Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Mak Kusia
Alhamdulillah tanyo alah tajawek surang Uni. :-) Wassalam, ANB Pada 6 Agustus 2014 23.55, Hanifah Damanhuri menulis: > Mak Kusia > > Iko kato Nyiak Gugel jawekno > > KEKELIRUAN DALAM MEMILIH PENERIMA SEDEKAH > *Beberapa kekeliruan dibawah ini menjelaskan beberapa poin yang mungkin > luput dari perhatian sebagian umat Islam. Mungkin karena kurangnya waktu > untuk mendapatkan informasi agama dan syariah. Ada beberapa kategori > prioritas yang ditekankan oleh agama dalam memilih kepada siapa kita > menyerahkan sedekah. Pada segmen ini, titik beratnya adalah kesempurnaan > sedekah dengan mengikuti skala prioritas yang dianjurkan agama demi > kesempurnaan, kemaslahatan dan manfaat sedekah yang lebih menyeluruh. Jadi, > bukan pada segmen hukum diterima atau tidaknya sedekah jika tidak mengikuti > urutan prioritas ini. Untuk itu, berikut ini beberapa prioritas yang > digariskan agama.* > > *Pada hakikatnya seseorang yang ingin bersedekah diberi ortoritas dalam > memilih siapa penerima yang ia pilih, sebagaimana hadist Nabi menegaskan > hal ini,* > *"Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda,'Bersedekahlah! Seseorang > menanggapi,'Ya Rasulullah, saya memiliki satu dinar (rezeki)'. Rasul > berkata,'Bersedekahlah untuk dirimu'. Ia berkata,'saya masih punya > sisanya'. Kata Rasul,'berikan kepada istrimu'. Ia berkata,'masih ada yang > lain'. Kata Rasul,'berikan kepada anakmu!' Masih ada yang lain'. Kata > Rasul,'berikan kepada pelayanmu!' Masih ada yang lain'. Rasul > berkata,'Terserah kamu (kamu lebih tahu)". Sunan An-Nasa'i, hadist > no.(2534) 5/66.* > > > > * 1. TIDAK MEMPRIORITASKAN KERABAT.* > > > *Memprioritaskan kerabat juga perlu diperhatikan. Bagaimana munkgin > seseorang bersedekah kepada orang lain sementara masih ada kerabatnya yang > sangat membutuhkan kecuali untuk alasan-alasan yang krusial. Jika khawatir > kerabat tersinggung, tekniknya bisa dengan berbagai cara, baik melalui > orang lain atau dengan rahasia dan cara-cara lainnya yang tidak > menyinggung.* > > > *Ada dua keuntungan bagi pemberi sedekah ketika memilih kerabat sebagai > penerima sedekahnya. Pertama, keuntungan pahala sedekah. Kedua, mempererat > hubungan kekerabatan, mempererat tali persaudaraan. Lihat hadist Nabi > berikut,* > *"Sedekahmu kepada sesama muslim adalah bernilai sedekah, sementara kepada > kerabat bernilai sedekah dan ikatan tali persaudaraan". (HR.Ath-Tarmidzi)* > > *Demi keuntungan yang lebih banyak, satu ibadah bernilai dua kebaikan. > Oleh sebab itu, memprioritaskan kerabat sebagai calon penerima sedekah, > perlu dipertimbangkan. Kekeliruan bersedekah dengan tidak mendahulukan > kerabat tidak berakibat kepada ditolaknya nilai sedekah dimata Allah. > Tetapi, poinnya adalah lebih berkahnya nilai sedekah, jika dilihat dari > prioritas orang terdekat dengan si pemberi sedekah. Namun, bila faktornya > adalah siapa yang paling membutuhkan, maka bisa dilihat kepada keadaan si > penerima sedekah.* > > *"Dari Abu Sa'id Ak-Khudri ra, Rasulullah selesai melakukan shalat Adha > dan fitri, beliau berpesan pada orang-orang dan memerintahkan mereka untuk > bersedekah. Beliau berkata,'wahai manusia, bersedekahlah!' Kepada perempuan > beliau juga berpesan,'wahai para wanita, bersedekahlah. Sungguh aku melihat > kebanyakan penghuni neraka itu adalah perempuan'. Mereka bertanya,'mengapa > bisa begitu, ya Rasulullah?' Rasul menjawab,'kalian banyak melaknat > (mencaci) dan membantah keluarga. Aku tidak melihat penyebab kekurang > pintaran dan kekurangsalehan yang menghilangkan kemurnian pikiran > laki-laki, kecuali kalian para wanita'. Kemudian Nabi beranjak dan tatkala > sampai kerumahnya, Zainab istri Ibnu Mas'ud minta izin bertamu, Ibnu Mas'ud > berkata,'Ya Rasulullah, ini Zainab'. Nabi bertanya,'Zainab yang mana?' > Dijawab,'Zainab istrinya Ibnu Mas'ud'. Nabi berkata,'oh ya, izinkan dia > masuk'. Zainab berkata,'wahai Rasul, engkau menyuruh hari ini untuk > bersedekah. Aku mempunyai perhiasan, aku ingin menyedekahkannya'. Kata Ibnu > Mas'ud,' dia dan anak kami lebih berhak menerimanya'. Nabi berkata,'Ibnu > Mas'ud itu benar, suamimu dan anakmu lebih berhak menerimanya". > (HR.Bukhari).* > > > > * 2. TIDAK MEMPRIORITASKAN FAKIR DAN MISKIN.* > > > *Memprioritaskan fakir miskin bukanlah sesuatu yang wajib dilakukan. Hal > ini hanyalah skala prioritas. Pemberi sedekah pasti selalu ingin sedekah > yang ia berikan bernilai dimata Allah, dan mendapat ridha Allah. Maka agama > memberi petunjuk skala prioritas untuk dipilih, siapa yang paling tepat > lebih dahulu diberikan sebelum yang lainnya.* > > *"Berinfaklah kepada orang-orang fakir yang terikat oleh jihad dijalan > Allah; mereka tidak dapat berusaha dibumi. Orang yang tidak tahu menyangka > mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal > mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang > secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (dijalan > Allah), sesungguhnya Allah maha mengetahui. Orang
Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Mak Kusia
