Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Mak Kusia

2014-08-06 Terurut Topik Akmal Nasery Basral
Alhamdulillah tanyo alah tajawek surang Uni. :-)

Wassalam,

ANB


Pada 6 Agustus 2014 23.55, Hanifah Damanhuri  menulis:

> Mak Kusia
>
> Iko kato Nyiak Gugel  jawekno
>
> KEKELIRUAN DALAM MEMILIH PENERIMA SEDEKAH
>  *Beberapa kekeliruan dibawah ini menjelaskan beberapa poin yang mungkin
> luput dari perhatian sebagian umat Islam. Mungkin karena kurangnya waktu
> untuk mendapatkan informasi agama dan syariah. Ada beberapa kategori
> prioritas yang ditekankan oleh agama dalam memilih kepada siapa kita
> menyerahkan sedekah. Pada segmen ini, titik beratnya adalah kesempurnaan
> sedekah dengan mengikuti skala prioritas yang dianjurkan agama demi
> kesempurnaan, kemaslahatan dan manfaat sedekah yang lebih menyeluruh. Jadi,
> bukan pada segmen hukum diterima atau tidaknya sedekah jika tidak mengikuti
> urutan prioritas ini. Untuk itu, berikut ini beberapa prioritas yang
> digariskan agama.*
>
> *Pada hakikatnya seseorang yang ingin bersedekah diberi ortoritas dalam
> memilih siapa penerima yang ia pilih, sebagaimana hadist Nabi menegaskan
> hal ini,*
> *"Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda,'Bersedekahlah! Seseorang
> menanggapi,'Ya Rasulullah, saya memiliki satu dinar (rezeki)'. Rasul
> berkata,'Bersedekahlah untuk dirimu'. Ia berkata,'saya masih punya
> sisanya'. Kata Rasul,'berikan kepada istrimu'. Ia berkata,'masih ada yang
> lain'. Kata Rasul,'berikan kepada anakmu!' Masih ada yang lain'. Kata
> Rasul,'berikan kepada pelayanmu!' Masih ada yang lain'. Rasul
> berkata,'Terserah kamu (kamu lebih tahu)". Sunan An-Nasa'i, hadist
> no.(2534) 5/66.*
>
>
>
>  *  1. TIDAK MEMPRIORITASKAN KERABAT.*
>
>
> *Memprioritaskan kerabat juga perlu diperhatikan. Bagaimana munkgin
> seseorang bersedekah kepada orang lain sementara masih ada kerabatnya yang
> sangat membutuhkan kecuali untuk alasan-alasan yang krusial. Jika khawatir
> kerabat tersinggung, tekniknya bisa dengan berbagai cara, baik melalui
> orang lain atau dengan rahasia dan cara-cara lainnya yang tidak
> menyinggung.*
>
>
> *Ada dua keuntungan bagi pemberi sedekah ketika memilih kerabat sebagai
> penerima sedekahnya. Pertama, keuntungan pahala sedekah. Kedua, mempererat
> hubungan kekerabatan, mempererat tali persaudaraan. Lihat hadist Nabi
> berikut,*
> *"Sedekahmu kepada sesama muslim adalah bernilai sedekah, sementara kepada
> kerabat bernilai sedekah dan ikatan tali persaudaraan". (HR.Ath-Tarmidzi)*
>
> *Demi keuntungan yang lebih banyak, satu ibadah bernilai dua kebaikan.
> Oleh sebab itu, memprioritaskan kerabat sebagai calon penerima sedekah,
> perlu dipertimbangkan. Kekeliruan bersedekah dengan tidak mendahulukan
> kerabat tidak berakibat kepada ditolaknya nilai sedekah dimata Allah.
> Tetapi, poinnya adalah lebih berkahnya nilai sedekah, jika dilihat dari
> prioritas orang terdekat dengan si pemberi sedekah. Namun, bila faktornya
> adalah siapa yang paling membutuhkan, maka bisa dilihat kepada keadaan si
> penerima sedekah.*
>
> *"Dari Abu Sa'id Ak-Khudri ra, Rasulullah selesai melakukan shalat Adha
> dan fitri, beliau berpesan pada orang-orang dan memerintahkan mereka untuk
> bersedekah. Beliau berkata,'wahai manusia, bersedekahlah!' Kepada perempuan
> beliau juga berpesan,'wahai para wanita, bersedekahlah. Sungguh aku melihat
> kebanyakan penghuni neraka itu adalah perempuan'. Mereka bertanya,'mengapa
> bisa begitu, ya Rasulullah?' Rasul menjawab,'kalian banyak melaknat
> (mencaci) dan membantah keluarga. Aku tidak melihat penyebab kekurang
> pintaran dan kekurangsalehan yang menghilangkan kemurnian pikiran
> laki-laki, kecuali kalian para wanita'. Kemudian Nabi beranjak dan tatkala
> sampai kerumahnya, Zainab istri Ibnu Mas'ud minta izin bertamu, Ibnu Mas'ud
> berkata,'Ya Rasulullah, ini Zainab'. Nabi bertanya,'Zainab yang mana?'
> Dijawab,'Zainab istrinya Ibnu Mas'ud'. Nabi berkata,'oh ya, izinkan dia
> masuk'. Zainab berkata,'wahai Rasul, engkau menyuruh hari ini untuk
> bersedekah. Aku mempunyai perhiasan, aku ingin menyedekahkannya'. Kata Ibnu
> Mas'ud,' dia dan anak kami lebih berhak menerimanya'. Nabi berkata,'Ibnu
> Mas'ud itu benar, suamimu dan anakmu lebih berhak menerimanya".
> (HR.Bukhari).*
>
>
>
>  *  2. TIDAK MEMPRIORITASKAN FAKIR DAN MISKIN.*
>
>
> *Memprioritaskan fakir miskin bukanlah sesuatu yang wajib dilakukan. Hal
> ini hanyalah skala prioritas. Pemberi sedekah pasti selalu ingin sedekah
> yang ia berikan bernilai dimata Allah, dan mendapat ridha Allah. Maka agama
> memberi petunjuk skala prioritas untuk dipilih, siapa yang paling tepat
> lebih dahulu diberikan sebelum yang lainnya.*
>
> *"Berinfaklah kepada orang-orang fakir yang terikat oleh jihad dijalan
> Allah; mereka tidak dapat berusaha dibumi. Orang yang tidak tahu menyangka
> mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal
> mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang
> secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (dijalan
> Allah), sesungguhnya Allah maha mengetahui. Orang

Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Mak Kusia

2014-08-06 Terurut Topik Hanifah Damanhuri
Mak Kusia

Iko kato Nyiak Gugel  jawekno

KEKELIRUAN DALAM MEMILIH PENERIMA SEDEKAH
 *Beberapa kekeliruan dibawah ini menjelaskan beberapa poin yang mungkin
luput dari perhatian sebagian umat Islam. Mungkin karena kurangnya waktu
untuk mendapatkan informasi agama dan syariah. Ada beberapa kategori
prioritas yang ditekankan oleh agama dalam memilih kepada siapa kita
menyerahkan sedekah. Pada segmen ini, titik beratnya adalah kesempurnaan
sedekah dengan mengikuti skala prioritas yang dianjurkan agama demi
kesempurnaan, kemaslahatan dan manfaat sedekah yang lebih menyeluruh. Jadi,
bukan pada segmen hukum diterima atau tidaknya sedekah jika tidak mengikuti
urutan prioritas ini. Untuk itu, berikut ini beberapa prioritas yang
digariskan agama.*

*Pada hakikatnya seseorang yang ingin bersedekah diberi ortoritas dalam
memilih siapa penerima yang ia pilih, sebagaimana hadist Nabi menegaskan
hal ini,*
*"Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda,'Bersedekahlah! Seseorang
menanggapi,'Ya Rasulullah, saya memiliki satu dinar (rezeki)'. Rasul
berkata,'Bersedekahlah untuk dirimu'. Ia berkata,'saya masih punya
sisanya'. Kata Rasul,'berikan kepada istrimu'. Ia berkata,'masih ada yang
lain'. Kata Rasul,'berikan kepada anakmu!' Masih ada yang lain'. Kata
Rasul,'berikan kepada pelayanmu!' Masih ada yang lain'. Rasul
berkata,'Terserah kamu (kamu lebih tahu)". Sunan An-Nasa'i, hadist
no.(2534) 5/66.*



 *  1. TIDAK MEMPRIORITASKAN KERABAT.*


*Memprioritaskan kerabat juga perlu diperhatikan. Bagaimana munkgin
seseorang bersedekah kepada orang lain sementara masih ada kerabatnya yang
sangat membutuhkan kecuali untuk alasan-alasan yang krusial. Jika khawatir
kerabat tersinggung, tekniknya bisa dengan berbagai cara, baik melalui
orang lain atau dengan rahasia dan cara-cara lainnya yang tidak
menyinggung.*


*Ada dua keuntungan bagi pemberi sedekah ketika memilih kerabat sebagai
penerima sedekahnya. Pertama, keuntungan pahala sedekah. Kedua, mempererat
hubungan kekerabatan, mempererat tali persaudaraan. Lihat hadist Nabi
berikut,*
*"Sedekahmu kepada sesama muslim adalah bernilai sedekah, sementara kepada
kerabat bernilai sedekah dan ikatan tali persaudaraan". (HR.Ath-Tarmidzi)*

*Demi keuntungan yang lebih banyak, satu ibadah bernilai dua kebaikan. Oleh
sebab itu, memprioritaskan kerabat sebagai calon penerima sedekah, perlu
dipertimbangkan. Kekeliruan bersedekah dengan tidak mendahulukan kerabat
tidak berakibat kepada ditolaknya nilai sedekah dimata Allah. Tetapi,
poinnya adalah lebih berkahnya nilai sedekah, jika dilihat dari prioritas
orang terdekat dengan si pemberi sedekah. Namun, bila faktornya adalah
siapa yang paling membutuhkan, maka bisa dilihat kepada keadaan si penerima
sedekah.*

*"Dari Abu Sa'id Ak-Khudri ra, Rasulullah selesai melakukan shalat Adha dan
fitri, beliau berpesan pada orang-orang dan memerintahkan mereka untuk
bersedekah. Beliau berkata,'wahai manusia, bersedekahlah!' Kepada perempuan
beliau juga berpesan,'wahai para wanita, bersedekahlah. Sungguh aku melihat
kebanyakan penghuni neraka itu adalah perempuan'. Mereka bertanya,'mengapa
bisa begitu, ya Rasulullah?' Rasul menjawab,'kalian banyak melaknat
(mencaci) dan membantah keluarga. Aku tidak melihat penyebab kekurang
pintaran dan kekurangsalehan yang menghilangkan kemurnian pikiran
laki-laki, kecuali kalian para wanita'. Kemudian Nabi beranjak dan tatkala
sampai kerumahnya, Zainab istri Ibnu Mas'ud minta izin bertamu, Ibnu Mas'ud
berkata,'Ya Rasulullah, ini Zainab'. Nabi bertanya,'Zainab yang mana?'
Dijawab,'Zainab istrinya Ibnu Mas'ud'. Nabi berkata,'oh ya, izinkan dia
masuk'. Zainab berkata,'wahai Rasul, engkau menyuruh hari ini untuk
bersedekah. Aku mempunyai perhiasan, aku ingin menyedekahkannya'. Kata Ibnu
Mas'ud,' dia dan anak kami lebih berhak menerimanya'. Nabi berkata,'Ibnu
Mas'ud itu benar, suamimu dan anakmu lebih berhak menerimanya".
(HR.Bukhari).*



 *  2. TIDAK MEMPRIORITASKAN FAKIR DAN MISKIN.*


*Memprioritaskan fakir miskin bukanlah sesuatu yang wajib dilakukan. Hal
ini hanyalah skala prioritas. Pemberi sedekah pasti selalu ingin sedekah
yang ia berikan bernilai dimata Allah, dan mendapat ridha Allah. Maka agama
memberi petunjuk skala prioritas untuk dipilih, siapa yang paling tepat
lebih dahulu diberikan sebelum yang lainnya.*

*"Berinfaklah kepada orang-orang fakir yang terikat oleh jihad dijalan
Allah; mereka tidak dapat berusaha dibumi. Orang yang tidak tahu menyangka
mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal
mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang
secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (dijalan
Allah), sesungguhnya Allah maha mengetahui. Orang-orang yang menafkahkan
hartanya dimalam dan disiang hari secara tesembunyi dan terang-terangan,
mereka mendapat pahala disisi tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap
mereka dan tidak pula mereka bersedih hati".*

*Kriteria fakir dalam ayat ini sebenarnya masih menyimpan skala prioritas

Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Mak Kusia

2014-08-06 Terurut Topik Hanifah Damanhuri
Mak Kusia

Uni tunggu-tunggu jawek Mak Kusia...
Ndak saba lo uni... mako uni ulakkan baliak...

Uni agak babedo pandapek jo sanak uni
Sanak uni labiah mautamokan maagiah bantuan ka sanak sakaligus tetangga.
Walau tau sanak gon indak jujur, indak pulo alim bana
Mangka paruik uni mancaliak, samantaro sangaik banyak nan labiah pantas.

Jadi mohon Mak Kusia agiah pencerahan kalau banyak nan pantas ditolong,
sia dulu nan di tolong? Baa pulo kalau ado nan mintak ditolong
bakataruihan... Baa caro mahantikan bia indak ditolong bakataruihan.

