RE: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)

2011-03-07 Terurut Topik rinapermadi
Mamak AI jo dunsanak palanta,

 

Sabantako alah ambo klarifikasi jo Papa

Letnan Rasyid adolah Urang Kumpulan

 

Trus peristiwa penyerangan besar-besaran tu Papa yakin itu sabulan sabalun
Proklamasi RPI. Sedangkan proklamasi RPI tu tgl 8 Feb 1960 berarti
penyerangan tu Januari 1960 ndak pasti Papa tanggalnyo tp bukan di bulan Des
1959.

 

TP atau Tentara Pelajar yang tergabung diantaronyo kawan Papa yang dari
pecahan Batalyon 140 asal Suliki nan Rina caritokan tupun ditanyo Papa nak
ka operasi kama. Tapi jawek nyo indak jaleh hanyo diperintahkan ka arah
Kinali. Jadi penyerangan ko benar-benar rahasia, hanyo diarahkan katiko pas
alah akan memasuki Kinali. 

Trus ikut bergabung tentara PDD (Pasukan Dahlan Djambek) dibawah komandan
Pak Malintara yang berasal dari Aceh.

 

Papa kurang tau kama mereka mundur setelah penyerangan tu, cuman pas
Proklamsi RPI, Mereka yang ikuik penyerangan bi babaju baru sadonyo, tapi
merk bajunyo masih Divisi Diponegoro.

 

Waktu di Bonjo sebagai tentara territorial, Papa betugas mamunguik Ipeda
(Iuran perang) mambantu Pak Camat bagian administrasi parang. Biaya perang
dipunguik dari pajak pedagang di daerah tu.

 

Wassalam

Rina

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Abraham Ilyas
Sent: Saturday, March 05, 2011 3:45 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)

 

Rina nan ambo hormati.

Ambo copaskan penggalan syair dari bapak Bustanuddin
http://nagari.or.id/?moda=cari  tentang kisah penyerangan kota (nagari)
Kinali tsb. 
Beliau ikut serta dalam operasi ini sebagai anggota kompi KKO-AL/PRRI
pimpinan Isrul.

Mungkin karena tak ada catatan resmi, hanya berdasarkan ingatan belaka, maka
ada perbedaan waktu terjadi peristiwa antara 2 orang ini. (akhir tahun 59
dengan awal tahun 60)

Tolong diklaririfikasi kembali ke papa Rina.
Dan tentang letnan Rasyid itu, apakah beliau orang Padang Sibusuak ?

..
..




-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)

2011-03-05 Terurut Topik Hayatun Nismah Rumzy
Kemungkinan sekali sama - dia hanya menyebutkan dia anak buahnya pak Darwis. 
Disuatu waktu dia hampir dibunuh oleh tentara pusat. Kalau pak Bustanuddin 
masih ada tolong dtanyakan. Uda Rumzy mendahului kita satu setengah tahun yang 
lalu dan umurnya waktu berpulangnya 73tahun.

Terima kasih Nismah Rumzy  

Sent from my iPad

On 6 Mar 2011, at 14:00, Abraham Ilyas  wrote:

> Uni Nismah Rumzy nan ambo hormati.
> 
> Mambaco tampek nan banamo Silapiang sarato Pasir Pengaraiyan/Riau, mako Bapak 
> Rumzy iko daulu mungkin satu kesatuan dengan bapak Bustanuddin sarupo nan 
> ditulihkannyo di bawah iko. 
> 
> Dari Lansek Kodok bapak Bustanuddin pergi ke Riau dan akhirnya tertangkap 
> bulan Oktober 1960 di Naga Seribu Pd Bolak, Tapsel, 
> http://nagari.or.id/?moda=cari
> 
> Kabar berita segera tersiar
> Hati pemuda jadi bergetar
> Ikut berperang tak akan gentar
> Dalam sehari banyak yang mendaftar
> 
> Dari Sitalang dan Batu Kambing
> Terdaftar pemuda yang tahan banting
> Berangkat serentak ke Ujung Gading
> Berjalan kaki beriring iring
> 
> Berangkat dilepas sanak famili
> Bersama tungganai dalam nagari
> Diberi bekal sebungkus nasi
> Beserta ilmu penjaga diri
> 
> Niat berjuang bela negara
> Mengganyang komunis anti agama
> Perlu ditumpas sampai ke Jakarta
> Agar rakyat hidup bahagia
> 
> Di Pasaman kami ditempatkan
> Nagari Silapiang lokasi latihan
> Letnan Isrul sebagai komandan
> KKO AL nama pasukan
> 
> Tiga bulan latihan perang
> Senjata diberi untuk disandang
> Perasaan hati menjadi garang
> Ke tempat musuh siap menyerang
> 
> 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)

