Re: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar
Pak, coba kaji uu bi no 3 th2001 (cmiiw) Tidak hanya inflasi, stabilitas nilai rupiah pun BI emban, sistem pembayaran harus terjamin kemanan dan kelantjarannya. Tentunya bapak punya atm card dan cc kan? Juga urusan perbankan yang sangat erat kaitannya dengan moneter.. Jadi bagi saya mengkaitkan 200jt dengan tugas cetak-edar kurang relevan.. Tks. Sent from my BlogBerry® powered by blog kopidangdut http://kopidangdut.wordpress.com/ ~dari urusan serius seperti dangdut hingga hal remeh sekadar politik jenaka~ -Original Message- From: "Arif Muljadi" Date: Fri, 27 Feb 2009 04:02:34 To: Subject: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar Rp 200J/bulan? Apakah ini benar? Sebenarnya, apa sih jasa BI di dalam memerangi inflasi, dengan kata lain apa jasa BI dalam usaha membuat produksi melimpah? Sederhana dan gampangnya, jawabannya adalah tak ada. Untuk bisa mencetak dan mengedarkan uang, tidak diperlukan ilmu tinggi2. Di dalam sistem kapitalis, seharusnya usaha mencetak dan mengedarkan uang itu dibebaskan, siapa saja seharusnya dibolehkan dong! Kenapa tidak? Silahkan perusahaan2 percetakan dan pengedaran uang itu bersaing! Hahaha... Kalau sistem moneter adalah uang penuh (emas, dsb), bukankah tidak ada yang aneh kalau siapa saja boleh membuat dan menjual (i.e. mengedarkan) uang emas, perak , dst. Ini dimungkinkan karena angka yang tercetak di atas uang emas bukan nilai satuan mata uang, melainkan berat uang itu sendiri. Sebaiknya perdagangan dengan alat bayar emas, perak, dsb. disahkan. --- In [email protected], A Nizami wrote: > > Intinya adalah Serakah (Greed). Itu jugalah yang membuat Krisis Global saat ini. > > Coba tonton film "Wall Street", Oliver Stone.. Serakah itu baik, katanya...:) > Tak heran jika gaji Gubernur BI bisa mencapai Rp 200 juta/bulan jauh di atas gaji presiden yang "hanya" rp 32 juta. > > == > > http://classicfilms.suite101.com/article.cfm/wall_street_the_movie > > Michael Douglas's famous speech on greed, delivered at a stockholders meeting for fictional Teldar Paper in the movie Wall Street, is one of the most famous in motion picture history... > "The point is, ladies and gentleman, that greed, for lack of a > better word, is good. Greed is right, greed works. Greed clarifies, > cuts through, and captures the essence of the evolutionary spirit..." > === > > Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490 > > ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900 > > Informasi selengkapnya ada di: > > http://www.media-islam.or.id > > Ingin belajar Islam? > > Kirim email ke: [email protected] > > --- Pada Rab, 25/2/09, Irwansyah Irwansyah menulis: > > Dari: Irwansyah Irwansyah > Topik: Re: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar > Kepada: [email protected] > Tanggal: Rabu, 25 Februari, 2009, 11:03 PM > > > > > > > > > > > > > Hmm...saya bukan ahli investasi. Tapi setahu saya investasi bisa > > dikategorikan menjadi investasi yang resikonya rendah, menengah, dan > > tinggi. Investasi emas termasuk yang resikonya rendah tapi > > keuntungannya juga rendah kalo istilah para ahli low risk low return, > > high risk high return. > > > > Logikanya, kenapa banyak orang lebih suka investasi di reksadana atau > > saham atau pasar uang daripada investasi di emas? Apakah mereka tidak > > bijak, kurang bijak, atau jauh lebih bijak? > > > > 2009/2/26 Arif Muljadi : > > > Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk dikatakan, tapi > > > mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah dengan membuat > > > produk melimpah! > > > > > > Walaupun sistem ekonomi yang menggunakan uang penuh (seperti uang > > > emas, perak, dsb.), juga bisa mengalami inflasi, yakni ketika > > > barangnya langka, tapi