Bls: [R@ntau-Net] Gagasan pak Emeraldy yang Patut Dibaca dan Diimplementasikan

2015-12-21 Terurut Topik 'asmun sjueib' via RantauNet
Assalamu'alaikum Wr.Wb.aaa) Pak Maturidi satantangan bandes satiok Desa tamasuk 
nan satiok wakatu diharik2kan dek Mantari Trans Desa Tatingga bukan lo wak ka 
curiga dhoh, namun demikian wak bakawajiban "mangawal" hak-hak rahayat Nagori 
wak itu ;bbb) Untuk efektifitas, efisiensi jo produktifitas pitih rahayat 
Nagori itu paralu diarahkan dan dikawal sahinggo manjadi berhasilguna, 
berdayaguna dan lainnyo nan ujung2nyo iyolah suatu siklus nan manuruuik ambo 
tahu saketek dari investasi ka output (peningkatan kesra Nagori) dan balik lo 
ka investasi dst.nya ;ccc) Pengalaman manunjukkan dari berbagai pitih nan turun 
dari Puseik kadangkala iyolah indak sampai kaujungnyo doh, kalaupun ado nan 
sasuai jo kato apak tu nyo manjadi ikue manciek, makonyo jadilah manciek2 
gadang ditingkat Puseik turun ka Provinsi, Kabupaten/kota, Kacamatan sampai ka 
Walinagori. 
Itulah sekedar rabaan dan paralunyo social control Rantau jo Ranah 
bukan?Wassalam,Haasma Depok
 

Pada Senin, 21 Desember 2015 14:54, Maturidi Donsan  
menulis:
 

 
Manuruik pak Joko Wi, pitih M itu bulek sampai ka Desa.

Apo ado jo panyunatan lai, kalau adoh jo terminalnyo sabalum ka nagari, ikua 
manciknyo nan tibo di nagari.

Mudah-mudahan indak.

Maturidi
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


   

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


Bls: [R@ntau-Net] Gagasan pak Emeraldy yang Patut Dibaca dan Diimplementasikan

2015-12-20 Terurut Topik 'asmun sjueib' via RantauNet
Alhamdulillah tarimokasih kiriman tulisan tsb. kalau bulih ado format strategi 
jo program aksi nan paralu ditelaah basamo.Khusus untuk SB ambo maliek ado 
tulisan Duns. HMBa, Ekonomi Kerakyatan oleh MCB nan sadang dan akan 
melaksanakan Program Aksi RRR ( Rapid Rural Recognition ) dibawah bendera 
Yys.Inyiek Djambek. Hayo basamo kito bisa, basatu-satu hancur. Catatan : Kama 
painyo pitih Rahayat Nagori per Desa satu setengah M? Bara pulo katingga 
ditingkeik Puseik, Provinsi, Kabupaten/Kota, dst.nya? Hayo kito kawal sampai 
tuntas atau hanyo isapan jempol belaka kah? Wassalam, Haasma. 
 

Pada Minggu, 20 Desember 2015 7:48, Andri Satria Masri 
 menulis:
 

