Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

2009-03-01 Terurut Topik A Nizami
Mas Irwan,
Boleh gaji besar, asal itu uang sendiri. 
Bukan uang rakyat.
Salah satu dari sumber kebangkrutan/krisis global adalah karena gaji dan komisi 
yang besar2an dari perusahaan2 yang menggalang uang rakyat (mis: Bank, 
Asuransi, Sekuritas, termasuk juga BI). Ada satu eksekutif yang gaji dan 
bonusnya sampai trilyunan/tahun padahal perusahaannya akhirnya bangkrut.

Akibatnya uang rakyat terpakai dan perusahaan bangkrut.

===

Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490

ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900

Informasi selengkapnya ada di:

http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam?

Kirim email ke: [email protected]

--- Pada Jum, 27/2/09, Irwansyah Irwansyah  menulis:

Dari: Irwansyah Irwansyah 
Topik: Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal  - 
Uang yang beredar
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 27 Februari, 2009, 12:04 AM












Menurut saya beda antara serakah dengan jumlah gaji yang diterima

seseorang. Karena kita kerja salah satu alasannya untuk mencari duit.

Mengenai gaji Gubernur BI, pastinya yang menetapkan gaji segitu sudah

memikirkan berbagai macam faktor.



Yang namanya manusia pasti tidak pernah puas. Entah dalah soal harta,

kekuasaan, wanita, dan lain-lain. Jadi wajar kalau kita serakah,

karena memang sudah fitrah kita sebagai manusia. Justru perekonomian

bisa maju salah satunya karena kita serakah.



Kalau saya pribadi, lebih baik dapet 200juta/bulan walaupun dibilang

serakah sama orang yang tidak bisa dapat segitu ;) Karena orang yang

bilang serakah tentunya mau dapet pendapatan segitu juga, karena kalau

dia tidak mau dan tidak perduli dia pasti cuek aja gaji gubernur bi mo

dapat berapa pun :D



2009/2/27 A Nizami :

> Intinya adalah Serakah (Greed). Itu jugalah yang membuat Krisis Global saat

> ini.

>

> Coba tonton film "Wall Street", Oliver Stone.. Serakah itu baik,

> katanya...:)

> Tak heran jika gaji Gubernur BI bisa mencapai Rp 200 juta/bulan jauh di atas

> gaji presiden yang "hanya" rp 32 juta.

>

> ==


 

  




 

















  Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! Yahoo! 
memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba! 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

[Non-text portions of this message have been removed]



Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

2009-03-01 Terurut Topik Irwansyah Irwansyah
Menurut saya beda antara serakah dengan jumlah gaji yang diterima
seseorang. Karena kita kerja salah satu alasannya untuk mencari duit.
Mengenai gaji Gubernur BI, pastinya yang menetapkan gaji segitu sudah
memikirkan berbagai macam faktor.

Yang namanya manusia pasti tidak pernah puas. Entah dalah soal harta,
kekuasaan, wanita, dan lain-lain. Jadi wajar kalau kita serakah,
karena memang sudah fitrah kita sebagai manusia. Justru perekonomian
bisa maju salah satunya karena kita serakah.

Kalau saya pribadi, lebih baik dapet 200juta/bulan walaupun dibilang
serakah sama orang yang tidak bisa dapat segitu ;) Karena orang yang
bilang serakah tentunya mau dapet pendapatan segitu juga, karena kalau
dia tidak mau dan tidak perduli dia pasti cuek aja gaji gubernur bi mo
dapat berapa pun :D

2009/2/27 A Nizami :
> Intinya adalah Serakah (Greed). Itu jugalah yang membuat Krisis Global saat
> ini.
>
> Coba tonton film "Wall Street", Oliver Stone.. Serakah itu baik,
> katanya...:)
> Tak heran jika gaji Gubernur BI bisa mencapai Rp 200 juta/bulan jauh di atas
> gaji presiden yang "hanya" rp 32 juta.
>
> ==


Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

2009-02-27 Terurut Topik Bango Samparan
--- On Fri, 2/27/09, A Nizami  wrote:

> Keserakahan bisa terjadi di mana saja mas Bango.
> Tapi kalau dengan mata uang dinar emas dan dinar perak anda
> hanya bisa mengeluarkan uang sejumlah emas dan perak yang
> anda miliki.
> 
> Misalnya anda hanya upnya 1000 kg emas, ya 1000 kg mata
> uang emas itu yang bisa anda keluarkan. Anda tidak bisa
> memanipulasi mata uang emas karena keserakahan anda.

Moga-moga ini sudah tidak ngalor-ngidul ya mas Nizami:-) Misalnya, produksi 
emas bisa saja dimonopoli tho mas. Konon, banyak tambang kita yang formalnya 
bukan tambang emas, tetapi ternyata hasil sampingannya emas banyak sekali. 
Kemana larinya emas ini?

Contoh riilnya, minyak timur tengah, siapa yang banyak menguasainya? Atau, 
sudahlah minyak kita sendiri? Emas, bagaimana?

> Sebaliknya dengan mata uang kertas.
> Anda bisa mencetak uang kertas tidak terhingga. Anda bisa
> mencetak misalnya sampai Rp 1000 milyar trilyun lebih. Kalau
> kertas dan tinta habis beli saja pakai uang yang anda cetak.
> Jadi tidak ada kontrol di sini.

Kalau saya jelas nggak bisa mencetak uang, yang bisa mencetak adalah otoritas 
moneter. Kalau nyetaknya ngawur, ya akan terjadi hiperinflation. Ingat kasus 
Indonesia pra orba. Nah, sebetulnya ada self correction-nya kok, hanya otoritas 
moneter mau enggak merespon. 

Harusnya JUB (jumlah uang beredar) itu hanya merupakan tudung (veil) yang 
proporsional bagi nilai produksi suatu bangsa. Kalau ini bisa didekati, maka 
problem inflasi bisa ditangani secara baik. Inflasi hanya akan berada di 
natural rate-nya saja.

Saya tidak menafikkan keunggulan dari double standar dengan uang benar-benar 
dibuat dari emas dan perak kok mas Nizami, tapi kalau disajikan sebagai obat 
general dari segala permasalahan ekonomi ya nanti dulu. Lagi pula masalah bad 
money drive out good money juga harus diatasi, demikian masalah kesenjangan 
antara harga emas dan perak sebagai komoditi dan harga emas dan perak sebagai 
barang moneter.

Mohon diperhatikan juga, bila kita menawarkan double standar, dalam menganalis 
banyak masalah ya jangan lagi memakai dikotomi uang emas dan uang kertas. 
Misalnya untuk menganalisis masalah inflasi, upah, dll, ya harus diasumsikan 
semuanya telah memakai dirham dan dinar. Dalam hal ini harga-harga kan sudah 
dalam dinar semua.

