RE: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)
Mamak AI jo dunsanak palanta, Sabantako alah ambo klarifikasi jo Papa Letnan Rasyid adolah Urang Kumpulan Trus peristiwa penyerangan besar-besaran tu Papa yakin itu sabulan sabalun Proklamasi RPI. Sedangkan proklamasi RPI tu tgl 8 Feb 1960 berarti penyerangan tu Januari 1960 ndak pasti Papa tanggalnyo tp bukan di bulan Des 1959. TP atau Tentara Pelajar yang tergabung diantaronyo kawan Papa yang dari pecahan Batalyon 140 asal Suliki nan Rina caritokan tupun ditanyo Papa nak ka operasi kama. Tapi jawek nyo indak jaleh hanyo diperintahkan ka arah Kinali. Jadi penyerangan ko benar-benar rahasia, hanyo diarahkan katiko pas alah akan memasuki Kinali. Trus ikut bergabung tentara PDD (Pasukan Dahlan Djambek) dibawah komandan Pak Malintara yang berasal dari Aceh. Papa kurang tau kama mereka mundur setelah penyerangan tu, cuman pas Proklamsi RPI, Mereka yang ikuik penyerangan bi babaju baru sadonyo, tapi merk bajunyo masih Divisi Diponegoro. Waktu di Bonjo sebagai tentara territorial, Papa betugas mamunguik Ipeda (Iuran perang) mambantu Pak Camat bagian administrasi parang. Biaya perang dipunguik dari pajak pedagang di daerah tu. Wassalam Rina From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Abraham Ilyas Sent: Saturday, March 05, 2011 3:45 PM To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10) Rina nan ambo hormati. Ambo copaskan penggalan syair dari bapak Bustanuddin http://nagari.or.id/?moda=cari tentang kisah penyerangan kota (nagari) Kinali tsb. Beliau ikut serta dalam operasi ini sebagai anggota kompi KKO-AL/PRRI pimpinan Isrul. Mungkin karena tak ada catatan resmi, hanya berdasarkan ingatan belaka, maka ada perbedaan waktu terjadi peristiwa antara 2 orang ini. (akhir tahun 59 dengan awal tahun 60) Tolong diklaririfikasi kembali ke papa Rina. Dan tentang letnan Rasyid itu, apakah beliau orang Padang Sibusuak ? .. .. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)
Kemungkinan sekali sama - dia hanya menyebutkan dia anak buahnya pak Darwis. Disuatu waktu dia hampir dibunuh oleh tentara pusat. Kalau pak Bustanuddin masih ada tolong dtanyakan. Uda Rumzy mendahului kita satu setengah tahun yang lalu dan umurnya waktu berpulangnya 73tahun. Terima kasih Nismah Rumzy Sent from my iPad On 6 Mar 2011, at 14:00, Abraham Ilyas wrote: > Uni Nismah Rumzy nan ambo hormati. > > Mambaco tampek nan banamo Silapiang sarato Pasir Pengaraiyan/Riau, mako Bapak > Rumzy iko daulu mungkin satu kesatuan dengan bapak Bustanuddin sarupo nan > ditulihkannyo di bawah iko. > > Dari Lansek Kodok bapak Bustanuddin pergi ke Riau dan akhirnya tertangkap > bulan Oktober 1960 di Naga Seribu Pd Bolak, Tapsel, > http://nagari.or.id/?moda=cari > > Kabar berita segera tersiar > Hati pemuda jadi bergetar > Ikut berperang tak akan gentar > Dalam sehari banyak yang mendaftar > > Dari Sitalang dan Batu Kambing > Terdaftar pemuda yang tahan banting > Berangkat serentak ke Ujung Gading > Berjalan kaki beriring iring > > Berangkat dilepas sanak famili > Bersama tungganai dalam nagari > Diberi bekal sebungkus nasi > Beserta ilmu penjaga diri > > Niat berjuang bela negara > Mengganyang komunis anti agama > Perlu ditumpas sampai ke Jakarta > Agar rakyat hidup bahagia > > Di Pasaman kami ditempatkan > Nagari Silapiang lokasi latihan > Letnan Isrul sebagai komandan > KKO AL nama pasukan > > Tiga bulan latihan perang > Senjata diberi untuk disandang > Perasaan hati menjadi garang > Ke tempat musuh siap menyerang > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)
