Re: Re: [GELORA45] Entas Rakyat Miskin melalui Pemberdayaan Ekonomi

2018-02-09 Terurut Topik Tatiana Lukman jetaimemuc...@yahoo.com [GELORA45]
Ha...ha..ha di Tkk,  Diktatur Proletariat  Kata "proletariat" hanya untuk 
menyelimuti para "kapitalis-komprador-penghisap"! Ingat ya konstitusi 
PKTpun sudah berubahKaum kapitalis dengan mempertahankan praktek 
penghisapannya boleh jadi anggota PKT...Itulah "pengembangan" genial Deng 
xiaoping atas prinsip Leninis dari Partai Komunis..Siapa yang percaya pada 
ocehan si Chan ttg DP???  

On Friday, February 9, 2018 7:16 PM, "Chalik Hamid chalik.ha...@yahoo.co.id 
[GELORA45]" <GELORA45@yahoogroups.com> wrote:
 

  

   - Pesan yang Diteruskan - Dari: ajeg ajegil...@yahoo.com [GELORA45] 
<GELORA45@yahoogroups.com>Kepada: GELORA45@yahoogroups.com 
<GELORA45@yahoogroups.com>Terkirim: Jumat, 9 Februari 2018 19.08.42 GMT+1Judul: 
Re: [GELORA45] Entas Rakyat Miskin melalui Pemberdayaan Ekonomi
     MengentaskanRakyat miskin sebenarnya gampang saja buat pemerintahanmana 
pun. Tinggal genjot satu-dua perkampungan denganbantuan ini-itu maka 
diberitakanlah jumlah Rakyat miskin di negerinyaberkurang satu-dua kampung.. 
Ada data statistik bahkankondisi faktual yang bisa membuktikan bahwa Rakyat 
miskinmemang terentaskan sebanyak itu, dua kampung. Ya, cuma 2kampung dari 
total ribuan kampung.
Begitulahyang selama ini dikerjakan pemerintahan di mana pun.Orientasinyahanya 
pengurangan jumlah orang miskin, dan bukan betul-betulmemberantas kemiskinan.
RRCbarangkali termasuk beruntung kalau betul bisa mengentaskan seluruh 
Rakyatmiskinnya, kendati kemiskinan tentu saja bukan hanya soaluang dan harta. 
Keberhasilan RRC itu pun tidak lepas dari adanyapemerintahan yang langgeng 
selama puluhan tahun. Itulahkelebihan dari sistem partai tunggal dibanding 
multi-partai. Partaitunggal otomatis menjadi penguasa tunggal jangka panjang, 
sekalipun penguasa tunggal belum tentu juga Merakyat ataudipastikan 
dengan sendirinya memberdayakan Rakyat. Desa Huaxi yang kita bahas 
tempohari itu misalnya, kemakmuran desanya kan tidak (atau belum?) 
membuat warganya berdikari, berdaulat. Sebab, kemewahan harta 
benda yang dinikmati warga ternyata bukan milik mereka pribadi 
melainkan milik bersama, milik desa. Karena itu harus ditanggalkan 
danditinggal di desa itu jika ia keluar / pindah ke desa lain.
Jadi, sayasetuju, pembangunan di Indonesia haruslah berdasarkan pada kondisidi 
Indonesia sendiri. Tidak perlu mencomot begitu saja sistempembangunan negara 
lain. Kalau kebetulan cocok bolehlah dicoba.Jangan sudah tidak cocok tapi tetap 
dipaksakan demi kepentingan pihak lainseperti yang sekarang berjalan dan mulai 
mengarah kepadaterbentuknyakemiskinan kultural.
--- SADAR@... wrote:
Masalah pokok yang dihadapi setiap negara sebetulnyayaaa sama saja, kekuasan 
Pemerintah itu ditangan siapa? Ditangan RAKYAT dalamarti sesungguhnya atau 
hanya mengatasnamai rakyat, ... Tiongkok bersandar padaPartai Komunis 
menegakkan Republik Rakyat TIongkok, dimana sampai sekarangTETAP mempertahankan 
prinsip Dikatatur Proletariat, kekuasaan tunggal PKT! 
Sekalipun dihujat sementara orang yang menuduh PKT sudah berubah menjadi Partai 
KAPITALIS Tiongkok, menghianati RAKYAT, ... tapi dalam kenyataan, masih 
menunjukkan kemampuannya membawa maju 1,4 milyar RAKYAT TIongkok hidup lebih 
sejahtera dan BEBAS dari kemiskinan. Selalu menekankan keberhasilan 
mengentaskan kemiskinan RAKYAT sepenuhnya tergantung dari komite Partai 
setempat. Lebih dahulu membenahi organisasi Partai didesa-desa 
terbelakang/miskin itu, ... mengirimkan kader, teknokrat dan dana untuk 
membangun desa terbelang/miskin menjadi desa maju dan makmur, ... Pengalaman 
dinegara lain, seperti Indonesia tentu harus bersandar pada kondisi di 
Indonesia sendiri, tidak bisa bersandar pada Partai Komunis yang sampai 
sekarang tetap saja dijadikan momok yg ditakut-takuti, semua orang yang bela 
RAKYAT jadi takut dituduh komunis! Sebelum pemerintah yang berkuasa sungguh2 
pemerintah RAKYAT, tentu tidak bisa dituntut seperti RRT, memusatkan kerjanya 
utk RAKYAT! Yaa, harus bangkitkan kesadaran masyarakat, termasuk kesadaran 
pengusaha berjiwa sosial, ... agar bersedia tanamkan modal utk mengentaskan 
kemiskinan RAKYAT disekitarnya saja? Atau ada gerak pengusaha berhasil 
kumpulkan dana, entah sekian % dari keuntungan setiap tahunnya dalam satu 
foundation, lalu menemukan organisasi sosial macam Lion Club untuk kerjakan 
usaha membantu RAKYAT miskin. Syukur pemerintah ikut memberikan rangsang dan 
kemudahan pengusaha utk buka usaha didaerah miskin, ...! Jadi BETUL-BETUL 
menggerakan sumber daya, SDM sebaik-baiknya dan bisa meningkatkan kesejahteraan 
dgn usaha yang berhasil, ... bukan hanya sedekah dengan memberi 10-20Kg beras 
saja!

From: ajeg
Mengentaskan Rakyat miskin ya Rakyatnyalah yang harus 
didekati, diberi motivasi, dibimbing, didampingi sampai 
betul-betul berdaya untuk keluar dari kemiskinan. Berdikari.
Kalau yang didekati pengusaha, tidak ada jaminan kerja itu 
betul-betul memberdayakan Rakyat. Biasanya han

Fw: Re: [GELORA45] Entas Rakyat Miskin melalui Pemberdayaan Ekonomi

2018-02-09 Terurut Topik Chalik Hamid chalik.ha...@yahoo.co.id [GELORA45]
 

   - Pesan yang Diteruskan - Dari: ajeg ajegil...@yahoo.com [GELORA45] 
<GELORA45@yahoogroups.com>Kepada: GELORA45@yahoogroups.com 
<GELORA45@yahoogroups.com>Terkirim: Jumat, 9 Februari 2018 19.08.42 GMT+1Judul: 
Re: [GELORA45] Entas Rakyat Miskin melalui Pemberdayaan Ekonomi
     

