Kasus ini harus diusut secara hukum sampai ke akar-akarnya tanpa tedeng
aling-aling!
-- MakNgah
--- In [email protected], "Nofend St. Mudo" wrote:
>
> Sabtu, 14 Januari 2012 | 06:05 WIB
>
> 
> TEMPO.CO , PADANG :- Foto janggal kasus gantung diri adik-kakak Faisal-Budri
> M. Zen di kamar mandi tahanan Kepolisian Sektor Sijunjung diungkap tim
> investigasi lembaga bantuan hukum Padang. "Foto ini akan menjadi barang bukti
> penting," kata Roni Saputra, anggota tim investigasi LBH Padang, Jumat 13
> Januari 2012. .
>
> Dalam foto yang diperlihatkan kepada Tempo, gambar Faisal-Budri diambil
> hingga bagian pinggang. Budri, yang berada dalam bak mandi, mengenakan kaus
> putih dengan bercak darah di bagian dada, dan celana birunya basah oleh air
> bak mandi. Kepalanya menoleh ke arah adiknya. Lehernya dijerat kaus lengan
> panjang warna kuning yang digantungkan di jeruji besi ventilasi kamar mandi.
>
> Posisi Faisal sejajar dengan Budri, jaraknya sekitar 50 sentimeter, di luar
> bak mandi di atas toilet jongkok. Faisal mengenakan kaus warna cokelat, yang
> juga bernoda darah di bagian dada. Lehernya tergantung dengan sweater warna
> biru yang terikat di jeruji ventilasi. "Sweater itu adalah baju yang dipakai
> saat ia ditangkap 21 Desember tahun lalu," kata Roni Saputra, Koordinator
> Divisi Pembaharuan Hukum dan Peradilan LBH.
>
> Faisal, 15 tahun, masuk penjara Polsek Sijunjung pada 21 Desember 2011,
> setelah dibekuk polisi di dekat Masjid Nurul Yaqin, Nagari Pematang Panjang,
> karena diduga akan mengambil isi kotak amal masjid. Adapun kakaknya, Budri,
> 17 tahun, ditahan sejak 26 Desember 2011 karena diduga terlibat dalam
> pencurian 19 sepeda motor bersama Faisal di wilayah Sijunjung. Keduanya
> ditemukan tewas di kamar mandi tahanan pada 28 Desember tahun lalu.
>
> Roni melanjutkan, kamar mandi Polsek Sijunjung berukuran 1,5 x 1,5 meter,
> tinggi lantai dengan ventilasi jeruji hanya 2 meter, sedangkan tinggi kedua
> korban sekitar 165 cm. Adapun panjang kain yang menjerat leher mereka ke
> ventilasi sekitar 60 cm. "Dengan perkiraan seperti itu, posisi kaki korban
> masih menapak di lantai, apalagi Budri juga berada dalam bak yang penuh air,
> tentu tubuhnya tertahan oleh air," kata Roni.
>
> Menurut dia, kejanggalan lain, pada foto itu mata korban tidak terbelalak dan
> lidahnya tidak terjulur. Keterangan dokter Rumah Sakit M. Djamil, Padang,
> juga menyebutkan Faisal meninggal satu atau dua jam sebelum Budri. "Rasanya
> tidak mungkin setelah Faisal gantung diri, satu jam kemudian Budri gantung
> diri di sebelahnya," ucap Roni.
>
> Kejanggalan lain, kata Roni, hasil otopsi diserahkan kepada polisi 4 Januari
> 2012. Tapi juru bicara Kepolisian Daerah Sumatera Barat pada 2 Januari sudah
> menyatakan, berdasarkan hasil otopsi, kedua korban gantung diri. "Padahal
> pihak rumah sakit tidak pernah menyimpulkan seperti itu," ujarnya.
>
> Setelah melapor ke Markas Besar Kepolisian RI, keluarga Faisal-Budri kemarin
> juga melapor ke Komisi Nasional Perlindungan Anak. Yusmanidar, 50 tahun,
> ibunda Faisal dan Budri, menuntut kasus kematian putranya diusut tuntas.
> "Kalau anak saya salah, silakan dihukum lama-lama, asalkan (saya) masih bisa
> antarkan nasi," kata perempuan buruh tani itu.
>
> Yusmanidar mengaku terakhir bertemu dengan Faisal pada 22 Desember 2011. Saat
> itu Faisal mengeluh sakit akibat dipukul. "Ibu segeralah pulang. Tidak akan
> tahan Ibu melihat saya dipukuli oleh polisi lagi," ujarnya dalam bahasa
> Padang, menirukan kata putranya. Hal serupa diungkapkan Rifai, kakak Faisal
> yang pernah membesuknya pada 26 Desember 2011.(Tangis Ibunda Anak Gantung
> Diri di Sel Polisi)
>
> Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait akan memberi dukungan
> kepada keluarga Faisal-Budri. "Dalam penyidikan kasus itu, kami minta polisi
> menggabungkan hasil investigasi mereka dengan hasil investigasi Komnas HAM,"
> katanya.
>
> Mabes Polri tetap berkukuh penyebab kematian Faisal-Budri adalah gantung
> diri. "Luka memar di leher korban akibat lilitan baju yang diikat sebagai
> alat gantung diri," kata Kepala Divisi Penerangan Umum Komisaris Besar Boy
> Rafli Amar saat dihubungi Tempo.
>
> l FEBRIANTI | ATMI PERTIWI | INU KERTAPATI | ENI SAENI
>
> Berita Terkait
> • Perlu Tim Independen Usut Tewasnya Kakak Adik di Sijunjung Â
> • Police Watch Anggap Kematian Faisal-Budri Janggal Â
> • Benarkah Faisal Diamuk Warga Soal Kotak Amal?
> • Pasca-Insiden Sijunjung, Komnas Awasi Sel Polisi
> • Dokter: Mati Gantung Diri Tak Lazim Alami Patah Leher
> • KPAI Bagikan Sandal ke Anak di Rutan Pondok Bambu
> • Benarkah Faisal Diamuk Warga Soal Kotak Amal? Â
> • Keluarga: Faisal dan Budri Tidak Pernah Mencuri
>
> http://m.tempo.co/2012/01/14/377257/
> Wassalam
> Nofend | 35-L | Cikasel
>
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
h