Salam hangat
B. Samparan


  


Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

2009-02-26 Terurut Topik A Nizami

--- Pada Kam, 26/2/09, Bango Samparan  menulis:

>Saya nonton film itu dua kali mas:-) Nah serakah juga bisa 
> merusak apa yang mas mau dengan dinar dan dirham.

> Sekarang kan mulai ada yang menjual dinar, nah keserakahan- pun bisa 
> menimbulkan masalah di sini. Demikian pula jika ada orang yang 
> berspekulasi atasnya.

Keserakahan bisa terjadi di mana saja mas Bango.
Tapi kalau dengan mata uang dinar emas dan dinar perak anda hanya bisa 
mengeluarkan uang sejumlah emas dan perak yang anda miliki.

Misalnya anda hanya upnya 1000 kg emas, ya 1000 kg mata uang emas itu yang bisa 
anda keluarkan. Anda tidak bisa memanipulasi mata uang emas karena keserakahan 
anda.

Sebaliknya dengan mata uang kertas.
Anda bisa mencetak uang kertas tidak terhingga. Anda bisa mencetak misalnya 
sampai Rp 1000 milyar trilyun lebih. Kalau kertas dan tinta habis beli saja 
pakai uang yang anda cetak. Jadi tidak ada kontrol di sini.


Salam hangat

B. Samparan



--- On Fri, 2/27/09, A Nizami  wrote:



> From: A Nizami 

> Subject: Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan  
> Massal - Uang yang beredar

> To: ekonomi-nasional@ yahoogroups. com

> Date: Friday, February 27, 2009, 10:33 AM

> Intinya adalah Serakah (Greed). Itu jugalah yang membuat

> Krisis Global saat ini.

> 

> Coba tonton film "Wall Street", Oliver Stone..

> Serakah itu baik, katanya...:)

> Tak heran jika gaji Gubernur BI bisa mencapai Rp 200

> juta/bulan jauh di atas gaji presiden yang "hanya"

> rp 32 juta.

> 

> ==

> 

> http://classicfilms .suite101. com/article. cfm/wall_ street_the_ movie

> 

> Michael Douglas's famous speech on greed, delivered at

> a stockholders meeting for fictional Teldar Paper in the

> movie Wall Street, is one of the most famous in motion

> picture history...

> "The point is, ladies and gentleman, that greed, for

> lack of a

> better word, is good. Greed is right, greed works. Greed

> clarifies,

> cuts through, and captures the essence of the evolutionary

> spirit..."

> ===

> 

> Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490

> 

> ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900

> 

> Informasi selengkapnya ada di:

> 

> http://www.media- islam.or. id

> 

> Ingin belajar Islam?

> 

> Kirim email ke: syiar-islam- subscribe@ yahoogroups. com

> 

> --- Pada Rab, 25/2/09, Irwansyah Irwansyah

>  menulis:

> 

> Dari: Irwansyah Irwansyah 

> Topik: Re: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi

> Mengatasi Pemiskinan  Massal - Uang yang beredar

> Kepada: ekonomi-nasional@ yahoogroups. com

> Tanggal: Rabu, 25 Februari, 2009, 11:03 PM

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> Hmm...saya bukan ahli investasi. Tapi setahu

> saya investasi bisa

> 

> dikategorikan menjadi investasi yang resikonya rendah,

> menengah, dan

> 

> tinggi. Investasi emas termasuk yang resikonya rendah tapi

> 

> keuntungannya juga rendah kalo istilah para ahli low risk

> low return,

> 

> high risk high return.

> 

> 

> 

> Logikanya, kenapa banyak orang lebih suka investasi di

> reksadana atau

> 

> saham atau pasar uang daripada investasi di emas? Apakah

> mereka tidak

> 

> bijak, kurang bijak, atau jauh lebih bijak?

> 

> 

> 

> 2009/2/26 Arif Muljadi :

> 

> > Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk

> dikatakan, tapi

> 

> > mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah

> dengan membuat

> 

> > produk melimpah!

> 

> >

> 

> > Walaupun sistem ekonomi yang menggunakan uang penuh

> (seperti uang

> 

> > emas, perak, dsb.), juga bisa mengalami inflasi, yakni

> ketika

> 

> > barangnya langka, tapi bagaimanapun juga ada

> karakteristik sistem

> 

> > ekonomi uang penuh yang berbeda mencolok dari sistem

> uang tanda

> 

> > (seperti uang kertas). Seperti telah digambarkan oleh

> pak Nizami, dulu

> 

> > semangkok bakso berharga Rp 500, sekarang Rp 7000.

> Mungkinkah harga

> 

> > bakso bisa lagi menjadi Rp 500 lagi? Pemegang uang

> kertas, secara

> 

> > teratur, kehilangan kekayaannya, karena nilai/harga

> uang kertas SELALU

> 

> > menurun, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Sekarang

> saya tanya.

> 

> > Misal anda masih berumur 30 tahun, katakanlah masih

> bisa hidup 60

> 

> > tahun lagi. Tabungan hari tua anda yang akan dipakai

> dalam masa

> 

> > pensiun, yakni katakanlah 35 tahun ke depan,

> diinginkan ditanam

> 

> > sebagai emas atau uang kertas (USD atau euro

> sekalipun)? Orang bijak

> 

> > pa

Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

2009-02-26 Terurut Topik Bango Samparan
Saya nonton film itu dua kali mas:-) Nah serakah juga bisa merusak apa yang mas 
mau dengan dinar dan dirham.

Sekarang kan mulai ada yang menjual dinar, nah keserakahan-pun bisa menimbulkan 
masalah di sini. Demikian pula jika ada orang yang berspekulasi atasnya.

