Re: Bls: [Forum-Pembaca-KOMPAS] "Ibukota Tak Pindah, Rusuh 1998 Bisa Terulang"

2010-08-12 Terurut Topik sugri_soe
bangsa bodoh menghasilkan para pemimpin yang bodoh pula
- sudah jelas : cepat atau lambat Jakarta akan macet total
- sudah jelas : banjir di Jakarta pernah sampai istana pasti suatu saat akan 
berulang dan makin tinggi.

jadi Ibukota pindah sejatinya merupakan keniscayaan. tapi para pemimpin negeri 
ini masih adem ayem. Mestinya sudah mulai bertindak, paling tidak membentuk Tim 
Ahli. Pindah ibokota kan bukan pekerjaan gampang.

tapi kita-kita ini bodoh sehingga memilih para pemimpin yang .

Maaf seperti memaki-maki, cuma cara saja, biar jika ada pemimpin yang (hobi) 
baca terkesan dan kemudian bertindak.

salam
sugri


--- In [email protected], n...@... wrote:
>
> Ya biar saja semua kantor departemen RI pindah dari jakarta kemana pemerintah 
> mau. Kami akan tetap di sini bersama pemprov. Bagi rakyat seperti saya tidak 
> pernah berhubungan dengan kantor kepresidenan dan departemen-departemernnya. 
> Kami cukup dengan lurah sampai tingkat wali kota/bupati. Silakan pemerintah 
> pusat pindah ke tempat yang jauh dari jakarta. 
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> 
> -Original Message-
> From: Wal Suparmo 
> Sender: [email protected]
> Date: Sun, 1 Aug 2010 16:20:22 
> To: news Trans TV; kampus 
> tiga; ; ex menwa 
> UI 2; HMI Kahmi Pro 
> Network; Indonesia 
> Rising; ppiindia; 
> nasional list; 
> technomedia; 
> jurnalisme; AJI 
> INDONESIA; Forum 
> Kompas; 
> warta-lingk; sastra 
> pembebasan; 
> 
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Bls: [Forum-Pembaca-KOMPAS] "Ibukota Tak Pindah, Rusuh 1998 Bisa 
> Terulang"
> 
> Salam,
> Ternyata yang meledakkan kerusuhan itu BUKAN RAKYAT  jelata tetapi para 
> PEMIMPIN  baik POLITIK apalagi AGAMA. Mereka menghasut rakyat.Jadi ibu kota 
> mau dipindah kemana saja,TIDAK BERGUNA., alias sama saja.
> 
> Wasalam,
> Wal Suparmo
>




Re: Bls: [Forum-Pembaca-KOMPAS] "Ibukota Tak Pindah, Rusuh 1998 Bisa Terulang"

2010-08-03 Terurut Topik nas
Ya biar saja semua kantor departemen RI pindah dari jakarta kemana pemerintah 
mau. Kami akan tetap di sini bersama pemprov. Bagi rakyat seperti saya tidak 
pernah berhubungan dengan kantor kepresidenan dan departemen-departemernnya. 
Kami cukup dengan lurah sampai tingkat wali kota/bupati. Silakan pemerintah 
pusat pindah ke tempat yang jauh dari jakarta. 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-Original Message-
From: Wal Suparmo 
Sender: [email protected]
Date: Sun, 1 Aug 2010 16:20:22 
To: news Trans TV; kampus 
tiga; ; ex menwa UI 
2; HMI Kahmi Pro 
Network; Indonesia 
Rising; ppiindia; 
nasional list; 
technomedia; 
jurnalisme; AJI INDONESIA; 
Forum Kompas; 
warta-lingk; sastra 
pembebasan; 

Reply-To: [email protected]
Subject: Bls: [Forum-Pembaca-KOMPAS] "Ibukota Tak Pindah, Rusuh 1998 Bisa 
Terulang"

Salam,
Ternyata yang meledakkan kerusuhan itu BUKAN RAKYAT  jelata tetapi para 
PEMIMPIN  baik POLITIK apalagi AGAMA. Mereka menghasut rakyat.Jadi ibu kota mau 
dipindah kemana saja,TIDAK BERGUNA., alias sama saja.