Salam

Hanifah




Pada 5 Agustus 2014 13.55, Hanifah Damanhuri  menulis:

> Mak Kusia
>
> Kalau di kampuang
> Banyak urang nan mambutuhkan bantuan (banyak nan maharokkan zakat)
> Bagi nan bapitih banyak tantu indak masalah bisa dapek sadono
> Bagi nan pitihno tabateh... tapaso bacaliak-caliak dulu sia nan patuik
> Duluan dunsanak kato sanak-sanak uni
> 1. dunsanak dakek iyo susah tapi punyo laki, punyo sawah, tapi indak
> cukuik. ado nan alim ado nan indak
> 2.dunsanak jauah susah pulo, sawah indak pulo punyo. ado nan alim ado nan
> indak.
> 3. urang kampuang, ado nan sangaik susah dari dunsanak dakek. tapi alim
> 4. Janda nan mamaliharo anak yatim, baiak dunsanak atau sakampuang
>
> 5. Ado pulo nan dalam kondisi... ndak kaditolong ano sanak, kaditolong ano
> ndak jujur.
>
> 6. dll
>
> Salam
>
> Hanifah
>
>
>
>
>
> Pada 5 Agustus 2014 13.31, Akmal Nasery Basral 
> menulis:
>
> Uni Ifah bisa lebih spesifik dengan pertanyaan no. 1 dan 2?  dengan contoh
>> kasus riil akan lebih fokus.
>>
>> Wassalam,
>>
>> ANB
>>
>>
>> Pada 5 Agustus 2014 13.06, Hanifah Damanhuri  menulis:
>>
>> Mak Kusia...
>>>
>>> Antahlah antah lai pasutrigon mangaji antah indak.
>>> Musajik di kampuang sangaik rancak dan umumno urang kampuang ka musajik
>>> satiok wakatu sholat... antahlah baa mangko pasutri indak ka musajik,
>>> musajik sangaik dakek dari rumah.
>>>
>>> Haaa jadi takana pulo, batambah tanyo uni Mak Kusia
>>>
>>> 1. Sia urang nan wajib ditolong talabiah dahulu?
>>> 2. Baa kalau urang nan ditolong indak jujur?
>>>
>>> Salam
>>>
>>> Hanifah
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>> Pada 5 Agustus 2014 12.00, Akmal Nasery Basral 
>>> menulis:
>>>
>>> Ooo... kalau alumni IAIN/UIN biasonyo memang banyak nan suko jo
 buku-buku saroman tun.
 Nan lebih menjadi pertanyaan adolah manga salamo 5 bulan indak amuah
 sosialisasi dan bajamaah ka musajik?
 Apokah salamo 5 bulan tu lai tadanga pasutri tu ado mangaji di rumah?

 Tentang sanak uni nan maagiah tumpangan, sabananyo jan dibangihi dek
 inyo alah menerapkan salah satu basis ukhuwwah Islamiyah dengan saling
 tolong menolong. Memberi tumpangan tempat tinggal kepada sesama muslim
 (apalagi yang bukan famili/kerabat sedarah) itu sungguh sulit dilakukan.
 Tetapi contohnya sudah ada saat Anshar menerima Muhajirin. Namun untuk
 kondisi muslim rata-rata sekarang, hal seperti itu sudah langka. Jadi sanak
 uni itu sudah melakukan perbuatan mulia yang tak bisa dilakukan semua
 muslim.

 Apo nan dibaco sang tamu salamo manumpang tantu bukan tanggung jawab
 sanak uni tu. Jan sampai tali silaturahim uni jo sanak uni tu taganggu oleh
 sang tamu.

 Wassalam,

 ANB




 Pada 5 Agustus 2014 11.16, Hanifah Damanhuri 
 menulis:

  Mak Kusia
>
> Kini uni indak di kampuang li doh.
>
> Katono, ano alumni IAIN
> Kato tetangga, mereka suami istri indak pernah kamusajik salamo tingga
> di sinan (5 bulan), indak pulo basosialisasi.
>
> Uni sempat bangih ka nan maagiah tumpangan (sanak uni).
> buku apo nan dibacono du. harusno kalau hamil banyak mangaji.  kok itu
> buku nan dibacono... suruah pindahlah.  (kami pulo akhirno batangka,
> kabatulan alaik puragaik dapua ado nan indak basuo)
>
> Untuak mamastikan apo uni salah, makono uni tanyoan ka Mak Kusia.
> Tapi dalam wakatu dakek memang akhirno urang dun akan pindah
> (ano bukan urang kampuang uni)
>
> Mokasi banyak Mak Kusia
>
> Salam
>
> Hanifah
>
>
>
>
>
>
>
> Pada 5 Agustus 2014 10.39, Akmal Nasery Basral 
> menulis:
>
> Wa'alaikumussalam Wr. Wb. Uni Ifah,
>>
>> Kalau tentang buku pemikiran Karl Marx (terutama karya besarnya "Das
>> Kapital") ini dipelajari oleh semua mahasiswa FISIP/Fisipol sebagai 
>> bagian
>> dari sejarah sosial. Memang dari sana ada (sebagian kecil) mahasiswa yang
>> terpengaruh dan menjadi radikal, dan sebagian lain (yang lebih banyak)
>> tetap biasa-biasa saja karena sejarah dunia kemudian menunjukkan ide
>> komunisme yang sempat jadi primadona di awal abad ke-20, ternyata juga
>> tidak banyak dipakai oleh negara-negara di dunia. Saat ini hanya tinggal
>> Korea Utara dan Kuba. Bahkan China/Tiongkok pun sudah tidak menerapkan 
>> asas
>> komunisme "sama rata sama rasa" yang terkenal itu 

Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Mak Kusia

2014-08-04 Terurut Topik Hanifah Damanhuri
Mak Kusia

Kalau di kampuang
Banyak urang nan mambutuhkan bantuan (banyak nan maharokkan zakat)
Bagi nan bapitih banyak tantu indak masalah bisa dapek sadono
Bagi nan pitihno tabateh... tapaso bacaliak-caliak dulu sia nan patuik
Duluan dunsanak kato sanak-sanak uni
1. dunsanak dakek iyo susah tapi punyo laki, punyo sawah, tapi indak
cukuik. ado nan alim ado nan indak
2.dunsanak jauah susah pulo, sawah indak pulo punyo. ado nan alim ado nan
indak.
3. urang kampuang, ado nan sangaik susah dari dunsanak dakek. tapi alim
4. Janda nan mamaliharo anak yatim, baiak dunsanak atau sakampuang

5. Ado pulo nan dalam kondisi... ndak kaditolong ano sanak, kaditolong ano
ndak jujur.

6. dll

Salam

Hanifah





Pada 5 Agustus 2014 13.31, Akmal Nasery Basral 
menulis:

