Re: [R@ntau-Net] Sutan Sulaiman -"ughang Piaman?-jb".
Kanakan Ephi Lintau nn baik n sanak palanta. Kalau adaik di Piaman,biasonyo lelaki nn sudah nikah dapek gala dari gala ayah kanduangnyo,Sutan,Sidi,Bagindo. Gala ko dipakai/dilatakkan dimuko namo nn ybs.Umpanyo Sutan Zubir Amin.Gala dari Ayah ko gak pernah dilatakkan ditangah-tangah gala nn lain. Kok ado kato'sutan'ditangah kato gala,JB bisa memastikan nn ybs bukan ughang Piaman co 'Tuanku Tumenggung SUTAN Suleiman,'.Di Piaman tidak ada model ko,model nn comantun ado di Darek. Seingat JB(iko ndak akurat) Sutan Sulaiman ini baasa dari Piaman bana,rumah beliau di Jln H.A.Salim(dakek) bunderan jln Irian,Jakpus,ndak jauh dari tampek tingga JB,karena kami bertetangga. Iko senek bahan info sajo dari JB,semoga bermanfaat. Sutan Zubir Amin,DtRJ,ughang Piaman. Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone -Original Message- From: Ephi Lintau Sender: [email protected] Date: Tue, 8 Nov 2011 20:20:58 To: Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Sutan Sulaiman Pak TR jo Mak Tan AMeh..., ambo ggogling basobok tulisan Ajo Suryadi : dek di Lintau ambo yo alun mandangan namo Sutan Sulaiman, namo dgn kato sutan agak jarang di lintau... Datuak Tumangguang Sutan Sulaiman: Kepala Laras Sungai Puar<http://urangminang.wordpress.com/2011/02/07/datuak-tumangguang-sutan-sulaiman-kepala-laras-sungai-puar/> 7 02 2011 Oleh : Suryadi <http://niadilova.blogdetik.com/?p=640> *<http://urangminang.files.wordpress.com/2011/02/minang-saisuak-36-datuak-tumangguang-sutan-sulaiman-kepala-laras-sungai-puar.jpg> TUANKU* *LARAS* adalah jabatan adat bikinan Belanda untuk mengontrol masyarakat Minangkabau. Gelar *tuanku* *lareh *(‘tuanku laras’), atau * larashoofd* (‘kepala laras’) dalam bahasa Belanda, cukup bergengsi di Minangkabau pada zaman kolonial. Mereka yang dipilih menjadi kepala laras biasanya berasal dari kalangan penghulu berpengaruh di suatu nagari yang bisa diajak bekerjasama oleh Belanda. Jabatan tuanku laras sebebarnya sangat pelik: ke atas ia harus loyal kepada Belanda, ke bawah ia harus melindungi rakyatnya. Banyak kepala laras yang masih memegang idealisme, tetapi tak sedikit yang dibenci oleh masyarakatnya sendiri karena secara langsung atau tidak mereka menjadi perpanjangan tangan kolonialis Belanda untuk menekan dan mengontrol masyarakat Minangkabau di nagari-nagari. Rubrik ‘Minang Saisuak’ kali ini menampilkan foto Kepala Laras Sungai Puar, Datuak Tumangguang Sutan Sulaiman (dalam dokumen-dokumen Belanda namanya ditulis ‘Datoe Toemanggoeng Soetan Soeliman’). Foto ukuran 17,5×12 cm. ini dibuat oleh mat kodak Th. F.A. Delprat pada tahun 1890. Datuak Tumangguang berkuasa antara 1870-an sampai 1930-an. Ia dikenal dekat dengan Belanda dan cukup cerdik menggunakan jabatannya untuk kesejahteraan keluarganya. Rumahnya gadangnya yang besar di Sungai puar, dan termasuk yang termewah untuk ukuran waktu itu, acap kali kedatangan tamu-tamu penting orang Belanda (antara lain perintis pembuatan jalan kereta api, J.W. Ijzerman, peneliti Jerman Alfred Maas, dan mantan misionaris Meint Joustra). Para pengunjung Eropa itu sempat membuat foto interior rumah gadang milik Datuak Tumangguang Sutan Sulaiman (lihat misalnya, buku Alfred Maas, *Quer durch Sumatra: Reise-Erinnerungen*. Berlin: Wilhem Süsserott, 1904; M. Joustra, *Minangkabau: Overzicht van Land, Geschiedenis en Volk.