Re: FW :Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang.
Assalamu'alaikum WW, Pak Saaf dan sanak sapalanta nan ambo hormati, Secara ideal menurut saya perubahan nama ini bagus2 saja, dengan catatan semua aspek dan implikasinya dipelajari dengan saksama, beserta batasan dan tahapan pelaksanaannya. Jadi tidak usah buru2. Secara lokal, implikasi pembiayaannya akan menjadi sangat besar dengan perubahan semua kop surat/letter head, plank nama, dll. mulai dari Nagari, Kecamatan, Kotamadya, dan Propinsi. Pada tataran nasional dan internasional, umpamanya semua peta yang terkait dengan Sumatera Barat harus direvisi, seperti peta topografi, geologi, hidrografi, penerbangan, pelayaran, pariwisata, dll, dll. Peta2 ini terdiri pula dari berbagai skala mulai dari 1:1.000 sampai 1: 1.000.000. Jadwal waktu shalat yang tersebar luas di internetpun harus direvisi seperlunya. Dengan sistim informasi digital yang sudah digunakan secara amat sangat luas umpamanya, perubahan nama ini akan berpengaruh pada kecepatan untuk memperoleh data dan informasi yang diinginkan. Gagasan ini baik, tapi tampaknya memerlukan pemikiran dan pertimbangan yang lebih komprehensif. Bisa saja yang dirubah adalah nama kota atau desa tertentu saja, atau penggunaan nama ini juga bersifat lokal, seperti penggunaan huruf Jawa di Yogya, atau huruf Thai di kota2 di sana. Dengan beban keuangan daerah yang segawat sekarang ini, perubahan ini memerlukan pertimbangan yang lebih saksama. Sumbar masih perlu dana yang cukup besar untuk perbaikan prasarana dll, yang berimpact langsung pada pengembangan daerah. Maaf & wasalam, Epy Buchari, L-68 Ciputat Timur On Sep 26, 8:53 am, "Dr Saafroedin Bahar" wrote: > Ringkas sajo: ambo dukuang panuah gagasan supayo namo daerah ditulihkan dalam > bahaso daerah dan dibunyikan manuruik caro panduduak satampek manyabuiknyo. > Silakan para sanak tindaklanjuti. > Wassalam, > > -------Original Email------- > Subject :Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang. > From :mailto:[email protected] > Date :Mon Sep 26 08:44:43 Asia/Bangkok 2011 > > Assalamulaikum wr wb. > Penulisan kembali "Namo Daerah baliak ka bahaso Minang" yang dilakukan oleh > Pemda Kabupaten Pasaman Barat dapat dinilai sebagai Penguatan (revitalisasi) > indentitas kultural masyarakat Minangkabau, yang akhir-akhir ini nampak dan > terasa sedang mengalami degradasi. Yang dilakukan oleh Pemda Kabupaten > Pasaman Barat tersebut baik secara langsung ataupun tidak, sejalan dengan > semangat "Seminar Kebudayaan Minangkabau Gebu Minang tanggal 12-13 Desember > 2010 yang lalu yang terselenggara di Kota Padang. Untuk itu kepada Pemda > Kabupaten Pasaman Barat patut diberikan penghargaan dan apresiasi. Bahwa > Pemda Kabupaten Pasaman Barat (Kabupaten yang tergolong muda di Sumbar) yang > terlebih dahulu me-revitalisasi indentitas kultural masyarakat Minang itu, > tidak terlalu penting untuk diperdebatkan. Yang jelas sebuah kebijakan yang > berorientasi kepada penguatan indentitas kultural suku bangsa bangsa > Minangkabau sudah dimulai ~ dan pada umumnya gerakan perubahan itu biasanya > dimulai oleh orang muda. Maka akan lebih baik kalau penulisan kembali nama > daerah di ranah Minang itu dengan mengunakan kembali bahasa Minang juga > dimulai oleh daerah tingkat dua lainnya di propinsi Sumatera Barat. > Bahwa lain lubuak lain ikannyo ~ lain padang lain bilalangnyo ~ lain daerah > babeda pulo logat dan dialeknyo, adalah merupkan realitas dan patut kita > pahami sebagai bentuk keberagaman sosial budaya di ranah Minang. Namun perlu > juga kita wujudkan bahasa Minangkabau yang bersifat standar sebagai kesatuan > sosio-kultural dari seluruh penduduk di ranah yang tercinta ini. > Barangkali sebagai pelengkap catatan ini perlu juga mendapat perhatian dari > kita bersama mengapa suku Aceh di ujung utara Sumtera dan suku Sunda di ujung > barat pulau Jawa selama ini tetap eksis dengan nama-nama asli daerah atau > kotanya, boleh jadi dalam kekuatan memelihara indentitas kultural kita bisa > belajar dari mereka. Terima Kasih dan mohon maaf kalau ada yang tidak > terletak pada tempatnya. > Wassalam, > Ambiar Lani, > L/59/Jakarta-Bekasi > > From: Ephi Lintau > > Sender: [email protected] > Date: Thu, 22 Sep 2011 10:22:26 +0700 > To: > ReplyTo: [email protected] > Subject: Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang. > > iyo mak...kalau nan rancak ..babaliak ka bahaso minangnyo atau ka bahaso > logat daerah masing2. > > misal di kampuang ambo ado nagari balai tangah -> iko lah bahasa minang..., > kalau ka logat daerahnyo : bolai tongah, baaa kiro2 manuruik mamak tuh ? > > baliak ka bahaso minangnyo...atau ka logat daerahnyo ? > > ditunggu tanggapan dari mamak...dan dunsanak lainnya..., iko dek ambo lah > talanjua pulo mambuak web nagari dgn
FW :Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang.