> Uni Ifah bisa lebih spesifik dengan pertanyaan no. 1 dan 2?  dengan contoh
> kasus riil akan lebih fokus.
>
> Wassalam,
>
> ANB
>
>
> Pada 5 Agustus 2014 13.06, Hanifah Damanhuri  menulis:
>
> Mak Kusia...
>>
>> Antahlah antah lai pasutrigon mangaji antah indak.
>> Musajik di kampuang sangaik rancak dan umumno urang kampuang ka musajik
>> satiok wakatu sholat... antahlah baa mangko pasutri indak ka musajik,
>> musajik sangaik dakek dari rumah.
>>
>> Haaa jadi takana pulo, batambah tanyo uni Mak Kusia
>>
>> 1. Sia urang nan wajib ditolong talabiah dahulu?
>> 2. Baa kalau urang nan ditolong indak jujur?
>>
>> Salam
>>
>> Hanifah
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> Pada 5 Agustus 2014 12.00, Akmal Nasery Basral 
>> menulis:
>>
>> Ooo... kalau alumni IAIN/UIN biasonyo memang banyak nan suko jo buku-buku
>>> saroman tun.
>>> Nan lebih menjadi pertanyaan adolah manga salamo 5 bulan indak amuah
>>> sosialisasi dan bajamaah ka musajik?
>>> Apokah salamo 5 bulan tu lai tadanga pasutri tu ado mangaji di rumah?
>>>
>>> Tentang sanak uni nan maagiah tumpangan, sabananyo jan dibangihi dek
>>> inyo alah menerapkan salah satu basis ukhuwwah Islamiyah dengan saling
>>> tolong menolong. Memberi tumpangan tempat tinggal kepada sesama muslim
>>> (apalagi yang bukan famili/kerabat sedarah) itu sungguh sulit dilakukan.
>>> Tetapi contohnya sudah ada saat Anshar menerima Muhajirin. Namun untuk
>>> kondisi muslim rata-rata sekarang, hal seperti itu sudah langka. Jadi sanak
>>> uni itu sudah melakukan perbuatan mulia yang tak bisa dilakukan semua
>>> muslim.
>>>
>>> Apo nan dibaco sang tamu salamo manumpang tantu bukan tanggung jawab
>>> sanak uni tu. Jan sampai tali silaturahim uni jo sanak uni tu taganggu oleh
>>> sang tamu.
>>>
>>> Wassalam,
>>>
>>> ANB
>>>
>>>
>>>
>>>
>>> Pada 5 Agustus 2014 11.16, Hanifah Damanhuri 
>>> menulis:
>>>
>>>  Mak Kusia

 Kini uni indak di kampuang li doh.

 Katono, ano alumni IAIN
 Kato tetangga, mereka suami istri indak pernah kamusajik salamo tingga
 di sinan (5 bulan), indak pulo basosialisasi.

 Uni sempat bangih ka nan maagiah tumpangan (sanak uni).
 buku apo nan dibacono du. harusno kalau hamil banyak mangaji.  kok itu
 buku nan dibacono... suruah pindahlah.  (kami pulo akhirno batangka,
 kabatulan alaik puragaik dapua ado nan indak basuo)

 Untuak mamastikan apo uni salah, makono uni tanyoan ka Mak Kusia.
 Tapi dalam wakatu dakek memang akhirno urang dun akan pindah
 (ano bukan urang kampuang uni)

 Mokasi banyak Mak Kusia

 Salam

 Hanifah







 Pada 5 Agustus 2014 10.39, Akmal Nasery Basral 
 menulis:

 Wa'alaikumussalam Wr. Wb. Uni Ifah,
>
> Kalau tentang buku pemikiran Karl Marx (terutama karya besarnya "Das
> Kapital") ini dipelajari oleh semua mahasiswa FISIP/Fisipol sebagai bagian
> dari sejarah sosial. Memang dari sana ada (sebagian kecil) mahasiswa yang
> terpengaruh dan menjadi radikal, dan sebagian lain (yang lebih banyak)
> tetap biasa-biasa saja karena sejarah dunia kemudian menunjukkan ide
> komunisme yang sempat jadi primadona di awal abad ke-20, ternyata juga
> tidak banyak dipakai oleh negara-negara di dunia. Saat ini hanya tinggal
> Korea Utara dan Kuba. Bahkan China/Tiongkok pun sudah tidak menerapkan 
> asas
> komunisme "sama rata sama rasa" yang terkenal itu sejak Deng Xiaoping
> menyatakan, "Kucing hitam, kucing putih, sama saja asal bisa menangkap
> tikus." (Baca: komunisme, kapitalisme, sama saja, asal bisa 
> menyejahterakan
> rakyat), sebagai bagian dari pembenarannya untuk tidak taat pada 
> komunisme,
> dan mengadopsi kapitalisme.
>
> Nah, tentang tetangga uni itu, kalau agamanya kuat, in syaa Allah
> tidak apa-apa. Tapi kalau dia pembawaannya "high temper", mudah emosi, 
> akan
> gampang terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran Karl Marx yang tajam. Salah
> satu cara mengalihkannya jangan dilarang, tapi sodorkan buku lain yang
> lebih sesuai dengan tema kehamilan dan Islam (kalau ada). Ini lebih baik
> dan lebih sesuai dengan kondisinya sekarang. Tetapi kalau buku seperti i

Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Mak Kusia

2014-08-04 Terurut Topik Akmal Nasery Basral
Uni Ifah bisa lebih spesifik dengan pertanyaan no. 1 dan 2?  dengan contoh
kasus riil akan lebih fokus.

Wassalam,

ANB


Pada 5 Agustus 2014 13.06, Hanifah Damanhuri  menulis:

> Mak Kusia...
>
> Antahlah antah lai pasutrigon mangaji antah indak.
> Musajik di kampuang sangaik rancak dan umumno urang kampuang ka musajik
> satiok wakatu sholat... antahlah baa mangko pasutri indak ka musajik,
> musajik sangaik dakek dari rumah.
>
> Haaa jadi takana pulo, batambah tanyo uni Mak Kusia
>
> 1. Sia urang nan wajib ditolong talabiah dahulu?
> 2. Baa kalau urang nan ditolong indak jujur?
>
> Salam
>
> Hanifah
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Pada 5 Agustus 2014 12.00, Akmal Nasery Basral 
> menulis:
>
> Ooo... kalau alumni IAIN/UIN biasonyo memang banyak nan suko jo buku-buku
>> saroman tun.
>> Nan lebih menjadi pertanyaan adolah manga salamo 5 bulan indak amuah
>> sosialisasi dan bajamaah ka musajik?
>> Apokah salamo 5 bulan tu lai tadanga pasutri tu ado mangaji di rumah?
>>
>> Tentang sanak uni nan maagiah tumpangan, sabananyo jan dibangihi dek inyo
>> alah menerapkan salah satu basis ukhuwwah Islamiyah dengan saling tolong
>> menolong. Memberi tumpangan tempat tinggal kepada sesama muslim (apalagi
>> yang bukan famili/kerabat sedarah) itu sungguh sulit dilakukan. Tetapi
>> contohnya sudah ada saat Anshar menerima Muhajirin. Namun untuk kondisi
>> muslim rata-rata sekarang, hal seperti itu sudah langka. Jadi sanak uni itu
>> sudah melakukan perbuatan mulia yang tak bisa dilakukan semua muslim.
>>
>> Apo nan dibaco sang tamu salamo manumpang tantu bukan tanggung jawab
>> sanak uni tu. Jan sampai tali silaturahim uni jo sanak uni tu taganggu oleh
>> sang tamu.
>>
>> Wassalam,
>>
>> ANB
>>
>>
>>
>>
>> Pada 5 Agustus 2014 11.16, Hanifah Damanhuri  menulis:
>>
>>  Mak Kusia
>>>
>>> Kini uni indak di kampuang li doh.
>>>
>>> Katono, ano alumni IAIN
>>> Kato tetangga, mereka suami istri indak pernah kamusajik salamo tingga
>>> di sinan (5 bulan), indak pulo basosialisasi.
>>>
>>> Uni sempat bangih ka nan maagiah tumpangan (sanak uni).
>>> buku apo nan dibacono du. harusno kalau hamil banyak mangaji.  kok itu
>>> buku nan dibacono... suruah pindahlah.  (kami pulo akhirno batangka,
>>> kabatulan alaik puragaik dapua ado nan indak basuo)
>>>
>>> Untuak mamastikan apo uni salah, makono uni tanyoan ka Mak Kusia.
>>> Tapi dalam wakatu dakek memang akhirno urang dun akan pindah
>>> (ano bukan urang kampuang uni)
>>>
>>> Mokasi banyak Mak Kusia
>>>
>>> Salam
>>>
>>> Hanifah
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>> Pada 5 Agustus 2014 10.39, Akmal Nasery Basral 
>>> menulis:
>>>
>>> Wa'alaikumussalam Wr. Wb. Uni Ifah,