Mak Kusia Iko kato Nyiak Gugel jawekno KEKELIRUAN DALAM MEMILIH PENERIMA SEDEKAH *Beberapa kekeliruan dibawah ini menjelaskan beberapa poin yang mungkin luput dari perhatian sebagian umat Islam. Mungkin karena kurangnya waktu untuk mendapatkan informasi agama dan syariah. Ada beberapa kategori prioritas yang ditekankan oleh agama dalam memilih kepada siapa kita menyerahkan sedekah. Pada segmen ini, titik beratnya adalah kesempurnaan sedekah dengan mengikuti skala prioritas yang dianjurkan agama demi kesempurnaan, kemaslahatan dan manfaat sedekah yang lebih menyeluruh. Jadi, bukan pada segmen hukum diterima atau tidaknya sedekah jika tidak mengikuti urutan prioritas ini. Untuk itu, berikut ini beberapa prioritas yang digariskan agama.* *Pada hakikatnya seseorang yang ingin bersedekah diberi ortoritas dalam memilih siapa penerima yang ia pilih, sebagaimana hadist Nabi menegaskan hal ini,* *"Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda,'Bersedekahlah! Seseorang menanggapi,'Ya Rasulullah, saya memiliki satu dinar (rezeki)'. Rasul berkata,'Bersedekahlah untuk dirimu'. Ia berkata,'saya masih punya sisanya'. Kata Rasul,'berikan kepada istrimu'. Ia berkata,'masih ada yang lain'. Kata Rasul,'berikan kepada anakmu!' Masih ada yang lain'. Kata Rasul,'berikan kepada pelayanmu!' Masih ada yang lain'. Rasul berkata,'Terserah kamu (kamu lebih tahu)". Sunan An-Nasa'i, hadist no.(2534) 5/66.* * 1. TIDAK MEMPRIORITASKAN KERABAT.* *Memprioritaskan kerabat juga perlu diperhatikan. Bagaimana munkgin seseorang bersedekah kepada orang lain sementara masih ada kerabatnya yang sangat membutuhkan kecuali untuk alasan-alasan yang krusial. Jika khawatir kerabat tersinggung, tekniknya bisa dengan berbagai cara, baik melalui orang lain atau dengan rahasia dan cara-cara lainnya yang tidak menyinggung.* *Ada dua keuntungan bagi pemberi sedekah ketika memilih kerabat sebagai penerima sedekahnya. Pertama, keuntungan pahala sedekah. Kedua, mempererat hubungan kekerabatan, mempererat tali persaudaraan. Lihat hadist Nabi berikut,* *"Sedekahmu kepada sesama muslim adalah bernilai sedekah, sementara kepada kerabat bernilai sedekah dan ikatan tali persaudaraan". (HR.Ath-Tarmidzi)* *Demi keuntungan yang lebih banyak, satu ibadah bernilai dua kebaikan. Oleh sebab itu, memprioritaskan kerabat sebagai calon penerima sedekah, perlu dipertimbangkan. Kekeliruan bersedekah dengan tidak mendahulukan kerabat tidak berakibat kepada ditolaknya nilai sedekah dimata Allah. Tetapi, poinnya adalah lebih berkahnya nilai sedekah, jika dilihat dari prioritas orang terdekat dengan si pemberi sedekah. Namun, bila faktornya adalah siapa yang paling membutuhkan, maka bisa dilihat kepada keadaan si penerima sedekah.* *"Dari Abu Sa'id Ak-Khudri ra, Rasulullah selesai melakukan shalat Adha dan fitri, beliau berpesan pada orang-orang dan memerintahkan mereka untuk bersedekah. Beliau berkata,'wahai manusia, bersedekahlah!' Kepada perempuan beliau juga berpesan,'wahai para wanita, bersedekahlah. Sungguh aku melihat kebanyakan penghuni neraka itu adalah perempuan'. Mereka bertanya,'mengapa bisa begitu, ya Rasulullah?' Rasul menjawab,'kalian banyak melaknat (mencaci) dan membantah keluarga. Aku tidak melihat penyebab kekurang pintaran dan kekurangsalehan yang menghilangkan kemurnian pikiran laki-laki, kecuali kalian para wanita'. Kemudian Nabi beranjak dan tatkala sampai kerumahnya, Zainab istri Ibnu Mas'ud minta izin bertamu, Ibnu Mas'ud berkata,'Ya Rasulullah, ini Zainab'. Nabi bertanya,'Zainab yang mana?' Dijawab,'Zainab istrinya Ibnu Mas'ud'. Nabi berkata,'oh ya, izinkan dia masuk'. Zainab berkata,'wahai Rasul, engkau menyuruh hari ini untuk bersedekah. Aku mempunyai perhiasan, aku ingin menyedekahkannya'. Kata Ibnu Mas'ud,' dia dan anak kami lebih berhak menerimanya'. Nabi berkata,'Ibnu Mas'ud itu benar, suamimu dan anakmu lebih berhak menerimanya". (HR.Bukhari).* * 2. TIDAK MEMPRIORITASKAN FAKIR DAN MISKIN.* *Memprioritaskan fakir miskin bukanlah sesuatu yang wajib dilakukan. Hal ini hanyalah skala prioritas. Pemberi sedekah pasti selalu ingin sedekah yang ia berikan bernilai dimata Allah, dan mendapat ridha Allah. Maka agama memberi petunjuk skala prioritas untuk dipilih, siapa yang paling tepat lebih dahulu diberikan sebelum yang lainnya.* *"Berinfaklah kepada orang-orang fakir yang terikat oleh jihad dijalan Allah; mereka tidak dapat berusaha dibumi. Orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (dijalan Allah), sesungguhnya Allah maha mengetahui. Orang-orang yang menafkahkan hartanya dimalam dan disiang hari secara tesembunyi dan terang-terangan, mereka mendapat pahala disisi tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati".* *Kriteria fakir dalam ayat ini sebenarnya masih menyimpan skala prioritas
Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Mak Kusia
Mak Kusia Uni tunggu-tunggu jawek Mak Kusia... Ndak saba lo uni... mako uni ulakkan baliak... Uni agak babedo pandapek jo sanak uni Sanak uni labiah mautamokan maagiah bantuan ka sanak sakaligus tetangga. Walau tau sanak gon indak jujur, indak pulo alim bana Mangka paruik uni mancaliak, samantaro sangaik banyak nan labiah pantas. Jadi mohon Mak Kusia agiah pencerahan kalau banyak nan pantas ditolong, sia dulu nan di tolong? Baa pulo kalau ado nan mintak ditolong bakataruihan... Baa caro mahantikan bia indak ditolong bakataruihan. Salam Hanifah Pada 5 Agustus 2014 13.55, Hanifah Damanhuri menulis: > Mak Kusia > > Kalau di kampuang > Banyak urang nan mambutuhkan bantuan (banyak nan maharokkan zakat) > Bagi nan bapitih banyak tantu indak masalah bisa dapek sadono > Bagi nan pitihno tabateh... tapaso bacaliak-caliak dulu sia nan patuik > Duluan dunsanak kato sanak-sanak uni > 1. dunsanak dakek iyo susah tapi punyo laki, punyo sawah, tapi indak > cukuik. ado nan alim ado nan indak > 2.dunsanak jauah susah pulo, sawah