Uni Nismah Rumzy nan ambo hormati. Mambaco tampek nan banamo *Silapiang sarato Pasir Pengaraiyan/Riau*, mako Bapak Rumzy iko daulu mungkin satu kesatuan dengan bapak Bustanuddin sarupo nan ditulihkannyo di bawah iko. Dari Lansek Kodok bapak Bustanuddin pergi ke Riau dan akhirnya tertangkap bulan Oktober 1960 di Naga Seribu Pd Bolak, Tapsel, http://nagari.or.id/?moda=cari *Kabar berita segera tersiar Hati pemuda jadi bergetar Ikut berperang tak akan gentar Dalam sehari banyak yang mendaftar Dari Sitalang dan Batu Kambing Terdaftar pemuda yang tahan banting Berangkat serentak ke Ujung Gading Berjalan kaki beriring iring Berangkat dilepas sanak famili Bersama tungganai dalam nagari Diberi bekal sebungkus nasi Beserta ilmu penjaga diri Niat berjuang bela negara Mengganyang komunis anti agama Perlu ditumpas sampai ke Jakarta Agar rakyat hidup bahagia Di Pasaman kami ditempatkan Nagari Silapiang lokasi latihan Letnan Isrul sebagai komandan KKO AL nama pasukan Tiga bulan latihan perang Senjata diberi untuk disandang Perasaan hati menjadi garang Ke tempat musuh siap menyerang * -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)
Alaikum salam Bundo Nismah, Di bulan Agustus limolapan sakutiko Dalam pajalanan taangah-angah di dalam rimbo Malintasi mandaki Bukik Batu Badoro Dari Kototinggi manuju Bonjo Rumzy jo ambo lai basuo Babaju hijau sandang sinjato Gagah tampak jaleh di ambo Sanang hati basuo jo Konco Lamo Memperkenalkan kawan-kawannyo dari KKO Itu sabingkah kenangan lamo Salam, Sjamsir Sjarif --- In [email protected], Nismah Rumzy wrote: > > Assalamu Alaikum W. W. > Uda Rumzy dulu KKO dibawah pimpinan pak Darwis Djamin di Pasaman. Pernah > nyo pai napak tilas ka Silapiang tahun 2006. Pernah juo ado dipahonyo > pecahan mortir nan dibawonyo sampai akhir hayatnyo. > Akhir2nyo nyo tacogok di Pasir Pengarayan - Ujuang Batu dan tatahan di > Bangkinang. Selanjutnya 18 bulan menghuni TPU Pekanbaru. > Bundo Nismah > > 2011/3/5 Abraham Ilyas > > > Rina nan ambo hormati. > > > > Ambo copaskan penggalan syair dari bapak Bustanuddin > > http://nagari.or.id/?moda=cari tentang kisah penyerangan kota (nagari) > > Kinali tsb. > > Beliau ikut serta dalam operasi ini sebagai anggota kompi KKO-AL/PRRI > > pimpinan Isrul. > > > > Mungkin karena tak ada catatan resmi, hanya berdasarkan ingatan belaka, > > maka ada perbedaan waktu terjadi peristiwa antara 2 orang ini. (akhir tahun > > 59 dengan awal tahun 60) > > > > Tolong diklaririfikasi kembali ke papa Rina. > > Dan tentang letnan Rasyid itu, apakah beliau orang Padang Sibusuak ? > > > > .. > > .. > > > > *Akhir tahun lima sembilan > > Datang perintah dari komandan > > Semua senjata siap ditangan > > Ada perintah harus lakukan > > > > Diambil ransel segera diisi > > Diisi pakaian dan sebungkus nasi > > Pasukan apel di sore hari > > KKO-AL ikut sekompi > > > > Pasukan bergerak setelah malam > > Kompi satu Kala Hitam > > Senjatanya lengkap ada meriam > > Komandannya bernama letnan Agam > > > > Kompi Dua kompi gabungan > > PDD dan TP jadi andalan > > Bila berperang tak pernah bosan > > Siap menyerang, berani bertahan > > > > KKO-AL kompi ketiga > > Setiap personil pegang senjata > > Senjata berat KKO punya > > LMG, Mortir serta Bazoka > > > > Azwar Tontong komandan operasi > > Profil tubuhnya besar dan tinggi > > Beliau berasal dari Kuranji > > Sekolah mayornya di luar negeri > > > > Isrul Ismail wakil komandan > > Dari KKO berpangkat letnan > > Memimpin perang sangat cekatan > > Pistolnya dua tetap di tangan > > > > Entah ke mana tempat dituju > > Semua prajurit tiada yang tahu > > Para komandan jadi penentu > > Sebagai prajurit tak boleh ragu > > > > Berjalan terus di malam gelap > > Sepicing mata tak pernah lelap > > Kadang berjalang kadang merayap > > Menuju sasaran siap menyergap > > > > Pukul tiga di malam itu > > Kepada pasukan diberi tahu > > Dengan bisikan satu persatu > > Kota Kinali sedang dituju > > > > Pukul lima perintah disebar > > Senjata siap peluru di kamar > > Tentara Sukarno segera dikejar > > Kota Kinali menjadi gempar > > > > Tembakan dilepas secara