Ringkas sajo: ambo dukuang panuah gagasan supayo namo daerah ditulihkan dalam bahaso daerah dan dibunyikan manuruik caro panduduak satampek manyabuiknyo. Silakan para sanak tindaklanjuti. Wassalam, ---Original Email--- Subject :Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang. >From :mailto:[email protected] Date :Mon Sep 26 08:44:43 Asia/Bangkok 2011 Assalamulaikum wr wb. Penulisan kembali "Namo Daerah baliak ka bahaso Minang" yang dilakukan oleh Pemda Kabupaten Pasaman Barat dapat dinilai sebagai Penguatan (revitalisasi) indentitas kultural masyarakat Minangkabau, yang akhir-akhir ini nampak dan terasa sedang mengalami degradasi. Yang dilakukan oleh Pemda Kabupaten Pasaman Barat tersebut baik secara langsung ataupun tidak, sejalan dengan semangat "Seminar Kebudayaan Minangkabau Gebu Minang tanggal 12-13 Desember 2010 yang lalu yang terselenggara di Kota Padang. Untuk itu kepada Pemda Kabupaten Pasaman Barat patut diberikan penghargaan dan apresiasi. Bahwa Pemda Kabupaten Pasaman Barat (Kabupaten yang tergolong muda di Sumbar) yang terlebih dahulu me-revitalisasi indentitas kultural masyarakat Minang itu, tidak terlalu penting untuk diperdebatkan. Yang jelas sebuah kebijakan yang berorientasi kepada penguatan indentitas kultural suku bangsa bangsa Minangkabau sudah dimulai ~ dan pada umumnya gerakan perubahan itu biasanya dimulai oleh orang muda. Maka akan lebih baik kalau penulisan kembali nama daerah di ranah Minang itu dengan mengunakan kembali bahasa Minang juga dimulai oleh daerah tingkat dua lainnya di propinsi Sumatera Barat. Bahwa lain lubuak lain ikannyo ~ lain padang lain bilalangnyo ~ lain daerah babeda pulo logat dan dialeknyo, adalah merupkan realitas dan patut kita pahami sebagai bentuk keberagaman sosial budaya di ranah Minang. Namun perlu juga kita wujudkan bahasa Minangkabau yang bersifat standar sebagai kesatuan sosio-kultural dari seluruh penduduk di ranah yang tercinta ini. Barangkali sebagai pelengkap catatan ini perlu juga mendapat perhatian dari kita bersama mengapa suku Aceh di ujung utara Sumtera dan suku Sunda di ujung barat pulau Jawa selama ini tetap eksis dengan nama-nama asli daerah atau kotanya, boleh jadi dalam kekuatan memelihara indentitas kultural kita bisa belajar dari mereka. Terima Kasih dan mohon maaf kalau ada yang tidak terletak pada tempatnya. Wassalam, Ambiar Lani, L/59/Jakarta-Bekasi From: Ephi Lintau Sender: [email protected] Date: Thu, 22 Sep 2011 10:22:26 +0700 To: ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang. iyo mak...kalau nan rancak ..babaliak ka bahaso minangnyo atau ka bahaso logat daerah masing2. misal di kampuang ambo ado nagari balai tangah -> iko lah bahasa minang..., kalau ka logat daerahnyo : bolai tongah, baaa kiro2 manuruik mamak tuh ? baliak ka bahaso minangnyo...atau ka logat daerahnyo ? ditunggu tanggapan dari mamak...dan dunsanak lainnya..., iko dek ambo lah talanjua pulo mambuak web nagari dgn domain babaso indonesia, sarupo : http://tanjungbonai.lintau.info ->minangnyo: tanjuangbonai, http://lubukjantan.lintau.info ->lubuak jantan, dll.. salam Ephi Lintau 2011/9/22 mailto:[email protected]> > Sanak palanta nn dihormati. Langkah2 nn ditampuah dek Pemda Pasbar untuak mengembalikan namo daerah baliak ka baso Minang,patuik diacuangkan jempol. Salamoko kito maraso ado kekhawatiran,baso minang akan pudua dalam pergaulan intra komunitas Minang nn bersifat resmi seperti pada acara2 seminar,kajian ilmiah,simposium,pertemuan2 intra lembaga2 Minang aghah PKDP,GB Minang,BK3AM dlsb. Saafroedin Bahar Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang.
Assalamulaikum wr wb. Penulisan kembali "Namo Daerah baliak ka bahaso Minang" yang dilakukan oleh Pemda Kabupaten Pasaman Barat dapat dinilai sebagai Penguatan (revitalisasi) indentitas kultural masyarakat Minangkabau, yang akhir-akhir ini nampak dan terasa sedang mengalami degradasi. Yang dilakukan oleh Pemda Kabupaten Pasaman Barat tersebut baik secara langsung ataupun tidak, sejalan dengan semangat "Seminar Kebudayaan Minangkabau Gebu Minang tanggal 12-13 Desember 2010 yang lalu yang terselenggara di Kota Padang. Untuk itu kepada Pemda Kabupaten Pasaman Barat patut diberikan penghargaan dan apresiasi. Bahwa Pemda Kabupaten Pasaman Barat (Kabupaten yang tergolong muda di Sumbar) yang terlebih dahulu me-revitalisasi indentitas kultural masyarakat Minang itu, tidak terlalu penting untuk diperdebatkan. Yang jelas sebuah kebijakan yang berorientasi kepada penguatan indentitas kultural suku bangsa bangsa Minangkabau sudah dimulai ~ dan pada umumnya gerakan perubahan itu biasanya dimulai oleh orang muda. Maka akan lebih baik kalau penulisan kembali nama daerah di ranah Minang itu dengan mengunakan kembali bahasa Minang juga dimulai oleh daerah tingkat dua lainnya di propinsi Sumatera Barat. Bahwa lain lubuak lain ikannyo ~ lain padang lain bilalangnyo ~ lain daerah babeda pulo logat dan dialeknyo, adalah merupkan realitas dan patut kita pahami sebagai bentuk keberagaman sosial budaya di ranah Minang. Namun perlu juga kita wujudkan bahasa Minangkabau yang bersifat standar sebagai kesatuan sosio-kultural dari seluruh penduduk di ranah yang tercinta ini. Barangkali sebagai pelengkap catatan ini perlu juga mendapat perhatian dari kita bersama mengapa suku Aceh di ujung utara Sumtera dan suku Sunda di ujung barat pulau Jawa selama ini tetap eksis dengan nama-nama asli daerah atau kotanya, boleh jadi dalam kekuatan memelihara indentitas kultural kita bisa belajar dari mereka. Terima Kasih dan mohon maaf kalau ada yang tidak terletak pada tempatnya. Wassalam, Ambiar Lani, L/59/Jakarta-Bekasi From: Ephi Lintau Sender: [email protected] Date: Thu, 22 Sep 2011 10:22:26 +0700 To: ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang. iyo mak...kalau nan rancak ..babaliak ka bahaso minangnyo atau ka bahaso logat daerah masing2. misal di kampuang ambo ado nagari balai tangah -> iko lah bahasa minang..., kalau ka logat daerahnyo : bolai tongah, baaa kiro2 manuruik mamak tuh ? baliak ka bahaso minangnyo...atau ka logat daerahnyo ? ditunggu tanggapan dari mamak...dan dunsanak lainnya..., iko dek ambo lah talanjua pulo mambuak web nagari dgn domain babaso indonesia, sarupo : http://tanjungbonai.lintau.info ->minangnyo: tanjuangbonai, http://lubukjantan.lintau.info ->lubuak jantan, dll.. salam Ephi Lintau 2011/9/22 Sanak palanta nn dihormati. > >Langkah2 nn ditampuah dek Pemda Pasbar untuak mengembalikan namo daerah baliak >ka baso Minang,patuik diacuangkan jempol. > >Salamoko kito maraso ado kekhawatiran,baso minang akan pudua dalam pergaulan >intra komunitas Minang nn bersifat resmi seperti pada acara2 seminar,kajian >ilmiah,simposium,pertemuan2 intra lembaga2 Minang aghah PKDP,GB Minang,BK3AM >dlsb. > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perl
Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang.
P Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita. -Original Message- From: Ephi Lintau Sender: [email protected] Date: Thu, 22 Sep 2011 10:22:26 To: Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang. iyo mak...kalau nan rancak ..babaliak ka bahaso minangnyo atau ka bahaso logat daerah masing2. misal di kampuang ambo ado nagari balai tangah -> iko lah bahasa minang..., kalau ka logat daerahnyo : bolai tongah, baaa kiro2 manuruik mamak tuh ? baliak ka bahaso minangnyo...atau ka logat daerahnyo ? ditunggu tanggapan dari mamak...dan dunsanak lainnya..., iko dek ambo lah talanjua pulo mambuak web nagari dgn domain babaso indonesia, sarupo : http://tanjungbonai.lintau.info ->minangnyo: tanjuangbonai, http://lubukjantan.lintau.info ->lubuak jantan, dll.. salam Ephi Lintau 2011/9/22 > Sanak palanta nn dihormati. > > Langkah2 nn ditampuah dek Pemda Pasbar untuak mengembalikan namo daerah > baliak ka baso Minang,patuik diacuangkan jempol. > > Salamoko kito maraso ado kekhawatiran,baso minang akan pudua dalam > pergaulan intra komunitas Minang nn bersifat resmi seperti pada acara2 > seminar,kajian ilmiah,simposium,pertemuan2 intra lembaga2 Minang aghah > PKDP,GB Minang,BK3AM dlsb. > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang
*aslkm wr wb lasi mudo jan disabuik pulo lasi muda lasi tuo jan disabuik pulo lasi tuo itu tambahan saketek dari ambo wslam satria. batam bukittinggi lasi mudo 67* -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang.
Ass Ww,sanak sapalanta dan sanak Ephi Lintau yth. Sasuai bana tu saran sanak,disampiang kito kembalikan namo2 nagari,jorong dst ka namo aslinyo,kito kambangkan pulo dialek yg khas masiang2 nagari sbg wujud kekayaan bahaso/budaya kito. Contonyo kami urang Salayo (Solok),kok mangucapkan yg dibelakangnya "uang" spt "kubuang","anduang" manjadi "kubong","andong". Baitu juo kalau balakangnyo "uik" spt "paruik" ,"lutuik" manjadi "paruk","lutuk" dst. Sakadar saran,tarimo kasi,Wass. (Marwan Paris,Lk,satu satangah bln laii 68th,rang Salayo Slk tingga di Jaktim). Powered by Telkomsel BlackBerry® -Original Message- From: Ephi Lintau Sender: [email protected] Date: Thu, 22 Sep 2011 10:22:26 To: Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang. iyo mak...kalau nan rancak ..babaliak ka bahaso minangnyo atau ka bahaso logat daerah masing2. misal di kampuang ambo ado nagari balai tangah -> iko lah bahasa minang..., kalau ka logat daerahnyo : bolai tongah, baaa kiro2 manuruik mamak tuh ? baliak ka bahaso minangnyo...atau ka logat daerahnyo ? ditunggu tanggapan dari mamak...dan dunsanak lainnya..., iko dek ambo lah talanjua pulo mambuak web nagari dgn domain babaso indonesia, sarupo : http://tanjungbonai.lintau.info ->minangnyo: tanjuangbonai, http://lubukjantan.lintau.info ->lubuak jantan, dll.. salam Ephi Lintau 2011/9/22 > Sanak palanta nn dihormati. > > Langkah2 nn ditampuah dek Pemda Pasbar untuak mengembalikan namo daerah > baliak ka baso Minang,patuik diacuangkan jempol. > > Salamoko kito maraso ado kekhawatiran,baso minang akan pudua dalam > pergaulan intra komunitas Minang nn bersifat resmi seperti pada acara2 > seminar,kajian ilmiah,simposium,pertemuan2 intra lembaga2 Minang aghah > PKDP,GB Minang,BK3AM dlsb. > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang.
iyo mak...kalau nan rancak ..babaliak ka bahaso minangnyo atau ka bahaso logat daerah masing2. misal di kampuang ambo ado nagari balai tangah -> iko lah bahasa minang..., kalau ka logat daerahnyo : bolai tongah, baaa kiro2 manuruik mamak tuh ? baliak ka bahaso minangnyo...atau ka logat daerahnyo ? ditunggu tanggapan dari mamak...dan dunsanak lainnya..., iko dek ambo lah talanjua pulo mambuak web nagari dgn domain babaso indonesia, sarupo : http://tanjungbonai.lintau.info ->minangnyo: tanjuangbonai, http://lubukjantan.lintau.info ->lubuak jantan, dll.. salam Ephi Lintau 2011/9/22 > Sanak palanta nn dihormati. > > Langkah2 nn ditampuah dek Pemda Pasbar untuak mengembalikan namo daerah > baliak ka baso Minang,patuik diacuangkan jempol. > > Salamoko kito maraso ado kekhawatiran,baso minang akan pudua dalam > pergaulan intra komunitas Minang nn bersifat resmi seperti pada acara2 > seminar,kajian ilmiah,simposium,pertemuan2 intra lembaga2 Minang aghah > PKDP,GB Minang,BK3AM dlsb. > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang.