2011-03-05 Terurut Topik Abraham Ilyas
Uni Nismah Rumzy nan ambo hormati.

Mambaco tampek nan banamo *Silapiang sarato Pasir Pengaraiyan/Riau*, mako
Bapak Rumzy iko daulu mungkin satu kesatuan dengan bapak Bustanuddin sarupo
nan ditulihkannyo di bawah iko.

Dari Lansek Kodok bapak Bustanuddin pergi ke Riau dan akhirnya tertangkap
bulan Oktober 1960 di Naga Seribu Pd Bolak, Tapsel,
http://nagari.or.id/?moda=cari

*Kabar berita segera tersiar
Hati pemuda jadi bergetar
Ikut berperang tak akan gentar
Dalam sehari banyak yang mendaftar

Dari Sitalang dan Batu Kambing
Terdaftar pemuda yang tahan banting
Berangkat serentak ke Ujung Gading
Berjalan kaki beriring iring

Berangkat dilepas sanak famili
Bersama tungganai dalam nagari
Diberi bekal sebungkus nasi
Beserta ilmu penjaga diri

Niat berjuang bela negara
Mengganyang komunis anti agama
Perlu ditumpas sampai ke Jakarta
Agar rakyat hidup bahagia

Di Pasaman kami ditempatkan
Nagari Silapiang lokasi latihan
Letnan Isrul sebagai komandan
KKO AL nama pasukan

Tiga bulan latihan perang
Senjata diberi untuk disandang
Perasaan hati menjadi garang
Ke tempat musuh siap menyerang


*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)

2011-03-05 Terurut Topik sjamsir_sjarif
Alaikum salam Bundo Nismah,

Di bulan Agustus limolapan sakutiko
Dalam pajalanan taangah-angah di dalam rimbo
Malintasi mandaki Bukik Batu Badoro
Dari Kototinggi manuju Bonjo
Rumzy jo ambo lai basuo
Babaju hijau sandang sinjato
Gagah tampak jaleh di ambo
Sanang hati basuo jo Konco Lamo
Memperkenalkan kawan-kawannyo dari KKO
Itu sabingkah kenangan lamo