MengentaskanRakyat miskin sebenarnya gampang saja buat pemerintahanmana pun.. 
Tinggal genjot satu-dua perkampungan denganbantuan ini-itu maka diberitakanlah 
jumlah Rakyat miskin di negerinyaberkurang satu-dua kampung. Ada data statistik 
bahkankondisi faktual yang bisa membuktikan bahwa Rakyat miskinmemang 
terentaskan sebanyak itu, dua kampung. Ya, cuma 2kampung dari total ribuan 
kampung.
Begitulahyang selama ini dikerjakan pemerintahan di mana pun.Orientasinyahanya 
pengurangan jumlah orang miskin, dan bukan betul-betulmemberantas kemiskinan.
RRCbarangkali termasuk beruntung kalau betul bisa mengentaskan seluruh 
Rakyatmiskinnya, kendati kemiskinan tentu saja bukan hanya soaluang dan harta. 
Keberhasilan RRC itu pun tidak lepas dari adanyapemerintahan yang langgeng 
selama puluhan tahun. Itulahkelebihan dari sistem partai tunggal dibanding 
multi-partai. Partaitunggal otomatis menjadi penguasa tunggal jangka panjang, 
sekalipun penguasa tunggal belum tentu juga Merakyat ataudipastikan 
dengan sendirinya memberdayakan Rakyat. Desa Huaxi yang kita bahas 
tempohari itu misalnya, kemakmuran desanya kan tidak (atau belum?) 
membuat warganya berdikari, berdaulat. Sebab, kemewahan harta 
benda yang dinikmati warga ternyata bukan milik mereka pribadi 
melainkan milik bersama, milik desa. Karena itu harus ditanggalkan 
danditinggal di desa itu jika ia keluar / pindah ke desa lain.
Jadi, sayasetuju, pembangunan di Indonesia haruslah berdasarkan pada kondisidi 
Indonesia sendiri. Tidak perlu mencomot begitu saja sistempembangunan negara 
lain. Kalau kebetulan cocok bolehlah dicoba.Jangan sudah tidak cocok tapi tetap 
dipaksakan demi kepentingan pihak lainseperti yang sekarang berjalan dan mulai 
mengarah kepadaterbentuknyakemiskinan kultural.
--- SADAR@... wrote:
Masalah pokok yang dihadapi setiap negara sebetulnyayaaa sama saja, kekuasan 
Pemerintah itu ditangan siapa? Ditangan RAKYAT dalamarti sesungguhnya atau 
hanya mengatasnamai rakyat, ... Tiongkok bersandar padaPartai Komunis 
menegakkan Republik Rakyat TIongkok, dimana sampai sekarangTETAP mempertahankan 
prinsip Dikatatur Proletariat, kekuasaan tunggal PKT! 
Sekalipun dihujat sementara orang yang menuduh PKT sudah berubah menjadi Partai 
KAPITALIS Tiongkok, menghianati RAKYAT, ... tapi dalam kenyataan, masih 
menunjukkan kemampuannya membawa maju 1,4 milyar RAKYAT TIongkok hidup lebih 
sejahtera dan BEBAS dari kemiskinan. Selalu menekankan keberhasilan 
mengentaskan kemiskinan RAKYAT sepenuhnya tergantung dari komite Partai 
setempat. Lebih dahulu membenahi organisasi Partai didesa-desa 
terbelakang/miskin itu, ... mengirimkan kader, teknokrat dan dana untuk 
membangun desa terbelang/miskin menjadi desa maju dan makmur, ... Pengalaman 
dinegara lain, seperti Indonesia tentu harus bersandar pada kondisi di 
Indonesia sendiri, tidak bisa bersandar pada Partai Komunis yang sampai 
sekarang tetap saja dijadikan momok yg ditakut-takuti, semua orang yang bela 
RAKYAT jadi takut dituduh komunis! Sebelum pemerintah yang berkuasa sungguh2 
pemerintah RAKYAT, tentu tidak bisa dituntut seperti RRT, memusatkan kerjanya 
utk RAKYAT! Yaa, harus bangkitkan kesadaran masyarakat, termasuk kesadaran 
pengusaha berjiwa sosial, ... agar bersedia tanamkan modal utk mengentaskan 
kemiskinan RAKYAT disekitarnya saja? Atau ada gerak pengusaha berhasil 
kumpulkan dana, entah sekian % dari keuntungan setiap tahunnya dalam satu 
foundation, lalu menemukan organisasi sosial macam Lion Club untuk kerjakan 
usaha membantu RAKYAT miskin. Syukur pemerintah ikut memberikan rangsang dan 
kemudahan pengusaha utk buka usaha didaerah miskin, ...! Jadi BETUL-BETUL 
menggerakan sumber daya, SDM sebaik-baiknya dan bisa meningkatkan kesejahteraan 
dgn usaha yang berhasil, ... bukan hanya sedekah dengan memberi 10-20Kg beras 
saja!

From: ajeg
Mengentaskan Rakyat miskin ya Rakyatnyalah yang harus 
didekati, diberi motivasi, dibimbing, didampingi sampai 
betul-betul berdaya untuk keluar dari kemiskinan. Berdikari.
Kalau yang didekati pengusaha, tidak ada jaminan kerja itu 
betul-betul memberdayakan Rakyat. Biasanya hanya 
memberdayakan si kepala pemerintahan dengan memperdaya 
Rakyat.
Kalau pun pengusaha berinisiatif melakukan gerakan sosial,juga tidak ada 
jaminan bakal memberdikarikan Rakyat karenagerakan sosialnya terbatas pada satu 
atau dua program dan 
berjangka waktu pendek. Walhasil bantuan sosialnya jatuhnyahanya sekaliber 
sedekah.
Jadi, harus ada pengembalian pola pikir bahwa Rakyatlah 
pemilik tanah / negeri sesungguhnya. Rakyat bukanlah entitasyang terstruktur 
untuk berada di bawah sementera penguasa, 
pengusaha, dan konco adalah kaum yang di atas. Ini yang 
diperjuangkan orang 

