Re: [ekonomi-nasional] Mahalnya Masuk UI? - Uang Pangkal Rp 33 Juta dan Kuliah Rp 15 Juta/Tahun

2009-02-22 Terurut Topik Deni Kaluara
Sebenarnya ini bukan berita baru, sejak tahun2 lalu UI sudah terkenal dengan 
biaya kuliahnya yang mahal. Dibanding dengan Universitas2 negeri lainnya maka 
UI memasang harga yang tinggi untuk para mahasiswanya. Beruntung saya tidak 
kuliah di UI...ha...ha..

--- On Mon, 23/2/09, OK Taufik  wrote:
From: OK Taufik 
Subject: Re: [ekonomi-nasional] Mahalnya Masuk UI? - Uang Pangkal Rp 33 Juta  
dan Kuliah Rp 15 Juta/Tahun
To: [email protected]
Date: Monday, 23 February, 2009, 9:08 AM

waduh untuk sekelas UI terlampau mahal tuh, kita tak tahu di mana kualitas
sekolah tersebut buat kesejahteraan bangsa ini...kalau sekolah untuk kerja
UI juga bukan sebuah jaminan, saya hanya bisa miris saja bagaimana jajaran
rektorat UI bisa berani memberi harga se tinggi itu??

2009/2/19 Andikaputra 

>   Setuju, emang seharusnya kampus negeri dibuat 3M.. murah-meriah-dan
> muntah2 kebanyakan ilmu…
>
> Hanya saja yang mengherankan.. prestasi suatu kampus kok diukur dari
jumlah
> lulusannya yang diserap ke perusahaan-perusahaan sih?
>
> Buat aku kuliah itu salah satu wadah buat belajar atuh, biar bisa berbakti
> pada kemanusiaan, biar bisa memanusiakan manusia..
>
> Salam,
>
> Andikaputra
>
> to make a better world, make a better you
>
> From:
[email protected][mailto:
> [email protected]
] On
> Behalf Of Sunarso, Djayus
> Sent: Wednesday, February 18, 2009 7:34 PM
> To: [email protected]
;
> [email protected] ; lisi; sabili
> Subject: [ekonomi-nasional] Mahalnya Masuk UI? - Uang Pangkal Rp 33 Juta
> dan Kuliah Rp 15 Juta/Tahun
>
>
> Sekedar sumbang saran, Terus terang saya dan anak saya tidak ngotot bisa
> masuk PTN, akhirnya kita putuskan masuk PTS program D3 yang ada surat
> perjanjian disalurkan.. Pertimbangan lain D3 lebih praktis dan siap kerja.
> Betul juga anak saya seminggu sebelum wisuda sudah diterima kerja salah
> satu perusahaan PORTAL bergengsi. Untuk S1 anak saya kuliah Sabtu -
Minggu.
>
> Dan saat lulus S1 dia punya pengalaman 2 tahun. Hebatnya setelah pindah
> kerja dengan S1 pengalaman 2 tahun mendapat gaji Rp7.5 jutaan. Padahal
> dikantor yang PMA - S1 tehnik , baru lulus digaji kurang dari Rp2.5
> jutaan. Hitung- hitunganya yang langsung S1 = 5 tahun 0 pengalaman dan
yang
>
> dari D3 + S1 juga 5 tahun, tetapi punya pengalaman kerja 2 tahun. Padahal
> iklan LOKER rata- rata cari yang pengalaman. Jadi kuliah nggak perlu yang
> mahal, cari yang murah dan ada perjanjian disalurkan kerja. Malah ada
> POLTEK yang menawarka kuliah dulu bayar setelah lulus dan kerja.
>
> Mailto : [email protected] 
 Djayus.Sunarso%40schott.com >
> http://www.schott.com
>
> __
>
> Semoga berita di bawah ini tidak benar:
>
> http://www.anakui.com/2008/07/19/lihat-apa-yang-ui-telah-lakukan-kepada-
> calon-mahasiswa-baru
>
> Terimakasih untuk #9: ary dan #10: UI non-aktifis atas link informasinya
> yang berharga dalam diskusi kita di tulisan Sebuah Pertanyaan…. Mereka
> memberikan link ke dua artikel online dari Media Indonesia. Kedua artikel
> tersebut menggambarkan secara konkret satu hal yang disangkal terus
menerus
>
> oleh pihak rektorat: UI kampus mahal!Ini berita yang pertama:
>
> "Anak saya ternyata diterima di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI.
Saya
> sebagai orang tua sangat bahagia dan bangga," kata Rabda mengenang
saat
> melihat hasil UMB-PTN melalui internet.
> Semangat untuk kuliah di universitas bergengsi tersebut semakin bergejolak
> pada diri Sarah. Terlebih lagi, ia telah lama memimpikan bisa kuliah di
> kampus kuning itu. Tetapi, kebahagiaan Sarah dan kedua orang tuanya tak
> berlangsung lama.
> Untuk dapat kuliah di FKM UI, Rabda harus menyiapkan uang pangkal Rp5
juta.
>
> Selain itu, setiap semester, anaknya harus membayar biaya kuliah Rp7,5
> juta. "Saya pun pasrah. Sebagai guru, dari mana saya dapat memenuhi
uang
> itu," ujarnya. Dengan perasaan sangat terpukul, Sarah harus
melepaskan
> niatnya kuliah di FKM UI. Media Indonesia - Niat Kuliah di PTN Terganjal
>
> Masih ada lagi nih, satu fakta lagi:
>
> Dwi berkisah keberhasilan lolos UMB berkat upaya kerasnya. Selain belajar
> keras selama di sekolah, ia mengikuti kursus bimbingan belajar di Bandung.
> Terbukti, hasil UMB perguruan tinggi negeri (PTN) yang diikutinya cukup
> memuaskan dan sesuai dengan harapan.
> Setelah dinyatakan lolos UMB, Dwi pun melaksanakan daftar ulang sesuai
> dengan arahan dalam tata tertib dalam UMB. Dan… ia mengaku sangat
terkejut
> dengan nilai uang pendaftaran dan biaya kuliah di UI yang harus
dibayarkan.
>
> "Untuk masuk ke Teknik Lingkungan UI yang baru berjalan tiga tahun,
orang
> tua saya harus menyediakan uang pangkal sebesar Rp33 juta dan biaya kuliah
> sebe