Salam,
Sjamsir Sjarif

--- In [email protected], Nismah Rumzy  wrote:
>
> Assalamu Alaikum W. W.
> Uda Rumzy dulu KKO dibawah pimpinan pak Darwis Djamin di Pasaman.  Pernah
> nyo pai napak tilas ka Silapiang tahun 2006. Pernah juo ado dipahonyo
> pecahan mortir nan dibawonyo sampai akhir hayatnyo.
> Akhir2nyo nyo tacogok di Pasir Pengarayan - Ujuang Batu dan tatahan di
> Bangkinang. Selanjutnya 18 bulan menghuni TPU Pekanbaru.
> Bundo Nismah
> 
> 2011/3/5 Abraham Ilyas 
> 
> > Rina nan ambo hormati.
> >
> > Ambo copaskan penggalan syair dari bapak Bustanuddin
> > http://nagari.or.id/?moda=cari  tentang kisah penyerangan kota (nagari)
> > Kinali tsb.
> > Beliau ikut serta dalam operasi ini sebagai anggota kompi KKO-AL/PRRI
> > pimpinan Isrul.
> >
> > Mungkin karena tak ada catatan resmi, hanya berdasarkan ingatan belaka,
> > maka ada perbedaan waktu terjadi peristiwa antara 2 orang ini. (akhir tahun
> > 59 dengan awal tahun 60)
> >
> > Tolong diklaririfikasi kembali ke papa Rina.
> > Dan tentang letnan Rasyid itu, apakah beliau orang Padang Sibusuak ?
> >
> > ..
> > ..
> >
> > *Akhir tahun lima sembilan
> > Datang perintah dari komandan
> > Semua senjata siap ditangan
> > Ada perintah harus lakukan
> >
> > Diambil ransel segera diisi
> > Diisi pakaian dan sebungkus nasi
> > Pasukan apel di sore hari
> > KKO-AL ikut sekompi
> >
> > Pasukan bergerak setelah malam
> > Kompi satu Kala Hitam
> > Senjatanya lengkap ada meriam
> > Komandannya bernama letnan Agam
> >
> > Kompi Dua kompi gabungan
> > PDD dan TP jadi andalan
> > Bila berperang tak pernah bosan
> > Siap menyerang, berani bertahan
> >
> > KKO-AL kompi ketiga
> > Setiap personil pegang senjata
> > Senjata berat KKO punya
> > LMG, Mortir serta Bazoka
> >
> > Azwar Tontong komandan operasi
> > Profil tubuhnya besar dan tinggi
> > Beliau berasal dari Kuranji
> > Sekolah mayornya di luar negeri
> >
> > Isrul Ismail wakil komandan
> > Dari KKO berpangkat letnan
> > Memimpin perang sangat cekatan
> > Pistolnya dua tetap di tangan
> >
> > Entah ke mana tempat dituju
> > Semua prajurit tiada yang tahu
> > Para komandan jadi penentu
> > Sebagai prajurit tak boleh ragu
> >
> > Berjalan terus di malam gelap
> > Sepicing mata tak pernah lelap
> > Kadang berjalang kadang merayap
> > Menuju sasaran siap menyergap
> >
> > Pukul tiga di malam itu
> > Kepada pasukan diberi tahu
> > Dengan bisikan satu persatu
> > Kota Kinali sedang dituju
> >
> > Pukul lima perintah disebar
> > Senjata siap peluru di kamar
> > Tentara Sukarno segera dikejar
> > Kota Kinali menjadi gempar
> >
> > Tembakan dilepas secara serentak
> > Setiap anggota harus menembak
> > Maju ke depan sambil bersorak
> > Kota Kinali menjadi pekak
> >
> > Kota Kinali sasaran utama
> > Kami menyerang di pagi buta
> > Tentara Pusat sedang olah raga
> > Kami merampas banyak senjata
> >
> > Pukul tujuh ketika pagi
> > Kota Kinali telah dikuasai
> > Pasukan musuh semua lari
> > Ada yang hidup banyak yang mati
> >
> > Hanya tiga jam PRRI bertahan
> > Perintah mundur dari komandan
> > Tantara Pusat dapat bantuan
> > Kami terpaksa mundur ke hutan
> >
> > Kami mundur arah arah ke Panti
> > Di Lansek Kodok kami berhenti
> > Peluru rampasan dibagi bagi
> > Sesuai senjata yang dimiliki
> > *


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)

2011-03-05 Terurut Topik Nismah Rumzy
Assalamu Alaikum W. W.
Uda Rumzy dulu KKO dibawah pimpinan pak Darwis Djamin di Pasaman.  Pernah
nyo pai napak tilas ka Silapiang tahun 2006. Pernah juo ado dipahonyo
pecahan mortir nan dibawonyo sampai akhir hayatnyo.
Akhir2nyo nyo tacogok di Pasir Pengarayan - Ujuang Batu dan tatahan di
Bangkinang. Selanjutnya 18 bulan menghuni TPU Pekanbaru.
Bundo Nismah