serentak > > Setiap anggota harus menembak > > Maju ke depan sambil bersorak > > Kota Kinali menjadi pekak > > > > Kota Kinali sasaran utama > > Kami menyerang di pagi buta > > Tentara Pusat sedang olah raga > > Kami merampas banyak senjata > > > > Pukul tujuh ketika pagi > > Kota Kinali telah dikuasai > > Pasukan musuh semua lari > > Ada yang hidup banyak yang mati > > > > Hanya tiga jam PRRI bertahan > > Perintah mundur dari komandan > > Tantara Pusat dapat bantuan > > Kami terpaksa mundur ke hutan > > > > Kami mundur arah arah ke Panti > > Di Lansek Kodok kami berhenti > > Peluru rampasan dibagi bagi > > Sesuai senjata yang dimiliki > > * -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)
Assalamu Alaikum W. W. Uda Rumzy dulu KKO dibawah pimpinan pak Darwis Djamin di Pasaman. Pernah nyo pai napak tilas ka Silapiang tahun 2006. Pernah juo ado dipahonyo pecahan mortir nan dibawonyo sampai akhir hayatnyo. Akhir2nyo nyo tacogok di Pasir Pengarayan - Ujuang Batu dan tatahan di Bangkinang. Selanjutnya 18 bulan menghuni TPU Pekanbaru. Bundo Nismah 2011/3/5 Abraham Ilyas > Rina nan ambo hormati. > > Ambo copaskan penggalan syair dari bapak Bustanuddin > http://nagari.or.id/?moda=cari tentang kisah penyerangan kota (nagari) > Kinali tsb. > Beliau ikut serta dalam operasi ini sebagai anggota kompi KKO-AL/PRRI > pimpinan Isrul. > > Mungkin karena tak ada catatan resmi, hanya berdasarkan ingatan belaka, > maka ada perbedaan waktu terjadi peristiwa antara 2 orang ini. (akhir tahun > 59 dengan awal tahun 60) > > Tolong diklaririfikasi kembali ke papa Rina. > Dan tentang letnan Rasyid itu, apakah beliau orang Padang Sibusuak ? > > .. > .. > > *Akhir tahun lima sembilan > Datang perintah dari komandan > Semua senjata siap ditangan > Ada perintah harus lakukan > > Diambil ransel segera diisi > Diisi pakaian dan sebungkus nasi > Pasukan apel di sore hari > KKO-AL ikut sekompi > > Pasukan bergerak setelah malam > Kompi satu Kala Hitam > Senjatanya lengkap ada meriam > Komandannya bernama letnan Agam > > Kompi Dua kompi gabungan > PDD dan TP jadi andalan > Bila berperang tak pernah bosan > Siap menyerang, berani bertahan > > KKO-AL kompi ketiga > Setiap personil pegang senjata > Senjata berat KKO punya > LMG, Mortir serta Bazoka > > Azwar Tontong komandan operasi > Profil tubuhnya besar dan tinggi > Beliau berasal dari Kuranji > Sekolah mayornya di luar negeri > > Isrul Ismail wakil komandan > Dari KKO berpangkat letnan > Memimpin perang sangat cekatan > Pistolnya dua tetap di tangan > > Entah ke mana tempat dituju > Semua prajurit tiada yang tahu > Para komandan jadi penentu > Sebagai prajurit tak boleh ragu > > Berjalan terus di malam gelap > Sepicing mata tak pernah lelap > Kadang berjalang kadang merayap > Menuju sasaran siap menyergap > > Pukul tiga di malam itu > Kepada pasukan diberi tahu > Dengan bisikan satu persatu > Kota Kinali sedang dituju > > Pukul lima perintah disebar > Senjata siap peluru di kamar > Tentara Sukarno segera dikejar > Kota Kinali menjadi gempar > > Tembakan dilepas secara serentak > Setiap anggota harus menembak > Maju ke depan sambil bersorak > Kota Kinali menjadi pekak > > Kota Kinali sasaran utama > Kami menyerang di pagi buta > Tentara Pusat sedang olah raga > Kami merampas banyak senjata > > Pukul tujuh ketika pagi > Kota Kinali telah dikuasai > Pasukan musuh semua lari > Ada yang hidup banyak yang mati > > Hanya tiga jam PRRI bertahan > Perintah mundur dari komandan > Tantara Pusat dapat bantuan > Kami terpaksa mundur ke hutan > > Kami mundur arah arah ke Panti > Di Lansek Kodok kami berhenti > Peluru rampasan dibagi bagi > Sesuai senjata yang dimiliki > * -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)