Salam hangat
B. Samparan


--- On Fri, 2/27/09, A Nizami  wrote:

> From: A Nizami 
> Subject: Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan  
> Massal - Uang yang beredar
> To: [email protected]
> Date: Friday, February 27, 2009, 10:33 AM
> Intinya adalah Serakah (Greed). Itu jugalah yang membuat
> Krisis Global saat ini.
> 
> Coba tonton film "Wall Street", Oliver Stone..
> Serakah itu baik, katanya...:)
> Tak heran jika gaji Gubernur BI bisa mencapai Rp 200
> juta/bulan jauh di atas gaji presiden yang "hanya"
> rp 32 juta.
> 
> ==
> 
> http://classicfilms.suite101.com/article.cfm/wall_street_the_movie
> 
> Michael Douglas's famous speech on greed, delivered at
> a stockholders meeting for fictional Teldar Paper in the
> movie Wall Street, is one of the most famous in motion
> picture history...
> "The point is, ladies and gentleman, that greed, for
> lack of a
> better word, is good. Greed is right, greed works. Greed
> clarifies,
> cuts through, and captures the essence of the evolutionary
> spirit..."
> ===
> 
> Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
> 
> ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
> 
> Informasi selengkapnya ada di:
> 
> http://www.media-islam.or.id
> 
> Ingin belajar Islam?
> 
> Kirim email ke: [email protected]
> 
> --- Pada Rab, 25/2/09, Irwansyah Irwansyah
>  menulis:
> 
> Dari: Irwansyah Irwansyah 
> Topik: Re: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi
> Mengatasi Pemiskinan  Massal - Uang yang beredar
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Rabu, 25 Februari, 2009, 11:03 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Hmm...saya bukan ahli investasi. Tapi setahu
> saya investasi bisa
> 
> dikategorikan menjadi investasi yang resikonya rendah,
> menengah, dan
> 
> tinggi. Investasi emas termasuk yang resikonya rendah tapi
> 
> keuntungannya juga rendah kalo istilah para ahli low risk
> low return,
> 
> high risk high return.
> 
> 
> 
> Logikanya, kenapa banyak orang lebih suka investasi di
> reksadana atau
> 
> saham atau pasar uang daripada investasi di emas? Apakah
> mereka tidak
> 
> bijak, kurang bijak, atau jauh lebih bijak?
> 
> 
> 
> 2009/2/26 Arif Muljadi :
> 
> > Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk
> dikatakan, tapi
> 
> > mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah
> dengan membuat
> 
> > produk melimpah!
> 
> >
> 
> > Walaupun sistem ekonomi yang menggunakan uang penuh
> (seperti uang
> 
> > emas, perak, dsb.), juga bisa mengalami inflasi, yakni
> ketika
> 
> > barangnya langka, tapi bagaimanapun juga ada
> karakteristik sistem
> 
> > ekonomi uang penuh yang berbeda mencolok dari sistem
> uang tanda
> 
> > (seperti uang kertas). Seperti telah digambarkan oleh
> pak Nizami, dulu
> 
> > semangkok bakso berharga Rp 500, sekarang Rp 7000.
> Mungkinkah harga
> 
> > bakso bisa lagi menjadi Rp 500 lagi? Pemegang uang
> kertas, secara
> 
> > teratur, kehilangan kekayaannya, karena nilai/harga
> uang kertas SELALU
> 
> > menurun, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Sekarang
> saya tanya.
> 
> > Misal anda masih berumur 30 tahun, katakanlah masih
> bisa hidup 60
> 
> > tahun lagi. Tabungan hari tua anda yang akan dipakai
> dalam masa
> 
> > pensiun, yakni katakanlah 35 tahun ke depan,
> diinginkan ditanam
> 
> > sebagai emas atau uang kertas (USD atau euro
> sekalipun)? Orang bijak
> 
> > pasti memilih emas!
> 
> >
> 
> > --- In ekonomi-nasional@ yahoogroups. com, Bango
> Samparan
> 
> >
> 
> >  wrote:
> 
> >>
> 
> >> Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa tidak
> bisa terjadi inflasi?
> 
> >>
> 
> >> Salam hangat
> 
> >>
> 
> >> B. Samparan
> 
> >>
> 
> >
> 
> > 
> 
> 
> 
> -- 
> 
> It is not the strongest of the species that survives, nor
> the most
> 
> intelligent that survives. It is the one that is the most
> adaptable to
> 
> change. (Charles Darwin)
> 
> 
>  
> 
>   
> 
> 
> 
>   
>
>   
>   
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>   
> 
> 
>   
>   
> 
> 
>   Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua
> teman. Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda
> sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]


  


Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

2009-02-26 Terurut Topik A Nizami
Intinya adalah Serakah (Greed). Itu jugalah yang membuat Krisis Global saat ini.

Coba tonton film "Wall Street", Oliver Stone.. Serakah itu baik, katanya...:)
Tak heran jika gaji Gubernur BI bisa mencapai Rp 200 juta/bulan jauh di atas 
gaji presiden yang "hanya" rp 32 juta.

==

http://classicfilms.suite101.com/article.cfm/wall_street_the_movie

Michael Douglas's famous speech on greed, delivered at a stockholders meeting 
for fictional Teldar Paper in the movie Wall Street, is one of the most famous 
in motion picture history...
"The point is, ladies and gentleman, that greed, for lack of a
better word, is good. Greed is right, greed works. Greed clarifies,
cuts through, and captures the essence of the evolutionary spirit..."
===

Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490

ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900

Informasi selengkapnya ada di:

http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam?

Kirim email ke: [email protected]

--- Pada Rab, 25/2/09, Irwansyah Irwansyah  menulis:

Dari: Irwansyah Irwansyah 
Topik: Re: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan  
Massal - Uang yang beredar
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 25 Februari, 2009, 11:03 PM












Hmm...saya bukan ahli investasi. Tapi setahu saya investasi bisa

dikategorikan menjadi investasi yang resikonya rendah, menengah, dan

tinggi. Investasi emas termasuk yang resikonya rendah tapi

keuntungannya juga rendah kalo istilah para ahli low risk low return,

high risk high return.



Logikanya, kenapa banyak orang lebih suka investasi di reksadana atau

saham atau pasar uang daripada investasi di emas? Apakah mereka tidak

bijak, kurang bijak, atau jauh lebih bijak?



2009/2/26 Arif Muljadi :

> Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk dikatakan, tapi

> mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah dengan membuat

> produk melimpah!

>

> Walaupun sistem ekonomi yang menggunakan uang penuh (seperti uang

> emas, perak, dsb.), juga bisa mengalami inflasi, yakni ketika

> barangnya langka, tapi bagaimanapun juga ada karakteristik sistem

> ekonomi uang penuh yang berbeda mencolok dari sistem uang tanda

> (seperti uang kertas). Seperti telah digambarkan oleh pak Nizami, dulu

> semangkok bakso berharga Rp 500, sekarang Rp 7000. Mungkinkah harga

> bakso bisa lagi menjadi Rp 500 lagi? Pemegang uang kertas, secara

> teratur, kehilangan kekayaannya, karena nilai/harga uang kertas SELALU

> menurun, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Sekarang saya tanya.

> Misal anda masih berumur 30 tahun, katakanlah masih bisa hidup 60

> tahun lagi. Tabungan hari tua anda yang akan dipakai dalam masa

> pensiun, yakni katakanlah 35 tahun ke depan, diinginkan ditanam

> sebagai emas atau uang kertas (USD atau euro sekalipun)? Orang bijak

> pasti memilih emas!

