*https://industri.kontan.co.id/news/bio-farma-bakal-produksi-vaksin-secara-bertahap-hingga-17-juta-dosis-per-bulan#utm_source=kontan.co.id&utm_medium=kgnotif&utm_campaign=bio-farma-bakal-produksi-vaksin-secara-bertahap-hingga-17-juta-dosis-per-bulan&message_id=2ee8878f-6f5c-4fd9-96f4-154a53348f98&received_count=1
<https://industri.kontan.co.id/news/bio-farma-bakal-produksi-vaksin-secara-bertahap-hingga-17-juta-dosis-per-bulan#utm_source=kontan.co.id&utm_medium=kgnotif&utm_campaign=bio-farma-bakal-produksi-vaksin-secara-bertahap-hingga-17-juta-dosis-per-bulan&message_id=2ee8878f-6f5c-4fd9-96f4-154a53348f98&received_count=1>*


Bio Farma bakal produksi vaksin secara bertahap, hingga 17 juta dosis per
bulan

Senin, 19 Oktober 2020 / 17:33 WIB

eporter: *Agung Hidayat* | Editor: *Noverius Laoli*

*KONTAN.CO.ID <http://KONTAN.CO.ID> - JAKARTA*. PT Bio Farma (persero)
bersiap memproduksi vaksin untuk penyakit Covid-19, saat ini produk vaksin
masih dalam proses riset. Perusahaan pelat merah ini sudah menyiapkan
kapasitas yang mumpuni untuk memproduksi vaksin tersebut.

Sekretaris PT Bio Farma, Bambang Heriyanto mengatakan bahwa jika vaksin
sudah di *approve *oleh BPOM maka produksinya akan dilakukan secara
bertahap.

"Kami akan produksi dengan berhati-hati dan menjaga kualitasnya, untuk itu
secara bertahap sekitar 16-17 juta dosis per bulan," ujarnya saat talkshow
dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Senin (19/10).

Bio Farma tidak secara gamblang kapan target vaksin diproduksi secara
massal, namun menurut paparan Bambang perizinan dari BPOM ini ia perkirakan
bisa dimulai setelah proses uji klinis selesai pada Januari 2021, dimana
saat itu sudah ada prototype vaksinnya. Untuk itu selama bulan November
atau Desember 2020 akan dilakukan terus menerus uji klinisnya.

*Baca Juga: Kemenkes: Vaksin Covid-19 untuk 9,1 juta orang telah tersedia
pada 2020
<https://nasional.kontan.co.id/news/kemenkes-vaksin-virus-covid-19-untuk-91-juta-orang-telah-tersedia-pada-2020>*

Persiapan uji klinis, menurut Bambang, harus dilakukan terhadap suplai yang
dikirim dari perusahaan Cina, Sinofac, tersebut. Pasalnya vaksin-vaksin
tersebut harus melalui stability, dan quality control untuk menjaga
kualitasnya, inilah mengapa Bio Farma harus memproduksi vaksin secara
bertahap.

Adapun saat ini Bio Farma telah sampai di tahap uji klinis tingkat III.
Bambang menyebut vaksin yang didapatkan dari Sinofac, Cina, ini memiliki
dua dosis. Dosis pertama sudah disuntikan pada 1.620 relawan. Sedangkan
dosis kedua sudah disuntikan kepada 1.074 relawan, dan 671 orang sudah
diambil darahnya.

Bambang memperkirakan laporan uji klinis vaksin ini bisa rampung pada
Januari 2021 dimana hasil uji klinis tersebut nantinya akan diajukan kepada
BPOM untuk mendapatka*n emergency use of authorization*, atau penggunaan
untuk keadaan darurat.

"Mudah-mudahan ini (uji klinis) akan selesai januari 2021, sehingga laporan
uji klinis bisa digunakan untuk mendapatkan emergency use of authorization
dari regulator kita BPOM," sebut Bambang.

*Baca Juga: BPOM kawal pelaksanaan uji klinik vaksin virus corona
(Covid-19)
<https://nasional.kontan.co.id/news/bpom-kawal-pelaksanaan-uji-klinik-vaksin-virus-corona-covid-19>*

Mengenai target produksi, Bambang bilang perusahaannya berkomitmen untuk
menyiapkan vaksin Covid-19 sebanyak 260 juta dosis. Hal ini dilakukan
dengan kemampuan produksi vaksin Bio Farma yang sudah mencapai level 250
juta dosis setiap tahunnya.

Biofarma sendiri sebelumnya diketahui memiliki kapasitas produksi vaksin
hingga 100 juta dosis per tahun. Barulah di tahun ini perseroan
berinvestasi sebanyak Rp 1,3 triliun untuk menambah kapasitas produksinya.

Caranya dengan mengoperasikan kembali Gedung 43 milik perusahaan yang
sebelumnya diketahui memiliki kapasitas produksi 150 juta dosis pertahun.
Investasi tersebut tak hanya disuntikkan untuk pengembangan infrastruktur,
namun juga menambah kekuatan sumber daya manusia di bidang riset dan
pengembangan (RND) dan juga teknologi produksi di gedung baru tersebut.

Dari sisi harga, perseroan menyatakan kisaran harga vaksin Covid-19 sejauh
ini masih di kisaran Rp 200.000 per dosis. Karena vaksin Covid-19
memerlukan dua injeksi, total biaya vaksin Covid-19 per jiwa adalah sekitar
Rp 400.000

*Baca Juga: Uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 oleh Bio Farma telah berjalan
sesuai rencana
<https://regional.kontan.co.id/news/uji-klinis-fase-3-vaksin-covid-19-oleh-bio-farma-telah-berjalan-sesuai-rencana>*

Sebagai induk holding BUMN farmasi, anak usaha Bio Farma juga turut
melakukan pengadaan vaksi Covid-19, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) misalnya saat
ini tengah berkomunikasi secara intensif dengan perusahaan Abu Dhabi, G42
Healthcare Holding untuk teknis kerja sama distribusi calon vaksin Covid-19
yang diproduksi perusahaan tersebut bekerja sama dengan perusahaan
bioteknologi China, Sinopharm.

Vaksin tersebut akan didistribusikan ke Indonesia dan diproduksi oleh G42
di Uni Emirate Arab (UEA) yang saat ini tengah dalam proses uji klinis 3 di
negara tersebut. Anak usaha Bio Farma yang lain, PT Indofarma Tbk (INAF)
turut melaksanakan pengadaan vaksin Covid-19 dari perusahaan bioteknologi
Novavax Inc.

Asal tahu saja saat ini Novavax sedang melakukan uji klinis fase 3 di
Inggris. Uji coba ini dilaksanakan di Inggris bekerjasama dengan Satgas
Vaksin pemerintah Inggris.


Selanjutnya: Orang muda dan sehat tak akan dapat vaksin Covid-19 hingga
2022, ini penjelasan WHO
<https://kesehatan.kontan.co.id/news/orang-muda-dan-sehat-tak-akan-dapat-vaksin-covid-19-hingga-2022-ini-penjelasan-who>


 Sebelumnya
<https://industri.kontan.co.id/news/bio-farma-bakal-produksi-vaksin-secara-bertahap-hingga-17-juta-dosis-per-bulan?page=1>

Kirim email ke