indak pulo punyo. ado nan alim ado nan > indak. > 3. urang kampuang, ado nan sangaik susah dari dunsanak dakek. tapi alim > 4. Janda nan mamaliharo anak yatim, baiak dunsanak atau sakampuang > > 5. Ado pulo nan dalam kondisi... ndak kaditolong ano sanak, kaditolong ano > ndak jujur. > > 6. dll > > Salam > > Hanifah > > > > > > Pada 5 Agustus 2014 13.31, Akmal Nasery Basral > menulis: > > Uni Ifah bisa lebih spesifik dengan pertanyaan no. 1 dan 2? dengan contoh >> kasus riil akan lebih fokus. >> >> Wassalam, >> >> ANB >> >> >> Pada 5 Agustus 2014 13.06, Hanifah Damanhuri menulis: >> >> Mak Kusia... >>> >>> Antahlah antah lai pasutrigon mangaji antah indak. >>> Musajik di kampuang sangaik rancak dan umumno urang kampuang ka musajik >>> satiok wakatu sholat... antahlah baa mangko pasutri indak ka musajik, >>> musajik sangaik dakek dari rumah. >>> >>> Haaa jadi takana pulo, batambah tanyo uni Mak Kusia >>> >>> 1. Sia urang nan wajib ditolong talabiah dahulu? >>> 2. Baa kalau urang nan ditolong indak jujur? >>> >>> Salam >>> >>> Hanifah >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> Pada 5 Agustus 2014 12.00, Akmal Nasery Basral >>> menulis: >>> >>> Ooo... kalau alumni IAIN/UIN biasonyo memang banyak nan suko jo buku-buku saroman tun. Nan lebih menjadi pertanyaan adolah manga salamo 5 bulan indak amuah sosialisasi dan bajamaah ka musajik? Apokah salamo 5 bulan tu lai tadanga pasutri tu ado mangaji di rumah? Tentang sanak uni nan maagiah tumpangan, sabananyo jan dibangihi dek inyo alah menerapkan salah satu basis ukhuwwah Islamiyah dengan saling tolong menolong. Memberi tumpangan tempat tinggal kepada sesama muslim (apalagi yang bukan famili/kerabat sedarah) itu sungguh sulit dilakukan. Tetapi contohnya sudah ada saat Anshar menerima Muhajirin. Namun untuk kondisi muslim rata-rata sekarang, hal seperti itu sudah langka. Jadi sanak uni itu sudah melakukan perbuatan mulia yang tak bisa dilakukan semua muslim. Apo nan dibaco sang tamu salamo manumpang tantu bukan tanggung jawab sanak uni tu. Jan sampai tali silaturahim uni jo sanak uni tu taganggu oleh sang tamu. Wassalam, ANB Pada 5 Agustus 2014 11.16, Hanifah Damanhuri menulis: Mak Kusia > > Kini uni indak di kampuang li doh. > > Katono, ano alumni IAIN > Kato tetangga, mereka suami istri indak pernah kamusajik salamo tingga > di sinan (5 bulan), indak pulo basosialisasi. > > Uni sempat bangih ka nan maagiah tumpangan (sanak uni). > buku apo nan dibacono du. harusno kalau hamil banyak mangaji. kok itu > buku nan dibacono... suruah pindahlah. (kami pulo akhirno batangka, > kabatulan alaik puragaik dapua ado nan indak basuo) > > Untuak mamastikan apo uni salah, makono uni tanyoan ka Mak Kusia. > Tapi dalam wakatu dakek memang akhirno urang dun akan pindah > (ano bukan urang kampuang uni) > > Mokasi banyak Mak Kusia > > Salam > > Hanifah > > > > > > > > Pada 5 Agustus 2014 10.39, Akmal Nasery Basral > menulis: > > Wa'alaikumussalam Wr. Wb. Uni Ifah, >> >> Kalau tentang buku pemikiran Karl Marx (terutama karya besarnya "Das >> Kapital") ini dipelajari oleh semua mahasiswa FISIP/Fisipol sebagai >> bagian >> dari sejarah sosial. Memang dari sana ada (sebagian kecil) mahasiswa yang >> terpengaruh dan menjadi radikal, dan sebagian lain (yang lebih banyak) >> tetap biasa-biasa saja karena sejarah dunia kemudian menunjukkan ide >> komunisme yang sempat jadi primadona di awal abad ke-20, ternyata juga >> tidak banyak dipakai oleh negara-negara di dunia. Saat ini hanya tinggal >> Korea Utara dan Kuba. Bahkan China/Tiongkok pun sudah tidak menerapkan >> asas >> komunisme "sama rata sama rasa" yang terkenal itu
Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Mak Kusia
Mak Kusia Kalau di kampuang Banyak urang nan mambutuhkan bantuan (banyak nan maharokkan zakat) Bagi nan bapitih banyak tantu indak masalah bisa dapek sadono Bagi nan pitihno tabateh... tapaso bacaliak-caliak dulu sia nan patuik Duluan dunsanak kato sanak-sanak uni 1. dunsanak dakek iyo susah tapi punyo laki, punyo sawah, tapi indak cukuik. ado nan alim ado nan indak 2.dunsanak jauah susah pulo, sawah indak pulo punyo. ado nan alim ado nan indak. 3. urang kampuang, ado nan sangaik susah dari dunsanak dakek. tapi alim 4. Janda nan mamaliharo anak yatim, baiak dunsanak atau sakampuang 5. Ado pulo nan dalam kondisi... ndak kaditolong ano sanak, kaditolong ano ndak jujur. 6. dll Salam Hanifah Pada 5 Agustus 2014 13.31, Akmal Nasery Basral menulis: > Uni Ifah bisa lebih spesifik dengan pertanyaan no. 1 dan 2? dengan contoh > kasus riil akan lebih fokus. > > Wassalam, > > ANB > > > Pada 5 Agustus 2014 13.06, Hanifah Damanhuri menulis: > > Mak Kusia... >> >> Antahlah antah lai pasutrigon mangaji antah indak. >> Musajik di kampuang sangaik rancak dan umumno urang kampuang ka musajik >> satiok wakatu sholat... antahlah baa mangko pasutri indak ka musajik, >> musajik sangaik dakek dari rumah. >> >> Haaa jadi takana pulo, batambah tanyo uni Mak Kusia >> >> 1. Sia urang nan wajib ditolong talabiah dahulu? >> 2. Baa kalau urang nan ditolong indak jujur? >> >> Salam >> >> Hanifah >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> Pada 5 Agustus 2014 12.00, Akmal Nasery Basral >> menulis: >> >> Ooo... kalau alumni IAIN/UIN biasonyo memang banyak nan suko jo buku-buku >>> saroman tun. >>> Nan lebih menjadi pertanyaan adolah manga salamo 5 bulan indak amuah >>> sosialisasi dan bajamaah ka musajik? >>> Apokah salamo 5 bulan tu lai tadanga pasutri tu ado mangaji