*Leiden: Louis H. Becherer, 1921). Foto-foto itu boleh dibilang cukup langka karena tidak banyak sebenarnya dokumen visual klasik yang memotret interior rumah gadang Minangkabau. Fotografer Delprat juga sempat memotret keluarga besar Datuak Tumangguang (akan kami tampilkan pada kesempatan lain). Gaya pakaian tuanku laras seperti dapat dilihat pada foto Datuak Tumangguang Sutan Sulaiman di atas tampaknya mencerminkan pula posisi politiknya. Pakaiannya adalah kombinasi baju gaya Eropa dan pakaian pribumi, seolah-olah merepresentasikan posisi dilematis yang diembannya: antara membela kepentingan rakyat dan merealisasikan perintah-perintah dari atasan Belandanya. Salah satu hal yang sering situgaskan oleh Belanda kepada Tuanku Laras adalah mencari tenaga rodi untuk pembangunan jalan dan pekerjaan-pekerjaan lainnya untuk kepentingan Belanda. Sehingga waktu itu terkenal pantun: *Daulu rabab nan batangkai / Kini kopi nan babungo / Daulu adat nan bapakai / Kini rodi nan paguno*. Sekarang, jauh setelah era tuanku karas lenyap dari alam Minangkabau, hakikat baris isi pantun itu masih saja terasa, tapi mungkin harus diubah sedikit: ‘*daulu adat nan bapakai*, *kini ko pitih nan nyo tanyo*’. ‘UUD (*U*jung-*U*jungnya *D*uit)’kata orang sekarang. *Suryadi* – Leiden, Belanda. (Sumber foto: KITLV Leiden) *Singgalang*, Minggu, 6 Februari 2011 2011/11/8 > > Mak Tan Ameh > > Lareh jo Damang merupakan aparat Ulando, apa memang ada yg berontak ? > > Kalau perlawanan terhadap Ulando sejak awal abad ke 20 nan tau awak Perang > Kamang, Manggopoh
Re: [R@ntau-Net] Sutan Sulaiman
Dinda Taufiq, Subronto Laras tu ayahnya pambuek badia di Sungai Pua. (Iko kidiang) On 11/8/11, [email protected] wrote: > Ado pulo Subronto Laras. Baliau iko anak ujuang ameh awak dari Lareh > dimano itu ? > > -TR > > > Sent from my BlackBerryŽ > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > === > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > === > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- Sent from my mobile device Wassalaamu'alaikum Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), suku Mandahiliang, lahir 17 Agustus 1947. nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Re: [R@ntau-Net] Sutan Sulaiman
Ado pulo Subronto Laras. Baliau iko anak ujuang ameh awak dari Lareh dimano itu ? -TR Sent from my BlackBerryŽ powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Re: [R@ntau-Net] Sutan Sulaiman
lalu ado nan mangomentari : keturunan dari Sutan Sulaiman ini lahir seorang Pahlawan Nasional yaitu Abdul Moeis, pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia, yang meninggal tahun 1959 di Bandung, adalah anak dari Tuangku Laras ini. Pemangku adat inipun konon pernah ditindak Belanda gara-gara menolak pemungutan pajak (belasting) di desanya. Karena Penolakannya itu diasingkan ke Pulau Bangka. Suatu hal yang sangat perlu diketahui, bahwa di Kota Bandung (salah satu daerah parantauan bagi orang Sungai Pua) ada jalan dan terminal yang diberi nama Abdul Moeis dan Soedirman (Saudara Abdul Moeis, yang terkenal dengan piala Badminton Soedirman) yang dianggap sebagai pahlawan dan pejuang yang cukup banyak berjasa terhadap Negara Republik Indonesia di bidangnya masing-masing. Berliau berdua adalah anak pusako urang Sungai Pua (anak Tuanku Larch) Soelaiman Dt. Tumangguang. Demikian yang ditulis oleh Inyiak Segeh dalam tulisannya. 2011/11/8 Ephi Lintau > Pak TR jo Mak Tan AMeh..., ambo ggogling basobok tulisan Ajo Suryadi : dek > di Lintau ambo yo alun mandangan namo Sutan Sulaiman, namo dgn kato sutan > agak jarang di lintau... > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Re: [R@ntau-Net] Sutan Sulaiman