bagaimanapun juga ada karakteristik sistem > > > ekonomi uang penuh yang berbeda mencolok dari sistem uang tanda > > > (seperti uang kertas). Seperti telah digambarkan oleh pak Nizami, dulu > > > semangkok bakso berharga Rp 500, sekarang Rp 7000. Mungkinkah harga > > > bakso bisa lagi menjadi Rp 500 lagi? Pemegang uang kertas, secara > > > teratur, kehilangan kekayaannya, karena nilai/harga uang kertas SELALU > > > menurun, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Sekarang saya tanya. > > > Misal anda masih berumur 30 tahun, katakanlah masih bisa hidup 60 > > > tahun lagi. Tabungan hari tua anda yang akan dipakai dalam masa > > > pensiun, yakni katakanlah 35 tahun ke depan, diinginkan ditanam > > > sebagai em
Re: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar
Hmm...saya bukan ahli investasi. Tapi setahu saya investasi bisa dikategorikan menjadi investasi yang resikonya rendah, menengah, dan tinggi. Investasi emas termasuk yang resikonya rendah tapi keuntungannya juga rendah kalo istilah para ahli low risk low return, high risk high return. Logikanya, kenapa banyak orang lebih suka investasi di reksadana atau saham atau pasar uang daripada investasi di emas? Apakah mereka tidak bijak, kurang bijak, atau jauh lebih bijak? 2009/2/26 Arif Muljadi : > Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk dikatakan, tapi > mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah dengan membuat > produk melimpah! > > Walaupun sistem ekonomi yang menggunakan uang penuh (seperti uang > emas, perak, dsb.), juga bisa mengalami inflasi, yakni ketika > barangnya langka, tapi bagaimanapun juga ada karakteristik sistem > ekonomi uang penuh yang berbeda mencolok dari sistem uang tanda > (seperti uang kertas). Seperti telah digambarkan oleh pak Nizami, dulu > semangkok bakso berharga Rp 500, sekarang Rp 7000. Mungkinkah harga > bakso bisa lagi menjadi Rp 500 lagi? Pemegang uang kertas, secara > teratur, kehilangan kekayaannya, karena nilai/harga uang kertas SELALU > menurun, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Sekarang saya tanya. > Misal anda masih berumur 30 tahun, katakanlah masih bisa hidup 60 > tahun lagi. Tabungan hari tua anda yang akan dipakai dalam masa > pensiun, yakni katakanlah 35 tahun ke depan, diinginkan ditanam > sebagai emas atau uang kertas (USD atau euro sekalipun)? Orang bijak > pasti memilih emas! > > --- In [email protected], Bango Samparan > > wrote: >> >> Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa tidak bisa terjadi inflasi? >> >> Salam hangat >> >> B. Samparan >> > > -- It is not the strongest of the species that survives, nor the most intelligent that survives. It is the one that is the most adaptable to change. (Charles Darwin)
Re: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar
Hi, saya hanya punya tabungan sedikit, dan saya simpan dalam bentuk rupiah. Saya tidak terlalu menghitung-hitung harga pada saat nanti. Mungkin saya tidak termasuk bijak:-) BTW, menyimpan emas kalau yang belum berpengalaman, risiko ditipunya juga banyak:-) Risiko harga emas turun juga mungkin. Tanya saja mas, andai uang memang sudah memakai Dinar dan Dirham, apa berarti gaji, harga dan lain sebagainya lalu konstan? Misalnya tahun 2000 harga beras per kg 0,1 dinar (ngawuran saja mas), bisa dijamin tahun 2010 harganya akan tetap 0,1 dinar? Apa tidak mungkin, pedagang sudah menaikkan harga menjadi 0,2 dinar? Demikian pula hal dengan harga-harga barang lain. Hati-hati dengan fallacy of composition mas, contohnya begitu: "Secara individu ketika orang nonton bola misalnya, berpikir kalau ada adegan seru dengan berdiri pasti akan bisa lebih jelas melihat, saat dia benar-benar berdiri ternyata semua orang berdiri, jadi pandangan tak menjadi lebih baik." Masa-masa