>

> --- In ekonomi-nasional@ yahoogroups. com, Bango Samparan

>

>  wrote:

>>

>> Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa tidak bisa terjadi inflasi?

>>

>> Salam hangat

>>

>> B. Samparan

>>

>

> 



-- 

It is not the strongest of the species that survives, nor the most

intelligent that survives. It is the one that is the most adaptable to

change. (Charles Darwin)


 

  




 

















  Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka 
dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

[Non-text portions of this message have been removed]



Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

2009-02-25 Terurut Topik Diswandi
Agus Nizami:
1 Dinar emas itu 4,25 gram emas 22 karat yang saat ini nilainya Rp 1,6 juta. 
Jika anda bawa uang Rp 1,6 juta dalam pecahan Rp 50 ribu, berarti ada 32 lembar 
uang. Kalau dibandingkan volume dan berat 1 Dinar, bisa jadi lebih ringkas dan 
ringan ketimbang 32 lembar uang Rp 50 ribu.

Memang sistem uang ada 3: Commodity Money di mana emas dan perak langsung 
dijadikan uang. Di sini sulit ada manipulasi. Kemudian Credit Money sebagaimana 
US$ dulu dipatok kepada emas/perak. Di sini bisa saja jumlah uang beredar tidak 
sama dgn jaminan emas/perak atau ada manipulasi. Dan Fiat money di mana uang 
kertas sama sekali tidak ada jaminannya. Harganya tergantung pada spekulasi 
pelaku pasar.

Salam

Diswandi:

Assalamjualaikum...Bagus juga ide untuk mengunakan emas (dinar) dan perak 
(dirham), cuma yg jadi masalah akan merepotkan jika kemana-mana harus 
ngantongin kepingan emas. kalo bawanya sedikit sih ga masalah, tapi kalo 
bawanya banyak?? berat kan?? Mungkin perlu dicarikan solusi, mata uangnya tetap 
emas/perak tapi dibuatkan uang giral semacam cek yang bisa 
dipindahtangankan.Wassalam.DIswandi-Mataram

--- On Tue, 2/24/09, A Nizami  wrote:

From: A Nizami 
Subject: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - 
Uang yang beredar
To: [email protected]
Date: Tuesday, February 24, 2009, 12:15 AM



















"Main Cetak" sepertinya kasar. Tapi anjloknya nilai uang/inflasi



menunjukkan itu.



Bahkan US Dollar pun mengalami penurunan.



Coba lihat di:



http://en.wikipedia .org/wiki/ United_States_ dollar



Di situ nilai US$ dibandingkan dengan nilai 1 US$ pada tahun 1980



(berdasarkan daya beli dollar terhadap barang2 kebutuhan pokok).



Tahun   Nilai



1900$10.12



1980$1.00



2008$0.38



Dulu dollar dipatok terhadap emas dan perak (nilainya relatif thd gram



emas). Namun sekarang dilepas jadi FIAT MONEY. Oleh karena itu tidak



ada yang bisa mengontrol/mengawas i berapa dollar yang dicetak The Fed.



Coba baca artikel tentang uang kertas dan dinar emas di



www.wakalanusantara .com



Mungkin sebagian besar ekonom yang terdidik dengan ekonomi Barat



(meski sekarang gagal total) agak meremehkannya. Namun emas dan perak



yang dijadikan mata uang dinar emas dan dirham perak (di mana dulu



mata uang dollar juga dipatok dgn nilai emas/perak) ternyata stabil



Ratenya:



1 Dinar (Emas)



Rp. 1.607.502,-



1 Dirham (Perak)



Rp. 40.272,-



Nah di Buku Hadits Bukhari disebut sahabat Nabi menjual seekor kambing



dengan harga 1 dinar. Ternyata sekarang harganya juga sekitar itu.



Artinya nilai Stabil.



Dalam Al Qur'an, surat Ashabul Kahfi diceritakan seorang penghuni gua



disuruh membawa beberapa dirham (sekitar 3 dirham) untuk beli makanan



bagi 5 orang teman2nya atau sekarang sekitar Rp 120 ribu. Nah ternyata



untuk makan berlima kita perlu uang sekitar itu juga.



Artinya dalam rentang 1.400 tahun bahkan untuk kasus Ashabul Kahfi



mungkin 2.000 tahun lebih, ternyata "inflasi" mata uang emas dan perak



tsb relatif kecil.



November 2008 1 dinar masih Rp 1,2 juta. Sekarang Februari jadi Rp 1,6



juta.



Kalau saya dipilih mau digaji 10 dinar atau Rp 20 juta, maka saya



pilih gaji 10 dinar. Karena 20 tahun lagi pun nilainya akan sama.



Sementara rupiah bisa jadi nilainya susut tinggal Rp 2 juta.



Sebetulnya mata uang dinar atau patokan UMR memakai dinar/emas bisa



jadi solusi yang bagus untuk menghindari pemiskinan masal karena



nilainya tetap. Kalau pakai rupiah nilainya turun terus dan kalau



protes sampai ludah kering pun belum tentu kenaikannya sesuai dengan



besar inflasi.



Kalau pun orang saat ini senang memakai uang kertas, itu tak lepas dari 
pengaruh kapitalis Yahudi yang senang riba. Dengan uang kertas Bank Central 
bisa mencetak uang sebanyak mereka mau sementara para Kapitalis Yahudi beserta 
kroninya bisa menikmati riba berupa Sertifikat yang dikeluarkan oleh Bank 
Sentral. Kalau pakai uang emas/perak tidak bisa begitu.



--- In ekonomi-nasional@ yahoogroups. com, "Arif Muljadi" 



wrote:



>



> Kalau memang BI main cetak uang untuk bayar bunga, ya memang tidak



> mengherankan, kalau RP terus turun harganya, sekarang sudah stabil



> anjlok di hampir 12000/USD. Apakah bank2 sentral lain di dunia juga



> melakukan hal seperti ini?



>



Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard Pembuat 
Pingbox Online. http://id.messenger .yahoo.com/ pingbox/



[Non-text portions of this message have been removed]




































[Non-text portions of this message have been removed]



Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

2009-02-24 Terurut Topik Agung Bayu Purwoko
Agus Nizami Menjawab (Off dulu dari diskusi soalnya harus kerja...:):
Mas Agung, memang kalau impor impor HP ke (apa dari?) Finland atau beli jeruk 
shantang ke Tiongkok bisa pake uang RUPIAH?