Re: [ekonomi-nasional] Mahalnya Masuk UI? - Uang Pangkal Rp 33 Juta dan Kuliah Rp 15 Juta/Tahun

2009-02-22 Terurut Topik OK Taufik
waduh untuk sekelas UI terlampau mahal tuh, kita tak tahu di mana kualitas
sekolah tersebut buat kesejahteraan bangsa ini...kalau sekolah untuk kerja
UI juga bukan sebuah jaminan, saya hanya bisa miris saja bagaimana jajaran
rektorat UI bisa berani memberi harga se tinggi itu??

2009/2/19 Andikaputra 

>   Setuju, emang seharusnya kampus negeri dibuat 3M.. murah-meriah-dan
> muntah2 kebanyakan ilmu…
>
> Hanya saja yang mengherankan.. prestasi suatu kampus kok diukur dari jumlah
> lulusannya yang diserap ke perusahaan-perusahaan sih?
>
> Buat aku kuliah itu salah satu wadah buat belajar atuh, biar bisa berbakti
> pada kemanusiaan, biar bisa memanusiakan manusia..
>
> Salam,
>
> Andikaputra
>
> to make a better world, make a better you
>
> From: 
> [email protected][mailto:
> [email protected] ] On
> Behalf Of Sunarso, Djayus
> Sent: Wednesday, February 18, 2009 7:34 PM
> To: [email protected] ;
> [email protected] ; lisi; sabili
> Subject: [ekonomi-nasional] Mahalnya Masuk UI? - Uang Pangkal Rp 33 Juta
> dan Kuliah Rp 15 Juta/Tahun
>
>
> Sekedar sumbang saran, Terus terang saya dan anak saya tidak ngotot bisa
> masuk PTN, akhirnya kita putuskan masuk PTS program D3 yang ada surat
> perjanjian disalurkan.. Pertimbangan lain D3 lebih praktis dan siap kerja.
> Betul juga anak saya seminggu sebelum wisuda sudah diterima kerja salah
> satu perusahaan PORTAL bergengsi. Untuk S1 anak saya kuliah Sabtu - Minggu.
>
> Dan saat lulus S1 dia punya pengalaman 2 tahun. Hebatnya setelah pindah
> kerja dengan S1 pengalaman 2 tahun mendapat gaji Rp7.5 jutaan. Padahal
> dikantor yang PMA - S1 tehnik , baru lulus digaji kurang dari Rp2.5
> jutaan. Hitung- hitunganya yang langsung S1 = 5 tahun 0 pengalaman dan yang
>
> dari D3 + S1 juga 5 tahun, tetapi punya pengalaman kerja 2 tahun. Padahal
> iklan LOKER rata- rata cari yang pengalaman. Jadi kuliah nggak perlu yang
> mahal, cari yang murah dan ada perjanjian disalurkan kerja. Malah ada
> POLTEK yang menawarka kuliah dulu bayar setelah lulus dan kerja.
>
> Mailto : [email protected]   Djayus.Sunarso%40schott.com >
> http://www.schott.com
>
> __
>
> Semoga berita di bawah ini tidak benar:
>
> http://www.anakui.com/2008/07/19/lihat-apa-yang-ui-telah-lakukan-kepada-
> calon-mahasiswa-baru
>
> Terimakasih untuk #9: ary dan #10: UI non-aktifis atas link informasinya
> yang berharga dalam diskusi kita di tulisan Sebuah Pertanyaan…. Mereka
> memberikan link ke dua artikel online dari Media Indonesia. Kedua artikel
> tersebut menggambarkan secara konkret satu hal yang disangkal terus menerus
>