Mak Buyuang, Mungkin paralu kito sacaro resmi ateh namo komunitas RN ( YPRN ), mangirim ucapan tarimo kasih atau dukungan ka pak Bupati Pasbar, bisa sajo mangirim selembar surek resmi via fax atau pos ka pak Bupati. Kanda Catri sadang sibuk urusan Harvard, Mungkin ndak Agam sasudahko lai? Salam Is St. Marajo, 42an, Sikumbang, Sungai Pua, Tangerang www.cimbuak.net / www.cimbuak.com/www.cimbuak.net #KAMPUANG JAUAH DIMATO DAKEK DIJARI# Blog : http://urangminang.wordpress.com http://palantaminang.wordpress.com 2011/9/22 > Sanak palanta nn dihormati. > > Langkah2 nn ditampuah dek Pemda Pasbar untuak mengembalikan namo daerah > baliak ka baso Minang,patuik diacuangkan jempol. > > Salamoko kito maraso ado kekhawatiran,baso minang akan pudua dalam > pergaulan intra komunitas Minang nn bersifat resmi seperti pada acara2 > seminar,kajian ilmiah,simposium,pertemuan2 intra lembaga2 Minang aghah > PKDP,GB Minang,BK3AM dlsb. > > -- Is St. Marajo www.cimbuak.net / www.cimbuak.com/www.cimbuak.net #KAMPUANG JAUAH DIMATO DAKEK DIJARI# Blog : http://urangminang.wordpress.com http://palantaminang.wordpress.com -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang.
Sanak palanta nn dihormati. Langkah2 nn ditampuah dek Pemda Pasbar untuak mengembalikan namo daerah baliak ka baso Minang,patuik diacuangkan jempol. Salamoko kito maraso ado kekhawatiran,baso minang akan pudua dalam pergaulan intra komunitas Minang nn bersifat resmi seperti pada acara2 seminar,kajian ilmiah,simposium,pertemuan2 intra lembaga2 Minang aghah PKDP,GB Minang,BK3AM dlsb. Co perhatikan dengan baik,kasadonyo para pihak nn mambarikan sambutan,berorasi,di forum ke-minangan itu,selalu berbahasa Indonesia,TIDAK ba baso awak. Dimaa ka maju baso Minang,si Minang sandiri nn memarjinalkan baso Minang itu sendiri.Menyedihkan memang. Jadi langkah2 nn ditampuah dek Pemda Pasbar akan lebih bermakna n mencapai sasaran apo bilo,para pejabat,birokrat Pemda Pasbar n aparat terkait lainnya menggerakan n membiasakan ba baso minang dalam setiap kesempatan;selain mendaerahkan baliak namo2 nagari or daerah ka baso awak. Semoga kito cq Pemda Pasbar tidak aghah 'buruang punguak marindukan bulan' dalam usaho ko. Z.A,Tuanku Magek Jabang St Riayat Syah,72thn,sk Mandailiang,Padusunan,Piaman,kini di Bonjer,Jakbar. Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone -Original Message- From: Muhammad Dafiq Saib Sender: [email protected] Date: Wed, 21 Sep 2011 04:39:37 To: [email protected] Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu Di sakitar kampuang ambo di Ampek Angkek; Sitapuang indak Sitapung Cangkiang Bukan Cangking Batutaba (lai indak alun panah jadi Batutebal) Pasia bukan Pasir Surau Kamba (lai indak Surau Kembar) Ampang Gadang Parikputuih (lai indak Paritputus) Tanjuang Medan, Tanjuang Alam, Panampuang (lai indak Penampung, tapi Panampung) Wassalamu'alaikum Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi Lahir : Zulqaidah 1370H, Jatibening - Bekasi From: Dewis Natra To: [email protected] Sent: Wednesday, September 21, 2011 4:15 PM Subject: Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang Pak TR, Iyo salut awak ka PASBAR, sakironyo rancak pulo dari RN bisa mandorong kabupaten2 lain, kok dapek BA 1 IP mangikuti jalanko bara ka rancaknyo, seluruh namo nagari baliak namo asli, tantu sajo harago nan dibayia cukuik gadang tapi manfaat ka muko jauah labiah gadang. Papan2 namo instansi barubah sadonyo, kok surek, stempel, dll. Atau Kanda Catri nan lai di palantako, ba'a kok AGAM sasudahko lai? Sado perubahan iko tantu harus ado pulo surek nan punyo kekuatan hukum sahinggo surek2 penting masyarakaik masih berlaku, misalnyo sertifikat rumah dulu jo alamaik "Ladang Lawas" kini barubah jo "Ladang laweh", cukuik gadang ongkos nan harus dibayia dek perubahanko. Salam -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang
Kalau manuruik da Ajis wakatu kami di Gonjong limo dulu, nan Gajah Mada ko, adolah Imbang Jayo ko dalam hikayat Cindur mata (ha ha ha ha), nan punyo camin barapi. Jadi kok dietong-etong ado juo Minang nyo. Memang manjadi lawan dek Cindur mata (ha ha ha ha). Iyo atau indak ... antah laah. Sabab indak jaleh bana, apo ko nan Puti Bungsu tu Daro Pitok (Dara Petak) ?, Kalau baitu sia sabananyo Baruak Panjaguang tu ?. Lalu Cindua mato tu bana, sia ?. Antah kok Indra Catri (ha ha ha ha ... galak sengeang ciek kanti :) Wassalam St. Sinaro --- On Wed, 21/9/11, [email protected] wrote: From: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang To: "rantaunet rantaunet" Received: Wednesday, 21 September, 2011, 3:30 AM Pak mm** Saketek sajo ikuik komen ambo Gajah Mada kok harus dituka pulo ? Mada tu kan lah bahaso awak minang bana.. Mada jo Karengkang kalau kecek rang sunda "eta-eta keneh saruwak waek :-) Kalau Majapahit ..baa gak ati Pak mm** Maja ( iko kan indak tajam) Pahit...diganti jadi Paik Indaktajampaikbisa Pak :-) Sekedar bagarah stek Pak mm** Salam -Jepe Powered by Telkomsel BlackBerry® From: muchwardi muchtar Sender: [email protected] Date: Wed, 21 Sep 2011 03:06:53 -0700 (PDT) To: [email protected] ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang Dunsanak komunitas r@ntau-net nan ambo