 Kalau tentang buku pemikiran Karl Marx (terutama karya besarnya "Das
 Kapital") ini dipelajari oleh semua mahasiswa FISIP/Fisipol sebagai bagian
 dari sejarah sosial. Memang dari sana ada (sebagian kecil) mahasiswa yang
 terpengaruh dan menjadi radikal, dan sebagian lain (yang lebih banyak)
 tetap biasa-biasa saja karena sejarah dunia kemudian menunjukkan ide
 komunisme yang sempat jadi primadona di awal abad ke-20, ternyata juga
 tidak banyak dipakai oleh negara-negara di dunia. Saat ini hanya tinggal
 Korea Utara dan Kuba. Bahkan China/Tiongkok pun sudah tidak menerapkan asas
 komunisme "sama rata sama rasa" yang terkenal itu sejak Deng Xiaoping
 menyatakan, "Kucing hitam, kucing putih, sama saja asal bisa menangkap
 tikus." (Baca: komunisme, kapitalisme, sama saja, asal bisa menyejahterakan
 rakyat), sebagai bagian dari pembenarannya untuk tidak taat pada komunisme,
 dan mengadopsi kapitalisme.

 Nah, tentang tetangga uni itu, kalau agamanya kuat, in syaa Allah tidak
 apa-apa. Tapi kalau dia pembawaannya "high temper", mudah emosi, akan
 gampang terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran Karl Marx yang tajam. Salah
 satu cara mengalihkannya jangan dilarang, tapi sodorkan buku lain yang
 lebih sesuai dengan tema kehamilan dan Islam (kalau ada). Ini lebih baik
 dan lebih sesuai dengan kondisinya sekarang. Tetapi kalau buku seperti itu
 tidak ada, coba saja katakan agar jangan membaca "yang berat-berat" seperti
 teori Karl Marx itu, atau teori-teori lain. Lebih baik banyak mendengarkan
 murottal Al Qur'an agar kondisi syarat dan tubuhnya sendiri lebih rileks,
 dan lebih banyak manfaatnya bagi bayi dalam kandungan.

 Salam,

 ANB



 Pada 5 Agustus 2014 10.16, Hanifah Damanhuri 
 menulis:

>  Assalammualaikum Wr Wb Mak Kusia Yml
>
> Uni kabatulan manampak tetangga di kampuang nan sadang hamil mambaco
> buku Pemikiran Karl Marx. Tetangga iko manumpang di rumah nan sadang
> ditempatino. Urang iko indak pulo gauil doh kato rang kampuang
>
> Alun mambaco isi, baru mambaco judul, uni sangaik takajuik, krn nan
> uni tau Karl Marx iko komunis.
>
> Baa harus no sikap uni ka urang nan mambaco buku Karl Marx tsb?
>
> Salam
>
> Hanifah
>
> 

Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Mak Kusia

2014-08-04 Terurut Topik Hanifah Damanhuri
Mak Kusia...

Antahlah antah lai pasutrigon mangaji antah indak.
Musajik di kampuang sangaik rancak dan umumno urang kampuang ka musajik
satiok wakatu sholat... antahlah baa mangko pasutri indak ka musajik,
musajik sangaik dakek dari rumah.

Haaa jadi takana pulo, batambah tanyo uni Mak Kusia

1. Sia urang nan wajib ditolong talabiah dahulu?
2. Baa kalau urang nan ditolong indak jujur?

Salam

Hanifah














Pada 5 Agustus 2014 12.00, Akmal Nasery Basral 
menulis:

> Ooo... kalau alumni IAIN/UIN biasonyo memang banyak nan suko jo buku-buku
> saroman tun.
> Nan lebih menjadi pertanyaan adolah manga salamo 5 bulan indak amuah
> sosialisasi dan bajamaah ka musajik?
> Apokah salamo 5 bulan tu lai tadanga pasutri tu ado mangaji di rumah?
>
> Tentang sanak uni nan maagiah tumpangan, sabananyo jan dibangihi dek inyo
> alah menerapkan salah satu basis ukhuwwah Islamiyah dengan saling tolong
> menolong. Memberi tumpangan tempat tinggal kepada sesama muslim (apalagi
> yang bukan famili/kerabat sedarah) itu sungguh sulit dilakukan. Tetapi
> contohnya sudah ada saat Anshar menerima Muhajirin. Namun untuk kondisi
> muslim rata-rata sekarang, hal seperti itu sudah langka. Jadi sanak uni itu
> sudah melakukan perbuatan mulia yang tak bisa dilakukan semua muslim.
>
> Apo nan dibaco sang tamu salamo manumpang tantu bukan tanggung jawab sanak
> uni tu. Jan sampai tali silaturahim uni jo sanak uni tu taganggu oleh sang
> tamu.
>
> Wassalam,
>
> ANB
>
>
>
>
> Pada 5 Agustus 2014 11.16, Hanifah Damanhuri  menulis:
>
>  Mak Kusia
>>
>> Kini uni indak di kampuang li doh.
>>
>> Katono, ano alumni IAIN
>> Kato tetangga, mereka suami istri indak pernah kamusajik salamo tingga di
>> sinan (5 bulan), indak pulo basosialisasi.
>>
>> Uni sempat bangih ka nan maagiah tumpangan (sanak uni).
>> buku apo nan dibacono du. harusno kalau hamil banyak mangaji.  kok itu
>> buku nan dibacono... suruah pindahlah.  (kami pulo akhirno batangka,
>> kabatulan alaik puragaik dapua ado nan indak basuo)
>>
>> Untuak mamastikan apo uni salah, makono uni tanyoan ka Mak Kusia.
>> Tapi dalam wakatu dakek memang akhirno urang dun akan pindah
>> (ano bukan urang kampuang uni)
>>
>> Mokasi banyak Mak Kusia
>>
>> Salam
>>
>> Hanifah
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> Pada 5 Agustus 2014 10.39, Akmal Nasery Basral 
>> menulis:
>>
>> Wa'alaikumussalam Wr. Wb. Uni Ifah,
>>>
>>> Kalau tentang buku pemikiran Karl Marx (terutama karya besarnya "Das
>>> Kapital") ini dipelajari oleh semua mahasiswa FISIP/Fisipol sebagai bagian
>>> dari sejarah sosial. Memang dari sana ada (sebagian kecil) mahasiswa yang
>>> terpengaruh dan menjadi radikal, dan sebagian lain (yang lebih banyak)
>>> tetap biasa-biasa saja karena sejarah dunia kemudian menunjukkan ide
>>> komunisme yang sempat jadi primadona di awal abad ke-20, ternyata juga
>>> tidak banyak dipakai oleh negara-negara di dunia. Saat ini hanya tinggal
>>> Korea Utara dan Kuba. Bahkan China/Tiongkok pun sudah tidak menerapkan asas
>>> komunisme "sama rata sama rasa" yang terkenal itu sejak Deng Xiaoping
>>> menyatakan, "Kucing hitam, kucing putih, sama saja asal bisa menangkap
>>> tikus." (Baca: komunisme, kapitalisme, sama saja, asal bisa menyejahterakan
>>> rakyat), sebagai bagian dari pembenarannya untuk tidak taat pada komunisme,
>>> dan mengadopsi kapitalisme.
>>>
>>> Nah, tentang tetangga uni itu, kalau agamanya kuat, in syaa Allah tidak
>>> apa-apa. Tapi kalau dia pembawaannya "high temper", mudah emosi, akan
>>> gampang terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran Karl Marx yang tajam. Salah
>>> satu cara mengalihkannya jangan dilarang, tapi sodorkan buku lain yang
>>> lebih sesuai dengan tema kehamilan dan Islam (kalau ada). Ini lebih baik
>>> dan lebih sesuai dengan kondisinya sekarang. Tetapi kalau buku seperti itu
>>> tidak ada, coba saja katakan agar jangan membaca "yang berat-berat" seperti
>>> teori Karl Marx itu, atau teori-teori lain. Lebih baik banyak mendengarkan
>>> murottal Al Qur'an agar kondisi syarat dan tubuhnya sendiri lebih rileks,
>>> dan lebih banyak manfaatnya bagi bayi dalam kandungan.
>>>
>>> Salam,
>>>
>>> ANB
>>>
>>>
>>>
>>> Pada 5 Agustus 2014 10.16, Hanifah Damanhuri 
>>> menulis:
>>>
  Assalammualaikum Wr Wb Mak Kusia Yml

 Uni kabatulan manampak tetangga di kampuang nan sadang hamil mambaco
 buku Pemikiran Karl Marx. Tetangga iko manumpang di rumah nan sadang
 ditempatino. Urang iko indak pulo gauil doh kato rang kampuang

 Alun mambaco isi, baru mambaco judul, uni sangaik takajuik, krn nan uni
 tau Karl Marx iko komunis.

 Baa harus no sikap uni ka urang nan mambaco buku Karl Marx tsb?

 Salam

 Hanifah

  --
 .
 * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
 lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
 * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
 ===
 UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>>

Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Mak Kusia

2014-08-04 Terurut Topik Akmal Nasery Basral
Ooo... kalau alumni IAIN/UIN biasonyo memang banyak nan suko jo buku-buku
saroman tun.
Nan lebih menjadi pertanyaan adolah manga salamo 5 bulan indak amuah
sosialisasi dan bajamaah ka musajik?
Apokah salamo 5 bulan tu lai tadanga pasutri tu ado mangaji di rumah?

Tentang sanak uni nan maagiah tumpangan, sabananyo jan dibangihi dek inyo
alah menerapkan salah satu basis ukhuwwah Islamiyah dengan saling tolong
menolong. Memberi tumpangan tempat tinggal kepada sesama muslim (apalagi
yang bukan famili/kerabat sedarah) itu sungguh sulit dilakukan. Tetapi
contohnya sudah ada saat Anshar menerima Muhajirin. Namun untuk kondisi
muslim rata-rata sekarang, hal seperti itu sudah langka. Jadi sanak uni itu
sudah melakukan perbuatan mulia yang tak bisa dilakukan semua muslim.

Apo nan dibaco sang tamu salamo manumpang tantu bukan tanggung jawab sanak
uni tu. Jan sampai tali silaturahim uni jo sanak uni tu taganggu oleh sang
tamu.

Wassalam,

ANB




Pada 5 Agustus 2014 11.16, Hanifah Damanhuri  menulis:

> Mak Kusia
>
> Kini uni indak di kampuang li doh.
>
> Katono, ano alumni IAIN
> Kato tetangga, mereka suami istri indak pernah kamusajik salamo tingga di
> sinan (5 bulan), indak pulo basosialisasi.
>
> Uni sempat bangih ka nan maagiah tumpangan (sanak uni).
> buku apo nan dibacono du. harusno kalau hamil banyak mangaji.  kok itu
> buku nan dibacono... suruah pindahlah.  (kami pulo akhirno batangka,
> kabatulan alaik puragaik dapua ado nan indak basuo)
>
> Untuak mamastikan apo uni salah, makono uni tanyoan ka Mak Kusia.
> Tapi dalam wakatu dakek memang akhirno urang dun akan pindah
> (ano bukan urang kampuang uni)
>
> Mokasi banyak Mak Kusia
>
> Salam
>
> Hanifah
>
>
>
>
>
>
>
> Pada 5 Agustus 2014 10.39, Akmal Nasery Basral 
> menulis:
>
> Wa'alaikumussalam Wr. Wb. Uni Ifah,
>>
>> Kalau tentang buku pemikiran Karl Marx (terutama karya besarnya "Das
>> Kapital") ini dipelajari oleh semua mahasiswa FISIP/Fisipol sebagai bagian
>> dari sejarah sosial. Memang dari sana ada (sebagian kecil) mahasiswa yang
>> terpengaruh dan menjadi radikal, dan sebagian lain (yang lebih banyak)
>> tetap biasa-biasa saja karena sejarah dunia kemudian menunjukkan ide
>> komunisme yang sempat jadi primadona di awal abad ke-20, ternyata juga
>> tidak banyak dipakai oleh negara-negara di dunia. Saat ini hanya tinggal
>> Korea Utara dan Kuba. Bahkan China/Tiongkok pun sudah tidak menerapkan asas
>> komunisme "sama rata sama rasa" yang terkenal itu sejak Deng Xiaoping
>> menyatakan, "Kucing hitam, kucing putih, sama saja asal bisa menangkap
>> tikus." (Baca: komunisme, kapitalisme, sama saja, asal bisa menyejahterakan
>> rakyat), sebagai bagian dari pembenarannya untuk tidak taat pada komunisme,
>> dan mengadopsi kapitalisme.
>>
>> Nah, tentang tetangga uni itu, kalau agamanya kuat, in syaa Allah tidak
>> apa-apa. Tapi kalau dia pembawaannya "high temper", mudah emosi, akan
>> gampang terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran Karl Marx yang tajam. Salah
>> satu cara mengalihkannya jangan dilarang, tapi sodorkan buku lain yang
>> lebih sesuai dengan tema kehamilan dan Islam (kalau ada). Ini lebih baik
>> dan lebih sesuai dengan kondisinya sekarang. Tetapi kalau buku seperti itu
>> tidak ada, coba saja katakan agar jangan membaca "yang berat-berat" seperti
>> teori Karl Marx itu, atau teori-teori lain. Lebih baik banyak mendengarkan
>> murottal Al Qur'an agar kondisi syarat dan tubuhnya sendiri lebih rileks,
>> dan lebih banyak manfaatnya bagi bayi dalam kandungan.
>>
>> Salam,
>>
>> ANB
>>
>>
>>
>> Pada 5 Agustus 2014 10.16, Hanifah Damanhuri  menulis:
>>
>>>  Assalammualaikum Wr Wb Mak Kusia Yml
>>>
>>> Uni kabatulan manampak tetangga di kampuang nan sadang hamil mambaco
>>> buku Pemikiran Karl Marx. Tetangga iko manumpang di rumah nan sadang
>>> ditempatino. Urang iko indak pulo gauil doh kato rang kampuang
>>>
>>> Alun mambaco isi, baru mambaco judul, uni sangaik takajuik, krn nan uni
>>> tau Karl Marx iko komunis.
>>>
>>> Baa harus no sikap uni ka urang nan mambaco buku Karl Marx tsb?
>>>
>>> Salam
>>>
>>> Hanifah
>>>
>>>  --
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> * DILARANG:
>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> 3. Email One Liner.
>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>>> mengirimkan biodata!
>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>> di: http://groups.google.co

Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Mak Kusia

2014-08-04 Terurut Topik Hanifah Damanhuri
Mak Kusia

Kini uni indak di kampuang li doh.

Katono, ano alumni IAIN
Kato tetangga, mereka suami istri indak pernah kamusajik salamo tingga di
sinan (5 bulan), indak pulo basosialisasi.

Uni sempat bangih ka nan maagiah tumpangan (sanak uni).
buku apo nan dibacono du. harusno kalau hamil banyak mangaji.  kok itu buku
nan dibacono... suruah pindahlah.  (kami pulo akhirno batangka, kabatulan
alaik puragaik dapua ado nan indak basuo)

Untuak mamastikan apo uni salah, makono uni tanyoan ka Mak Kusia.
Tapi dalam wakatu dakek memang akhirno urang dun akan pindah
(ano bukan urang kampuang uni)

Mokasi banyak Mak Kusia

Salam

Hanifah







Pada 5 Agustus 2014 10.39, Akmal Nasery Basral 
menulis:

> Wa'alaikumussalam Wr. Wb. Uni Ifah,
>
> Kalau tentang buku pemikiran Karl Marx (terutama karya besarnya "Das
> Kapital") ini dipelajari oleh semua mahasiswa FISIP/Fisipol sebagai bagian
> dari sejarah sosial. Memang dari sana ada (sebagian kecil) mahasiswa yang
> terpengaruh dan menjadi radikal, dan sebagian lain (yang lebih banyak)
> tetap biasa-biasa saja karena sejarah dunia kemudian menunjukkan ide
> komunisme yang sempat jadi primadona di awal abad ke-20, ternyata juga
> tidak banyak dipakai oleh negara-negara di dunia. Saat ini hanya tinggal
> Korea Utara dan Kuba. Bahkan China/Tiongkok pun sudah tidak menerapkan asas
> komunisme "sama rata sama rasa" yang terkenal itu sejak Deng Xiaoping
> menyatakan, "Kucing hitam, kucing putih, sama saja asal bisa menangkap
> tikus." (Baca: komunisme, kapitalisme, sama saja, asal bisa menyejahterakan
> rakyat), sebagai bagian dari pembenarannya untuk tidak taat pada komunisme,
> dan mengadopsi kapitalisme.
>
> Nah, tentang tetangga uni itu, kalau agamanya kuat, in syaa Allah tidak
> apa-apa. Tapi kalau dia pembawaannya "high temper", mudah emosi, akan
> gampang terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran Karl Marx yang tajam. Salah
> satu cara mengalihkannya jangan dilarang, tapi sodorkan buku lain yang
> lebih sesuai dengan tema kehamilan dan Islam (kalau ada). Ini lebih baik
> dan lebih sesuai dengan kondisinya sekarang. Tetapi kalau buku seperti itu
> tidak ada, coba saja katakan agar jangan membaca "yang berat-berat" seperti
> teori Karl Marx itu, atau teori-teori lain. Lebih baik banyak mendengarkan
> murottal Al Qur'an agar kondisi syarat dan tubuhnya sendiri lebih rileks,
> dan lebih banyak manfaatnya bagi bayi dalam kandungan.
>
> Salam,
>
> ANB
>
>
>
> Pada 5 Agustus 2014 10.16, Hanifah Damanhuri  menulis:
>
>> Assalammualaikum Wr Wb Mak Kusia Yml
>>
>> Uni kabatulan manampak tetangga di kampuang nan sadang hamil mambaco buku
>> Pemikiran Karl Marx. Tetangga iko manumpang di rumah nan sadang
>> ditempatino. Urang iko indak pulo gauil doh kato rang kampuang
>>
>> Alun mambaco isi, baru mambaco judul, uni sangaik takajuik, krn nan uni
>> tau Karl Marx iko komunis.
>>
>> Baa harus no sikap uni ka urang nan mambaco buku Karl Marx tsb?
>>
>> Salam
>>
>> Hanifah
>>
>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===
> Be

Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Mak Kusia

2014-08-04 Terurut Topik Akmal Nasery Basral
Wa'alaikumussalam Wr. Wb. Uni Ifah,

Kalau tentang buku pemikiran Karl Marx (terutama karya besarnya "Das
Kapital") ini dipelajari oleh semua mahasiswa FISIP/Fisipol sebagai bagian
dari sejarah sosial. Memang dari sana ada (sebagian kecil) mahasiswa yang
terpengaruh dan menjadi radikal, dan sebagian lain (yang lebih banyak)
tetap biasa-biasa saja karena sejarah dunia kemudian menunjukkan ide
komunisme yang sempat jadi primadona di awal abad ke-20, ternyata juga
tidak banyak dipakai oleh negara-negara di dunia. Saat ini hanya tinggal
Korea Utara dan Kuba. Bahkan China/Tiongkok pun sudah tidak menerapkan asas
komunisme "sama rata sama rasa" yang terkenal itu sejak Deng Xiaoping
menyatakan, "Kucing hitam, kucing putih, sama saja asal bisa menangkap
tikus." (Baca: komunisme, kapitalisme, sama saja, asal bisa menyejahterakan
rakyat), sebagai bagian dari pembenarannya untuk tidak taat pada komunisme,
dan mengadopsi kapitalisme.

