return, high risk high return. Logikanya, kenapa banyak orang lebih suka investasi di reksadana atau saham atau pasar uang daripada investasi di emas? Apakah mereka tidak bijak, kurang bijak, atau jauh lebih bijak? 2009/2/26 Arif Muljadi : > Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk dikatakan, tapi > mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah dengan membuat > produk melimpah! > > Walaupun sistem ekonomi yang menggunakan uang penuh (seperti uang > emas, perak, dsb.), juga bisa mengalami inflasi, yakni ketika > barangnya langka, tapi bagaimanapun juga ada karakteristik sistem > ekonomi uang penuh yang berbeda mencolok dari sistem uang tanda > (seperti uang kertas). Seperti telah digambarkan oleh pak Nizami, dulu > semangkok bakso berharga Rp 500, sekarang Rp 7000. Mungkinkah harga > bakso bisa lagi menjadi Rp 500 lagi? Pemegang uang kertas, secara > teratur, kehilangan kekayaannya, karena nilai/harga uang kertas SELALU > menurun, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Sekarang saya tanya. > Misal anda masih berumur 30 tahun, katakanlah masih bisa hidup 60 > tahun lagi. Tabungan hari tua anda yang akan dipakai dalam masa > pensiun, yakni katakanlah 35 tahun ke depan, diinginkan ditanam > sebagai emas atau uang kertas (USD atau euro sekalipun)? Orang bijak > pasti memilih emas! > > --- In [email protected], Bango Samparan > > wrote: >> >> Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa tidak bisa terjadi inflasi? >> >> Salam hangat >> >> B. Samparan >> > > -- It is not the strongest of the species that survives, nor the most intelligent that survives. It is the one that is the most adaptable to change. (Charles Darwin)
Re: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar
Hi, saya hanya punya tabungan sedikit, dan saya simpan dalam bentuk rupiah. Saya tidak terlalu menghitung-hitung harga pada saat nanti. Mungkin saya tidak termasuk bijak:-) BTW, menyimpan emas kalau yang belum berpengalaman, risiko ditipunya juga banyak:-) Risiko harga emas turun juga mungkin. Tanya saja mas, andai uang memang sudah memakai Dinar dan Dirham, apa berarti gaji, harga dan lain sebagainya lalu konstan? Misalnya tahun 2000 harga beras per kg 0,1 dinar (ngawuran saja mas), bisa dijamin tahun 2010 harganya akan tetap 0,1 dinar? Apa tidak mungkin, pedagang sudah menaikkan harga menjadi 0,2 dinar? Demikian pula hal dengan harga-harga barang lain. Hati-hati dengan fallacy of composition mas, contohnya begitu: "Secara individu ketika orang nonton bola misalnya, berpikir kalau ada adegan seru dengan berdiri pasti akan bisa lebih jelas melihat, saat dia benar-benar berdiri ternyata semua orang berdiri, jadi pandangan tak menjadi lebih baik." Masa-masa sebelum Adam Smith - merchatilisme(?) - pernah tho salah satu ukuran kemakmuran adalah banyaknya emas yang dimiliki oleh suatu negara, sehingga negara-negara berramai-ramai menumpuk cadangan emas. Hasilnya, ya penyakit inflasi parah!. Sekali lagi inflasi penyakit utamanya adalah ketidakseimbangan antara pasar uang dan pasar riil atau permintaan agregat dan penawaran agregat. Salam hangat B. Samparan --- On Thu, 2/26/09, Arif Muljadi wrote: > From: Arif Muljadi > Subject: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan > Massal - Uang yang beredar > To: [email protected] > Date: Thursday, February 26, 2009, 11:14 AM > Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk dikatakan, > tapi > mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah dengan > membuat > produk melimpah! > > Walaupun sistem ekonomi yang menggunakan uang penuh > (seperti uang > emas, perak, dsb.), juga bisa mengalami inflasi, yakni > ketika > barangnya langka, tapi bagaimanapun juga ada karakteristik > sistem > ekonomi uang penuh yang berbeda mencolok dari sistem uang > tanda > (seperti uang kertas). Seperti telah digambarkan oleh pak > Nizami, dulu > semangkok bakso