horomaik-i. Kurenah Bupati Pasbar ko sabana --ambo liek-- banilai positip. Malah, kalau sajo tigo tungku sajarangan di SumBar saiyo sakato dalam mawujudkan keminangkabuannyo, langkah awal dari Pasbar itu bisa manjadi "teori domino" bake Dati-II dan Dati-I SumBar dalam mawujdukan kespesifikan Minangkabau ka dunia lua. Gajah Mada = Gajah Karengkang? Kalau alah salasai maminangisasikan namo-namo daerah di provinsi Minangkabau (mukasuik ambo : provinsi SumBar), ado rancaknyo kalau namo jalan utamo di ibukota Kabupaten Agam (Lubuakbasuang) nan banamo Jl. Gajah Mada diganti manjadi Jl. Gajah Karengkang. Atau, untuak sasuai jo kabijakan "ot-da masiang-masiang) sabana rancak kalau namo jalan Gajah Karengkang ko diganti sajo manjadi Jalan Imam Bonjol atau Jl. Buya Hamka atau Jalan Mohamad Natsir. Samajak tahun 2000, kutiko jalan tu diresmikan dek Bupati Aristo Munandar, parantau Lubuakbasuang (RKKL) di Jakarta alah mampatanyokan, manga sampai pahlawan "antah barantah" tu bana nan dipiliah dek DPRD Agam untuak mambari namo jalan "kelas satu" di ibukota Agam tu, yo. Padohal, sakambuik banyaknyo pahlawan nasional nan barasa dari Minangkabau. Kalau indak awak ka mangana "tokoh-tokoh" zaman saisuak tu, sia pulo lai? Baa gak ati Pak Indra Datuak nan jadi Bupati di Agam kini? Ambo raso usulan normatif ko bisa dipahami dek wakie-wakie rayaik nan duduak di DPRD Agam, kan? Salam.., mm*** suku : Koto Dt.Tumangguang gala : Sutan Rangkayo Kaciak Lk-2; >50th; Bks From: "[email protected]" To: [email protected] Sent: Wednesday, September 21, 2011 2:43 PM Subject: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang Dimuloi di daerah Rantau, baa di Luhak Nan Tigo ? --- Simpang Ampek Ibukota Pasbar Nama Daerah Dikembalikan ke Asli Padang Ekspres • Rabu, 21/09/2011 14:26 WIB • Eri mardinal Pasbar, Padek—Penulisan nama Ibukota Pasaman Barat dari Simpang Empat menjadi nama baru, Simpang Ampek diresmikan kemarin. Nama itu diikuti penulisan Kecamatan Gunuang Tuleh (sebelumnya Gunung Tuleh). Hal itu disampaikan Bupati Pasbar, Baharuddin R didampingi Wabup Syahrul Dt Marajo, dalam peresmian nama ibukota Pasbar, dan nama kecamatan, nagari, jorong, dan nama jalan di halaman kantor bupati Simpang Ampek dalam rangkaian acara peringatan Hari Perhubungan Nasional, sekaligus hari Palang Merah Indonesia dan Hari Olahraga Nasional, Senin (19/9). Hadir, Ketua LKAAM Sumbar, Muhammad Sayuti Dt Panghulu, pemangku adat Simpang Ampek Hendri Daulat Parik Batu, dan sejumlah tokoh masyarakat di Pasbar. Pengembalian nama-nama daerah ke bahasa aslinya itu, kata Bupati sebagai realisasi Perda Nagari yang telah disahkan DPRD. Selanjutnya, nama Kecamatan Parit, diganti dengan Parik Koto Balingka. Ujung Gading diresmikan namanya Ujuang Gadiang. Kecamatan Silaping diresmikan sebutannya dengan Silapiang. Sebutan bundo kandung, dikembalikan namanya bundo kanduang. Sebutan Suka Menanti, disesuaikan lagi dengan Suko Mananti. Selama ini sebutan Padang Tujuh, juga dikembalikan menjadi Padang Tujuah dan Air Bangis dikembalikan ke nama aslinya Aia Bangih. Nagari Sinurut, dikembalikan ke nama aslinya Sinuruik. Dengan demikian, seluruh nama-nama kecamatan, nagari, jorong, di Pasaman Barat dikembalikan kepada nama-nama aslinya. Sehingga budaya Minangkabau itu di Pasaman Barat akan tetap selalu eksis dan masyarakat bangga dengan bahasa sendiri atau baha
Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang
Matur kembali ka Matua. Naras kembali ka Nareh On 9/21/11, Dewis Natra wrote: > Pak TR, > Iyo salut awak ka PASBAR, sakironyo rancak pulo dari RN bisa mandorong > kabupaten2 lain, kok dapek BA 1 IP mangikuti jalanko bara ka rancaknyo, > seluruh namo nagari baliak namo asli, tantu sajo harago nan dibayia cukuik > gadang tapi manfaat ka muko jauah labiah gadang. > Papan2 namo instansi barubah sadonyo, kok surek, stempel, dll. > > Atau Kanda Catri nan lai di palantako, ba'a kok AGAM sasudahko lai? > > Sado perubahan iko tantu harus ado pulo surek nan punyo kekuatan hukum > sahinggo surek2 penting masyarakaik masih berlaku, misalnyo sertifikat rumah > dulu jo alamaik "Ladang Lawas" kini barubah jo "Ladang laweh", cukuik gadang > ongkos nan harus dibayia dek perubahanko. > > Salam > >> Is St. Marajo, 42an, Sikumbang, Sei Puar di ganti jo Sungai Pua, >> Tangerang. >> www.cimbuak.net / www.cimbuak.com/www.cimbuak.net >> #KAMPUANG JAUAH DIMATO DAKEK DIJARI# >> >> Blog : >> http://urangminang.wordpress.com >> http://palantaminang.wordpress.com >> > > 2011/9/21 Dedi Yusmen > >> Luar Biasa. >> >> Langkah yang perlu kita dorong bersama. >> >> DY >> >> Sent from my iPad >> >> On Sep 21, 2011, at 2:43 PM, [email protected] wrote: >> >> -- >> >> Dimuloi di daerah Rantau, baa di Luhak Nan Tigo ? >> --- >> Simpang Ampek Ibukota Pasbar >> >> Nama Daerah Dikembalikan ke Asli >> >> Padang Ekspres • Rabu, 21/09/2011 14:26 WIB • Eri mardinal >> >> Pasbar, Padek—Penulisan nama Ibukota Pasaman Barat dari Simpang Empat >> menjadi nama baru, Simpang Ampek diresmikan kemarin. Nama itu diikuti >> penulisan Kecamatan Gunuang Tuleh (sebelumnya Gunung Tuleh). >> >> >> > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > === > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > === > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- Sent from my mobile device Wassalaamu'alaikum Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), suku Mandahiliang, lahir 17 Agustus 1947. nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
