Re: [R@ntau-Net] Lippo Group

2015-12-14 Terurut Topik Maturidi Donsan
Sangenek soal para tokoh gabung ke LG


Dalam mensejahterakan rakyat indonesia, negarawan dan cendekiawan atau
apalah namanya kemungkinan terbelahterbelah.



PERTAMA, bergantung ke investor

Kalau tidak adar  ekonomi kita tak bisa bertumbuh bla-bla dst.

Pengangguran, obatnya hanya investor, akibatnya  berangsur sedikit atau
banyak  diikuti dengan pengurangan lahan  baik dikota maupun didesa  untuk
investor.

Keinginan ini kalau tidak dibendung akan menghabiskan lahan Indonesia ini,
ujungnya pribumi hanya buruh dinegerinya sendiri.



Contoh yang dekat adalah yang menimpa penduduk Betawi, 90 % tanah Jakarta
itu bukan lagi dikuasai pribumi Betawi. Ini akibat kerinduan kepada
investor untuk pengembangan kota.



Ada beberapa negara kaya tapi kurang lahan, maka dengan adanya pengundangan
investor ini mereka akan menguasai lahan Indonesia ini, malah nanti pulau
akan disewakan atau malah di HG kan sampai hari kiamat.



 KEDUA, hidup berdikari, hidup sederhana dengan apa yang ada dinegeri ini.
Investor diperlukan terbatas, sekedar untuk alih tegnologi.



Ini umumnya para petani dan sebagian kaum agama

Bagi mereka lebih baik hidup merdeka, berusaha sendiri dilahan sendiri dari
pada kaya, glamour , megah tapi jadi buruh/budak  orang asing maupun bangsa
sendiri.



Mereka gigih mempertahankan lahannya untuk gantungan hidupnya.

Memang mereka tidak hidup glamour seperti yang banyak ditampilkan penjual
jasa yang berhasil alias buruh halus maupun kasar.



Kesederhanaan  hidup ala Badui di Banten, Anak Dalam di Jambi, Sakai di
Riau, Tengger di Jawa Timur dan lain-lain suku di Indonesia yang masih
hidup dengan iklim pedesaaan,  jauh lebih terhormat dan bermartabat
daripada hidup glamour yang kita pertontonkan karena hasil penjualan jasa
atau glamour karena belas kasihan cukong/investor.



Sebagian oknum yang boleh dikatakan negarawan, cendekiawan,  dsb kehilangan
harga dirinya

karena belas kasihan cukong, didepan cukong harga dirinya NOL



Bagaimana pun, jujur diakui, kita-kita yang menjual jasa  adalah budak dari
investor, tidak jauh beda kedudukannya dengan budak hitam Amerika 1800-san
atau sebagian warga kita yang ke Suriname abad yang lalu.



Akibat kita sudah terbiasa 50-60 tahun dibawah investor asing, bukannya
mendapatkan alih teknologi dan kepercayaan diri, malah mungkin
menghilangkan kepercayaan diri..



Ini kelihatan para senior kita yang sudah dianggap cukup modal dan
kemampuan teknik-manegerial tidak bergabung sebagi bumiputera membentuk
usaha malah masih menggandul ke konglomerat non pri seperti apa yang
disebutkan diawal diskusi ini





Dikedua pembelahan ini, kita tinggal pilih, yang PERTAMA atau KEDUA.





Dipermukaan, nampaknya pemerintah mulai dari ORDE BARU sampai sekarang
memilih jalan pertama, oknum-oknum di pemerintahan mungkin keenakan, setiap
investor masuk, ada sedikit terima uang pelicinlah.



Kedepan demi martabat dan harga diri bangsa lebih baik kita pilih yang
KEDUA, dan itu belum terlambat, kalau tidak, kemungkinan SDA kita habis
diangkut keluar negeri, kita dan anak cucu kita terima karabangnya saja
lagi.