berharga Rp 500, sekarang Rp 7000. > Mungkinkah harga > bakso bisa lagi menjadi Rp 500 lagi? Pemegang uang kertas, > secara > teratur, kehilangan kekayaannya, karena nilai/harga uang > kertas SELALU > menurun, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Sekarang saya > tanya. > Misal anda masih berumur 30 tahun, katakanlah masih bisa > hidup 60 > tahun lagi. Tabungan hari tua anda yang akan dipakai dalam > masa > pensiun, yakni katakanlah 35 tahun ke depan, diinginkan > ditanam > sebagai emas atau uang kertas (USD atau euro sekalipun)? > Orang bijak > pasti memilih emas! > > > > --- In [email protected], Bango Samparan > wrote: > > > > Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa tidak > bisa terjadi inflasi? > > > > Salam hangat > > > > B. Samparan > >
Re: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar
terkadang benar juga sich..kita harus membuat produk melimpah, namun jika dilihat kondisi saat ini sepertinya sangat sulit.. lihat saja, banyak gagal panen, mau dari sudut mana lagi kita bisa menghindari inflasi..bisa dikatakan bahwa saat ini orang lebih suka yang pasti2 seperti emas itu..kira2 dari sudut mana kita bisa menurunkan inflasi atau menghindari inflasi? From: Arif Muljadi To: [email protected] Sent: Thursday, February 26, 2009 11:14:58 AM Subject: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk dikatakan, tapi mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah dengan membuat produk melimpah! Walaupun sistem ekonomi yang menggunakan uang penuh (seperti uang emas, perak, dsb.), juga bisa mengalami inflasi, yakni ketika barangnya langka, tapi bagaimanapun juga ada karakteristik sistem ekonomi uang penuh yang berbeda mencolok dari sistem uang tanda (seperti uang kertas). Seperti telah digambarkan oleh pak Nizami, dulu semangkok bakso berharga Rp 500, sekarang Rp 7000. Mungkinkah harga bakso bisa lagi menjadi Rp 500 lagi? Pemegang uang kertas, secara teratur, kehilangan kekayaannya, karena nilai/harga uang kertas SELALU menurun, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Sekarang saya tanya. Misal anda masih berumur 30 tahun, katakanlah masih bisa hidup 60 tahun lagi. Tabungan hari tua anda yang akan dipakai dalam masa pensiun, yakni katakanlah 35 tahun ke depan, diinginkan ditanam sebagai emas atau uang kertas (USD atau euro sekalipun)? Orang bijak pasti memilih emas! --- In ekonomi-nasional@ yahoogroups. com, Bango Samparan wrote: > > Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa tidak bisa terjadi inflasi? > > Salam hangat > > B. Samparan > [Non-text portions of this message have been removed]
[ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar
Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk dikatakan, tapi mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah dengan membuat produk melimpah! Walaupun sistem ekonomi yang menggunakan uang penuh (seperti uang emas, perak, dsb.), juga bisa mengalami inflasi, yakni ketika barangnya langka, tapi bagaimanapun juga ada karakteristik sistem ekonomi uang penuh yang berbeda mencolok dari sistem uang tanda (seperti uang kertas). Seperti telah digambarkan oleh pak Nizami, dulu semangkok bakso berharga Rp 500, sekarang Rp 7000. Mungkinkah harga bakso bisa lagi menjadi Rp 500 lagi? Pemegang uang kertas, secara teratur, kehilangan kekayaannya, karena nilai/harga uang kertas SELALU menurun, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Sekarang saya tanya. Misal anda masih berumur 30 tahun, katakanlah masih bisa hidup 60 tahun lagi. Tabungan hari tua anda yang akan dipakai dalam masa pensiun, yakni katakanlah 35 tahun ke depan, diinginkan ditanam sebagai emas atau uang kertas (USD atau euro sekalipun)? Orang bijak pasti memilih emas! --- In [email protected], Bango Samparan wrote: > > Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa tidak bisa terjadi inflasi? > > Salam hangat > > B. Samparan >