RE: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang
Mak Dave jo dunsanak sapalanta, Topik ko mambuek awak takana jo alm. Mak Bandaro nan gigiah sangaik untuak marubah baliak namo daerah ko ka bahaso Minang, taun 70an baliau lah ba ulang2 manulih dikoran ma usuakan dan dipalantako baitu pulo. Nan mabuek baliau galau al: Tabiang jadi Tabing Ladang Laweh jadi Ladang Lawas Nan dalam bahaso Indonesia sendiri indak ado arati no. Ado pulo nan bapandapek jo namo daerah ko ba aluh2 kan, atau ba Indonesiakan dek karano urang Minang sendiri indak picayo diri nan akhirno malah kailangan identitas diri. Mudah2 an sado daerah di Minang sapakaik jo ide baliak ka bahaso Minang ko dan awak2 sapakaik pulo dipalanta ko manulihkan namo kampuang tu dalam bahaso Minang Wassalam Tan Ameh (52+) From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Muhammad Dafiq Saib Sent: Wednesday, September 21, 2011 6:40 PM To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu Di sakitar kampuang ambo di Ampek Angkek; Sitapuang indak Sitapung Cangkiang Bukan Cangking Batutaba (lai indak alun panah jadi Batutebal) Pasia bukan Pasir Surau Kamba (lai indak Surau Kembar) Ampang Gadang Parikputuih (lai indak Paritputus) Tanjuang Medan, Tanjuang Alam, Panampuang (lai indak Penampung, tapi Panampung) Wassalamu'alaikum Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi Lahir : Zulqaidah 1370H, Jatibening - Bekasi _ From: Dewis Natra To: [email protected] Sent: Wednesday, September 21, 2011 4:15 PM Subject: Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang Pak TR, Iyo salut awak ka PASBAR, sakironyo rancak pulo dari RN bisa mandorong kabupaten2 lain, kok dapek BA 1 IP mangikuti jalanko bara ka rancaknyo, seluruh namo nagari baliak namo asli, tantu sajo harago nan dibayia cukuik gadang tapi manfaat ka muko jauah labiah gadang. Papan2 namo instansi barubah sadonyo, kok surek, stempel, dll. Atau Kanda Catri nan lai di palantako, ba'a kok AGAM sasudahko lai? Sado perubahan iko tantu harus ado pulo surek nan punyo kekuatan hukum sahinggo surek2 penting masyarakaik masih berlaku, misalnyo sertifikat rumah dulu jo alamaik "Ladang Lawas" kini barubah jo "Ladang laweh", cukuik gadang ongkos nan harus dibayia dek perubahanko. Salam -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang
Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu Di sakitar kampuang ambo di Ampek Angkek; Sitapuang indak Sitapung Cangkiang Bukan Cangking Batutaba (lai indak alun panah jadi Batutebal) Pasia bukan Pasir Surau Kamba (lai indak Surau Kembar) Ampang Gadang Parikputuih (lai indak Paritputus) Tanjuang Medan, Tanjuang Alam, Panampuang (lai indak Penampung, tapi Panampung) Wassalamu'alaikum Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi Lahir : Zulqaidah 1370H, Jatibening - Bekasi From: Dewis Natra To: [email protected] Sent: Wednesday, September 21, 2011 4:15 PM Subject: Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang Pak TR, Iyo salut awak ka PASBAR, sakironyo rancak pulo dari RN bisa mandorong kabupaten2 lain, kok dapek BA 1 IP mangikuti jalanko bara ka rancaknyo, seluruh namo nagari baliak namo asli, tantu sajo harago nan dibayia cukuik gadang tapi manfaat ka muko jauah labiah gadang. Papan2 namo instansi barubah sadonyo, kok surek, stempel, dll. Atau Kanda Catri nan lai di palantako, ba'a kok AGAM sasudahko lai? Sado perubahan iko tantu harus ado pulo surek nan punyo kekuatan hukum sahinggo surek2 penting masyarakaik masih berlaku, misalnyo sertifikat rumah dulu jo alamaik "Ladang Lawas" kini barubah jo "Ladang laweh", cukuik gadang ongkos nan harus dibayia dek perubahanko. Salam -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang
Pak mm** Saketek sajo ikuik komen ambo Gajah Mada kok harus dituka pulo ? Mada tu kan lah bahaso awak minang bana.. Mada jo Karengkang kalau kecek rang sunda "eta-eta keneh saruwak waek :-) Kalau Majapahit ..baa gak ati Pak mm** Maja ( iko kan indak tajam) Pahit...diganti jadi Paik Indaktajampaikbisa Pak :-) Sekedar bagarah stek Pak mm** Salam -Jepe Powered by Telkomsel BlackBerry® -Original Message- From: muchwardi muchtar Sender: [email protected] Date: Wed, 21 Sep 2011 03:06:53 To: [email protected] Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang Dunsanak komunitas r@ntau-net nan ambo horomaik-i. Kurenah Bupati Pasbar ko sabana --ambo liek-- banilai positip. Malah, kalau sajo tigo tungku sajarangan di SumBar saiyo sakato dalam mawujudkan keminangkabuannyo, langkah awal dari Pasbar itu bisa manjadi "teori domino" bake Dati-II dan Dati-I SumBar dalam mawujdukan kespesifikan Minangkabau ka dunia lua. Gajah Mada = Gajah Karengkang? Kalau alah salasai maminangisasikan namo-namo daerah di provinsi Minangkabau (mukasuik ambo : provinsi SumBar), ado rancaknyo kalau namo jalan utamo di ibukota Kabupaten Agam (Lubuakbasuang) nan banamo Jl. Gajah Mada diganti manjadiJl. Gajah