Kelihatanya (sejarah) banyak KKO utang Minang belot ke PRRI? Pak tuo ambo (KKO) Surabaya ukatu iduik (liau maningga ukatu operasi Paraku di pantai Malaysia) pernah carito, sangajo KKO asa Minang dikerahkan ke SB karano mereka kenal medan (sekitar Muaro, Ulakkarang, Bunguih, Pariaman), Memang paralu klarifikasi Wass Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -Original Message- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sat, 5 Mar 2011 09:13:48 To: Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10) Maaf pak Abraham. Apakah saat itu memang PRRI sudah punya satuan KKO atau Angkatan Laut ? Karena yang kita tahu selama ini cuma semacam Infantri plus sedikit altilery aja Mengenai Azwar Tontong bukan orang Kuranji tapi Panampuang IV Angkek Mungkin istrinya dari Kuranji. Salah satu Pangdam Cenderawasih yang kemudian jadi Komisaris PT Semen Padang konon kabarnya keturunan beliau ---TR Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)
Bapak Bustanuddin iko adalah adik dari bapak Noor Indones St. Sati, anggota palanta. Beliau belum punya akun email Salam Abraham Ilyas -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)
PaK TR. Manuruik Pak Bustanuddin satantangan KKO-AL itu hanya penamaan kesatuan saja sebab mereka dipimpin/dilatih oleh anggota KKO, Isrul dkk. yang bergabung dengan PRRI di Padang segera setelah mendarat. Pada kenyataan selama bergolak mereka tak pernah bertugas di daerah pantai/laut. Salam AI -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)
Maaf pak Abraham. Apakah saat itu memang PRRI sudah punya satuan KKO atau Angkatan Laut ? Karena yang kita tahu selama ini cuma semacam Infantri plus sedikit altilery aja Mengenai Azwar Tontong bukan orang Kuranji tapi Panampuang IV Angkek Mungkin istrinya dari Kuranji. Salah satu Pangdam Cenderawasih yang kemudian jadi Komisaris PT Semen Padang konon kabarnya keturunan beliau ---TR Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)
Rina nan ambo hormati. Ambo copaskan penggalan syair dari bapak Bustanuddin http://nagari.or.id/?moda=cari tentang kisah penyerangan kota (nagari) Kinali tsb. Beliau ikut serta dalam operasi ini sebagai anggota kompi KKO-AL/PRRI pimpinan Isrul. Mungkin karena tak ada catatan resmi, hanya berdasarkan ingatan belaka, maka ada perbedaan waktu terjadi peristiwa antara 2 orang ini. (akhir tahun 59 dengan awal tahun 60) Tolong diklaririfikasi kembali ke papa Rina. Dan tentang letnan Rasyid itu, apakah beliau orang Padang Sibusuak ? .. .. *Akhir tahun lima sembilan Datang perintah dari komandan Semua senjata siap ditangan Ada perintah harus lakukan Diambil ransel segera diisi Diisi pakaian dan sebungkus nasi Pasukan apel di sore hari KKO-AL ikut sekompi Pasukan bergerak setelah malam Kompi satu Kala Hitam Senjatanya lengkap ada meriam Komandannya bernama letnan Agam Kompi Dua kompi gabungan PDD dan TP jadi andalan Bila berperang tak pernah bosan Siap menyerang, berani bertahan KKO-AL kompi ketiga Setiap personil pegang senjata Senjata berat KKO punya LMG, Mortir serta Bazoka Azwar Tontong komandan operasi Profil tubuhnya besar dan tinggi Beliau berasal dari Kuranji Sekolah mayornya di luar negeri Isrul Ismail wakil komandan Dari KKO berpangkat letnan Memimpin perang sangat cekatan Pistolnya dua tetap di tangan Entah ke mana tempat dituju Semua prajurit tiada yang tahu Para komandan jadi penentu Sebagai prajurit tak boleh ragu Berjalan terus di malam gelap Sepicing mata tak pernah lelap Kadang berjalang kadang merayap Menuju sasaran siap menyergap Pukul tiga di malam itu Kepada pasukan diberi tahu Dengan bisikan satu persatu Kota Kinali sedang dituju Pukul lima perintah disebar Senjata siap peluru di kamar Tentara Sukarno segera dikejar Kota Kinali menjadi gempar Tembakan dilepas secara serentak Setiap anggota harus menembak Maju ke depan sambil bersorak Kota Kinali menjadi pekak Kota Kinali sasaran utama Kami menyerang di pagi buta Tentara Pusat sedang olah raga Kami merampas banyak senjata Pukul tujuh ketika pagi Kota Kinali telah dikuasai Pasukan musuh semua lari Ada yang hidup banyak yang mati Hanya tiga jam PRRI bertahan Perintah mundur dari komandan Tantara Pusat dapat bantuan Kami terpaksa mundur ke hutan Kami mundur arah arah ke Panti Di Lansek Kodok kami berhenti Peluru rampasan dibagi bagi Sesuai senjata yang dimiliki dst* -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