Coba anda jalan2 ke AS dan Eropa beli jeruk, apa bisa beli pakai rupiah?

Tapi sebaliknya dengan uang emas (meski sosialisasi saat ini masih sangat 
kurang) dijamin emas itu tetap akan ada harganya. Sebagai contoh kalau ada 
orang yang mau minta buatkan web dengan saya seharga 2 dinar (2 x 4,25 gram 
emas 22 karat) niscaya saya terima meski saya tinggal di AS atau Eropa.

Saya tinggal pergi ke toko emas dan menukarkannya dengan mata uang setempat 
(kecuali negara itu memakai emas sebagai mata uangnya) jika saya memerlukan 
uang kertas. Jika tidak, saya simpan emas itu karena nilainya akan terus naik. 
Sebagai contoh dulu harga emas Rp 24 ribu/gram. Sekarang sudah Rp 300 ribu/gram.

Karena harus kerja, saya mundur dulu. Selain itu topik ini saya lihat sudah 
terlalu panjang dan kadang pertanyaannya begitu simple. Harusnya jawabannya 
bisa dipikirkan sendiri...

Salam

Tulisan mas Agung:

Pak Agus, tapi kalo sampean mau impor HP ke Finland atau beli jeruk shantang ke 
Tiongkok bisa pake uang emas?

2009/2/25 A Nizami 

>   Fluktuasi harga itu niscaya tetap ada misalnya karena masa
> panen/paceklik makanan.
> Namun tetap mata uang emas dan perak lebih stabil ketimbang mata uang
> kertas. Lihat rupiah dan mata uang Zimbabwe...
>
> Saya rasa sudah cukup diskusi ngalor-ngidulnya. Di Hadits ada, di Al Qur'an
> ada. Bagi yang Muslim insya Allah bisa langsung beriman terhadap kedua
> sumber itu. Bagi yang lain silahkan pakai nalar dan logika masing2.
>
>
> ===
>
> Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
>
> ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
>
> Informasi selengkapnya ada di:
>
> http://www.media-islam.or.id
>
> Ingin belajar Islam?
>
> Kirim email ke: 
> [email protected]
>
> --- Pada Sel, 24/2/09, Bango Samparan 
> >
> menulis:
>
> Dari: Bango Samparan >
> Topik: Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan
> Massal - Uang yang beredar
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Selasa, 24 Februari, 2009, 6:13 PM
>
>
> Penyakit inflasi penyebabnya kan bisa bermacam-macam tho mas. Harga uang
> dirham dan dinar memang lebih stabil, tapi kalau terjadi kelangkaan barang,
> ya bisa terjadi inflasi karena demand > supplai. Dan, ini pernah terjadi di
> Zaman Umar, bahkan di Zaman Rasulullah, sehingga mereka mengeluh tentang
> perlunya intervensi terhadap harga di pasar.
>
> Begitu mas Nizami.
>
> Salam hangat
>
> B. Samparan
>
> --- On Wed, 2/25/09, A Nizami  wrote:
>
> > From: A Nizami 
>
> > Subject: Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan
> Massal - Uang yang beredar
>
> > To: ekonomi-nasional@ yahoogroups. com
>
> > Date: Wednesday, February 25, 2009, 8:25 AM
>
> > Silahkan baca contoh yang saya uraikan dari hadits Bukhari
>
> > tentang harga seekor kambing yang dari 1400 tahun lalu
>
> > sampai sekarang harga tetap 1 dinar sementara di Ashabul
>
> > Kahfi harga makanan untuk 5 orang cuma sekitar 3 dirham
>
> > padahal rentangnya ribuan tahun.
>
> >
>
> > Bandingkan dengan rupiah yang belum 1 abad saja nilainya
>
> > sudah merosot seribu kali lipat lebih.
>
> >
>
> > Kalau emas/perak kelihatannya naik turun, itu karena uang
>
> > kertasnya yang tidak stabil. Contohnya harga pangan/sembako
>
> > naik turun juga kan mengikuti harga emas/perak.
>
> >
>
> > Kalau pun emas/perak mengalami fluktuasi harga, itu jauh
>
> > lebih kecil ketimbang uang kertas seperti mata uang Zimbabwe
>
> > yang hancur sampai2 30 US$ = 100 TRILYUN mata uang zimbawe
>
> > (lihat foto uangnya di Kompas).
>
> >
>
> > Hancurnya ekonomi oleh Indonesia tahun 1998 tak lepas dari
>
> > penghancuran mata uang kertas rupiah oleh spekulan valas
>
> > George Soros hingga dari RP 2.400 jadi sampai Rp
>
> > 16.700/dollar.
>
> >
>
> > Sekarang pun rupiah hancur lagi dari Rp 9.300/US$ jadi US$
>
> > 12.000 hanya dalam beberapa bulan saja.
>
> >
>
> > Jadi Indonesia harus pakai mata uang yang lebih stabil
>
> > dalam hal ini emas dan perak. Jika tidak nelongso terus
>
> > nasibnya karena hancurnya rupiah.
>
> >
>
> > ===
>
> >
>
> > Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
>
> >
>
> > ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
>
> >
>
> > Informasi selengkapnya ada di:
>
> >
>
> > http://www.media- islam.or. id
>
> >
>
> > Ingin belajar Islam?
&

Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

2009-02-24 Terurut Topik Bango Samparan
mmm, maksud saya menghaluskan diskusinya kok mas. Tapi, kalau dianggap ngalor 
ngidul ya sudah:-)

Salam hangat
B. Samparan





  


Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

2009-02-24 Terurut Topik A Nizami
Fluktuasi harga itu niscaya tetap ada misalnya karena masa panen/paceklik 
makanan.
Namun tetap mata uang emas dan perak lebih stabil ketimbang mata uang kertas. 
Lihat rupiah dan mata uang Zimbabwe...

Saya rasa sudah cukup diskusi ngalor-ngidulnya. Di Hadits ada, di Al Qur'an 
ada. Bagi yang Muslim insya Allah bisa langsung beriman terhadap kedua sumber 
itu. Bagi yang lain silahkan pakai nalar dan logika masing2.


===

Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490

ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900

Informasi selengkapnya ada di:

http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam?

Kirim email ke: [email protected]

--- Pada Sel, 24/2/09, Bango Samparan  menulis:

Dari: Bango Samparan 
Topik: Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - 
Uang yang beredar
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 24 Februari, 2009, 6:13 PM












Penyakit inflasi penyebabnya kan bisa bermacam-macam tho mas. Harga 
uang dirham dan dinar memang lebih stabil, tapi kalau terjadi kelangkaan 
barang, ya bisa terjadi inflasi karena demand > supplai. Dan, ini pernah 
terjadi di Zaman Umar, bahkan di Zaman Rasulullah, sehingga mereka mengeluh 
tentang perlunya intervensi terhadap harga di pasar.