Karengkang. Atau, untuak sasuai jo kabijakan "ot-da masiang-masiang) sabana rancak kalau namo jalan Gajah Karengkang ko diganti sajo manjadi Jalan Imam Bonjol atau Jl. Buya Hamka atau Jalan Mohamad Natsir. Samajak tahun 2000, kutiko jalan tu diresmikan dek Bupati Aristo Munandar, parantau Lubuakbasuang (RKKL) di Jakarta alah mampatanyokan, manga sampai pahlawan "antah barantah" tu bana nan dipiliah dek DPRD Agam untuak mambari namo jalan "kelas satu" di ibukota Agam tu, yo. Padohal, sakambuik banyaknyo pahlawan nasional nan barasa dari Minangkabau. Kalau indak awak ka mangana "tokoh-tokoh" zaman saisuak tu, sia pulo lai? Baa gak ati Pak Indra Datuak nan jadi Bupati di Agam kini? Ambo raso usulan normatif ko bisa dipahami dek wakie-wakie rayaik nan duduak di DPRD Agam, kan? Salam.., mm*** suku : Koto Dt.Tumangguang gala : Sutan Rangkayo Kaciak Lk-2; >50th; Bks From: "[email protected]" To: [email protected] Sent: Wednesday, September 21, 2011 2:43 PM Subject: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang Dimuloi di daerah Rantau, baa di Luhak Nan Tigo ? --- Simpang Ampek Ibukota Pasbar Nama Daerah Dikembalikan ke Asli Padang Ekspres • Rabu, 21/09/2011 14:26 WIB • Eri mardinal Pasbar, Padek—Penulisan nama Ibukota Pasaman Barat dari Simpang Empat menjadi nama baru, Simpang Ampek diresmikan kemarin. Nama itu diikuti penulisan Kecamatan Gunuang Tuleh (sebelumnya Gunung Tuleh). Hal itu disampaikan Bupati Pasbar, Baharuddin R didampingi Wabup Syahrul Dt Marajo, dalam peresmian nama ibukota Pasbar, dan nama kecamatan, nagari, jorong, dan nama jalan di halaman kantor bupati Simpang Ampek dalam rangkaian acara peringatan Hari Perhubungan Nasional, sekaligus hari Palang Merah Indonesia dan Hari Olahraga Nasional, Senin (19/9). Hadir, Ketua LKAAM Sumbar, Muhammad Sayuti Dt Panghulu, pemangku adat Simpang Ampek Hendri Daulat Parik Batu, dan sejumlah tokoh masyarakat di Pasbar. Pengembalian nama-nama daerah ke bahasa aslinya itu, kata Bupati sebagai realisasi Perda Nagari yang telah disahkan DPRD. Selanjutnya, nama Kecamatan Parit, diganti dengan Parik Koto Balingka. Ujung Gading diresmikan namanya Ujuang Gadiang. Kecamatan Silaping diresmikan sebutannya dengan Silapiang. Sebutan bundo kandung, dikembalikan namanya bundo kanduang. Sebutan Suka Menanti, disesuaikan lagi dengan Suko Mananti. Selama ini sebutan Padang Tujuh, juga dikembalikan menjadi Padang Tujuah dan Air Bangis dikembalikan ke nama aslinya Aia Bangih. Nagari Sinurut, dikembalikan ke nama aslinya Sinuruik. Dengan demikian, seluruh nama-nama kecamatan, nagari, jorong, di Pasaman Barat dikembalikan kepada nama-nama aslinya. Sehingga budaya Minangkabau itu di Pasaman Barat akan tetap selalu eksis dan masyarakat bangga dengan bahasa sendiri atau bahasa aslinya. Di tempat yang sama, Ketua LKAAM Sumbar, M Sayuti Dt Panghulu, memberikan apresiasi kepada bupati Pasbar, Baharuddin R yang punya inisiatif untuk mengembalikan nama-nama daerah ke bahasa aslinya Minangkabau. Sebab, tidak semua bahasa Minang yang bisa dijadikan bahasa Indonesia, yang mengandung arti yang benar. Di Sumbar baru Pasaman Barat yang pertama punya inisiatif mengembalikan nama-nama kecamatan, nagari, kampung, jalan ke bahasa aslinya Minangkabau,” kata Sayuti. Seiring dengan itu, kata Sayuti, falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah itu, diharapkan akan berjalan dengan baik di bumi Pasaman Barat. Sementara itu, peringatan hari perhubungan tahun ini tingkat Kabupaten Pasaman Barat dilangs
Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang
Dunsanak komunitas r@ntau-net nan ambo horomaik-i. Kurenah Bupati Pasbar ko sabana --ambo liek-- banilai positip. Malah, kalau sajo tigo tungku sajarangan di SumBar saiyo sakato dalam mawujudkan keminangkabuannyo, langkah awal dari Pasbar itu bisa manjadi "teori domino" bake Dati-II dan Dati-I SumBar dalam mawujdukan kespesifikan Minangkabau ka dunia lua. Gajah Mada = Gajah Karengkang? Kalau alah salasai maminangisasikan namo-namo daerah di provinsi Minangkabau (mukasuik ambo : provinsi SumBar), ado rancaknyo kalau namo jalan utamo di ibukota Kabupaten Agam (Lubuakbasuang) nan banamo Jl. Gajah Mada diganti manjadiJl. Gajah Karengkang. Atau, untuak sasuai jo kabijakan "ot-da masiang-masiang) sabana rancak kalau namo jalan Gajah Karengkang ko diganti sajo manjadi Jalan Imam Bonjol atau Jl. Buya Hamka atau Jalan Mohamad Natsir. Samajak tahun 2000, kutiko jalan tu diresmikan dek Bupati Aristo Munandar, parantau Lubuakbasuang (RKKL) di Jakarta alah mampatanyokan, manga sampai pahlawan "antah barantah" tu bana nan dipiliah dek DPRD Agam untuak mambari namo jalan "kelas satu" di ibukota Agam tu, yo. Padohal, sakambuik banyaknyo pahlawan nasional nan barasa dari Minangkabau. Kalau indak awak ka mangana "tokoh-tokoh" zaman saisuak tu, sia pulo lai? Baa gak ati Pak Indra Datuak nan jadi Bupati di Agam kini? Ambo raso usulan normatif ko bisa dipahami dek wakie-wakie rayaik nan duduak di DPRD Agam, kan? Salam.., mm*** suku : Koto Dt.Tumangguang gala : Sutan Rangkayo Kaciak Lk-2; >50th; Bks From: "[email protected]" To: [email protected] Sent: Wednesday, September 21, 2011 2:43 PM