Re: [GELORA45] Entas Rakyat Miskin melalui Pemberdayaan Ekonomi

2018-02-09 Terurut Topik ajeg ajegil...@yahoo.com [GELORA45]
MengentaskanRakyat miskin sebenarnya gampang saja buat pemerintahanmana pun.. 
Tinggal genjot satu-dua perkampungan denganbantuan ini-itu maka diberitakanlah 
jumlah Rakyat miskin di negerinyaberkurang satu-dua kampung. Ada data statistik 
bahkankondisi faktual yang bisa membuktikan bahwa Rakyat miskinmemang 
terentaskan sebanyak itu, dua kampung. Ya, cuma 2kampung dari total ribuan 
kampung.
Begitulahyang selama ini dikerjakan pemerintahan di mana pun.Orientasinyahanya 
pengurangan jumlah orang miskin, dan bukan betul-betulmemberantas kemiskinan.
RRCbarangkali termasuk beruntung kalau betul bisa mengentaskan seluruh 
Rakyatmiskinnya, kendati kemiskinan tentu saja bukan hanya soaluang dan harta. 
Keberhasilan RRC itu pun tidak lepas dari adanyapemerintahan yang langgeng 
selama puluhan tahun. Itulahkelebihan dari sistem partai tunggal dibanding 
multi-partai. Partaitunggal otomatis menjadi penguasa tunggal jangka panjang, 
sekalipun penguasa tunggal belum tentu juga Merakyat ataudipastikan 
dengan sendirinya memberdayakan Rakyat. Desa Huaxi yang kita bahas 
tempohari itu misalnya, kemakmuran desanya kan tidak (atau belum?) 
membuat warganya berdikari, berdaulat. Sebab, kemewahan harta 
benda yang dinikmati warga ternyata bukan milik mereka pribadi 
melainkan milik bersama, milik desa. Karena itu harus ditanggalkan 
danditinggal di desa itu jika ia keluar / pindah ke desa lain.
Jadi, sayasetuju, pembangunan di Indonesia haruslah berdasarkan pada kondisidi 
Indonesia sendiri. Tidak perlu mencomot begitu saja sistempembangunan negara 
lain. Kalau kebetulan cocok bolehlah dicoba.Jangan sudah tidak cocok tapi tetap 
dipaksakan demi kepentingan pihak lainseperti yang sekarang berjalan dan mulai 
mengarah kepadaterbentuknyakemiskinan kultural.
--- SADAR@... wrote:
Masalah pokok yang dihadapi setiap negara sebetulnyayaaa sama saja, kekuasan 
Pemerintah itu ditangan siapa? Ditangan RAKYAT dalamarti sesungguhnya atau 
hanya mengatasnamai rakyat, ... Tiongkok bersandar padaPartai Komunis 
menegakkan Republik Rakyat TIongkok, dimana sampai sekarangTETAP mempertahankan 
prinsip Dikatatur Proletariat, kekuasaan tunggal PKT! 
Sekalipun dihujat sementara orang yang menuduh PKT sudah berubah menjadi Partai 
KAPITALIS Tiongkok, menghianati RAKYAT, ... tapi dalam kenyataan, masih 
menunjukkan kemampuannya membawa maju 1,4 milyar RAKYAT TIongkok hidup lebih 
sejahtera dan BEBAS dari kemiskinan. Selalu menekankan keberhasilan 
mengentaskan kemiskinan RAKYAT sepenuhnya tergantung dari komite Partai 
setempat. Lebih dahulu membenahi organisasi Partai didesa-desa 
terbelakang/miskin itu, ... mengirimkan kader, teknokrat dan dana untuk 
membangun desa terbelang/miskin menjadi desa maju dan makmur, ... Pengalaman 
dinegara lain, seperti Indonesia tentu harus bersandar pada kondisi di 
Indonesia sendiri, tidak bisa bersandar pada Partai Komunis yang sampai 
sekarang tetap saja dijadikan momok yg ditakut-takuti, semua orang yang bela 
RAKYAT jadi takut dituduh komunis! Sebelum pemerintah yang berkuasa sungguh2 
pemerintah RAKYAT, tentu tidak bisa dituntut seperti RRT, memusatkan kerjanya 
utk RAKYAT! Yaa, harus bangkitkan kesadaran masyarakat, termasuk kesadaran 
pengusaha berjiwa sosial, ... agar bersedia tanamkan modal utk mengentaskan 
kemiskinan RAKYAT disekitarnya saja? Atau ada gerak pengusaha berhasil 
kumpulkan dana, entah sekian % dari keuntungan setiap tahunnya dalam satu 
foundation, lalu menemukan organisasi sosial macam Lion Club untuk kerjakan 
usaha membantu RAKYAT miskin. Syukur pemerintah ikut memberikan rangsang dan 
kemudahan pengusaha utk buka usaha didaerah miskin, ...! Jadi BETUL-BETUL 
menggerakan sumber daya, SDM sebaik-baiknya dan bisa meningkatkan kesejahteraan 
dgn usaha yang berhasil, ... bukan hanya sedekah dengan memberi 10-20Kg beras 
saja!

From: ajeg
Mengentaskan Rakyat miskin ya Rakyatnyalah yang harus 
didekati, diberi motivasi, dibimbing, didampingi sampai 
betul-betul berdaya untuk keluar dari kemiskinan. Berdikari.
Kalau yang didekati pengusaha, tidak ada jaminan kerja itu 
betul-betul memberdayakan Rakyat. Biasanya hanya 
memberdayakan si kepala pemerintahan dengan memperdaya 
Rakyat.
Kalau pun pengusaha berinisiatif melakukan gerakan sosial,juga tidak ada 
jaminan bakal memberdikarikan Rakyat karenagerakan sosialnya terbatas pada satu 
atau dua program dan 
berjangka waktu pendek. Walhasil bantuan sosialnya jatuhnyahanya sekaliber 
sedekah.
Jadi, harus ada pengembalian pola pikir bahwa Rakyatlah 
pemilik tanah / negeri sesungguhnya. Rakyat bukanlah entitasyang terstruktur 
untuk berada di bawah sementera penguasa, 
pengusaha, dan konco adalah kaum yang di atas. Ini yang 
diperjuangkan orang sejak perang dunia pertama, lalu seenaknyadijungkirbalik 
oleh para "pemenang" perang dunia kedua.

Manusianyalah yang harus dibangun. Bukan desanya, kotanya, 
apalagi sekedar rel kereta.

--- djiekh@... wrote:
Kalau di beberapa kota kalau bupatinya mau melakukan pendekatan pada organisasi 
sosial dan 

Re: [GELORA45] Entas Rakyat Miskin melalui Pemberdayaan Ekonomi

2018-02-09 Terurut Topik kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]
Mengentaskan kemiskinan, memajukan pedesaan itu tugas pemerintah melalui
kementreriannya.
Memberi bimbingan dll., tetapi kalau tidak ada yang benar2 berpengalaman,
ya ini yang paling
sulit cari pembimbingnya.
Mungkin ada dari kaum pensiunan ?
Bupati bisa extra membantu dengan minta bantuan usahawan2 di bidang yang
mereka dapat bantu
secara fisik, misalnya pemberian pompa air, pemberian pipa2 pralon, ngajari
pakainya, mendatangkan
orang ahli cari sumber air, bikin embung dengan mesin, dll., tetapi tidak
bisa ditugasi untuk hal2 yang
membutuhkan waktu banyak, dan hal2 bukan bidang mereka. Mereka sendiri kan
repot cari nafkah.
Kalau kebetulan ada seperti Ir. Kwik Kian Djien (Budi Dharmawan) yang punya
usaha pertanian di Bawen,
dengan Yayasannya OBOR TANI , yang membuat embung gratis senilai 1 milyard
rupiah untuk desa
Genting, ya bisa bantu dalam masalah bibit dan penjualan hasil.
Tetapi bukan maksudnya, tugas kementerian harus dikerjakan oleh pengusaha.
http://nasional.kompas.com/read/2009/07/30/03225613/twitter.com


2018-02-09 9:57 GMT+01:00 'Chan CT' sa...@netvigator.com [GELORA45] <
GELORA45@yahoogroups.com>:

>
>
> Masalah pokok yang dihadapi setiap negara sebetulnya yaaa sama saja,
> kekuasan Pemerintah itu ditangan siapa? Ditangan RAKYAT dalam arti
> sesungguhnya atau hanya mengatasnamai rakyat, ... Tiongkok bersandar pada
> Partai Komunis menegakkan Republik Rakyat TIongkok, dimana sampai sekarang
> TETAP mempertahankan prinsip Dikatatur Proletariat, kekuasaan tunggal PKT!
>
> Sekalipun dihujat sementara orang yang menuduh PKT sudah berubah menjadi
> Partai KAPITALIS Tiongkok, menghianati RAKYAT, ... tapi dalam kenyataan,
> masih menunjukkan kemampuannya membawa maju 1,4 milyar RAKYAT TIongkok
> hidup lebih sejahtera dan BEBAS dari kemiskinan. Selalu menekankan
> keberhasilan mengentaskan kemiskinan RAKYAT sepenuhnya tergantung dari
> komite Partai setempat. Lebih dahulu membenahi organisasi Partai
> didesa-desa terbelakang/miskin itu, ... mengirimkan kader, teknokrat dan
> dana untuk membangun desa terbelang/miskin menjadi desa maju dan makmur, 
>
> Pengalaman dinegara lain, seperti Indonesia tentu harus bersandar pada
> kondisi di Indonesia sendiri, tidak bisa bersandar pada Partai Komunis yang
> sampai sekarang tetap saja dijadikan momok yg ditakut-takuti, semua orang
> yang bela RAKYAT jadi takut dituduh komunis! Sebelum pemerintah yang
> berkuasa sungguh2 pemerintah RAKYAT, tentu tidak bisa dituntut seperti RRT,
> memusatkan kerjanya utk RAKYAT! Yaa, harus bangkitkan kesadaran masyarakat,
> termasuk kesadaran pengusaha berjiwa sosial, ... agar bersedia tanamkan
> modal utk mengentaskan kemiskinan RAKYAT disekitarnya saja? Atau ada gerak
> pengusaha berhasil kumpulkan dana, entah sekian % dari keuntungan setiap
> tahunnya dalam satu foundation, lalu menemukan organisasi sosial macam Lion
> Club untuk kerjakan usaha membantu RAKYAT miskin. Syukur pemerintah ikut
> memberikan rangsang dan kemudahan pengusaha utk buka usaha didaerah miskin,
> ...! Jadi BETUL-BETUL menggerakan sumber daya, SDM sebaik-baiknya dan bisa
> meningkatkan kesejahteraan dgn usaha yang berhasil, ... bukan hanya sedekah
> dengan memberi 10-20Kg beras saja!
>
>
>
> *From:* ajeg ajegil...@yahoo.com [GELORA45]
> *Sent:* Friday, February 9, 2018 2:25 PM
> *To:* GELORA45@yahoogroups.com
> *Subject:* Re: [GELORA45] Entas Rakyat Miskin melalui Pemberdayaan Ekonomi
>
>
>
> Mengentaskan Rakyat miskin ya Rakyatnyalah yang harus
> didekati, diberi motivasi, dibimbing, didampingi sampai
> betul-betul berdaya untuk keluar dari kemiskinan. Berdikari.
>
> Kalau yang didekati pengusaha, tidak ada jaminan kerja itu
> betul-betul memberdayakan Rakyat. Biasanya hanya
> memberdayakan si kepala pemerintahan dengan memperdaya
> Rakyat.
>
> Kalau pun pengusaha berinisiatif melakukan gerakan sosial,
> juga tidak ada jaminan bakal memberdikarikan Rakyat karena
> gerakan sosialnya terbatas pada satu atau dua program dan
> berjangka waktu pendek. Walhasil bantuan sosialnya jatuhnya
> hanya sekaliber sedekah.
>
> Jadi, harus ada pengembalian pola pikir bahwa Rakyatlah
> pemilik tanah / negeri sesungguhnya. Rakyat bukanlah entitas
> yang terstruktur untuk berada di bawah sementera penguasa,
> pengusaha, dan konco adalah kaum yang di atas. Ini yang
> diperjuangkan orang sejak perang dunia pertama, lalu seenaknya
> dijungkirbalik oleh para "pemenang" perang dunia kedua.
>
> Manusianyalah yang harus dibangun. Bukan desanya, kotanya,
> apalagi sekedar rel kereta.
>
>
>
> --- djiekh@... wrote:
>
> Kalau di beberapa kota kalau bupatinya mau melakukan pendekatan
> pada organisasi sosial dan pengusaha untuk membantu memajukan
> pedesaan melalui proyek2 kecil dulu, yang mereka sanggup lakukan,
> saya kira bisa berhasil.

Re: [GELORA45] Entas Rakyat Miskin melalui Pemberdayaan Ekonomi

2018-02-09 Terurut Topik 'Chan CT' sa...@netvigator.com [GELORA45]
Masalah pokok yang dihadapi setiap negara sebetulnya yaaa sama saja, kekuasan 
Pemerintah itu ditangan siapa? Ditangan RAKYAT dalam arti sesungguhnya atau 
hanya mengatasnamai rakyat, ... Tiongkok bersandar pada Partai Komunis 
menegakkan Republik Rakyat TIongkok, dimana sampai sekarang TETAP 
mempertahankan prinsip Dikatatur Proletariat, kekuasaan tunggal PKT! 

Sekalipun dihujat sementara orang yang menuduh PKT sudah berubah menjadi Partai 
KAPITALIS Tiongkok, menghianati RAKYAT, ... tapi dalam kenyataan, masih 
menunjukkan kemampuannya membawa maju 1,4 milyar RAKYAT TIongkok hidup lebih 
sejahtera dan BEBAS dari kemiskinan. Selalu menekankan keberhasilan 
mengentaskan kemiskinan RAKYAT sepenuhnya tergantung dari komite Partai 
setempat. Lebih dahulu membenahi organisasi Partai didesa-desa 
terbelakang/miskin itu, ... mengirimkan kader, teknokrat dan dana untuk 
membangun desa terbelang/miskin menjadi desa maju dan makmur, ...

Pengalaman dinegara lain, seperti Indonesia tentu harus bersandar pada kondisi 
di Indonesia sendiri, tidak bisa bersandar pada Partai Komunis yang sampai 
sekarang tetap saja dijadikan momok yg ditakut-takuti, semua orang yang bela 
RAKYAT jadi takut dituduh komunis! Sebelum pemerintah yang berkuasa sungguh2 
pemerintah RAKYAT, tentu tidak bisa dituntut seperti RRT, memusatkan kerjanya 
utk RAKYAT! Yaa, harus bangkitkan kesadaran masyarakat, termasuk kesadaran 
pengusaha berjiwa sosial, ... agar bersedia tanamkan modal utk mengentaskan 
kemiskinan RAKYAT disekitarnya saja? Atau ada gerak pengusaha berhasil 
kumpulkan dana, entah sekian % dari keuntungan setiap tahunnya dalam satu 
foundation, lalu menemukan organisasi sosial macam Lion Club untuk kerjakan 
usaha membantu RAKYAT miskin. Syukur pemerintah ikut memberikan rangsang dan 
kemudahan pengusaha utk buka usaha didaerah miskin, ...! Jadi BETUL-BETUL 
menggerakan sumber daya, SDM sebaik-baiknya dan bisa meningkatkan kesejahteraan 
dgn usaha yang berhasil, ... bukan hanya sedekah dengan memberi 10-20Kg beras 
saja!



From: ajeg ajegil...@yahoo.com [GELORA45] 
Sent: Friday, February 9, 2018 2:25 PM
To: GELORA45@yahoogroups.com 
Subject: Re: [GELORA45] Entas Rakyat Miskin melalui Pemberdayaan Ekonomi

  

Mengentaskan Rakyat miskin ya Rakyatnyalah yang harus 

didekati, diberi motivasi, dibimbing, didampingi sampai 

betul-betul berdaya untuk keluar dari kemiskinan. Berdikari.


Kalau yang didekati pengusaha, tidak ada jaminan kerja itu 

betul-betul memberdayakan Rakyat. Biasanya hanya 

memberdayakan si kepala pemerintahan dengan memperdaya 

Rakyat.


Kalau pun pengusaha berinisiatif melakukan gerakan sosial,
juga tidak ada jaminan bakal memberdikarikan Rakyat karena
gerakan sosialnya terbatas pada satu atau dua program dan 

berjangka waktu pendek. Walhasil bantuan sosialnya jatuhnya
hanya sekaliber sedekah.


Jadi, harus ada pengembalian pola pikir bahwa Rakyatlah 

pemilik tanah / negeri sesungguhnya. Rakyat bukanlah entitas
yang terstruktur untuk berada di bawah sementera penguasa, 

pengusaha, dan konco adalah kaum yang di atas. Ini yang 

diperjuangkan orang sejak perang dunia pertama, lalu seenaknya
dijungkirbalik oleh para "pemenang" perang dunia kedua.



Manusianyalah yang harus dibangun. Bukan desanya, kotanya, 

apalagi sekedar rel kereta.