[R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, Ketika Papa Bercerita (10) By : Ritrina Awal tahun 1960 Papa yang tengah berjaga sebagai Tentara Teritorial untuk Kecamatan Bonjol Pasaman. Regu Papa ada 10 orang dengan 1 komandan regu. Hampir kesemuanya adalah orang Kumpulan Pasaman. Komandan regu Papa bernama Letnan Rasyid. Dimana daerah pengawasan mereka adalah Kumpulan, Alaham Mati, Ladang Panjang, Binjai, Simpang dan sekitarnya. Masa itu tengah dipersiapkan Proklamasi RPI singkatan dari Republik Persatuan Indonesia. Para tokoh PRRI mengadakan hubungan diplomasi dengan beberapa daerah yang juga bergolak menentang rezim Soekarno yang dinilai Diktator kala itu. RPI dibentuk untuk meneruskan perjuangan dalam bentuk Negara Federasi. Ikut bergabung di dalam RPI itu : PRRI, Permesta, DI Aceh, dan DI Sulawesi Selatan. Ketika tengah berada di sekitar Batang Kumpulan di seberang Rajang di sebuah kedai kopi di tepi kampung. Lewatlah seregu tentara dari pecahan Batalyon 140 dari Suliki. Komandan regu itu rupanya adalah kawan Papa ketika sekolah di SMA Batusangkar. Nama beliau Roslim. Karena telah lama tidak bertemu, Papa mengajak mereka untuk istirahat dulu di kedai kopi itu. Papa beri orang kedai uang untuk keperluan memasak. Mereka dengan senang hati membelikan beras dan telur. Masakan kampung sederhana itu cukup membuat seregu pasukan itu makan dengan lahapnya sambil riuh bercerita. Walaupun dalam kondisi tetap siaga karena sewaktu-waktu adanya Tukang Tunjuak. Setelah mereka selesai makan bersama itu, regu tersebut bergabung dengan kompinya dan mulai bergerak menuju Pasaman Barat. Sambil berpamitan, mereka minta dido'akan supaya selamat dalam tugas ke Pasaman Barat. Papa menduga misi kali ini khusus untuk persiapan Proklamasi RPI di Bonjol yang dia ketahui kemudian hari di tanggal 8 Februari 1960. Sekompi pasukan ini terus bergerak di Pasaman Barat sampai masuk daerah Kinali. Tepatnya di Durian Kinali dikuasai oleh tentara APRI dari Divisi Diponegoro yang semuanya berasal dari Jawa Tengah. Pasukan dari Batalyon 140 sekitaran sekompi datang mengendap-ngendap di keheningan malam menjelang subuh di rimbunan hutan Pasaman itu. Mereka mulai mendekati tempat kedudukan pasukan Divisi Diponegoro tersebut. Keberadaan mereka diketahui dan terjadilah kontak senjata di tengah subuh kelam itu. Pasukan Divisi Diponegoro yang dalam kondisi tidak siap, banyak yang berlarian tanpa pakaian. Sebagian besar pasukan itu masih tidur pulas di subuh itu sehingga tidak siap menerima serangan dari pasukan PRRI. Banyak yang berlarian tak tentu arah sampai ada yang memanjat pohon kelapa. Markas mereka tinggalkan begitu saja sehingga barang-barang bawaan mereka dengan mudah dirampas oleh pasukan PRRI dari Batalyon 140 kala itu. Tanggal 8 Februari 1960, sesuai kesepakatan yang diumumkan secara rahasia, Proklamasi RPI dimulai dengan Upacara Bendera yang dilanjutkan dengan Parade Militer. Semua berlangsung dengan hikmat dan penuh semangat. Hadir kala itu, Presiden RPI Syafruddin Prawiranegara yang sekaligus merangkap Perdana Meteri. Beliau bertindak sebagai pemimpin uapacara didampingi oleh Kolonel Dahlan Djambek. Barisan pasukan militer yang mengikuti Upacara bendera itu terlihat gagah dengan baju baru yang masih ada tulisan Divisi Diponegoronya. J Wassalam Rina, 33+, batam -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