Pak TR jo Mak Tan AMeh..., ambo ggogling basobok tulisan Ajo Suryadi : dek di Lintau ambo yo alun mandangan namo Sutan Sulaiman, namo dgn kato sutan agak jarang di lintau... Datuak Tumangguang Sutan Sulaiman: Kepala Laras Sungai Puar<http://urangminang.wordpress.com/2011/02/07/datuak-tumangguang-sutan-sulaiman-kepala-laras-sungai-puar/> 7 02 2011 Oleh : Suryadi <http://niadilova.blogdetik.com/?p=640> *<http://urangminang.files.wordpress.com/2011/02/minang-saisuak-36-datuak-tumangguang-sutan-sulaiman-kepala-laras-sungai-puar.jpg> TUANKU* *LARAS* adalah jabatan adat bikinan Belanda untuk mengontrol masyarakat Minangkabau. Gelar *tuanku* *lareh *(‘tuanku laras’), atau * larashoofd* (‘kepala laras’) dalam bahasa Belanda, cukup bergengsi di Minangkabau pada zaman kolonial. Mereka yang dipilih menjadi kepala laras biasanya berasal dari kalangan penghulu berpengaruh di suatu nagari yang bisa diajak bekerjasama oleh Belanda. Jabatan tuanku laras sebebarnya sangat pelik: ke atas ia harus loyal kepada Belanda, ke bawah ia harus melindungi rakyatnya. Banyak kepala laras yang masih memegang idealisme, tetapi tak sedikit yang dibenci oleh masyarakatnya sendiri karena secara langsung atau tidak mereka menjadi perpanjangan tangan kolonialis Belanda untuk menekan dan mengontrol masyarakat Minangkabau di nagari-nagari. Rubrik ‘Minang Saisuak’ kali ini menampilkan foto Kepala Laras Sungai Puar, Datuak Tumangguang Sutan Sulaiman (dalam dokumen-dokumen Belanda namanya ditulis ‘Datoe Toemanggoeng Soetan Soeliman’). Foto ukuran 17,5×12 cm. ini dibuat oleh mat kodak Th. F.A. Delprat pada tahun 1890. Datuak Tumangguang berkuasa antara 1870-an sampai 1930-an. Ia dikenal dekat dengan Belanda dan cukup cerdik menggunakan jabatannya untuk kesejahteraan keluarganya. Rumahnya gadangnya yang besar di Sungai puar, dan termasuk yang termewah untuk ukuran waktu itu, acap kali kedatangan tamu-tamu penting orang Belanda (antara lain perintis pembuatan jalan kereta api, J.W. Ijzerman, peneliti Jerman Alfred Maas, dan mantan misionaris Meint Joustra). Para pengunjung Eropa itu sempat membuat foto interior rumah gadang milik Datuak Tumangguang Sutan Sulaiman (lihat misalnya, buku Alfred Maas, *Quer durch Sumatra: Reise-Erinnerungen*. Berlin: Wilhem Süsserott, 1904; M. Joustra, *Minangkabau: Overzicht van Land, Geschiedenis en Volk.*Leiden: Louis H. Becherer, 1921). Foto-foto itu boleh dibilang cukup langka karena tidak banyak sebenarnya dokumen visual klasik yang memotret interior rumah gadang Minangkabau. Fotografer Delprat juga sempat memotret keluarga besar Datuak Tumangguang (akan kami tampilkan pada kesempatan lain). Gaya pakaian tuanku laras seperti dapat dilihat pada foto Datuak Tumangguang Sutan Sulaiman di atas tampaknya mencerminkan pula posisi politiknya. Pakaiannya adalah kombinasi baju gaya Eropa dan pakaian pribumi, seolah-olah merepresentasikan posisi dilematis yang diembannya: antara membela kepentingan rakyat dan merealisasikan perintah-perintah dari atasan Belandanya. Salah satu hal yang sering situgaskan oleh Belanda kepada Tuanku Laras adalah mencari tenaga rodi untuk pembangunan jalan dan pekerjaan-pekerjaan lainnya untuk kepentingan Belanda. Sehingga waktu itu terkenal pantun: *Daulu rabab nan batangkai / Kini kopi nan babungo / Daulu adat nan bapakai / Kini rodi nan paguno*. Sekarang, jauh setelah era tuanku karas lenyap dari alam Minangkabau, hakikat baris isi pantun itu masih saja terasa, tapi mungkin harus diubah sedikit: ‘*daulu adat nan bapakai*, *kini ko pitih nan nyo tanyo*’. ‘UUD (*U*jung-*U*jungnya *D*uit)’kata orang sekarang. *Suryadi* – Leiden, Belanda. (Sumber foto: KITLV Leiden) *Singgalang*, Minggu, 6 Februari 2011 2011/11/8 > > Mak Tan Ameh > > Lareh jo Damang merupakan aparat Ulando, apa memang ada yg berontak ? > > Kalau perlawanan terhadap Ulando sejak awal abad ke 20 nan tau awak Perang > Kamang, Manggopoh dan Silungkang. Itu karano menentang Belasting > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > -Original Message- > From: "tasrilmoeis" > Sender: [email protected] > Date: Tue, 8 Nov 2011 17:47:06 > To: > Reply-To: [email protected] > Subject: RE: [R@ntau-Net] Sutan Sulaiman > > > Mak TR, > Sutan Sulaiman ko ado pulo nan lareh Sungai Pua awal taun 1900an. > Apo mungkin iko urang no? > > Wassalam > Tan Ameh > > -Original Message- > From: [email protected] [mailto:[email protected]] On > Behalf Of [email protected] > Sent: Tuesday, November 08, 2011 5:13 PM > To: [email protected] > Subject: [R@ntau-Net] Sutan Sulaiman > > Salain Buya Hamka nan mendapek gala Pahlawan Nasional > > Ciek lai pemimpin urang awak nan dianugerahi Bintang Maha Putra Adi > Pradana adolah Sutan Sulaiman yang berjuang melawan Ulando sekitar tahun > 1928 > > Dari daerah mano baliau
Re: [R@ntau-Net] Sutan Sulaiman
Mak Tan Ameh Lareh jo Damang merupakan aparat Ulando, apa memang ada yg berontak ? Kalau perlawanan terhadap Ulando sejak awal abad ke 20 nan tau awak Perang Kamang, Manggopoh dan Silungkang. Itu karano menentang Belasting Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -Original Message- From: "tasrilmoeis" Sender: [email protected] Date: Tue, 8 Nov 2011 17:47:06 To: Reply-To: [email protected] Subject: RE: [R@ntau-Net] Sutan Sulaiman Mak TR, Sutan Sulaiman ko ado pulo nan lareh Sungai Pua awal taun 1900an. Apo mungkin iko urang no? Wassalam Tan Ameh -Original Message- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of [email protected] Sent: Tuesday, November 08, 2011 5:13 PM To: [email protected] Subject: [R@ntau-Net] Sutan Sulaiman Salain Buya Hamka nan mendapek gala Pahlawan Nasional Ciek lai pemimpin urang awak nan dianugerahi Bintang Maha Putra Adi Pradana adolah Sutan Sulaiman yang berjuang melawan Ulando sekitar tahun 1928 Dari daerah mano baliau iko, apakah dari daerah Lintau Tusangka ? ---TR Sent from my BlackBerryŽ powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
RE: [R@ntau-Net] Sutan Sulaiman
Mak TR, Sutan Sulaiman ko ado pulo nan lareh Sungai Pua awal taun 1900an. Apo mungkin iko urang no? Wassalam Tan Ameh -Original Message- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of [email protected] Sent: Tuesday, November 08, 2011 5:13 PM To: [email protected] Subject: [R@ntau-Net] Sutan Sulaiman Salain Buya Hamka nan mendapek gala Pahlawan Nasional Ciek lai pemimpin urang awak nan dianugerahi Bintang Maha Putra Adi Pradana adolah Sutan Sulaiman yang berjuang melawan Ulando sekitar tahun 1928 Dari daerah mano baliau iko, apakah dari daerah Lintau Tusangka ? ---TR Sent from my BlackBerryŽ powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
[R@ntau-Net] Sutan Sulaiman
Salain Buya Hamka nan mendapek gala Pahlawan Nasional Ciek lai pemimpin urang awak nan dianugerahi Bintang Maha Putra Adi Pradana adolah Sutan Sulaiman yang berjuang melawan Ulando sekitar tahun 1928 Dari daerah mano baliau iko, apakah dari daerah Lintau Tusangka ? ---TR Sent from my BlackBerryŽ powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