--- djiekh@... wrote:

  
Kalau di beberapa kota kalau bupatinya mau melakukan pendekatan 
pada organisasi sosial dan pengusaha untuk membantu memajukan 
pedesaan melalui proyek2 kecil dulu, yang mereka sanggup lakukan,
saya kira bisa berhasil.
Kalau sudah berpengalan, ditawari kerjaan yang lebih besar. Jasa mereka
paling sedikit dipasang nama dan bantuannya di kabupaten, dan di desa
yang proyeknya berhasil.
Pengusaha biasanya suka mendekati bupati.
Teman saya (dua tahun yang lalu meninggal) memimpin sendiri proyek 
dari Lion Club Malang, menyalurkan air minum dan air mandi dari
gunung dengan pipa plastik dan bak tandon air di Blitar Selatan. Wah,
mereka omong enak saja, ngoko satu sama lain antara teman dengan
pak carik.
Teman saya angkut dan stuur sendiri bawa pipa2 plastik, dengan 
sambungan dan fittingnya, lalu ajari penduduk desa bikin ulir dan nyambung
pipa2 plastik. Waktu saya diajak, pipa2 di kamar mandi masih ditutupi gabus..
Minggu depan dia akan datang lagi, bawa dan pasang kran2nya bersama 
penduduk.
Penduduk langsung dapat ajaran bikin ulir, nyambung pipa pakai packing,
bikin konstruksi, bangun bak.
Pendeta Kristen di situ minta teman, supaya disebut proyek itu bantuan gereja.
Teman saya menolak, tidak bisa, ini proyek banuan Lion Club Malang, dan dibak
nya sudah ditatah nama Lion Club sebagai penyumbangnya..


2018-02-08 3:32 GMT+01:00 ajeg :

Buat RRC segalanya lebih mudah karena program-program 

disusun dan digarap partai tunggal selama puluhan tahun. 

Partai lainnya tetap boleh hidup, sekedar untuk pembuktian 

menganut sistem multipartai 



Usul Anda agar pemerintah memberi rangsang kepada pengusaha
untuk tanam modal di pedesaan (sepe

Re: [GELORA45] Entas Rakyat Miskin melalui Pemberdayaan Ekonomi

2018-02-08 Terurut Topik ajeg ajegil...@yahoo.com [GELORA45]
Mengentaskan Rakyat miskin ya Rakyatnyalah yang harus 
didekati, diberi motivasi, dibimbing, didampingi sampai 
betul-betul berdaya untuk keluar dari kemiskinan. Berdikari.
Kalau yang didekati pengusaha, tidak ada jaminan kerja itu 
betul-betul memberdayakan Rakyat. Biasanya hanya 
 memberdayakan si kepala pemerintahan dengan memperdaya 
Rakyat.
Kalau pun pengusaha berinisiatif melakukan gerakan sosial,juga tidak ada 
jaminan bakal memberdikarikan Rakyat karenagerakan sosialnya terbatas pada satu 
atau dua program dan 
berjangka waktu pendek. Walhasil bantuan sosialnya jatuhnyahanya sekaliber 
sedekah.
Jadi, harus ada pengembalian pola pikir bahwa Rakyatlah 
pemilik tanah / negeri sesungguhnya. Rakyat bukanlah entitasyang terstruktur 
untuk berada di bawah sementera penguasa, 
pengusaha, dan konco adalah kaum yang di atas. Ini yang 
diperjuangkan orang sejak perang dunia pertama, lalu seenaknyadijungkirbalik 
oleh para "pemenang" perang dunia kedua.

Manusianyalah yang harus dibangun. Bukan desanya, kotanya, 
apalagi sekedar rel kereta.


  --- djiekh@... wrote:
    Kalau di beberapa kota kalau bupatinya mau melakukan pendekatanpada 
organisasi sosial dan pengusaha untuk membantu memajukan pedesaan melalui 
proyek2 kecil dulu, yang mereka sanggup lakukan,saya kira bisa berhasil.Kalau 
sudah berpengalan, ditawari kerjaan yang lebih besar. Jasa merekapaling sedikit 
dipasang nama dan bantuannya di kabupaten, dan di desayang proyeknya 
berhasil.Pengusaha biasanya suka mendekati bupati.Teman saya (dua tahun yang 
lalu meninggal) memimpin sendiri proyek dari Lion Club Malang, menyalurkan air 
minum dan air mandi darigunung dengan pipa plastik dan bak tandon air di Blitar 
Selatan. Wah,mereka omong enak saja, ngoko satu sama lain antara teman 
denganpak carik.Teman saya angkut dan stuur sendiri bawa pipa2 plastik, dengan 
sambungan dan fittingnya, lalu ajari penduduk desa bikin ulir dan nyambungpipa2 
plastik. Waktu saya diajak, pipa2 di kamar mandi masih ditutupi gabus.Minggu 
depan dia akan datang lagi, bawa dan pasang kran2nya bersama penduduk.Penduduk 
langsung dapat ajaran bikin ulir, nyambung pipa pakai packing,bikin konstruksi, 
bangun bak.Pendeta Kristen di situ minta teman, supaya disebut proyek itu 
bantuan gereja.Teman saya menolak, tidak bisa, ini proyek banuan Lion Club 
Malang, dan dibaknya sudah ditatah nama Lion Club sebagai penyumbangnya.
2018-02-08 3:32 GMT+01:00 ajeg :
Buat RRC segalanya lebih mudah karena program-program 
disusun dan digarap partai tunggal selama puluhan tahun. 
Partai lainnya tetap boleh hidup, sekedar untuk pembuktian 
menganut sistem multipartai 

Usul Anda agar pemerintah memberi rangsang kepada pengusahauntuk tanam modal di 
pedesaan (seperti di RRC?) menimbulkan 
banyak pertanyaan, dan pernyataan. Pernyataan teratas, pemerintah 
tidak bisa memberi rangsang kepada pengusaha karena yang terjadi 
selama ini justru sebaliknya. 

--- SADAR@... wrote:Betuuul, yang harus dipikirkan bagaimana memberdayakan 
warga miskin, ... bukan sekadar bansos, memberikan 10Kg beras/bulan saja! 
Pemerintah disamping harus berani memberikan DANA untuk mereka menjalankan 
usaha, juga harus bisa memberikan bimbingan keahlian untuk berusaha, teknologi 
pertanian, peternakan, perkebunan yang hendak dikerjakan mereka dan tentunya 
untuk mendorong warga bisa tergabung dalam kerja kolektif, membentuk 
koperasi-desa yang baik. Begitu yang dijalankan Tiongkok dalam mengentaskan 
desa-desa miskin menjadi desa-desa makmur, dan tentu sandaran-utama yang 
mengerjakan adalah organisasi partai komunis didesa itu! Komite PKT yang baik 
tentu akan BERHASIL membawa desa itu berhasil menjadi makmur, ... Jalan lain, 
Pemerintah berikan rangsang bagi pengusaha-pengusaha berhasil untuk tanamkan 
modal didesa-terbelakang itu membuka usahanya, ... jadi dana, teknologi dan 
manajemen diserahkan pada pengusaha berhasil utk meningkatkan sejahtera warga 
desa itu. Agak lebih lambat, mungkin karena kalah militansi dengan kader PKT, 
tapi juga ada yang berhasil, ..

From: Sunny ambon Apakah ada kemungkinan besar untuk memberi pekerjaan kepada 
26 juta orang miskin. Pada umumnya orang miskin melakukan pekerjaan manual yang 
dewasa ini makin berkurang, karena diambil alih oleh adaptasi kemajuan 
teknologi di berbagai bidang. Memakai alat modern dan automatisasinya jauh 
lebih murah dari pada tenaga manusia. http://mediaindonesia.com/ 
index..php/news/read/144205/ entas-rakyat-miskin-melalui- 
pemberdayaan-ekonomi/2018-02- 07

Entas Rakyat Miskin melalui Pemberdayaan Ekonomi
Rabu, 7 February 2018 09:30 WIB Penulis: 

TENAGA pendamping sosial dalam program pengentasan rakyat miskin idealnya bukan 
sekadar bertugas mengantarkan bantuan. Mereka harus dibekali motivasi untuk 
memberdayakan masyarakat miskin, minimal harus bisa meluruskan pandangan 
masyarakat bahwa bantuan sosial (bansos) tidak cukup untuk meningkatkan taraf 
hidup.“Pendamping bukan hanya bertugas mengantarkan beras 10 kilogram setiap 
bulan. Lebih dari itu, 