di rumah? >>> >>> Tentang sanak uni nan maagiah tumpangan, sabananyo jan dibangihi dek >>> inyo alah menerapkan salah satu basis ukhuwwah Islamiyah dengan saling >>> tolong menolong. Memberi tumpangan tempat tinggal kepada sesama muslim >>> (apalagi yang bukan famili/kerabat sedarah) itu sungguh sulit dilakukan. >>> Tetapi contohnya sudah ada saat Anshar menerima Muhajirin. Namun untuk >>> kondisi muslim rata-rata sekarang, hal seperti itu sudah langka. Jadi sanak >>> uni itu sudah melakukan perbuatan mulia yang tak bisa dilakukan semua >>> muslim. >>> >>> Apo nan dibaco sang tamu salamo manumpang tantu bukan tanggung jawab >>> sanak uni tu. Jan sampai tali silaturahim uni jo sanak uni tu taganggu oleh >>> sang tamu. >>> >>> Wassalam, >>> >>> ANB >>> >>> >>> >>> >>> Pada 5 Agustus 2014 11.16, Hanifah Damanhuri >>> menulis: >>> >>> Mak Kusia Kini uni indak di kampuang li doh. Katono, ano alumni IAIN Kato tetangga, mereka suami istri indak pernah kamusajik salamo tingga di sinan (5 bulan), indak pulo basosialisasi. Uni sempat bangih ka nan maagiah tumpangan (sanak uni). buku apo nan dibacono du. harusno kalau hamil banyak mangaji. kok itu buku nan dibacono... suruah pindahlah. (kami pulo akhirno batangka, kabatulan alaik puragaik dapua ado nan indak basuo) Untuak mamastikan apo uni salah, makono uni tanyoan ka Mak Kusia. Tapi dalam wakatu dakek memang akhirno urang dun akan pindah (ano bukan urang kampuang uni) Mokasi banyak Mak Kusia Salam Hanifah Pada 5 Agustus 2014 10.39, Akmal Nasery Basral menulis: Wa'alaikumussalam Wr. Wb. Uni Ifah, > > Kalau tentang buku pemikiran Karl Marx (terutama karya besarnya "Das > Kapital") ini dipelajari oleh semua mahasiswa FISIP/Fisipol sebagai bagian > dari sejarah sosial. Memang dari sana ada (sebagian kecil) mahasiswa yang > terpengaruh dan menjadi radikal, dan sebagian lain (yang lebih banyak) > tetap biasa-biasa saja karena sejarah dunia kemudian menunjukkan ide > komunisme yang sempat jadi primadona di awal abad ke-20, ternyata juga > tidak banyak dipakai oleh negara-negara di dunia. Saat ini hanya tinggal > Korea Utara dan Kuba. Bahkan China/Tiongkok pun sudah tidak menerapkan > asas > komunisme "sama rata sama rasa" yang terkenal itu sejak Deng Xiaoping > menyatakan, "Kucing hitam, kucing putih, sama saja asal bisa menangkap > tikus." (Baca: komunisme, kapitalisme, sama saja, asal bisa > menyejahterakan > rakyat), sebagai bagian dari pembenarannya untuk tidak taat pada > komunisme, > dan mengadopsi kapitalisme. > > Nah, tentang tetangga uni itu, kalau agamanya kuat, in syaa Allah > tidak apa-apa. Tapi kalau dia pembawaannya "high temper", mudah emosi, > akan > gampang terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran Karl Marx yang tajam. Salah > satu cara mengalihkannya jangan dilarang, tapi sodorkan buku lain yang > lebih sesuai dengan tema kehamilan dan Islam (kalau ada). Ini lebih baik > dan lebih sesuai dengan kondisinya sekarang. Tetapi kalau buku seperti i
Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Mak Kusia
Uni Ifah bisa lebih spesifik dengan pertanyaan no. 1 dan 2? dengan contoh kasus riil akan lebih fokus. Wassalam, ANB Pada 5 Agustus 2014 13.06, Hanifah Damanhuri menulis: > Mak Kusia... > > Antahlah antah lai pasutrigon mangaji antah indak. > Musajik di kampuang sangaik rancak dan umumno urang kampuang ka musajik > satiok wakatu sholat... antahlah baa mangko pasutri indak ka musajik, > musajik sangaik dakek dari rumah. > > Haaa jadi takana pulo, batambah tanyo uni Mak Kusia > > 1. Sia urang nan wajib ditolong talabiah dahulu? > 2. Baa kalau urang nan ditolong indak jujur? > > Salam > > Hanifah > > > > > > > > > > > > > > Pada 5 Agustus 2014 12.00, Akmal Nasery Basral > menulis: > > Ooo... kalau alumni IAIN/UIN biasonyo memang banyak nan suko jo buku-buku >> saroman tun. >> Nan lebih menjadi pertanyaan adolah manga salamo 5 bulan indak amuah >> sosialisasi dan bajamaah ka musajik? >> Apokah salamo 5 bulan tu lai tadanga pasutri tu ado mangaji di rumah? >> >> Tentang sanak uni nan maagiah tumpangan, sabananyo jan dibangihi dek inyo >> alah menerapkan salah satu basis ukhuwwah Islamiyah dengan saling tolong >> menolong. Memberi tumpangan tempat tinggal kepada sesama muslim (apalagi >> yang bukan famili/kerabat sedarah) itu sungguh sulit dilakukan. Tetapi >> contohnya sudah ada saat Anshar menerima Muhajirin. Namun untuk kondisi >> muslim rata-rata sekarang, hal seperti itu sudah langka. Jadi sanak uni itu >> sudah melakukan perbuatan mulia yang tak bisa dilakukan semua muslim. >> >> Apo nan dibaco sang tamu salamo manumpang tantu bukan tanggung jawab >> sanak uni tu. Jan sampai tali silaturahim uni jo sanak uni tu taganggu oleh >> sang tamu. >> >> Wassalam, >> >> ANB >> >> >> >> >> Pada 5 Agustus 2014 11.16, Hanifah Damanhuri menulis: >> >> Mak Kusia >>> >>> Kini uni indak di kampuang li doh. >>> >>> Katono, ano alumni IAIN >>> Kato tetangga, mereka suami istri indak pernah kamusajik salamo tingga >>> di sinan (5 bulan), indak pulo basosialisasi. >>> >>> Uni sempat bangih ka nan maagiah tumpangan (sanak uni). >>> buku apo nan dibacono du. harusno kalau hamil banyak mangaji. kok itu >>> buku nan dibacono... suruah pindahlah. (kami pulo akhirno batangka, >>> kabatulan alaik puragaik dapua ado nan indak basuo) >>> >>> Untuak mamastikan apo uni salah, makono uni tanyoan ka Mak Kusia. >>> Tapi dalam wakatu dakek memang akhirno urang dun akan pindah >>> (ano bukan urang kampuang uni) >>> >>> Mokasi