 Dr. Emeraldy Chatra : Jihad Ekonomi Untuk Melawan KorupsiBangsa Indonesia akan 
hancur bila terus-terusan dilumuri praktik korupsi. Ada satu hal yang bisa 
diperbuat untuk melawan para korupsi dengan melakukan gerakan Jihad Ekonomi. 
Hal itu disampaikan pakar Universtas Andalas dan Pencetus gagasan “Jihad 
Ekonomi”, Dr. Emeraldy Chatra kepada media ini, Sabtu (12/12).“Banyak kalangan 
yang bias mengartikan kata “Jihad”, kebanyakan dari mereka mengartikan Jihad 
adalah perang (membunuh) saja, padahal jika ditelaah ayat Al-Qur’an pengertian 
Jihad itu sendiri lebih banyak berhubungan dengan perjuangan ekonomi, bukan 
berperang untuk membunuh” kata Pak Em.Selanjutnya, kata Pak Em, Jihad Ekonomi 
dapat didefinisikan sebagai “kegiatan ekonomi langsung maupun tidak langsung 
yang dilaksanakan secara bersungguh-sungguh dan berjamaah dengan niat 
menegakkan Kalimatullah untuk melawan kemiskinan dan kezaliman ekonomi yang 
menyebabkan timbulnya ketimpangan ekonomi-sosial-politik dalam masyarakat 
sehingga mendorong timbulnya kekufuran”, ungkapnya.Dijelaskannya, Keruntuhan 
sebuah negara banyak dikaitkan dengan korupsi. Korupsi melahirkan ketimpangan 
ekonomi yang parah, memunculkan sekelompok orang yang berkelimpahmewahan, tapi 
di sisi lain memperbanyak orang melarat. Ketidaksenangan terhadap rezim korup 
dapat berpuncak pada pembangkangan dan pemberontakan bersenjata, sehingga 
negara dihadapkan pada konflik berkepanjangan atau revolusi. Itulah alasan 
mengapa korupsi menjadi momok bagi sebuah bangsa.Kebencian terhadap korupsi 
diwujudkan ke dalam pemberian hukuman berat kepada para pelaku. Di China para 
koruptor dihukum mati. Di berbagai negara para koruptor harus mendekam dalam 
penjara selama bertahun-tahun.Meskipun sudah diancam hukuman berat, korupsi 
tetap menghantui banyak negara, terutama di negara yang masuk kategori negara 
berkembang. Korupsi baru dapat diatasi oleh negara-negara Eropa yang makmur, 
meskipun belum sepenuhnya.Mengapa orang korupsi? Mengapa orang berani mencuri 
kekayaan yang bukan haknya? Tentu akan banyak sekali argumen yang dapat 
dilontarkan. Namun dalam perspektif Islam sebabnya adalah karena orang hanya 
memikirkan kesejahteraannya sendiri. Mereka tidak memikirkan orang lain yang 
akan jadi miskin akibat ulahnya. Mereka pun tidak memikirkan apalagi yakin 
bahwa apa yang mereka kerjakan akan membuat dirinya mengalami kesulitan serius 
kelak di akhirat. Sebagian koruptor mungkin tidak percaya adanya akhirat dan 
hari pembalasan.Dengan demikian, persoalannya berada pada pikiran mereka. Orang 
yang percaya pada hari pembalasan tentu tidak akan terseret ke dalam perbuatan 
yang merugikan negara, tidak akan korupsi. Mereka memilih hidup apa adanya 
daripada makmur dengan barang curian. Tanpa ditakut-takuti dengan hukum penjara 
yang panjang atau hukuman mati pun mereka tidak punya keberanian melakukan 
korupsi.Mereka yang melakukan Jihad Ekonomi tentu akan lebih takut lagi 
melakukan korupsi. Alih-alih mencuri, mereka justru lebih giat bekerja karena 
dengan demikian mereka telah menabung untuk kehidupan di akhirat. Mereka yakin 
Allah tidak buta, selalu mengawasi, dan memberikan ganjaran yang pantas untuk 
orang yang bekerja keras dengan hanya mengharapkan ridha Allah.Simpulannya, 
korupsi akan habis dengan sendirinya apabila setiap pejabat atau pegawai 
institusi mana pun melakukan Jihad Ekonomi. Negara tidak perlu lagi memperbesar 
bangunan penjara yang kelak digunakan untuk menghukum para koruptor, dan tidak 
pula perlu menjatuhkan hukuman mati. Oleh sebab itu, pantas kita tidak dapat 
berharap banyak dari cara-cara penanggulangan korupsi yang sekarang dilakukan 
pemerintah. Sepanjang ketakutan kepada hukum Allah masih ada pada diri banyak 
pejabat dan karyawan, korupsi akan tetap berlanjut, tidak akan pernah habis. 
Hanya mereka yang benar-benar takut kepada Allah, seperti para jihadis 
ekonomilah yang akan menyelamatkan negara dari rongrongan tindak korupsi.Untuk 
melakukan Jihad Ekonomi, perlu sebuah organisasi yang dapat mengakumulasikan 
kekuatan umat, yang sistemnya sedang dipersiapkan, pungkasnya.(bud)
Sumber: 
http://minangnews.co.id/dr-emraldy-chatra-jihad-ekonomi-untuk-melawan-korupsi/?fdx_switcher=true
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dar