2011/3/5 Abraham Ilyas 

> Rina nan ambo hormati.
>
> Ambo copaskan penggalan syair dari bapak Bustanuddin
> http://nagari.or.id/?moda=cari  tentang kisah penyerangan kota (nagari)
> Kinali tsb.
> Beliau ikut serta dalam operasi ini sebagai anggota kompi KKO-AL/PRRI
> pimpinan Isrul.
>
> Mungkin karena tak ada catatan resmi, hanya berdasarkan ingatan belaka,
> maka ada perbedaan waktu terjadi peristiwa antara 2 orang ini. (akhir tahun
> 59 dengan awal tahun 60)
>
> Tolong diklaririfikasi kembali ke papa Rina.
> Dan tentang letnan Rasyid itu, apakah beliau orang Padang Sibusuak ?
>
> ..
> ..
>
> *Akhir tahun lima sembilan
> Datang perintah dari komandan
> Semua senjata siap ditangan
> Ada perintah harus lakukan
>
> Diambil ransel segera diisi
> Diisi pakaian dan sebungkus nasi
> Pasukan apel di sore hari
> KKO-AL ikut sekompi
>
> Pasukan bergerak setelah malam
> Kompi satu Kala Hitam
> Senjatanya lengkap ada meriam
> Komandannya bernama letnan Agam
>
> Kompi Dua kompi gabungan
> PDD dan TP jadi andalan
> Bila berperang tak pernah bosan
> Siap menyerang, berani bertahan
>
> KKO-AL kompi ketiga
> Setiap personil pegang senjata
> Senjata berat KKO punya
> LMG, Mortir serta Bazoka
>
> Azwar Tontong komandan operasi
> Profil tubuhnya besar dan tinggi
> Beliau berasal dari Kuranji
> Sekolah mayornya di luar negeri
>
> Isrul Ismail wakil komandan
> Dari KKO berpangkat letnan
> Memimpin perang sangat cekatan
> Pistolnya dua tetap di tangan
>
> Entah ke mana tempat dituju
> Semua prajurit tiada yang tahu
> Para komandan jadi penentu
> Sebagai prajurit tak boleh ragu
>
> Berjalan terus di malam gelap
> Sepicing mata tak pernah lelap
> Kadang berjalang kadang merayap
> Menuju sasaran siap menyergap
>
> Pukul tiga di malam itu
> Kepada pasukan diberi tahu
> Dengan bisikan satu persatu
> Kota Kinali sedang dituju
>
> Pukul lima perintah disebar
> Senjata siap peluru di kamar
> Tentara Sukarno segera dikejar
> Kota Kinali menjadi gempar
>
> Tembakan dilepas secara serentak
> Setiap anggota harus menembak
> Maju ke depan sambil bersorak
> Kota Kinali menjadi pekak
>
> Kota Kinali sasaran utama
> Kami menyerang di pagi buta
> Tentara Pusat sedang olah raga
> Kami merampas banyak senjata
>
> Pukul tujuh ketika pagi
> Kota Kinali telah dikuasai
> Pasukan musuh semua lari
> Ada yang hidup banyak yang mati
>
> Hanya tiga jam PRRI bertahan
> Perintah mundur dari komandan
> Tantara Pusat dapat bantuan
> Kami terpaksa mundur ke hutan
>
> Kami mundur arah arah ke Panti
> Di Lansek Kodok kami berhenti
> Peluru rampasan dibagi bagi
> Sesuai senjata yang dimiliki
> *

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)

2011-03-05 Terurut Topik Dasriel A Noeha
Kelihatanya (sejarah) banyak KKO utang Minang belot ke PRRI?

Pak tuo ambo (KKO) Surabaya ukatu iduik (liau maningga ukatu operasi Paraku di 
pantai Malaysia) pernah carito, sangajo KKO asa Minang dikerahkan ke SB karano 
mereka kenal medan (sekitar Muaro, Ulakkarang, Bunguih, Pariaman),

Memang paralu klarifikasi

Wass

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-Original Message-
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Sat, 5 Mar 2011 09:13:48 
To: 
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)


Maaf pak Abraham.
Apakah saat itu memang PRRI sudah punya satuan KKO atau Angkatan Laut ?

Karena yang kita tahu selama ini cuma semacam Infantri plus sedikit altilery aja

Mengenai Azwar Tontong bukan orang Kuranji tapi Panampuang IV Angkek

Mungkin istrinya  dari Kuranji. Salah satu Pangdam Cenderawasih yang kemudian 
jadi Komisaris PT Semen Padang konon kabarnya keturunan beliau


---TR


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)

2011-03-05 Terurut Topik Abraham Ilyas
Bapak Bustanuddin iko adalah adik dari bapak Noor Indones St. Sati, anggota
palanta.
Beliau belum punya akun email

Salam

Abraham Ilyas

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)

2011-03-05 Terurut Topik Noor Indones
PaK TR.