> oleh pihak rektorat: UI kampus mahal!Ini berita yang pertama:
>
> "Anak saya ternyata diterima di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. Saya
> sebagai orang tua sangat bahagia dan bangga," kata Rabda mengenang saat
> melihat hasil UMB-PTN melalui internet.
> Semangat untuk kuliah di universitas bergengsi tersebut semakin bergejolak
> pada diri Sarah. Terlebih lagi, ia telah lama memimpikan bisa kuliah di
> kampus kuning itu. Tetapi, kebahagiaan Sarah dan kedua orang tuanya tak
> berlangsung lama.
> Untuk dapat kuliah di FKM UI, Rabda harus menyiapkan uang pangkal Rp5 juta.
>
> Selain itu, setiap semester, anaknya harus membayar biaya kuliah Rp7,5
> juta. "Saya pun pasrah. Sebagai guru, dari mana saya dapat memenuhi uang
> itu," ujarnya. Dengan perasaan sangat terpukul, Sarah harus melepaskan
> niatnya kuliah di FKM UI. Media Indonesia - Niat Kuliah di PTN Terganjal
>
> Masih ada lagi nih, satu fakta lagi:
>
> Dwi berkisah keberhasilan lolos UMB berkat upaya kerasnya. Selain belajar
> keras selama di sekolah, ia mengikuti kursus bimbingan belajar di Bandung.
> Terbukti, hasil UMB perguruan tinggi negeri (PTN) yang diikutinya cukup
> memuaskan dan sesuai dengan harapan.
> Setelah dinyatakan lolos UMB, Dwi pun melaksanakan daftar ulang sesuai
> dengan arahan dalam tata tertib dalam UMB. Dan… ia mengaku sangat terkejut
> dengan nilai uang pendaftaran dan biaya kuliah di UI yang harus dibayarkan.
>
> "Untuk masuk ke Teknik Lingkungan UI yang baru berjalan tiga tahun, orang
> tua saya harus menyediakan uang pangkal sebesar Rp33 juta dan biaya kuliah
> sebesar Rp7,5 juta per semester," jelasnya.
> Setelah berdiskusi dengan kedua orang tuanya, Dwi pun akhirnya memutuskan
> untuk tidak mendaftar ulang di UI. Dengan pertimbangan salah satunya soal
> biaya. Ia pun harus melupakan hasil jerih payahnya mengikuti UMB-PTN. Media
>
> Indonesia - Jerih Payah itu Sia-Sia
>
> UI! Lihat, apa yang telah kau lakukan terhadap ratusan calon mahasiswa baru
>
> yang nggak daftar ulang karena masalah biaya! Dari kedua berita tersebut,
> kita tahu bahwa satu hal yang pertama para (calon) mahasiswa baru dan
> keluarganya lihat adalah: bayaran UI 7,5 juta atau 5 juta per semester,
> dengan uang pangkal jutaan.
>
> Hal lainnya, seperti: BOP itu nanti dibayarkan sesuai kemampuan orang tua,
> di UI banyak beasiswa, dan bla-bla-bla-bla lainnya, nggak diket

RE: [ekonomi-nasional] Mahalnya Masuk UI? - Uang Pangkal Rp 33 Juta dan Kuliah Rp 15 Juta/Tahun

2009-02-22 Terurut Topik Andikaputra
Setuju, emang seharusnya kampus negeri dibuat 3M.. murah-meriah-dan muntah2 
kebanyakan ilmu…

 

Hanya saja yang mengherankan.. prestasi suatu kampus kok diukur dari jumlah 
lulusannya yang diserap ke perusahaan-perusahaan sih?