Wass,



Maturidi (L/77) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


Re: [R@ntau-Net] Lippo Group

2015-12-14 Terurut Topik Fashridjal M. Noor
Dari Wikipedia

Mochtar Riady (Hanzi: 李文正, Hokkien: Li Moe Tie, pinyin: Li Wenzheng; lahir
di Kota Malang, 12 Mei 1929; umur 86 tahun) adalah seorang pengusaha
Indonesia terkemuka, pendiri dan presiden komisaris dari Lippo Group. Ia
banyak dikenal orang sebagai seorang praktisi perbankan andal, serta salah
seorang konglomerat keturunan Tionghoa-Indonesia telah yang berhasil
mengembangkan grup bisnisnya hingga ke mancanegara.

Pada 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Mochtar Riady
menduduki peringkat ke-38 dengan total kekayaan US$ 650 juta [3] .

Ayah Mochtar Riady adalah seorang pedagang batik bernama Liapi (1888-1959),
sedangkan ibunya bernama Sibelau (1889-1939). Kedua orangtuanya merantau
dari Fujian dan tiba di Malang pada tahun 1918. [1]

Pada tahun 1947, Riady ditangkap oleh pemerintah Belanda karena menentang
pembentukan Negara Indonesia Timur dan sempat ditahan di penjara Lowokwaru,
Malang. Ia kemudian di buang ke Cina, dan ia kemudian mengambil kuliah
filosofi di Universitas Nanking. Mochtar Riady tinggal di Hongkong hingga
tahun 1950, dan kemudian kembali lagi ke Indonesia. [4] Pada tahun 1951 ia
menikahi Suryawati Lidya, seorang wanita asal Jember

. Mochtar Riady yang lahir di Malang, Jawa Timur 12 Mei 1929 adalah pendiri
Lippo Group, sebuah grup yang memiliki lebih dari 50 anak perusahaan.
Jumlah seluruh karyawannya diperkirakan lebih dari 50 ribu orang. Aktivitas
perusahaannya tidak hanya di Indonesia, tetapi juga hadir di kawasan Asia
Pasifik, terutama di Hong Kong, Guang Zhou, Fujian, dan Shanghai.

Sejarah Lippo Group bermula ketika Mochtar Riady yang memiliki nama
Tionghoa, Lie Mo Tie membeli sebagian saham di Bank Perniagaan Indonesia
milik Haji Hasyim Ning pada 1981. Waktu dibeli, aset bank milik keluarga
Hasyim telah merosot menjadi hanya sekitar Rp 16,3 miliar. Mochtar sendiri
pada waktu itu tengah menduduki posisi penting di Bank Central Asia, bank
yang didirikan oleh keluarga Liem Sioe Liong. Ia bergabung dengan BCA pada
1975 dengan meninggalkan Bank Panin.

Di BCA, Mochtar mendapatkan share sebesar 17,5 persen saham dan menjadi
orang kepercayaan Liem Sioe Liong. Aset BCA ketika Mochtar Riady bergabung
hanya Rp 12,8 miliar. Mochtar baru keluar dari BCA pada akhir 1990 dan
ketika itu aset bank tersebut sudah di atas Rp5 triliun.

Bergabung dengan Hasyim Ning membuat ia bersemangat. Pada 1987, setelah ia
bergabung, aset Bank Perniagaan Indonesia melonjak naik lebih dari 1.500
persen menjadi Rp257,73 miliar. Hal ini membuat kagum kalangan perbankan
nasional. Ia pun dijuluki sebagai The Magic Man of Bank Marketing.

Dua tahun kemudian, pada 1989, bank ini melakukan merger dengan Bank Umum
Asia dan semenjak saat itu lahirlah Lippobank. Inilah cikal bakal Lippo
Group. Saat ini Lippo Group memiliki lima cabang bisnis yakni :

1. Jasa keuangan: perbankan, reksadana, asuransi, manajemen asset,
sekuritas.

2. Properti dan urban development: kota satelit terpadu, perumahan,
kondominium, pusat hiburan dan perbelanjaan, perkantoran dan kawasan
industri.

3. Pembangunan infrastruktur seperti pembangkit tenaga listrik, produksi
gas, distribusi, pembangunan jalan raya, pembangunan sarana air bersih, dan
prasarana komunikasi.