Wasalam,
Wal Suparmo




Bls: [Forum-Pembaca-KOMPAS] "Ibukota Tak Pindah, Rusuh 1998 Bisa Terulang"

2010-08-02 Terurut Topik Wal Suparmo
Salam,
Ternyata yang meledakkan kerusuhan itu BUKAN RAKYAT  jelata tetapi para 
PEMIMPIN  baik POLITIK apalagi AGAMA. Mereka menghasut rakyat.Jadi ibu kota mau 
dipindah kemana saja,TIDAK BERGUNA., alias sama saja.

Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Kam, 29/7/10, Satrio Arismunandar  
menulis:


Dari: Satrio Arismunandar 
Judul: [Forum-Pembaca-KOMPAS] "Ibukota Tak Pindah, Rusuh 1998 Bisa Terulang"
Kepada: "news Trans TV" , "kampus tiga" 
, [email protected], "ex menwa UI 2" 
, "HMI Kahmi Pro Network" 
, "Indonesia Rising" 
, "ppiindia" , 
"nasional list" , "technomedia" 
, "jurnalisme" , "AJI 
INDONESIA" , "Forum Kompas" 
, "warta-lingk" 
, "sastra pembebasan" 

Tanggal: Kamis, 29 Juli, 2010, 4:43 PM


  



"Ibukota Tak Pindah, Rusuh 98 Bisa Terulang"
Arfi Bambani Amri
Kamis, 29 Juli 2010, 16:25 WIB



VIVAnews -
Pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Indonesia, Andrinof Chaniago, menyatakan pemindahan Ibukota ke luar
Pulau Jawa mendekati titik urgensi. Menurutnya, Jakarta berpotensi
mengalami ledakan sosial dalam rentang 20 tahun yang akan datang.

"Kalau
tidak ada keputusan politik untuk pindah, kita mungkin menghadapi
ledakan sosial seperti Mei 1998," kata Andrinof dalam jumpa pers di
sebuah restoran di Jakarta, Kamis 29 Juli 2010.

Ledakan sosial
itu, kata anggota Visi Indonesia 2033 itu, karena menajamnya
kesenjangan sosial di Jakarta. Kelas menengah ke bawah yang tak bisa
mengakses perumahan murah di tengah kota terpaksa mendiami perumahan
kumuh atau tinggal di luar kota. Ketika tinggal di luar kota, muncul
beban transportasi karena lapangan pekerjaan hanya tersedia di tengah
kota.

Saat yang sama, pemerintah tidak memberikan pelayanan
transportasi massal, cepat dan murah sehingga beban untuk warga
menengah ke bawah semakin besar. "Muncullah cost of poverty,"
kata Tata Mutasya, ekonom lulusan Universitas Indonesia dalam jumpa
pers bersama Andrinof. "Yaitu orang miskin membayar lebih mahal," kata
Tata yang mendapatkan master di bidang ekonomi dari sebuah universitas
di Turin, Italia, itu.

Maksudnya membayar lebih mahal adalah,
orang-orang kalangan menengah atas yang bisa tinggal di dalam kota tak
membutuhkan biaya banyak untuk tiba di tempat kerja. Sementara,
kalangan menengah bawah harus berjibaku dengan kemacetan namun juga
dengan biaya yang lebih banyak untuk sampai ke tempat kerja.

Jadinya
apa? "Satu dari sepuluh orang di Jakarta ini bisa dikatakan mengidap
gangguan jiwa ringan," kata Andrinof. Kemudian delapan dari sepuluhnya
mengalami stres. Kemudian angka kriminalitas menaik karena perbedaan
pendapatan yang semakin tajam.

"Jelas, mempertahankan Jakarta
sebagai Ibukota sampai beberapa tahun ke depan sangat berbahaya, karena
segregasi semakin menajam," katanya. (hs)

Satrio Arismunandar 
Executive ProducerNews Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 3542,  Fax: 79184558, 
79184627 http://satrioarismunandar6.blogspot.com
HP: 0819 0819 9163

"Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan turunnya si tigawarna 
(Belanda). Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk, belumlah pekerjaan 
kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyaknya keringat"

(Pidato Bung Karno, 17 Agustus 1950)

[Non-text portions of this message have been removed]










[Non-text portions of this message have been removed]