Buat aku kuliah itu salah satu wadah buat belajar atuh, biar bisa berbakti pada 
kemanusiaan, biar bisa memanusiakan manusia.. 

 

 

Salam,

 

Andikaputra

to make a better world, make a better you

 

From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Sunarso, Djayus
Sent: Wednesday, February 18, 2009 7:34 PM
To: [email protected]; [email protected]; lisi; sabili
Subject: [ekonomi-nasional] Mahalnya Masuk UI? - Uang Pangkal Rp 33 Juta dan 
Kuliah Rp 15 Juta/Tahun

 


Sekedar sumbang saran, Terus terang saya dan anak saya tidak ngotot bisa 
masuk PTN, akhirnya kita putuskan masuk PTS program D3 yang ada surat 
perjanjian disalurkan.. Pertimbangan lain D3 lebih praktis dan siap kerja. 
Betul juga anak saya seminggu sebelum wisuda sudah diterima kerja salah 
satu perusahaan PORTAL bergengsi. Untuk S1 anak saya kuliah Sabtu - Minggu. 
Dan saat lulus S1 dia punya pengalaman 2 tahun. Hebatnya setelah pindah 
kerja dengan S1 pengalaman 2 tahun mendapat gaji Rp7.5 jutaan. Padahal 
dikantor yang PMA - S1 tehnik , baru lulus digaji kurang dari Rp2.5 
jutaan. Hitung- hitunganya yang langsung S1 = 5 tahun 0 pengalaman dan yang 
dari D3 + S1 juga 5 tahun, tetapi punya pengalaman kerja 2 tahun. Padahal 
iklan LOKER rata- rata cari yang pengalaman. Jadi kuliah nggak perlu yang 
mahal, cari yang murah dan ada perjanjian disalurkan kerja. Malah ada 
POLTEK yang menawarka kuliah dulu bayar setelah lulus dan kerja. 

Mailto : [email protected]   
http://www.schott.com 


__ 




Semoga berita di bawah ini tidak benar: 

http://www.anakui.com/2008/07/19/lihat-apa-yang-ui-telah-lakukan-kepada- 
calon-mahasiswa-baru 

Terimakasih untuk #9: ary dan #10: UI non-aktifis atas link informasinya 
yang berharga dalam diskusi kita di tulisan Sebuah Pertanyaan…. Mereka 
memberikan link ke dua artikel online dari Media Indonesia. Kedua artikel 
tersebut menggambarkan secara konkret satu hal yang disangkal terus menerus 
oleh pihak rektorat: UI kampus mahal!Ini berita yang pertama: 

“Anak saya ternyata diterima di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. Saya 
sebagai orang tua sangat bahagia dan bangga,” kata Rabda mengenang saat 
melihat hasil UMB-PTN melalui internet. 
Semangat untuk kuliah di universitas bergengsi tersebut semakin bergejolak 
pada diri Sarah. Terlebih lagi, ia telah lama memimpikan bisa kuliah di 
kampus kuning itu. Tetapi, kebahagiaan Sarah dan kedua orang tuanya tak 
berlangsung lama. 
Untuk dapat kuliah di FKM UI, Rabda harus menyiapkan uang pangkal Rp5 juta. 
Selain itu, setiap semester, anaknya harus membayar biaya kuliah Rp7,5 
juta. “Saya pun pasrah. Sebagai guru, dari mana saya dapat memenuhi uang 
itu,” ujarnya. Dengan perasaan sangat terpukul, Sarah harus melepaskan 
niatnya kuliah di FKM UI. Media Indonesia - Niat Kuliah di PTN Terganjal 

Masih ada lagi nih, satu fakta lagi: 