Manuruik Pak Bustanuddin satantangan KKO-AL itu hanya penamaan kesatuan saja
sebab mereka dipimpin/dilatih oleh anggota KKO, Isrul dkk. yang bergabung
dengan PRRI di Padang segera setelah mendarat.
Pada kenyataan selama bergolak mereka tak pernah bertugas di daerah
pantai/laut.

Salam

AI

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)

2011-03-05 Terurut Topik taufiqrasjid

Maaf pak Abraham.
Apakah saat itu memang PRRI sudah punya satuan KKO atau Angkatan Laut ?

Karena yang kita tahu selama ini cuma semacam Infantri plus sedikit altilery aja

Mengenai Azwar Tontong bukan orang Kuranji tapi Panampuang IV Angkek

Mungkin istrinya  dari Kuranji. Salah satu Pangdam Cenderawasih yang kemudian 
jadi Komisaris PT Semen Padang konon kabarnya keturunan beliau


---TR


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)

2011-03-05 Terurut Topik Abraham Ilyas
Rina nan ambo hormati.

Ambo copaskan penggalan syair dari bapak Bustanuddin
http://nagari.or.id/?moda=cari  tentang kisah penyerangan kota (nagari)
Kinali tsb.
Beliau ikut serta dalam operasi ini sebagai anggota kompi KKO-AL/PRRI
pimpinan Isrul.

Mungkin karena tak ada catatan resmi, hanya berdasarkan ingatan belaka, maka
ada perbedaan waktu terjadi peristiwa antara 2 orang ini. (akhir tahun 59
dengan awal tahun 60)

Tolong diklaririfikasi kembali ke papa Rina.
Dan tentang letnan Rasyid itu, apakah beliau orang Padang Sibusuak ?

..
..

*Akhir tahun lima sembilan
Datang perintah dari komandan
Semua senjata siap ditangan
Ada perintah harus lakukan

Diambil ransel segera diisi
Diisi pakaian dan sebungkus nasi
Pasukan apel di sore hari
KKO-AL ikut sekompi

Pasukan bergerak setelah malam
Kompi satu Kala Hitam
Senjatanya lengkap ada meriam
Komandannya bernama letnan Agam

Kompi Dua kompi gabungan
PDD dan TP jadi andalan
Bila berperang tak pernah bosan
Siap menyerang, berani bertahan

KKO-AL kompi ketiga
Setiap personil pegang senjata
Senjata berat KKO punya
LMG, Mortir serta Bazoka

Azwar Tontong komandan operasi
Profil tubuhnya besar dan tinggi
Beliau berasal dari Kuranji
Sekolah mayornya di luar negeri

Isrul Ismail wakil komandan
Dari KKO berpangkat letnan
Memimpin perang sangat cekatan
Pistolnya dua tetap di tangan

Entah ke mana tempat dituju
Semua prajurit tiada yang tahu
Para komandan jadi penentu
Sebagai prajurit tak boleh ragu

Berjalan terus di malam gelap
Sepicing mata tak pernah lelap
Kadang berjalang kadang merayap
Menuju sasaran siap menyergap

Pukul tiga di malam itu
Kepada pasukan diberi tahu
Dengan bisikan satu persatu
Kota Kinali sedang dituju

Pukul lima perintah disebar
Senjata siap peluru di kamar
Tentara Sukarno segera dikejar
Kota Kinali menjadi gempar

Tembakan dilepas secara serentak
Setiap anggota harus menembak
Maju ke depan sambil bersorak
Kota Kinali menjadi pekak

Kota Kinali sasaran utama
Kami menyerang di pagi buta
Tentara Pusat sedang olah raga
Kami merampas banyak senjata

Pukul tujuh ketika pagi
Kota Kinali telah dikuasai
Pasukan musuh semua lari
Ada yang hidup banyak yang mati

Hanya tiga jam PRRI bertahan
Perintah mundur dari komandan
Tantara Pusat dapat bantuan
Kami terpaksa mundur ke hutan

Kami mundur arah arah ke Panti
Di Lansek Kodok kami berhenti
Peluru rampasan dibagi bagi
Sesuai senjata yang dimiliki

dst*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


[R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)

2011-03-03 Terurut Topik rinapermadi
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,

 

Ketika Papa Bercerita (10)