banyak Mak Kusia >>> >>> Salam >>> >>> Hanifah >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> Pada 5 Agustus 2014 10.39, Akmal Nasery Basral >>> menulis: >>> >>> Wa'alaikumussalam Wr. Wb. Uni Ifah, Kalau tentang buku pemikiran Karl Marx (terutama karya besarnya "Das Kapital") ini dipelajari oleh semua mahasiswa FISIP/Fisipol sebagai bagian dari sejarah sosial. Memang dari sana ada (sebagian kecil) mahasiswa yang terpengaruh dan menjadi radikal, dan sebagian lain (yang lebih banyak) tetap biasa-biasa saja karena sejarah dunia kemudian menunjukkan ide komunisme yang sempat jadi primadona di awal abad ke-20, ternyata juga tidak banyak dipakai oleh negara-negara di dunia. Saat ini hanya tinggal Korea Utara dan Kuba. Bahkan China/Tiongkok pun sudah tidak menerapkan asas komunisme "sama rata sama rasa" yang terkenal itu sejak Deng Xiaoping menyatakan, "Kucing hitam, kucing putih, sama saja asal bisa menangkap tikus." (Baca: komunisme, kapitalisme, sama saja, asal bisa menyejahterakan rakyat), sebagai bagian dari pembenarannya untuk tidak taat pada komunisme, dan mengadopsi kapitalisme. Nah, tentang tetangga uni itu, kalau agamanya kuat, in syaa Allah tidak apa-apa. Tapi kalau dia pembawaannya "high temper", mudah emosi, akan gampang terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran Karl Marx yang tajam. Salah satu cara mengalihkannya jangan dilarang, tapi sodorkan buku lain yang lebih sesuai dengan tema kehamilan dan Islam (kalau ada). Ini lebih baik dan lebih sesuai dengan kondisinya sekarang. Tetapi kalau buku seperti itu tidak ada, coba saja katakan agar jangan membaca "yang berat-berat" seperti teori Karl Marx itu, atau teori-teori lain. Lebih baik banyak mendengarkan murottal Al Qur'an agar kondisi syarat dan tubuhnya sendiri lebih rileks, dan lebih banyak manfaatnya bagi bayi dalam kandungan. Salam, ANB Pada 5 Agustus 2014 10.16, Hanifah Damanhuri menulis: > Assalammualaikum Wr Wb Mak Kusia Yml > > Uni kabatulan manampak tetangga di kampuang nan sadang hamil mambaco > buku Pemikiran Karl Marx. Tetangga iko manumpang di rumah nan sadang > ditempatino. Urang iko indak pulo gauil doh kato rang kampuang > > Alun mambaco isi, baru mambaco judul, uni sangaik takajuik, krn nan > uni tau Karl Marx iko komunis. > > Baa harus no sikap uni ka urang nan mambaco buku Karl Marx tsb? > > Salam > > Hanifah > >
Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Mak Kusia
Mak Kusia... Antahlah antah lai pasutrigon mangaji antah indak. Musajik di kampuang sangaik rancak dan umumno urang kampuang ka musajik satiok wakatu sholat... antahlah baa mangko pasutri indak ka musajik, musajik sangaik dakek dari rumah. Haaa jadi takana pulo, batambah tanyo uni Mak Kusia 1. Sia urang nan wajib ditolong talabiah dahulu? 2. Baa kalau urang nan ditolong indak jujur? Salam Hanifah Pada 5 Agustus 2014 12.00, Akmal Nasery Basral menulis: > Ooo... kalau alumni IAIN/UIN biasonyo memang banyak nan suko jo buku-buku > saroman tun. > Nan lebih menjadi pertanyaan adolah manga salamo 5 bulan indak amuah > sosialisasi dan bajamaah ka musajik? > Apokah salamo 5 bulan tu lai tadanga pasutri tu ado mangaji di rumah? > > Tentang sanak uni nan maagiah tumpangan, sabananyo jan dibangihi dek inyo > alah menerapkan salah satu basis ukhuwwah Islamiyah dengan saling tolong > menolong. Memberi tumpangan tempat tinggal kepada sesama muslim (apalagi > yang bukan famili/kerabat sedarah) itu sungguh sulit dilakukan. Tetapi > contohnya sudah ada saat Anshar menerima Muhajirin. Namun untuk kondisi > muslim rata-rata sekarang, hal seperti itu sudah langka. Jadi sanak uni itu > sudah melakukan perbuatan mulia yang tak bisa dilakukan semua muslim. > > Apo nan dibaco sang tamu salamo manumpang tantu bukan tanggung jawab sanak > uni tu. Jan sampai tali silaturahim uni jo sanak uni tu taganggu oleh sang > tamu. > > Wassalam, > > ANB > > > > > Pada 5 Agustus 2014 11.16, Hanifah Damanhuri menulis: > > Mak Kusia >> >> Kini uni indak di kampuang li doh. >> >> Katono, ano alumni IAIN >> Kato tetangga, mereka suami istri indak pernah kamusajik salamo tingga di >> sinan (5 bulan), indak pulo basosialisasi. >> >> Uni sempat bangih ka nan maagiah tumpangan (sanak uni). >> buku apo nan dibacono du. harusno kalau hamil banyak mangaji. kok itu >> buku nan dibacono... suruah pindahlah. (kami pulo akhirno batangka, >> kabatulan alaik puragaik dapua ado nan indak basuo) >> >> Untuak mamastikan apo uni salah, makono uni tanyoan ka Mak Kusia. >> Tapi dalam wakatu dakek memang akhirno urang dun akan pindah >> (ano bukan urang kampuang uni) >> >> Mokasi banyak Mak Kusia >> >> Salam >> >> Hanifah >> >> >> >> >> >> >> >> Pada 5 Agustus 2014 10.39, Akmal Nasery Basral >> menulis: >> >> Wa'alaikumussalam Wr. Wb. Uni Ifah, >>> >>> Kalau tentang buku pemikiran Karl Marx (terutama karya besarnya "Das >>> Kapital") ini dipelajari oleh semua mahasiswa FISIP/Fisipol sebagai bagian >>> dari sejarah sosial. Memang dari sana ada (sebagian kecil) mahasiswa yang >>> terpengaruh dan menjadi radikal, dan sebagian lain (yang lebih banyak) >>> tetap biasa-biasa saja karena sejarah dunia kemudian menunjukkan ide >>> komunisme yang sempat jadi primadona di awal abad ke-20, ternyata juga >>> tidak banyak dipakai oleh negara-negara di dunia. Saat ini hanya tinggal >>> Korea Utara dan Kuba. Bahkan China/Tiongkok pun sudah tidak menerapkan asas >>> komunisme "sama rata sama rasa" yang terkenal itu sejak Deng Xiaoping >>> menyatakan, "Kucing