sebelum Adam Smith - merchatilisme(?) - pernah tho salah satu ukuran kemakmuran adalah banyaknya emas yang dimiliki oleh suatu negara, sehingga negara-negara berramai-ramai menumpuk cadangan emas. Hasilnya, ya penyakit inflasi parah!. Sekali lagi inflasi penyakit utamanya adalah ketidakseimbangan antara pasar uang dan pasar riil atau permintaan agregat dan penawaran agregat. Salam hangat B. Samparan --- On Thu, 2/26/09, Arif Muljadi wrote: > From: Arif Muljadi > Subject: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan > Massal - Uang yang beredar > To: [email protected] > Date: Thursday, February 26, 2009, 11:14 AM > Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk dikatakan, > tapi > mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah dengan > membuat > produk melimpah! > > Walaupun sistem ekonomi yang menggunakan uang penuh > (seperti uang > emas, perak, dsb.), juga bisa mengalami inflasi, yakni > ketika > barangnya langka, tapi bagaimanapun juga ada karakteristik > sistem > ekonomi uang penuh yang berbeda mencolok dari sistem uang > tanda > (seperti uang kertas). Seperti telah digambarkan oleh pak > Nizami, dulu > semangkok bakso berharga Rp 500, sekarang Rp 7000. > Mungkinkah harga > bakso bisa lagi menjadi Rp 500 lagi? Pemegang uang kertas, > secara > teratur, kehilangan kekayaannya, karena nilai/harga uang > kertas SELALU > menurun, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Sekarang saya > tanya. > Misal anda masih berumur 30 tahun, katakanlah masih bisa > hidup 60 > tahun lagi. Tabungan hari tua anda yang akan dipakai dalam > masa > pensiun, yakni katakanlah 35 tahun ke depan, diinginkan > ditanam > sebagai emas atau uang kertas (USD atau euro sekalipun)? > Orang bijak > pasti memilih emas! > > > > --- In [email protected], Bango Samparan > wrote: > > > > Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa tidak > bisa terjadi inflasi? > > > > Salam hangat > > > > B. Samparan > >
Re: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar
terkadang benar juga sich..kita harus membuat produk melimpah, namun jika dilihat kondisi saat ini sepertinya sangat sulit.. lihat saja, banyak gagal panen, mau dari sudut mana lagi kita bisa menghindari inflasi..bisa dikatakan bahwa saat ini orang lebih suka yang pasti2 seperti emas itu..kira2 dari sudut mana kita bisa menurunkan inflasi atau menghindari inflasi? From: Arif Muljadi To: [email protected] Sent: Thursday, February 26, 2009 11:14:58 AM Subject: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk dikatakan, tapi mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah dengan membuat produk melimpah! Walaupun sistem ekonomi yang menggunakan uang penuh (seperti uang emas, perak, dsb.), juga bisa mengalami inflasi, yakni ketika barangnya langka, tapi bagaimanapun juga ada karakteristik sistem ekonomi uang penuh yang berbeda mencolok dari sistem uang tanda (seperti uang kertas). Seperti telah digambarkan oleh pak Nizami, dulu semangkok bakso berharga Rp 500, sekarang Rp 7000. Mungkinkah harga bakso bisa lagi menjadi Rp 500 lagi? Pemegang uang kertas, secara teratur, kehilangan kekayaannya, karena nilai/harga uang kertas SELALU menurun, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Sekarang saya tanya. Misal anda masih berumur 30 tahun, katakanlah masih bisa hidup 60 tahun lagi. Tabungan hari tua anda yang akan dipakai dalam masa pensiun, yakni katakanlah 35 tahun ke depan, diinginkan ditanam sebagai emas atau uang kertas (USD atau euro sekalipun)? Orang bijak pasti memilih emas! --- In ekonomi-nasional@ yahoogroups. com, Bango Samparan wrote: > > Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa tidak bisa terjadi inflasi? > > Salam hangat > > B. Samparan > [Non-text portions of this message have been removed]