Begitu mas Nizami.



Salam hangat

B. Samparan



--- On Wed, 2/25/09, A Nizami  wrote:



> From: A Nizami 

> Subject: Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan 
> Massal - Uang yang beredar

> To: ekonomi-nasional@ yahoogroups. com

> Date: Wednesday, February 25, 2009, 8:25 AM

> Silahkan baca contoh yang saya uraikan dari hadits Bukhari

> tentang harga seekor kambing yang dari 1400 tahun lalu

> sampai sekarang harga tetap 1 dinar sementara di Ashabul

> Kahfi harga makanan untuk 5 orang cuma sekitar 3 dirham

> padahal rentangnya ribuan tahun.

> 

> Bandingkan dengan rupiah yang belum 1 abad saja nilainya

> sudah merosot seribu kali lipat lebih.

> 

> Kalau emas/perak kelihatannya naik turun, itu karena uang

> kertasnya yang tidak stabil. Contohnya harga pangan/sembako

> naik turun juga kan mengikuti harga emas/perak.

> 

> Kalau pun emas/perak mengalami fluktuasi harga, itu jauh

> lebih kecil ketimbang uang kertas seperti mata uang Zimbabwe

> yang hancur sampai2 30 US$ = 100 TRILYUN mata uang zimbawe

> (lihat foto uangnya di Kompas).

> 

> Hancurnya ekonomi oleh Indonesia tahun 1998 tak lepas dari

> penghancuran mata uang kertas rupiah oleh spekulan valas

> George Soros hingga dari RP 2.400 jadi sampai Rp

> 16.700/dollar.

> 

> Sekarang pun rupiah hancur lagi dari Rp 9.300/US$ jadi US$

> 12.000 hanya dalam beberapa bulan saja.

> 

> Jadi Indonesia harus pakai mata uang yang lebih stabil

> dalam hal ini emas dan perak. Jika tidak nelongso terus

> nasibnya karena hancurnya rupiah.

> 

> ===

> 

> Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490

> 

> ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900

> 

> Informasi selengkapnya ada di:

> 

> http://www.media- islam.or. id

> 

> Ingin belajar Islam?

> 

> Kirim email ke: syiar-islam- subscribe@ yahoogroups. com

> 

> --- Pada Sel, 24/2/09, Bango Samparan

>  menulis:

> 

> Dari: Bango Samparan 

> Topik: Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi

> Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

> Kepada: ekonomi-nasional@ yahoogroups. com

> Tanggal: Selasa, 24 Februari, 2009, 2:26 PM

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa

> tidak bisa terjadi inflasi?

> 

> 

> 

> Salam hangat

> 

> 

> 

> B. Samparan

> 

> 

> 

> --- On Tue, 2/24/09, A Nizami 

> wrote:

> 

> From: A Nizami 

> 

> Subject: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi

> Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

> 

> To: ekonomi-nasional@ yahoogroups. com

> 

> Date: Tuesday, February 24, 2009, 1:15 PM

> 

> 

> 

> "Main Cetak" sepertinya kasar. Tapi anjloknya

> nilai uang/inflasi

> 

> 

> 

> menunjukkan itu. 

> 

> 

> 

> Bahkan US Dollar pun mengalami penurunan.

> 

> 

> 

> Coba lihat di:

> 

> 

> 

> http://en.wikipedia .org/wiki/ United_States_ dollar

> 

> 

> 

> Di situ nilai US$ dibandingkan dengan nilai 1 US$ pada

> tahun 1980

> 

> 

> 

> (berdasarkan daya beli dollar terhadap barang2 kebutuhan

> pokok).

> 

> 

> 

> Tahun   Nilai

> 

> 

> 

> 1900  $10.12

> 

> 

> 

> 1980  $1.00

> 

> 

> 

> 2008  $0.38

> 

> 

> 

> Dulu dollar dipatok terhadap emas dan perak (nilainya

> relatif thd gram

> 

> 

> 

> emas). Namun sekarang dilepas

Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

2009-02-24 Terurut Topik Bango Samparan
Penyakit inflasi penyebabnya kan bisa bermacam-macam tho mas. Harga uang dirham 
dan dinar memang lebih stabil, tapi kalau terjadi kelangkaan barang, ya bisa 
terjadi inflasi karena demand > supplai. Dan, ini pernah terjadi di Zaman Umar, 
bahkan di Zaman Rasulullah, sehingga mereka mengeluh tentang perlunya 
intervensi terhadap harga di pasar.

Begitu mas Nizami.

Salam hangat
B. Samparan


--- On Wed, 2/25/09, A Nizami  wrote:

> From: A Nizami 
> Subject: Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan 
> Massal - Uang yang beredar
> To: [email protected]
> Date: Wednesday, February 25, 2009, 8:25 AM
> Silahkan baca contoh yang saya uraikan dari hadits Bukhari
> tentang harga seekor kambing yang dari 1400 tahun lalu
> sampai sekarang harga tetap 1 dinar sementara di Ashabul
> Kahfi harga makanan untuk 5 orang cuma sekitar 3 dirham
> padahal rentangnya ribuan tahun.
> 
> Bandingkan dengan rupiah yang belum 1 abad saja nilainya
> sudah merosot seribu kali lipat lebih.
> 
> Kalau emas/perak kelihatannya naik turun, itu karena uang
> kertasnya yang tidak stabil. Contohnya harga pangan/sembako
> naik turun juga kan mengikuti harga emas/perak.
> 
> Kalau pun emas/perak mengalami fluktuasi harga, itu jauh
> lebih kecil ketimbang uang kertas seperti mata uang Zimbabwe
> yang hancur sampai2 30 US$ = 100 TRILYUN mata uang zimbawe
> (lihat foto uangnya di Kompas).
> 
> Hancurnya ekonomi oleh Indonesia tahun 1998 tak lepas dari
> penghancuran mata uang kertas rupiah oleh spekulan valas
> George Soros hingga dari RP 2.400 jadi sampai Rp
> 16.700/dollar.
> 
> Sekarang pun rupiah hancur lagi dari Rp 9.300/US$ jadi US$
> 12.000 hanya dalam beberapa bulan saja.
> 
> Jadi Indonesia harus pakai mata uang yang lebih stabil
> dalam hal ini emas dan perak. Jika tidak nelongso terus
> nasibnya karena hancurnya rupiah.
> 
> ===
> 
> Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
> 
> ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
> 
> Informasi selengkapnya ada di:
> 
> http://www.media-islam.or.id
> 
> Ingin belajar Islam?
> 
> Kirim email ke: [email protected]
> 
> --- Pada Sel, 24/2/09, Bango Samparan
>  menulis:
> 
> Dari: Bango Samparan 
> Topik: Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi
> Pemiskinan Massal - Uang yang beredar
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Selasa, 24 Februari, 2009, 2:26 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa
> tidak bisa terjadi inflasi?
> 
> 
> 
> Salam hangat
> 
> 
> 
> B. Samparan
> 
> 
> 
> --- On Tue, 2/24/09, A Nizami 
> wrote:
> 
> From: A Nizami 
> 
> Subject: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi
> Pemiskinan Massal - Uang yang beredar
> 
> To: ekonomi-nasional@ yahoogroups. com
> 
> Date: Tuesday, February 24, 2009, 1:15 PM
> 
> 
> 
> "Main Cetak" sepertinya kasar. Tapi anjloknya
> nilai uang/inflasi
> 
> 
> 
> menunjukkan itu. 
> 
> 
> 
> Bahkan US Dollar pun mengalami penurunan.
> 
> 
> 
> Coba lihat di:
> 
> 
> 
> http://en.wikipedia .org/wiki/ United_States_ dollar
> 
> 
> 
> Di situ nilai US$ dibandingkan dengan nilai 1 US$ pada
> tahun 1980
> 
> 
> 
> (berdasarkan daya beli dollar terhadap barang2 kebutuhan
> pokok).
> 
> 
> 
> Tahun   Nilai
> 
> 
> 
> 1900  $10.12
> 
> 
> 
> 1980  $1.00
> 
> 
> 
> 2008  $0.38
> 
> 
> 
> Dulu dollar dipatok terhadap emas dan perak (nilainya
> relatif thd gram
> 
> 
> 
> emas). Namun sekarang dilepas jadi FIAT MONEY. Oleh karena
> itu tidak
> 
> 
> 
> ada yang bisa mengontrol/mengawas i berapa dollar yang
> dicetak The Fed.
> 
> 
> 
> Coba baca artikel tentang uang kertas dan dinar emas di
> 
> 
> 
> www.wakalanusantara .com
> 
> 
> 
> Mungkin sebagian besar ekonom yang terdidik dengan ekonomi
> Barat
> 
> 
> 
> (meski sekarang gagal total) agak meremehkannya. Namun emas
> dan perak
> 
> 
> 
> yang dijadikan mata uang dinar emas dan dirham perak (di
> mana dulu
> 
> 
> 
> mata uang dollar juga dipatok dgn nilai emas/perak)
> ternyata stabil
> 
> 
> 
> Ratenya:
> 
> 
> 
> 1 Dinar (Emas)
> 
> 
> 
> Rp. 1.607.502,-
> 
> 
> 
> 1 Dirham (Perak)
> 
> 
> 
> Rp. 40.272,-
> 
> 
> 
> Nah di Buku Hadits Bukhari disebut sahabat Nabi menjual
> seekor kambing
> 
> 
> 
> dengan harga 1 dinar. Ternyata sekarang harganya juga
> sekitar itu.
> 
> 
> 
> Artinya nilai Stabil.
> 
> 

Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

2009-02-24 Terurut Topik A Nizami
Silahkan baca contoh yang saya uraikan dari hadits Bukhari tentang harga seekor 
kambing yang dari 1400 tahun lalu sampai sekarang harga tetap 1 dinar sementara 
di Ashabul Kahfi harga makanan untuk 5 orang cuma sekitar 3 dirham padahal 
rentangnya ribuan tahun.

Bandingkan dengan rupiah yang belum 1 abad saja nilainya sudah merosot seribu 
kali lipat lebih.

Kalau emas/perak kelihatannya naik turun, itu karena uang kertasnya yang tidak 
stabil. Contohnya harga pangan/sembako naik turun juga kan mengikuti harga 
emas/perak.

Kalau pun emas/perak mengalami fluktuasi harga, itu jauh lebih kecil ketimbang 
uang kertas seperti mata uang Zimbabwe yang hancur sampai2 30 US$ = 100 TRILYUN 
mata uang zimbawe (lihat foto uangnya di Kompas).

Hancurnya ekonomi oleh Indonesia tahun 1998 tak lepas dari penghancuran mata 
uang kertas rupiah oleh spekulan valas George Soros hingga dari RP 2.400 jadi 
sampai Rp 16.700/dollar.

Sekarang pun rupiah hancur lagi dari Rp 9.300/US$ jadi US$ 12.000 hanya dalam 
beberapa bulan saja.

Jadi Indonesia harus pakai mata uang yang lebih stabil dalam hal ini emas dan 
perak. Jika tidak nelongso terus nasibnya karena hancurnya rupiah.

===

Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490

ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900

Informasi selengkapnya ada di:

http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam?

Kirim email ke: [email protected]

--- Pada Sel, 24/2/09, Bango Samparan  menulis:

Dari: Bango Samparan 
Topik: Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - 
Uang yang beredar
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 24 Februari, 2009, 2:26 PM












Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa tidak bisa terjadi 
inflasi?



Salam hangat



B. Samparan



--- On Tue, 2/24/09, A Nizami  wrote:

From: A Nizami 

Subject: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - 
Uang yang beredar

To: ekonomi-nasional@ yahoogroups. com

Date: Tuesday, February 24, 2009, 1:15 PM



"Main Cetak" sepertinya kasar. Tapi anjloknya nilai uang/inflasi



menunjukkan itu. 



Bahkan US Dollar pun mengalami penurunan.



Coba lihat di:



http://en.wikipedia .org/wiki/ United_States_ dollar



Di situ nilai US$ dibandingkan dengan nilai 1 US$ pada tahun 1980



(berdasarkan daya beli dollar terhadap barang2 kebutuhan pokok).



Tahun   Nilai



1900$10.12



1980$1.00



2008$0.38



Dulu dollar dipatok terhadap emas dan perak (nilainya relatif thd gram



emas). Namun sekarang dilepas jadi FIAT MONEY. Oleh karena itu tidak



ada yang bisa mengontrol/mengawas i berapa dollar yang dicetak The Fed.



Coba baca artikel tentang uang kertas dan dinar emas di



www.wakalanusantara .com



Mungkin sebagian besar ekonom yang terdidik dengan ekonomi Barat



(meski sekarang gagal total) agak meremehkannya. Namun emas dan perak



yang dijadikan mata uang dinar emas dan dirham perak (di mana dulu



mata uang dollar juga dipatok dgn nilai emas/perak) ternyata stabil



Ratenya:



1 Dinar (Emas)



Rp. 1.607.502,-



1 Dirham (Perak)



Rp. 40.272,-



Nah di Buku Hadits Bukhari disebut sahabat Nabi menjual seekor kambing



dengan harga 1 dinar. Ternyata sekarang harganya juga sekitar itu.