hitam, kucing putih, sama saja asal bisa menangkap >>> tikus." (Baca: komunisme, kapitalisme, sama saja, asal bisa menyejahterakan >>> rakyat), sebagai bagian dari pembenarannya untuk tidak taat pada komunisme, >>> dan mengadopsi kapitalisme. >>> >>> Nah, tentang tetangga uni itu, kalau agamanya kuat, in syaa Allah tidak >>> apa-apa. Tapi kalau dia pembawaannya "high temper", mudah emosi, akan >>> gampang terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran Karl Marx yang tajam. Salah >>> satu cara mengalihkannya jangan dilarang, tapi sodorkan buku lain yang >>> lebih sesuai dengan tema kehamilan dan Islam (kalau ada). Ini lebih baik >>> dan lebih sesuai dengan kondisinya sekarang. Tetapi kalau buku seperti itu >>> tidak ada, coba saja katakan agar jangan membaca "yang berat-berat" seperti >>> teori Karl Marx itu, atau teori-teori lain. Lebih baik banyak mendengarkan >>> murottal Al Qur'an agar kondisi syarat dan tubuhnya sendiri lebih rileks, >>> dan lebih banyak manfaatnya bagi bayi dalam kandungan. >>> >>> Salam, >>> >>> ANB >>> >>> >>> >>> Pada 5 Agustus 2014 10.16, Hanifah Damanhuri >>> menulis: >>> Assalammualaikum Wr Wb Mak Kusia Yml Uni kabatulan manampak tetangga di kampuang nan sadang hamil mambaco buku Pemikiran Karl Marx. Tetangga iko manumpang di rumah nan sadang ditempatino. Urang iko indak pulo gauil doh kato rang kampuang Alun mambaco isi, baru mambaco judul, uni sangaik takajuik, krn nan uni tau Karl Marx iko komunis. Baa harus no sikap uni ka urang nan mambaco buku Karl Marx tsb? Salam Hanifah -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>>
Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Mak Kusia
Ooo... kalau alumni IAIN/UIN biasonyo memang banyak nan suko jo buku-buku saroman tun. Nan lebih menjadi pertanyaan adolah manga salamo 5 bulan indak amuah sosialisasi dan bajamaah ka musajik? Apokah salamo 5 bulan tu lai tadanga pasutri tu ado mangaji di rumah? Tentang sanak uni nan maagiah tumpangan, sabananyo jan dibangihi dek inyo alah menerapkan salah satu basis ukhuwwah Islamiyah dengan saling tolong menolong. Memberi tumpangan tempat tinggal kepada sesama muslim (apalagi yang bukan famili/kerabat sedarah) itu sungguh sulit dilakukan. Tetapi contohnya sudah ada saat Anshar menerima Muhajirin. Namun untuk kondisi muslim rata-rata sekarang, hal seperti itu sudah langka. Jadi sanak uni itu sudah melakukan perbuatan mulia yang tak bisa dilakukan semua muslim. Apo nan dibaco sang tamu salamo manumpang tantu bukan tanggung jawab sanak uni tu. Jan sampai tali silaturahim uni jo sanak uni tu taganggu oleh sang tamu. Wassalam, ANB Pada 5 Agustus 2014 11.16, Hanifah Damanhuri menulis: > Mak Kusia > > Kini uni indak di kampuang li doh. > > Katono, ano alumni IAIN > Kato tetangga, mereka suami istri indak pernah kamusajik salamo tingga di > sinan (5 bulan), indak pulo basosialisasi. > > Uni sempat bangih ka nan maagiah tumpangan (sanak uni). > buku apo nan dibacono du. harusno kalau hamil banyak mangaji. kok itu > buku nan dibacono... suruah pindahlah. (kami pulo akhirno batangka, > kabatulan alaik puragaik dapua ado nan indak basuo) > > Untuak mamastikan apo uni salah, makono uni tanyoan ka Mak Kusia. > Tapi dalam wakatu dakek memang akhirno urang dun akan pindah > (ano bukan urang kampuang uni) > > Mokasi banyak Mak Kusia > > Salam > > Hanifah > > > > > > > > Pada 5 Agustus 2014 10.39, Akmal Nasery Basral > menulis: > > Wa'alaikumussalam Wr. Wb. Uni Ifah, >> >> Kalau tentang buku pemikiran Karl Marx (terutama karya besarnya "Das >> Kapital") ini dipelajari oleh semua mahasiswa FISIP/Fisipol sebagai bagian >> dari sejarah sosial. Memang dari sana ada (sebagian kecil) mahasiswa yang >> terpengaruh dan menjadi radikal, dan sebagian lain (yang lebih banyak) >> tetap biasa-biasa saja karena sejarah dunia kemudian menunjukkan ide >> komunisme yang sempat jadi primadona di awal abad ke-20, ternyata juga >> tidak banyak dipakai oleh negara-negara di dunia. Saat ini hanya tinggal >> Korea Utara dan Kuba. Bahkan China/Tiongkok pun sudah tidak menerapkan asas >> komunisme "sama rata sama rasa" yang terkenal itu sejak Deng Xiaoping >> menyatakan, "Kucing hitam, kucing putih, sama saja asal bisa menangkap >> tikus." (Baca: komunisme, kapitalisme, sama saja, asal bisa menyejahterakan >> rakyat), sebagai bagian dari pembenarannya untuk tidak taat pada komunisme, >> dan mengadopsi kapitalisme. >> >> Nah, tentang tetangga uni itu, kalau agamanya kuat, in syaa Allah tidak >> apa-apa. Tapi kalau dia pembawaannya "high temper", mudah emosi, akan >> gampang terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran Karl Marx yang tajam. Salah >> satu cara mengalihkannya jangan dilarang, tapi sodorkan buku lain yang >> lebih sesuai dengan tema kehamilan dan Islam (kalau ada). Ini lebih baik >> dan lebih sesuai dengan kondisinya sekarang. Tetapi kalau buku seperti itu >> tidak ada, coba saja katakan agar jangan membaca "yang berat-berat" seperti >> teori Karl Marx itu, atau teori-teori lain. Lebih baik banyak mendengarkan >> murottal Al Qur'an agar kondisi syarat dan tubuhnya sendiri lebih rileks, >> dan lebih banyak manfaatnya bagi bayi dalam kandungan. >> >> Salam, >> >> ANB >> >> >> >> Pada 5 Agustus 2014 10.16, Hanifah Damanhuri menulis: >> >>> Assalammualaikum Wr Wb Mak Kusia Yml >>> >>> Uni kabatulan manampak tetangga di kampuang nan sadang hamil mambaco >>> buku Pemikiran Karl Marx. Tetangga iko manumpang di rumah nan sadang >>> ditempatino. Urang iko indak pulo gauil doh kato rang kampuang >>> >>> Alun mambaco isi, baru mambaco judul, uni sangaik takajuik, krn nan uni >>> tau Karl Marx iko komunis. >>> >>> Baa harus no sikap uni ka urang nan mambaco buku Karl Marx tsb? >>> >>> Salam >>> >>> Hanifah >>> >>> -- >>> . >>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>> === >>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>> * DILARANG: >>> 1. Email besar dari 200KB; >>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >>> 3. Email One Liner. >>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >>> mengirimkan biodata! >>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >>> mengganti subjeknya. >>> === >>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan >>> di: http://groups.google.co
Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Mak Kusia
Mak Kusia Kini uni indak di kampuang li doh. Katono, ano alumni IAIN Kato tetangga, mereka suami istri indak pernah kamusajik salamo tingga di sinan (5 bulan), indak pulo basosialisasi. Uni sempat bangih ka nan maagiah tumpangan (sanak uni). buku apo nan dibacono du. harusno kalau hamil banyak mangaji. kok itu buku nan dibacono... suruah pindahlah. (kami pulo akhirno batangka, kabatulan alaik puragaik dapua ado nan indak basuo) Untuak mamastikan apo uni salah, makono uni tanyoan ka Mak Kusia. Tapi dalam wakatu dakek memang akhirno urang dun akan pindah (ano bukan urang kampuang uni) Mokasi banyak Mak Kusia Salam Hanifah Pada 5 Agustus 2014 10.39, Akmal Nasery Basral menulis: > Wa'alaikumussalam Wr. Wb. Uni Ifah, > > Kalau tentang buku pemikiran Karl Marx (terutama karya besarnya "Das > Kapital") ini dipelajari oleh semua mahasiswa FISIP/Fisipol sebagai bagian > dari sejarah sosial. Memang dari sana ada (sebagian kecil) mahasiswa yang > terpengaruh dan menjadi radikal, dan sebagian lain (yang lebih banyak) > tetap biasa-biasa saja karena sejarah dunia kemudian menunjukkan ide > komunisme yang sempat jadi primadona di awal abad ke-20, ternyata juga > tidak banyak dipakai oleh negara-negara di dunia. Saat ini hanya tinggal > Korea Utara dan Kuba. Bahkan China/Tiongkok pun sudah tidak menerapkan asas > komunisme "sama rata sama rasa" yang terkenal itu sejak Deng Xiaoping > menyatakan, "Kucing hitam, kucing putih, sama saja asal bisa menangkap > tikus." (Baca: komunisme, kapitalisme, sama saja, asal bisa menyejahterakan > rakyat), sebagai bagian dari pembenarannya untuk tidak taat pada komunisme, > dan mengadopsi kapitalisme. > > Nah, tentang tetangga uni itu, kalau agamanya kuat, in syaa Allah tidak > apa-apa. Tapi kalau dia pembawaannya "high temper", mudah emosi, akan > gampang terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran Karl Marx yang tajam. Salah > satu cara mengalihkannya jangan dilarang, tapi sodorkan buku lain yang > lebih sesuai dengan tema kehamilan dan Islam (kalau ada). Ini lebih baik > dan lebih sesuai dengan kondisinya sekarang. Tetapi kalau buku seperti itu > tidak ada, coba saja katakan agar jangan membaca "yang berat-berat" seperti > teori Karl Marx itu, atau teori-teori lain. Lebih baik banyak mendengarkan > murottal Al Qur'an agar kondisi syarat dan tubuhnya sendiri lebih rileks, > dan lebih banyak manfaatnya bagi bayi dalam kandungan. > > Salam, > > ANB > > > > Pada 5 Agustus 2014 10.16, Hanifah Damanhuri menulis: > >> Assalammualaikum Wr Wb Mak Kusia Yml >> >> Uni kabatulan manampak tetangga di kampuang nan sadang hamil mambaco buku >> Pemikiran Karl Marx. Tetangga iko manumpang di rumah nan sadang >> ditempatino. Urang iko indak pulo gauil doh kato rang kampuang >> >> Alun mambaco isi, baru mambaco judul, uni sangaik takajuik, krn nan uni >> tau Karl Marx iko komunis. >> >> Baa harus no sikap uni ka urang nan mambaco buku Karl Marx tsb? >> >> Salam >> >> Hanifah >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> === >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> === >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >> Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >> > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > === > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > === > Be
Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Mak Kusia
Wa'alaikumussalam Wr. Wb. Uni Ifah, Kalau tentang buku pemikiran Karl Marx (terutama karya besarnya "Das Kapital") ini dipelajari oleh semua mahasiswa FISIP/Fisipol sebagai bagian dari sejarah sosial. Memang dari sana ada (sebagian kecil) mahasiswa yang terpengaruh dan menjadi radikal, dan sebagian lain (yang lebih banyak) tetap biasa-biasa saja karena sejarah dunia kemudian menunjukkan ide komunisme yang sempat jadi primadona di awal abad ke-20, ternyata juga tidak banyak dipakai oleh negara-negara di dunia. Saat ini hanya tinggal Korea Utara dan Kuba. Bahkan China/Tiongkok pun sudah tidak menerapkan asas komunisme "sama rata sama rasa" yang terkenal itu sejak Deng Xiaoping menyatakan, "Kucing hitam, kucing putih, sama saja asal bisa menangkap tikus." (Baca: komunisme, kapitalisme, sama saja, asal bisa menyejahterakan rakyat), sebagai bagian dari pembenarannya untuk tidak taat pada komunisme, dan mengadopsi kapitalisme. Nah, tentang tetangga uni itu, kalau agamanya kuat, in syaa Allah tidak apa-apa. Tapi kalau dia pembawaannya "high temper", mudah emosi, akan gampang terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran Karl Marx yang tajam. Salah satu cara mengalihkannya jangan dilarang, tapi sodorkan buku lain