Dwi berkisah keberhasilan lolos UMB berkat upaya kerasnya. Selain belajar 
keras selama di sekolah, ia mengikuti kursus bimbingan belajar di Bandung. 
Terbukti, hasil UMB perguruan tinggi negeri (PTN) yang diikutinya cukup 
memuaskan dan sesuai dengan harapan. 
Setelah dinyatakan lolos UMB, Dwi pun melaksanakan daftar ulang sesuai 
dengan arahan dalam tata tertib dalam UMB. Dan… ia mengaku sangat terkejut 
dengan nilai uang pendaftaran dan biaya kuliah di UI yang harus dibayarkan. 
“Untuk masuk ke Teknik Lingkungan UI yang baru berjalan tiga tahun, orang 
tua saya harus menyediakan uang pangkal sebesar Rp33 juta dan biaya kuliah 
sebesar Rp7,5 juta per semester,” jelasnya. 
Setelah berdiskusi dengan kedua orang tuanya, Dwi pun akhirnya memutuskan 
untuk tidak mendaftar ulang di UI. Dengan pertimbangan salah satunya soal 
biaya. Ia pun harus melupakan hasil jerih payahnya mengikuti UMB-PTN. Media 
Indonesia - Jerih Payah itu Sia-Sia 

UI! Lihat, apa yang telah kau lakukan terhadap ratusan calon mahasiswa baru 
yang nggak daftar ulang karena masalah biaya! Dari kedua berita tersebut, 
kita tahu bahwa satu hal yang pertama para (calon) mahasiswa baru dan 
keluarganya lihat adalah: bayaran UI 7,5 juta atau 5 juta per semester, 
dengan uang pangkal jutaan. 

Hal lainnya, seperti: BOP itu nanti dibayarkan sesuai kemampuan orang tua, 
di UI banyak beasiswa, dan bla-bla-bla-bla lainnya, nggak diketahui para 
(calon) mahasiswa baru. Boleh aja berkali-kali rektorat bilang “ini kan 
udah disosialisasiin”, “di website udah ada informasinya kok”, dan 
bla-bla-bla-bla lainnya, tapi ya, itu dia faktanya: banyak (calon) 
mahasiswa baru yang mengundurkan diri dari UI karena melihat biaya 
pendidikan itu! 

Semuanya, lihat apa yang UI telah lakukan kepada (calon) mahasiswa baru! 
Dan mari kita sama-sama

Re: [ekonomi-nasional] Mahalnya Masuk UI? - Uang Pangkal Rp 33 Juta dan Kuliah Rp 15 Juta/Tahun

2009-02-18 Terurut Topik latifah iriany
Oleh karena itu mari Bapak-bapak dan Ibu-Ibu yang punya anak kecil... 
persiapkan menabung untuk mereka, hingga saat mereka akan kuliah... uang 
tersedia

Menabung di Prudential Syariah... dijamin  Bapak-Ibu tidak akan menangis di 
hari tua... dan putra putri Bapak Ibu juga akan bahagia bisa melanjutkan 
kuliah

Jika perlu keterangan lebih lanjut bisa hubungi saya Latifah di : 0815 1143 
6609

Mengandalkan pemerintah membenahi semuanya... pasti akan capek
Jadi kita sebagai orang tua wajib membantu anak-anak kita dengan planning yang 
tepat...

Salam


--- On Wed, 2/18/09, A Nizami  wrote:
From: A Nizami 
Subject: [ekonomi-nasional] Mahalnya Masuk UI? - Uang Pangkal Rp 33 Juta dan 
Kuliah Rp 15 Juta/Tahun
To: [email protected], [email protected], "lisi" 
, "sabili" 
Date: Wednesday, February 18, 2009, 4:13 PM














Semoga berita di bawah ini tidak benar:



http://www.anakui. com/2008/ 07/19/lihat- apa-yang- ui-telah- lakukan-kepada- 
calon-mahasiswa- baru



Terimakasih untuk #9: ary dan #10: UI non-aktifis atas link informasinya yang 
berharga dalam diskusi kita di tulisan Sebuah Pertanyaan…. Mereka memberikan 
link ke dua artikel online dari Media Indonesia. Kedua artikel tersebut 
menggambarkan secara konkret satu hal yang disangkal terus menerus oleh pihak 
rektorat: UI kampus mahal!Ini berita yang pertama:



“Anak saya ternyata diterima di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. Saya sebagai 
orang tua sangat bahagia dan bangga,” kata Rabda mengenang saat melihat hasil 
UMB-PTN melalui internet.