4. Bidang industri yang meliputi industri komponen elektronik, komponen
otomotif, industri semen, porselen, batu bara dan gas bumi. Melalui Lippo
Industries, grup ini juga aktif memproduksi komponen elektonik seperti
kulkas dan AC merk Mitsubishi. Sedangkan komponen otomotif perusahaan yang
dipimpin Mochtar ini sukses memproduksi kabel persneling.

5. Bidang industri yang meliputi industri komponen elektronik, komponen
otomotif, industri semen, porselen, batu bara dan gas bumi. Melalui Lippo
Industries, grup ini juga aktif memproduksi komponen elektronik seperti
kulkas dan AC merk Mitsubishi. Sedangkan komponen otomotif perusahaan yang
dipimpin Mochtar ini sukses memproduksi kabel persneling.
On Dec 14, 2015 10:41 PM, "Zaid Dunil"  wrote:

> Sanak Reza dan sabak Andri ,
> ass ww
> Lippo itu perusahaan publik. Sebagian sahamnya adalah milik masyarakat
> Indonesia. Mochtar Ryadi sebagai chairman dari Lippo merupakan salah
> satu pengusaha China Indonesia yang berperan dalam mendatangkan
> Pengusaha pengusaha China seluruh dunia datang ke Indonesia beberapa
> waktru lalu. Pwngusaha pengusaha China itu dihimbau agar melakukan
> investasi di Indonesia.
> Lippo sebagai konglomerasi akan semakin berkembang di Indonesia dan
> bahkan sudah menjanjikan kepada Pemerintah bahwa dia akan membawa
> masuk modalnya yang ada di luar negeri masuk kembali ke Indonesia
> dalam rangka membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia.
>  Itu berita berita yang dapat saya tangkap dari media tentang Lippo
> .Pemerintah menilai sikap  Lippo itu posiitif.
> Dalam masyarakat kita (Minangkabau) image tentang Lippo berbeda.
> Investasinya di Padang ditolak, sebab utama karena ditengarai ada misi
> terselubung kristenisasi dibalik bisnisnya itu.. Kalau hal itu benar,
> maka sikap kita pada Lippo

Re: [R@ntau-Net] Lippo Group

2015-12-14 Terurut Topik Zaid Dunil
Sanak Reza dan sabak Andri ,
ass ww
Lippo itu perusahaan publik. Sebagian sahamnya adalah milik masyarakat
Indonesia. Mochtar Ryadi sebagai chairman dari Lippo merupakan salah
satu pengusaha China Indonesia yang berperan dalam mendatangkan
Pengusaha pengusaha China seluruh dunia datang ke Indonesia beberapa
waktru lalu. Pwngusaha pengusaha China itu dihimbau agar melakukan
investasi di Indonesia.
Lippo sebagai konglomerasi akan semakin berkembang di Indonesia dan
bahkan sudah menjanjikan kepada Pemerintah bahwa dia akan membawa
masuk modalnya yang ada di luar negeri masuk kembali ke Indonesia
dalam rangka membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia.
 Itu berita berita yang dapat saya tangkap dari media tentang Lippo
.Pemerintah menilai sikap  Lippo itu posiitif.
Dalam masyarakat kita (Minangkabau) image tentang Lippo berbeda.
Investasinya di Padang ditolak, sebab utama karena ditengarai ada misi
terselubung kristenisasi dibalik bisnisnya itu.. Kalau hal itu benar,
maka sikap kita pada Lippo adalah sikap yang seharusnya demikian. Tapi
kalau penilaian kita salah, , maka kesempatan untuk mengurangi
pengangguran sebagai akibat dari investasi Lippo itu
menjadi terlewatkan. Entah kapan akan ada lagi investasi yang cukup
besar yang mampu mengurangi pengangguran  yang signifikan di Sumbar
yang semakin  lama semakin tinggi itu.

Wass
Dunil Zaid , 72.  ..

2015-12-14 16:07 GMT+07:00 Andri Satria Masri :
> Emirsyah Satar jadi Executive Director Lippo mah yeh
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
> email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


Re: [R@ntau-Net] Lippo Group

2015-12-14 Terurut Topik Andri Satria Masri
Emirsyah Satar jadi Executive Director Lippo mah yeh

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.