Fw: Re: [GELORA45] Entas Rakyat Miskin melalui Pemberdayaan Ekonomi

2018-02-08 Terurut Topik Chalik Hamid chalik.ha...@yahoo.co.id [GELORA45]
 

   - Pesan yang Diteruskan - Dari: kh djie dji...@gmail.com [GELORA45] 
<GELORA45@yahoogroups.com>Kepada: Gelora45 <GELORA45@yahoogroups.com>Terkirim: 
Jumat, 9 Februari 2018 06.54.39 GMT+1Judul: Re: [GELORA45] Entas Rakyat Miskin 
melalui Pemberdayaan Ekonomi
     

Kalau di beberapa kota kalau bupatinya mau melakukan pendekatanpada organisasi 
sosial dan pengusaha untuk membantu memajukan pedesaan melalui proyek2 kecil 
dulu, yang mereka sanggup lakukan,saya kira bisa berhasil.Kalau sudah 
berpengalan, ditawari kerjaan yang lebih besar. Jasa merekapaling sedikit 
dipasang nama dan bantuannya di kabupaten, dan di desayang proyeknya 
berhasil.Pengusaha biasanya suka mendekati bupati.Teman saya (dua tahun yang 
lalu meninggal) memimpin sendiri proyek dari Lion Club Malang, menyalurkan air 
minum dan air mandi darigunung dengan pipa plastik dan bak tandon air di Blitar 
Selatan. Wah,mereka omong enak saja, ngoko satu sama lain antara teman 
denganpak carik.Teman saya angkut dan stuur sendiri bawa pipa2 plastik, dengan 
sambungan dan fittingnya, lalu ajari penduduk desa bikin ulir dan nyambungpipa2 
plastik. Waktu saya diajak, pipa2 di kamar mandi masih ditutupi gabus.Minggu 
depan dia akan datang lagi, bawa dan pasang kran2nya bersama penduduk.Penduduk 
langsung dapat ajaran bikin ulir, nyambung pipa pakai packing,bikin konstruksi, 
bangun bak.Pendeta Kristen di situ minta teman, supaya disebut proyek itu 
bantuan gereja.Teman saya menolak, tidak bisa, ini proyek banuan Lion Club 
Malang, dan dibaknya sudah ditatah nama Lion Club sebagai penyumbangnya.
2018-02-08 3:32 GMT+01:00 ajeg ajegil...@yahoo.com [GELORA45] 
<GELORA45@yahoogroups.com>:

     

Buat RRC segalanya lebih mudah karena program-program 
disusun dan digarap partai tunggal selama puluhan tahun. 
Partai lainnya tetap boleh hidup, sekedar untuk pembuktian 
menganut sistem multipartai 

Usul Anda agar pemerintah memberi rangsang kepada pengusahauntuk tanam modal di 
pedesaan (seperti di RRC?) menimbulkan 
banyak pertanyaan, dan pernyataan. Pernyataan teratas, pemerintah 
tidak bisa memberi rangsang kepada pengusaha karena yang terjadi 
selama ini justru sebaliknya. 



   --- SADAR@... wrote:
Betuuul, yang harus dipikirkan bagaimana memberdayakan warga miskin, ... bukan 
sekadar bansos, memberikan 10Kg beras/bulan saja! Pemerintah disamping harus 
berani memberikan DANA untuk mereka menjalankan usaha, juga harus bisa 
memberikan bimbingan keahlian untuk berusaha, teknologi pertanian, peternakan, 
perkebunan yang hendak dikerjakan mereka dan tentunya untuk mendorong warga 
bisa tergabung dalam kerja kolektif, membentuk koperasi-desa yang baik. Begitu 
yang dijalankan Tiongkok dalam mengentaskan desa-desa miskin menjadi desa-desa 
makmur, dan tentu sandaran-utama yang mengerjakan adalah organisasi partai 
komunis didesa itu! Komite PKT yang baik tentu akan BERHASIL membawa desa itu 
berhasil menjadi makmur, ... Jalan lain, Pemerintah berikan rangsang bagi 
pengusaha-pengusaha berhasil untuk tanamkan modal didesa-terbelakang itu 
membuka usahanya, ... jadi dana, teknologi dan manajemen diserahkan pada 
pengusaha berhasil utk meningkatkan sejahtera warga desa itu. Agak lebih 
lambat, mungkin karena kalah militansi dengan kader PKT, tapi juga ada yang 
berhasil, ..

From: Sunny ambon Apakah ada kemungkinan besar untuk memberi pekerjaan kepada 
26 juta orang miskin. Pada umumnya orang miskin melakukan pekerjaan manual yang 
dewasa ini makin berkurang, karena diambil alih oleh adaptasi kemajuan 
teknologi di berbagai bidang. Memakai alat modern dan automatisasinya jauh 
lebih murah dari pada tenaga manusia. http://mediaindonesia.com/ 
index..php/news/read/144205/ entas-rakyat-miskin-melalui- 
pemberdayaan-ekonomi/2018-02- 07

Entas Rakyat Miskin melalui Pemberdayaan Ekonomi
Rabu, 7 February 2018 09:30 WIB Penulis: 

TENAGA pendamping sosial dalam program pengentasan rakyat miskin idealnya bukan 
sekadar bertugas mengantarkan bantuan. Mereka harus dibekali motivasi untuk 
memberdayakan masyarakat miskin, minimal harus bisa meluruskan pandangan 
masyarakat bahwa bantuan sosial (bansos) tidak cukup untuk meningkatkan taraf 
hidup.“Pendamping bukan hanya bertugas mengantarkan beras 10 kilogram setiap 
bulan. Lebih dari itu, mesti meluruskan pikiran masyarakat agar bisa naik 
kelas, tidak lagi jadi fakir miskin,” kata Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham 
pada Bimbingan Pemantapan Pendamping Sosial di Makassar, Sulawesi Selatan, 
kemarin.Acara tersebut merupakan pembekalan bagi tenaga penyalur bantuan pangan 
nontunai (BPNT) dan bantuan sosial beras sejahtera (rastra). Ia mengungkapkan 
jumlah rakyat miskin di Indonesia saat ini sebanyak 26 juta jiwa. Angka itu 
tidak bisa ditekan lewat berbagai bantuan, tetapi harus melalui pemberdayaan 
ekonomi yang modelnya tengah dirumuskan pemerintah.“Tenaga pendamping juga 
bukan sekadar menelusuri keluarga yang mendapatkan bantuan, melainkan juga di 
sekitarnya, yang mungkin belum

Re: [GELORA45] Entas Rakyat Miskin melalui Pemberdayaan Ekonomi

2018-02-08 Terurut Topik kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]
Kalau di beberapa kota kalau bupatinya mau melakukan pendekatan
pada organisasi sosial dan pengusaha untuk membantu memajukan
pedesaan melalui proyek2 kecil dulu, yang mereka sanggup lakukan,
saya kira bisa berhasil.
Kalau sudah berpengalan, ditawari kerjaan yang lebih besar. Jasa mereka
paling sedikit dipasang nama dan bantuannya di kabupaten, dan di desa
yang proyeknya berhasil.
Pengusaha biasanya suka mendekati bupati.
Teman saya (dua tahun yang lalu meninggal) memimpin sendiri proyek
dari Lion Club Malang, menyalurkan air minum dan air mandi dari
gunung dengan pipa plastik dan bak tandon air di Blitar Selatan. Wah,
mereka omong enak saja, ngoko satu sama lain antara teman dengan
pak carik.
Teman saya angkut dan stuur sendiri bawa pipa2 plastik, dengan
sambungan dan fittingnya, lalu ajari penduduk desa bikin ulir dan nyambung
pipa2 plastik. Waktu saya diajak, pipa2 di kamar mandi masih ditutupi gabus..
Minggu depan dia akan datang lagi, bawa dan pasang kran2nya bersama
penduduk.
Penduduk langsung dapat ajaran bikin ulir, nyambung pipa pakai packing,
bikin konstruksi, bangun bak.
Pendeta Kristen di situ minta teman, supaya disebut proyek itu bantuan
gereja.
Teman saya menolak, tidak bisa, ini proyek banuan Lion Club Malang, dan
dibak
nya sudah ditatah nama Lion Club sebagai penyumbangnya.