Semangat untuk kuliah di universitas bergengsi tersebut semakin bergejolak 
pada diri Sarah. Terlebih lagi, ia telah lama memimpikan bisa kuliah di kampus 
kuning itu. Tetapi, kebahagiaan Sarah dan kedua orang tuanya tak berlangsung 
lama.

Untuk dapat kuliah di FKM UI, Rabda harus menyiapkan uang pangkal Rp5 juta. 
Selain itu, setiap semester, anaknya harus membayar biaya kuliah Rp7,5 juta. 
“Saya pun pasrah. Sebagai guru, dari mana saya dapat memenuhi uang itu,” 
ujarnya. Dengan perasaan sangat terpukul, Sarah harus melepaskan niatnya kuliah 
di FKM UI. Media Indonesia - Niat Kuliah di PTN Terganjal



Masih ada lagi nih, satu fakta lagi:



Dwi berkisah keberhasilan lolos UMB berkat upaya kerasnya. Selain belajar keras 
selama di sekolah, ia mengikuti kursus bimbingan belajar di Bandung. Terbukti, 
hasil UMB perguruan tinggi negeri (PTN) yang diikutinya cukup memuaskan dan 
sesuai dengan harapan.

Setelah dinyatakan lolos UMB, Dwi pun melaksanakan daftar ulang sesuai 
dengan arahan dalam tata tertib dalam UMB. Dan… ia mengaku sangat terkejut 
dengan nilai uang pendaftaran dan biaya kuliah di UI yang harus dibayarkan.

“Untuk masuk ke Teknik Lingkungan UI yang baru berjalan tiga tahun, orang 
tua saya harus menyediakan uang pangkal sebesar Rp33 juta dan biaya kuliah 
sebesar Rp7,5 juta per semester,” jelasnya.

Setelah berdiskusi dengan kedua orang tuanya, Dwi pun akhirnya memutuskan 
untuk tidak mendaftar ulang di UI. Dengan pertimbangan salah satunya soal 
biaya. Ia pun harus melupakan hasil jerih payahnya mengikuti UMB-PTN. Media 
Indonesia - Jerih Payah itu Sia-Sia



UI! Lihat, apa yang telah kau lakukan terhadap ratusan calon mahasiswa baru 
yang nggak daftar ulang karena masalah biaya! Dari kedua berita tersebut, kita 
tahu bahwa satu hal yang pertama para (calon) mahasiswa baru dan keluarganya 
lihat adalah: bayaran UI 7,5 juta atau 5 juta per semester, dengan uang pangkal 
jutaan.



Hal lainnya, seperti: BOP itu nanti dibayarkan sesuai kemampuan orang tua, di 
UI banyak beasiswa, dan bla-bla-bla- bla lainnya, nggak diketahui para (calon) 
mahasiswa baru. Boleh aja berkali-kali rektorat bilang “ini kan udah 
disosialisasiin”, “di website udah ada informasinya kok”, dan bla-bla-bla- bla 
lainnya, tapi ya, itu dia faktanya: banyak (calon) mahasiswa baru yang 
mengundurkan diri dari UI karena melihat biaya pendidikan itu!



Semuanya, lihat apa yang UI telah lakukan kepada (calon) mahasiswa baru! Dan 
mari kita sama-sama berimajinasi, bila UI terus seperti ini, 5 tahun lagi apa 
yang akan terjadi di UI?



Komentar saya:



Sekarang untuk dapat pendidikan yang baik tidak harus masuk UI.



Kalau dulu anda mungkin bisa bangga bisa masuk UI karena dulu patokannya adalah 
otak anda. Biar pun anda miskin, tapi kalau lulus tes anda pasti masuk..



Kalau sekarang tidak begitu. Kalau tidak punya banyak uang (Rp 60 juta lebih 
untuk S1) maka meski pintar anda sulit masuk UI.



Mungkin bisa dapat, tapi anda harus menghinakan diri anda dan keluarga anda 
dengan mengaku sebagai keluarga miskin, tidak mampu, dsb



Ortu calon mahasiswa tsb tidak salah. Harusnya UI yang aktif memberi informasi. 
Tanya apa orang tua mampu kemudian berikan informasi keringanan yang ada. Bukan 
orang yang harus disuruh mencari informasi.



Ada alternatif lain untuk pendidikan Tinggi yang murah dan terjangkau. BSI yang 
swasta contohnya. Meski tidak dapat