Artinya nilai Stabil.



Dalam Al Qur'an, surat Ashabul Kahfi diceritakan seorang penghuni gua



disuruh membawa beberapa dirham (sekitar 3 dirham) untuk beli makanan



bagi 5 orang teman2nya atau sekarang sekitar Rp 120 ribu. Nah ternyata



untuk makan berlima kita perlu uang sekitar itu juga.



Artinya dalam rentang 1.400 tahun bahkan untuk kasus Ashabul Kahfi



mungkin 2.000 tahun lebih, ternyata "inflasi" mata uang emas dan perak



tsb relatif kecil.



November 2008 1 dinar masih Rp 1,2 juta. Sekarang Februari jadi Rp 1,6



juta.



Kalau saya dipilih mau digaji 10 dinar atau Rp 20 juta, maka saya



pilih gaji 10 dinar. Karena 20 tahun lagi pun nilainya akan sama.



Sementara rupiah bisa jadi nilainya susut tinggal Rp 2 juta.



Sebetulnya mata uang dinar atau patokan UMR memakai dinar/emas bisa



jadi solusi yang bagus untuk menghindari pemiskinan masal karena



nilainya tetap. Kalau pakai rupiah nilainya turun terus dan kalau



protes sampai ludah kering pun belum tentu kenaikannya sesuai dengan



besar inflasi.



Kalau pun orang saat ini senang memakai uang kertas, itu tak lepas dari 
pengaruh kapitalis Yahudi yang senang riba. Dengan uang kertas Bank Central 
bisa mencetak uang sebanyak mereka mau sementara para Kapitalis Yahudi beserta 
kroninya bisa menikmati riba berupa Sertifikat yang dikeluarkan oleh Bank 
Sentral. Kalau pakai uang emas/perak tidak bisa begitu.



--- In ekonomi-nasional@ yahoogroups. com, "Arif Muljadi" 



wrote:



>



> Kalau memang BI main cetak uang untuk bayar bunga, ya memang tidak



> mengherankan, kalau RP terus turun harganya, sekarang sudah stabil



> anjlok di hampir 12000/USD. Apakah bank2 sentral la

Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

2009-02-24 Terurut Topik Bango Samparan
Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa tidak bisa terjadi inflasi?

Salam hangat

B. Samparan

--- On Tue, 2/24/09, A Nizami  wrote:
From: A Nizami 
Subject: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - 
Uang yang beredar
To: [email protected]
Date: Tuesday, February 24, 2009, 1:15 PM












"Main Cetak" sepertinya kasar. Tapi anjloknya nilai uang/inflasi



menunjukkan itu. 



Bahkan US Dollar pun mengalami penurunan.



Coba lihat di:



http://en.wikipedia .org/wiki/ United_States_ dollar



Di situ nilai US$ dibandingkan dengan nilai 1 US$ pada tahun 1980



(berdasarkan daya beli dollar terhadap barang2 kebutuhan pokok).



Tahun   Nilai



1900$10.12



1980$1.00



2008$0.38



Dulu dollar dipatok terhadap emas dan perak (nilainya relatif thd gram



emas). Namun sekarang dilepas jadi FIAT MONEY. Oleh karena itu tidak



ada yang bisa mengontrol/mengawas i berapa dollar yang dicetak The Fed.



Coba baca artikel tentang uang kertas dan dinar emas di



www.wakalanusantara .com



Mungkin sebagian besar ekonom yang terdidik dengan ekonomi Barat



(meski sekarang gagal total) agak meremehkannya. Namun emas dan perak



yang dijadikan mata uang dinar emas dan dirham perak (di mana dulu



mata uang dollar juga dipatok dgn nilai emas/perak) ternyata stabil



Ratenya:



1 Dinar (Emas)



Rp. 1.607.502,-



1 Dirham (Perak)



Rp. 40.272,-



Nah di Buku Hadits Bukhari disebut sahabat Nabi menjual seekor kambing



dengan harga 1 dinar. Ternyata sekarang harganya juga sekitar itu.



Artinya nilai Stabil.



Dalam Al Qur'an, surat Ashabul Kahfi diceritakan seorang penghuni gua



disuruh membawa beberapa dirham (sekitar 3 dirham) untuk beli makanan



bagi 5 orang teman2nya atau sekarang sekitar Rp 120 ribu. Nah ternyata



untuk makan berlima kita perlu uang sekitar itu juga.



Artinya dalam rentang 1.400 tahun bahkan untuk kasus Ashabul Kahfi



mungkin 2.000 tahun lebih, ternyata "inflasi" mata uang emas dan perak



tsb relatif kecil.



November 2008 1 dinar masih Rp 1,2 juta. Sekarang Februari jadi Rp 1,6



juta.



Kalau saya dipilih mau digaji 10 dinar atau Rp 20 juta, maka saya



pilih gaji 10 dinar. Karena 20 tahun lagi pun nilainya akan sama.



Sementara rupiah bisa jadi nilainya susut tinggal Rp 2 juta.



Sebetulnya mata uang dinar atau patokan UMR memakai dinar/emas bisa



jadi solusi yang bagus untuk menghindari pemiskinan masal karena



nilainya tetap. Kalau pakai rupiah nilainya turun terus dan kalau



protes sampai ludah kering pun belum tentu kenaikannya sesuai dengan



besar inflasi.



Kalau pun orang saat ini senang memakai uang kertas, itu tak lepas dari 
pengaruh kapitalis Yahudi yang senang riba. Dengan uang kertas Bank Central 
bisa mencetak uang sebanyak mereka mau sementara para Kapitalis Yahudi beserta 
kroninya bisa menikmati riba berupa Sertifikat yang dikeluarkan oleh Bank 
Sentral. Kalau pakai uang emas/perak tidak bisa begitu.



--- In ekonomi-nasional@ yahoogroups. com, "Arif Muljadi" 



wrote:



>



> Kalau memang BI main cetak uang untuk bayar bunga, ya memang tidak



> mengherankan, kalau RP terus turun harganya, sekarang sudah stabil



> anjlok di hampir 12000/USD. Apakah bank2 sentral lain di dunia juga



> melakukan hal seperti ini?



> 



Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard Pembuat 
Pingbox Online. http://id.messenger .yahoo.com/ pingbox/



[Non-text portions of this message have been removed]




 

  




 

















  

[Non-text portions of this message have been removed]