Nah, tentang tetangga uni itu, kalau agamanya kuat, in syaa Allah tidak
apa-apa. Tapi kalau dia pembawaannya "high temper", mudah emosi, akan
gampang terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran Karl Marx yang tajam. Salah
satu cara mengalihkannya jangan dilarang, tapi sodorkan buku lain yang
lebih sesuai dengan tema kehamilan dan Islam (kalau ada). Ini lebih baik
dan lebih sesuai dengan kondisinya sekarang. Tetapi kalau buku seperti itu
tidak ada, coba saja katakan agar jangan membaca "yang berat-berat" seperti
teori Karl Marx itu, atau teori-teori lain. Lebih baik banyak mendengarkan
murottal Al Qur'an agar kondisi syarat dan tubuhnya sendiri lebih rileks,
dan lebih banyak manfaatnya bagi bayi dalam kandungan.

Salam,

ANB



Pada 5 Agustus 2014 10.16, Hanifah Damanhuri  menulis:

> Assalammualaikum Wr Wb Mak Kusia Yml
>
> Uni kabatulan manampak tetangga di kampuang nan sadang hamil mambaco buku
> Pemikiran Karl Marx. Tetangga iko manumpang di rumah nan sadang
> ditempatino. Urang iko indak pulo gauil doh kato rang kampuang
>
> Alun mambaco isi, baru mambaco judul, uni sangaik takajuik, krn nan uni
> tau Karl Marx iko komunis.
>
> Baa harus no sikap uni ka urang nan mambaco buku Karl Marx tsb?
>
> Salam
>
> Hanifah
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Kanda Zultan

2014-03-13 Terurut Topik ajoduta
Panjangkan surang selah dinda Iffah. 
Zultan=Zulkifli Tanjung. 

 Original message 
From: iqbal rahman  
Date:03/13/2014  9:53 AM  (GMT-05:00) 
To: rantau groups  
Subject: Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Kanda Zultan 

Pak Zultan manjua maha 
Maaf on liner
Powered by Telkomsel BlackBerry®
From: Hanifah Damanhuri 
Sender: [email protected]
Date: Thu, 13 Mar 2014 20:05:36 +0700
To: rantaunet
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Kanda Zultan

Kanda Zultan

Mokasi yo, tapi masih sajo ifah panasaran
Sia namo panjang kanda nan sabanano?
Kok tasasek kami ka Bogor, kan jaleh kama kami kabatanyo dan sia nan kami tanyo.

Iyo lain lo ibo ati taraso
Dek bangga maraso ado kawan kanda di kampus dinda
Eh nan ditanyo indak kenal 
Bayangkanlah bara ka ibono ati dinda du

Salam

Hanifah


Pada 13 Maret 2014 14.03, ZulTan  menulis:

Wa'alaikumssalam warahmatullaahi wabarakaatuhu

Dinda Ifah NAH,

Tarimo kasih atas perhatiannyo.
ZulTan iko adolah namo ambo digabung jo namo suku urang kaum ambo.

Salam
ZulTan, L, 53, Bogor




-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi selengkapnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi selengkapnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi selengkapnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Em

Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Kanda Zultan

2014-03-13 Terurut Topik iqbal rahman
Pak Zultan manjua maha 
Maaf on liner 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-Original Message-
From: Hanifah Damanhuri 
Sender: [email protected]
Date: Thu, 13 Mar 2014 20:05:36 
To: rantaunet
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Kanda Zultan

Kanda Zultan

Mokasi yo, tapi masih sajo ifah panasaran
Sia namo panjang kanda nan sabanano?
Kok tasasek kami ka Bogor, kan jaleh kama kami kabatanyo dan sia nan kami
tanyo.

Iyo lain lo ibo ati taraso
Dek bangga maraso ado kawan kanda di kampus dinda
Eh nan ditanyo indak kenal 
Bayangkanlah bara ka ibono ati dinda du

Salam

Hanifah


Pada 13 Maret 2014 14.03, ZulTan  menulis:

>
> Wa'alaikumssalam warahmatullaahi wabarakaatuhu
>
> Dinda Ifah NAH,
>
> Tarimo kasih atas perhatiannyo.
> ZulTan iko adolah namo ambo digabung jo namo suku urang kaum ambo.
>
> Salam
> ZulTan, L, 53, Bogor
>
>
>
>
>--
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi selengkapnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Kanda Zultan

2014-03-13 Terurut Topik Hanifah Damanhuri
Kanda Zultan

Mokasi yo, tapi masih sajo ifah panasaran
Sia namo panjang kanda nan sabanano?
Kok tasasek kami ka Bogor, kan jaleh kama kami kabatanyo dan sia nan kami
tanyo.

Iyo lain lo ibo ati taraso
Dek bangga maraso ado kawan kanda di kampus dinda
Eh nan ditanyo indak kenal 
Bayangkanlah bara ka ibono ati dinda du

Salam

Hanifah


Pada 13 Maret 2014 14.03, ZulTan  menulis:

>
> Wa'alaikumssalam warahmatullaahi wabarakaatuhu
>
> Dinda Ifah NAH,
>
> Tarimo kasih atas perhatiannyo.
> ZulTan iko adolah namo ambo digabung jo namo suku urang kaum ambo.
>
> Salam
> ZulTan, L, 53, Bogor
>
>
>
>
>--
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi selengkapnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


RE: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Kanda Zultan

2014-03-12 Terurut Topik Tasrilmoeis
Ipah,

Sabalun dijawek ZulTan, ko ado kemungkinan itu singkatan

Ado  kakak kelas ambo di Birugo dulu namo no Zul juo dan ado cilalek, aa
dapek namo Zul tando. Tapi untuak jaleh no wak tunggu jawek ZulTan nan
sabana no, kalau dapek jaleh pulo diawak dima kampuang no

 

Tan Ameh

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Hanifah Damanhuri
Sent: Wednesday, March 12, 2014 6:18 PM
To: rantaunet
Subject: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Kanda Zultan

 

Assalammualaikum Wr Wb Kanda Zultan Yml

Batanyo ciek Kanda Zultan

Zultan ini nama asli atau nama samaran?

Mengapa Sigit Nugroho tidak mengal nama Zultan?

Mengapa Etis yg baru tamat juga tidak mengenal nama Zultan?

Mohon maaf kalau tidak berkenan

Salam

Hanifah

 

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
mengganti subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dari grup ini dan berhenti menerima email dari
grup, kirim email ke [email protected].
Untuk opsi selengkapnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.