2018-02-08 3:32 GMT+01:00 ajeg ajegil...@yahoo.com [GELORA45] <
GELORA45@yahoogroups.com>:

>
>
> Buat RRC segalanya lebih mudah karena program-program
> disusun dan digarap partai tunggal selama puluhan tahun.
> Partai lainnya tetap boleh hidup, sekedar untuk pembuktian
> menganut sistem multipartai
>
> Usul Anda agar pemerintah memberi rangsang kepada pengusaha
> untuk tanam modal di pedesaan (seperti di RRC?) menimbulkan
> banyak pertanyaan, dan pernyataan. Pernyataan teratas, pemerintah
> tidak bisa memberi rangsang kepada pengusaha karena yang terjadi
> selama ini justru sebaliknya.
>
>
>
> --- SADAR@... wrote:
>
> Betuuul, yang harus dipikirkan bagaimana memberdayakan warga miskin, ...
> bukan sekadar bansos, memberikan 10Kg beras/bulan saja! Pemerintah
> disamping harus berani memberikan DANA untuk mereka menjalankan usaha, juga
> harus bisa memberikan bimbingan keahlian untuk berusaha, teknologi
> pertanian, peternakan, perkebunan yang hendak dikerjakan mereka dan
> tentunya untuk mendorong warga bisa tergabung dalam kerja kolektif,
> membentuk koperasi-desa yang baik. Begitu yang dijalankan Tiongkok dalam
> mengentaskan desa-desa miskin menjadi desa-desa makmur, dan tentu
> sandaran-utama yang mengerjakan adalah organisasi partai komunis didesa
> itu! Komite PKT yang baik tentu akan BERHASIL membawa desa itu berhasil
> menjadi makmur, ...
>
> Jalan lain, Pemerintah berikan rangsang bagi pengusaha-pengusaha berhasil
> untuk tanamkan modal didesa-terbelakang itu membuka usahanya, ... jadi
> dana, teknologi dan manajemen diserahkan pada pengusaha berhasil utk
> meningkatkan sejahtera warga desa itu. Agak lebih lambat, mungkin karena
> kalah militansi dengan kader PKT, tapi juga ada yang berhasil, .
>
> *From:* Sunny ambon
> *Apakah ada kemungkinan besar untuk memberi pekerjaan kepada 26 juta orang
> miskin. Pada umumnya orang miskin melakukan pekerjaan manual yang dewasa
> ini makin berkurang, karena diambil alih oleh adaptasi kemajuan teknologi
> di berbagai bidang. Memakai alat modern dan automatisasinya jauh lebih
> murah dari pada tenaga manusia.*
>
>
> *http://mediaindonesia.com/index.php/news/read/144205/entas-rakyat-miskin-melalui-pemberdayaan-ekonomi/2018-02-07*
> 
>
> *Entas Rakyat Miskin melalui Pemberdayaan Ekonom**i*
> Rabu, 7 February 2018 09:30 WIB Penulis:
>
>
> TENAGA pendamping sosial dalam program pengentasan rakyat miskin idealnya
> bukan sekadar bertugas mengantarkan bantuan. Mereka harus dibekali motivasi
> untuk memberdayakan masyarakat miskin, minimal harus bisa meluruskan
> pandangan masyarakat bahwa bantuan sosial (bansos) tidak cukup untuk
> meningkatkan taraf hidup.
> “Pendamping bukan hanya bertugas mengantarkan beras 10 kilogram setiap
> bulan. Lebih dari itu, mesti meluruskan pikiran masyarakat agar bisa naik
> kelas, tidak lagi jadi fakir miskin,” kata Menteri Sosial (Mensos) Idrus
> Marham pada Bimbingan Pemantapan Pendamping Sosial di Makassar, Sulawesi
> Selatan, kemarin.
> Acara tersebut merupakan pembekalan bagi tenaga penyalur bantuan pangan
> nontunai (BPNT) dan bantuan sosial beras sejahtera (rastra). Ia
> mengungkapkan jumlah rakyat miskin di Indonesia saat ini sebanyak 26 juta
> jiwa. Angka itu tidak bisa ditekan lewat berbagai bantuan, tetapi harus
> melalui pemberdayaan ekonomi yang modelnya tengah dirumuskan pemerintah.
> “Tenaga pendamping juga bukan sekadar menelusuri keluarga yang mendapatkan
> bantuan, melainkan juga di sekitarnya, yang mungkin belum tersentuh
> bantuan,” kata Idrus.
> Mensos juga menegaskan Februari merupakan bulan pencanangan 

Re: [GELORA45] Entas Rakyat Miskin melalui Pemberdayaan Ekonomi

2018-02-07 Terurut Topik ajeg ajegil...@yahoo.com [GELORA45]
Buat RRC segalanya lebih mudah karena program-program 
disusun dan digarap partai tunggal selama puluhan tahun. 
Partai lainnya tetap boleh hidup, sekedar untuk pembuktian 
menganut sistem multipartai 

Usul Anda agar pemerintah memberi rangsang kepada pengusahauntuk tanam modal di 
pedesaan (seperti di RRC?) menimbulkan 
banyak pertanyaan, dan pernyataan. Pernyataan teratas, pemerintah 
tidak bisa memberi rangsang kepada pengusaha karena yang terjadi 
selama ini justru sebaliknya. 



   --- SADAR@... wrote:
Betuuul, yang harus dipikirkan bagaimana memberdayakan warga miskin, ... bukan 
sekadar bansos, memberikan 10Kg beras/bulan saja! Pemerintah disamping harus 
berani memberikan DANA untuk mereka menjalankan usaha, juga harus bisa 
memberikan bimbingan keahlian untuk berusaha, teknologi pertanian, peternakan, 
perkebunan yang hendak dikerjakan mereka dan tentunya untuk mendorong warga 
bisa tergabung dalam kerja kolektif, membentuk koperasi-desa yang baik. Begitu 
yang dijalankan Tiongkok dalam mengentaskan desa-desa miskin menjadi desa-desa 
makmur, dan tentu sandaran-utama yang mengerjakan adalah organisasi partai 
komunis didesa itu! Komite PKT yang baik tentu akan BERHASIL membawa desa itu 
berhasil menjadi makmur, ... Jalan lain, Pemerintah berikan rangsang bagi 
pengusaha-pengusaha berhasil untuk tanamkan modal didesa-terbelakang itu 
membuka usahanya, ... jadi dana, teknologi dan manajemen diserahkan pada 
pengusaha berhasil utk meningkatkan sejahtera warga desa itu. Agak lebih 
lambat, mungkin karena kalah militansi dengan kader PKT, tapi juga ada yang 
berhasil, 

From: Sunny ambon Apakah ada kemungkinan besar untuk memberi pekerjaan kepada 
26 juta orang miskin. Pada umumnya orang miskin melakukan pekerjaan manual yang 
dewasa ini makin berkurang, karena diambil alih oleh adaptasi kemajuan 
teknologi di berbagai bidang. Memakai alat modern dan automatisasinya jauh 
lebih murah dari pada tenaga manusia. 
http://mediaindonesia.com/index.php/news/read/144205/entas-rakyat-miskin-melalui-pemberdayaan-ekonomi/2018-02-07

Entas Rakyat Miskin melalui Pemberdayaan Ekonomi
Rabu, 7 February 2018 09:30 WIB Penulis: 