By : Ritrina

 

 

Awal tahun 1960 Papa yang tengah berjaga sebagai Tentara Teritorial  untuk
Kecamatan Bonjol Pasaman. Regu Papa ada 10 orang dengan 1 komandan regu.
Hampir kesemuanya adalah orang Kumpulan Pasaman. Komandan regu Papa bernama
Letnan Rasyid. Dimana daerah pengawasan mereka adalah Kumpulan, Alaham Mati,
Ladang Panjang, Binjai, Simpang dan sekitarnya. Masa itu tengah dipersiapkan
Proklamasi RPI singkatan dari Republik Persatuan Indonesia. Para tokoh PRRI
mengadakan hubungan diplomasi dengan beberapa daerah yang juga bergolak
menentang rezim Soekarno yang dinilai Diktator kala itu. RPI dibentuk untuk
meneruskan perjuangan dalam bentuk Negara Federasi. Ikut bergabung di dalam
RPI itu : PRRI, Permesta, DI Aceh, dan DI Sulawesi Selatan.  

 

Ketika tengah berada di sekitar Batang Kumpulan di seberang Rajang di sebuah
kedai kopi di tepi kampung. Lewatlah seregu tentara dari pecahan Batalyon
140 dari Suliki. Komandan regu itu rupanya adalah kawan Papa ketika sekolah
di SMA Batusangkar. Nama beliau Roslim. Karena telah lama tidak bertemu,
Papa mengajak mereka untuk istirahat dulu di kedai kopi itu. Papa beri orang
kedai uang untuk keperluan memasak. Mereka dengan senang hati membelikan
beras dan telur. Masakan kampung sederhana itu cukup membuat seregu pasukan
itu makan dengan lahapnya sambil riuh bercerita. Walaupun dalam kondisi
tetap siaga karena sewaktu-waktu adanya Tukang Tunjuak. 

 

Setelah mereka selesai makan bersama itu, regu tersebut bergabung dengan
kompinya dan mulai bergerak menuju Pasaman Barat. Sambil berpamitan, mereka
minta dido'akan supaya selamat dalam tugas ke Pasaman Barat.  Papa menduga
misi kali ini khusus untuk persiapan Proklamasi RPI di Bonjol yang dia
ketahui kemudian hari di tanggal 8 Februari 1960.

 

Sekompi pasukan ini terus bergerak di Pasaman Barat sampai masuk daerah
Kinali. Tepatnya di Durian Kinali dikuasai oleh tentara APRI dari Divisi
Diponegoro yang semuanya berasal dari Jawa Tengah. Pasukan dari Batalyon 140
sekitaran sekompi datang mengendap-ngendap di keheningan malam menjelang
subuh di rimbunan hutan Pasaman itu. Mereka mulai mendekati tempat kedudukan
pasukan Divisi Diponegoro tersebut. Keberadaan mereka diketahui dan
terjadilah kontak senjata di tengah subuh kelam itu. 

 

Pasukan Divisi Diponegoro yang dalam kondisi tidak siap, banyak yang
berlarian tanpa pakaian. Sebagian besar pasukan itu masih tidur pulas di
subuh itu sehingga tidak siap menerima serangan dari pasukan PRRI. Banyak
yang berlarian tak tentu arah sampai ada yang memanjat pohon kelapa. Markas
mereka tinggalkan begitu saja sehingga barang-barang bawaan mereka dengan
mudah dirampas oleh pasukan PRRI dari Batalyon 140 kala itu. 

 

Tanggal 8 Februari 1960, sesuai kesepakatan yang diumumkan secara rahasia,
Proklamasi RPI dimulai dengan Upacara Bendera yang dilanjutkan dengan Parade
Militer. Semua berlangsung dengan hikmat dan penuh semangat. Hadir kala itu,
Presiden RPI Syafruddin Prawiranegara yang sekaligus merangkap Perdana
Meteri. Beliau bertindak sebagai pemimpin uapacara didampingi oleh Kolonel
Dahlan Djambek. Barisan pasukan militer yang mengikuti Upacara bendera itu
terlihat gagah dengan baju baru yang masih ada tulisan Divisi Diponegoronya.
J

 

 Wassalam

Rina, 33+, batam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/