yang lebih sesuai dengan tema kehamilan dan Islam (kalau ada). Ini lebih baik dan lebih sesuai dengan kondisinya sekarang. Tetapi kalau buku seperti itu tidak ada, coba saja katakan agar jangan membaca "yang berat-berat" seperti teori Karl Marx itu, atau teori-teori lain. Lebih baik banyak mendengarkan murottal Al Qur'an agar kondisi syarat dan tubuhnya sendiri lebih rileks, dan lebih banyak manfaatnya bagi bayi dalam kandungan. Salam, ANB Pada 5 Agustus 2014 10.16, Hanifah Damanhuri menulis: > Assalammualaikum Wr Wb Mak Kusia Yml > > Uni kabatulan manampak tetangga di kampuang nan sadang hamil mambaco buku > Pemikiran Karl Marx. Tetangga iko manumpang di rumah nan sadang > ditempatino. Urang iko indak pulo gauil doh kato rang kampuang > > Alun mambaco isi, baru mambaco judul, uni sangaik takajuik, krn nan uni > tau Karl Marx iko komunis. > > Baa harus no sikap uni ka urang nan mambaco buku Karl Marx tsb? > > Salam > > Hanifah > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > === > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > === > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Kanda Zultan
Panjangkan surang selah dinda Iffah. Zultan=Zulkifli Tanjung. Original message From: iqbal rahman Date:03/13/2014 9:53 AM (GMT-05:00) To: rantau groups Subject: Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Kanda Zultan Pak Zultan manjua maha Maaf on liner Powered by Telkomsel BlackBerry® From: Hanifah Damanhuri Sender: [email protected] Date: Thu, 13 Mar 2014 20:05:36 +0700 To: rantaunet ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Kanda Zultan Kanda Zultan Mokasi yo, tapi masih sajo ifah panasaran Sia namo panjang kanda nan sabanano? Kok tasasek kami ka Bogor, kan jaleh kama kami kabatanyo dan sia nan kami tanyo. Iyo lain lo ibo ati taraso Dek bangga maraso ado kawan kanda di kampus dinda Eh nan ditanyo indak kenal Bayangkanlah bara ka ibono ati dinda du Salam Hanifah Pada 13 Maret 2014 14.03, ZulTan menulis: Wa'alaikumssalam warahmatullaahi wabarakaatuhu Dinda Ifah NAH, Tarimo kasih atas perhatiannyo. ZulTan iko adolah namo ambo digabung jo namo suku urang kaum ambo. Salam ZulTan, L, 53, Bogor -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi selengkapnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi selengkapnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi selengkapnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Em
Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Kanda Zultan
Pak Zultan manjua maha Maaf on liner Powered by Telkomsel BlackBerry® -Original Message- From: Hanifah Damanhuri Sender: [email protected] Date: Thu, 13 Mar 2014 20:05:36 To: rantaunet Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Kanda Zultan Kanda Zultan Mokasi yo, tapi masih sajo ifah panasaran Sia namo panjang kanda nan sabanano? Kok tasasek kami ka Bogor, kan jaleh kama kami kabatanyo dan sia nan kami tanyo. Iyo lain lo ibo ati taraso Dek bangga maraso ado kawan kanda di kampus dinda Eh nan ditanyo indak kenal Bayangkanlah bara ka ibono ati dinda du Salam Hanifah Pada 13 Maret 2014 14.03, ZulTan menulis: > > Wa'alaikumssalam warahmatullaahi wabarakaatuhu > > Dinda Ifah NAH, > > Tarimo kasih atas perhatiannyo. > ZulTan iko adolah namo ambo digabung jo namo suku urang kaum ambo. > > Salam > ZulTan, L, 53, Bogor > > > > >-- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > === > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > === > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi selengkapnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
Re: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Kanda Zultan
Kanda Zultan Mokasi yo, tapi masih sajo ifah panasaran Sia namo panjang kanda nan sabanano? Kok tasasek kami ka Bogor, kan jaleh kama kami kabatanyo dan sia nan kami tanyo. Iyo lain lo ibo ati taraso Dek bangga maraso ado kawan kanda di kampus dinda Eh nan ditanyo indak kenal Bayangkanlah bara ka ibono ati dinda du Salam Hanifah Pada 13 Maret 2014 14.03, ZulTan menulis: > > Wa'alaikumssalam warahmatullaahi wabarakaatuhu > > Dinda Ifah NAH, > > Tarimo kasih atas perhatiannyo. > ZulTan iko adolah namo ambo digabung jo namo suku urang kaum ambo. > > Salam > ZulTan, L, 53, Bogor > > > > >-- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > === > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > === > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi selengkapnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
RE: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Kanda Zultan
Ipah, Sabalun dijawek ZulTan, ko ado kemungkinan itu singkatan Ado kakak kelas ambo di Birugo dulu namo no Zul juo dan ado cilalek, aa dapek namo Zul tando. Tapi untuak jaleh no wak tunggu jawek ZulTan nan sabana no, kalau dapek jaleh pulo diawak dima kampuang no Tan Ameh From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Hanifah Damanhuri Sent: Wednesday, March 12, 2014 6:18 PM To: rantaunet Subject: [R@ntau-Net] Batanyo ciek Kanda Zultan Assalammualaikum Wr Wb Kanda Zultan Yml Batanyo ciek Kanda Zultan Zultan ini nama asli atau nama samaran? Mengapa Sigit Nugroho tidak mengal nama Zultan? Mengapa Etis yg baru tamat juga tidak mengenal nama Zultan? Mohon maaf kalau tidak berkenan Salam Hanifah -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dari grup ini dan berhenti menerima email dari grup, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi selengkapnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