TENAGA pendamping sosial dalam program pengentasan rakyat miskin idealnya bukan 
sekadar bertugas mengantarkan bantuan. Mereka harus dibekali motivasi untuk 
memberdayakan masyarakat miskin, minimal harus bisa meluruskan pandangan 
masyarakat bahwa bantuan sosial (bansos) tidak cukup untuk meningkatkan taraf 
hidup.“Pendamping bukan hanya bertugas mengantarkan beras 10 kilogram setiap 
bulan. Lebih dari itu, mesti meluruskan pikiran masyarakat agar bisa naik 
kelas, tidak lagi jadi fakir miskin,” kata Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham 
pada Bimbingan Pemantapan Pendamping Sosial di Makassar, Sulawesi Selatan, 
kemarin.Acara tersebut merupakan pembekalan bagi tenaga penyalur bantuan pangan 
nontunai (BPNT) dan bantuan sosial beras sejahtera (rastra). Ia mengungkapkan 
jumlah rakyat miskin di Indonesia saat ini sebanyak 26 juta jiwa. Angka itu 
tidak bisa ditekan lewat berbagai bantuan, tetapi harus melalui pemberdayaan 
ekonomi yang modelnya tengah dirumuskan pemerintah.“Tenaga pendamping juga 
bukan sekadar menelusuri keluarga yang mendapatkan bantuan, melainkan juga di 
sekitarnya, yang mungkin belum tersentuh bantuan,” kata Idrus.Mensos juga 
menegaskan Februari merupakan bulan pencanangan penuntasan bansos kepada 
masyarakat penerima manfaat. Oleh karena itu, ia akan turun ke daerah dan 
mengajak anggota komisi VIII DPR guna memastikan seluruh bansos yang diberikan 
kepada masyarakat tuntas bulan ini.Khusus terkait dengan rastra, pada Februari 
ini sudah 80% hingga 100% disalurkan bertahap. “Kita pastikan nanti berjalan 
dengan baik sampai kepada rakyat dan di sinilah urgensi kehadiran pada 
pendamping, tidak hanya memastikan bansos sampai. Tapi paling penting 
pemanfaatannya di tengah masyarakat dan tugas lain diberikan menelusuri 
kemungkinan ada yang tidak mendapatkan,” ujarnya.Bimbingan tenaga pendamping 
diikuti 589 peserta dari empat provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi 
Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Para peserta diberi materi 
seputar fungsi dan tugas pendampingan sosial, dalam penyaluran bansos.“Kita 
ingin mempersiapkan tenaga berkompetensi dan berpengetahuan dalam penanganan 
bantuan BPNT dan rastra,” kata Dirjen Penanganan Masyarakat Miskin Kemensos 
Andi ZA Dulung. (RO/Ant/H-2)
   

Re: [GELORA45] Entas Rakyat Miskin melalui Pemberdayaan Ekonomi

2018-02-07 Terurut Topik 'Chan CT' sa...@netvigator.com [GELORA45]
Betuuul, yang harus dipikirkan bagaimana memberdayakan warga miskin, ... bukan 
sekadar bansos, memberikan 10Kg beras/bulan saja! Pemerintah disamping harus 
berani memberikan DANA untuk mereka menjalankan usaha, juga harus bisa 
memberikan bimbingan keahlian untuk berusaha, teknologi pertanian, peternakan, 
perkebunan yang hendak dikerjakan mereka dan tentunya untuk mendorong warga 
bisa tergabung dalam kerja kolektif, membentuk koperasi-desa yang baik. Begitu 
yang dijalankan Tiongkok dalam mengentaskan desa-desa miskin menjadi desa-desa 
makmur, dan tentu sandaran-utama yang mengerjakan adalah organisasi partai 
komunis didesa itu! Komite PKT yang baik tentu akan BERHASIL membawa desa itu 
berhasil menjadi makmur, ...

Jalan lain, Pemerintah berikan rangsang bagi pengusaha-pengusaha berhasil untuk 
tanamkan modal didesa-terbelakang itu membuka usahanya, ... jadi dana, 
teknologi dan manajemen diserahkan pada pengusaha berhasil utk meningkatkan 
sejahtera warga desa itu. Agak lebih lambat, mungkin karena kalah militansi 
dengan kader PKT, tapi juga ada yang berhasil, ...



From: Sunny ambon ilmeseng...@gmail.com [GELORA45] 
Sent: Thursday, February 8, 2018 4:21 AM
To: undisclosed-recipients:
Subject: [GELORA45] Entas Rakyat Miskin melalui Pemberdayaan Ekonomi

  

Apakah ada kemungkinan besar untuk memberi pekerjaan kepada 26 juta orang 
miskin. Pada umumnya orang miskin melakukan pekerjaan manual yang dewasa ini 
makin berkurang, karena diambil alih oleh adaptasi kemajuan teknologi di 
berbagai bidang. Memakai alat modern dan automatisasinya jauh lebih murah dari 
pada tenaga manusia.



http://mediaindonesia.com/index.php/news/read/144205/entas-rakyat-miskin-melalui-pemberdayaan-ekonomi/2018-02-07



Entas Rakyat Miskin melalui Pemberdayaan Ekonomi
Rabu, 7 February 2018 09:30 WIB Penulis: 





TENAGA pendamping sosial dalam program pengentasan rakyat miskin idealnya bukan 
sekadar bertugas mengantarkan bantuan. Mereka harus dibekali motivasi untuk 
memberdayakan masyarakat miskin, minimal harus bisa meluruskan pandangan 
masyarakat bahwa bantuan sosial (bansos) tidak cukup untuk meningkatkan taraf 
hidup.

“Pendamping bukan hanya bertugas mengantarkan beras 10 kilogram setiap bulan. 
Lebih dari itu, mesti meluruskan pikiran masyarakat agar bisa naik kelas, tidak 
lagi jadi fakir miskin,” kata Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham pada 
Bimbingan Pemantapan Pendamping Sosial di Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin.

Acara tersebut merupakan pembekalan bagi tenaga penyalur bantuan pangan 
nontunai (BPNT) dan bantuan sosial beras sejahtera (rastra). Ia mengungkapkan 
jumlah rakyat miskin di Indonesia saat ini sebanyak 26 juta jiwa. Angka itu 
tidak bisa ditekan lewat berbagai bantuan, tetapi harus melalui pemberdayaan 
ekonomi yang modelnya tengah dirumuskan pemerintah.

“Tenaga pendamping juga bukan sekadar menelusuri keluarga yang mendapatkan 
bantuan, melainkan juga di sekitarnya, yang mungkin belum tersentuh bantuan,” 
kata Idrus.

Mensos juga menegaskan Februari merupakan bulan pencanangan penuntasan bansos 
kepada masyarakat penerima manfaat. Oleh karena itu, ia akan turun ke daerah 
dan mengajak anggota komisi VIII DPR guna memastikan seluruh bansos yang 
diberikan kepada masyarakat tuntas bulan ini.

Khusus terkait dengan rastra, pada Februari ini sudah 80% hingga 100% 
disalurkan bertahap. “Kita pastikan nanti berjalan dengan baik sampai kepada 
rakyat dan di sinilah urgensi kehadiran pada pendamping, tidak hanya memastikan 
bansos sampai. Tapi paling penting pemanfaatannya di tengah masyarakat dan 
tugas lain diberikan menelusuri kemungkinan ada yang tidak mendapatkan,” 
ujarnya.

Bimbingan tenaga pendamping diikuti 589 peserta dari empat provinsi, yakni 
Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Para 
peserta diberi materi seputar fungsi dan tugas pendampingan sosial, dalam 
penyaluran bansos.

“Kita ingin mempersiapkan tenaga berkompetensi dan berpengetahuan dalam 
penanganan bantuan BPNT dan rastra,” kata Dirjen Penanganan Masyarakat Miskin 
Kemensos Andi ZA Dulung. (RO/Ant/H-2)