Subject: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang Dimuloi di daerah Rantau, baa di Luhak Nan Tigo ? --- Simpang Ampek Ibukota Pasbar Nama Daerah Dikembalikan ke Asli Padang Ekspres • Rabu, 21/09/2011 14:26 WIB • Eri mardinal Pasbar, Padek—Penulisan nama Ibukota Pasaman Barat dari Simpang Empat menjadi nama baru, Simpang Ampek diresmikan kemarin. Nama itu diikuti penulisan Kecamatan Gunuang Tuleh (sebelumnya Gunung Tuleh). Hal itu disampaikan Bupati Pasbar, Baharuddin R didampingi Wabup Syahrul Dt Marajo, dalam peresmian nama ibukota Pasbar, dan nama kecamatan, nagari, jorong, dan nama jalan di halaman kantor bupati Simpang Ampek dalam rangkaian acara peringatan Hari Perhubungan Nasional, sekaligus hari Palang Merah Indonesia dan Hari Olahraga Nasional, Senin (19/9). Hadir, Ketua LKAAM Sumbar, Muhammad Sayuti Dt Panghulu, pemangku adat Simpang Ampek Hendri Daulat Parik Batu, dan sejumlah tokoh masyarakat di Pasbar. Pengembalian nama-nama daerah ke bahasa aslinya itu, kata Bupati sebagai realisasi Perda Nagari yang telah disahkan DPRD. Selanjutnya, nama Kecamatan Parit, diganti dengan Parik Koto Balingka. Ujung Gading diresmikan namanya Ujuang Gadiang. Kecamatan Silaping diresmikan sebutannya dengan Silapiang. Sebutan bundo kandung, dikembalikan namanya bundo kanduang. Sebutan Suka Menanti, disesuaikan lagi dengan Suko Mananti. Selama ini sebutan Padang Tujuh, juga dikembalikan menjadi Padang Tujuah dan Air Bangis dikembalikan ke nama aslinya Aia Bangih. Nagari Sinurut, dikembalikan ke nama aslinya Sinuruik. Dengan demikian, seluruh nama-nama kecamatan, nagari, jorong, di Pasaman Barat dikembalikan kepada nama-nama aslinya. Sehingga budaya Minangkabau itu di Pasaman Barat akan tetap selalu eksis dan masyarakat bangga dengan bahasa sendiri atau bahasa aslinya. Di tempat yang sama, Ketua LKAAM Sumbar, M Sayuti Dt Panghulu, memberikan apresiasi kepada bupati Pasbar, Baharuddin R yang punya inisiatif untuk mengembalikan nama-nama daerah ke bahasa aslinya Minangkabau. Sebab, tidak semua bahasa Minang yang bisa dijadikan bahasa Indonesia, yang mengandung arti yang benar. Di Sumbar baru Pasaman Barat yang pertama punya inisiatif mengembalikan nama-nama kecamatan, nagari, kampung, jalan ke bahasa aslinya Minangkabau,” kata Sayuti. Seiring dengan itu, kata Sayuti, falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah itu, diharapkan akan berjalan dengan baik di bumi Pasaman Barat. Sementara itu, peringatan hari perhubungan tahun ini tingkat Kabupaten Pasaman Barat dilangsungkan secara meriah. Sejak tanggal 15 September lalu, berbagai acara sudah dilaksanakan, hingga puncaknya kemarin. Dimulai dengan gotong royong bersama di terminal Simpang Ampek, 15 September, dilanjutkan operasi simpatik dengan membagikan bunga kepada pengendara. Lanjutnya, wirid bersama dan sepeda santai diikuti Muspida, SKPD, komunitas fun bike Pasbar dan kepolisian. (*) -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang
Dunsanak palanta Saluuut buat Pasaman Baratbaa utk daerah lain ko...Agam,kik tinggi ,sangkadll no...awak dirantau babahaso minang klu di komoditas minang..sadang di ranah msh baindonesia2 an namo2 nagari/jln?? Medi jkt rawamangun --- Pada Rab, 21/9/11, Dedi Yusmen menulis: Dari: Dedi Yusmen Judul: Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 21 September, 2011, 8:15 AM Luar Biasa. Langkah yang perlu kita dorong bersama. DY Sent from my iPad On Sep 21, 2011, at 2:43 PM, [email protected] wrote: Dimuloi di daerah Rantau, baa di Luhak Nan Tigo ? --- Simpang Ampek Ibukota Pasbar Nama Daerah Dikembalikan ke Asli Padang Ekspres • Rabu, 21/09/2011 14:26 WIB • Eri mardinal Pasbar, Padek—Penulisan nama Ibukota Pasaman Barat dari Simpang Empat menjadi nama baru, Simpang Ampek diresmikan kemarin. Nama itu diikuti penulisan Kecamatan Gunuang Tuleh (sebelumnya Gunung Tuleh). Hal itu disampaikan Bupati Pasbar, Baharuddin R didampingi Wabup Syahrul Dt Marajo, dalam peresmian nama ibukota Pasbar, dan nama kecamatan, nagari, jorong, dan nama jalan di halaman kantor bupati Simpang Ampek dalam rangkaian acara peringatan Hari Perhubungan Nasional, sekaligus hari Palang Merah Indonesia dan Hari Olahraga Nasional, Senin (19/9). Hadir, Ketua LKAAM Sumbar, Muhammad Sayuti Dt Panghulu, pemangku adat Simpang Ampek Hendri Daulat Parik Batu, dan sejumlah tokoh masyarakat di Pasbar. Pengembalian nama-nama daerah ke bahasa aslinya itu, kata Bupati sebagai realisasi Perda Nagari yang telah disahkan DPRD. Selanjutnya, nama Kecamatan Parit, diganti dengan Parik Koto Balingka. Ujung Gading diresmikan namanya Ujuang Gadiang. Kecamatan Silaping diresmikan sebutannya dengan Silapiang. Sebutan bundo kandung, dikembalikan namanya bundo kanduang. Sebutan Suka Menanti, disesuaikan lagi dengan Suko Mananti. Selama ini sebutan Padang Tujuh, juga dikembalikan menjadi Padang Tujuah dan Air Bangis dikembalikan ke nama aslinya Aia Bangih. Nagari Sinurut, dikembalikan ke nama aslinya Sinuruik. Dengan demikian, seluruh nama-nama kecamatan, nagari, jorong, di Pasaman Barat dikembalikan kepada nama-nama aslinya. Sehingga budaya Minangkabau itu di Pasaman Barat akan tetap selalu eksis dan masyarakat bangga dengan bahasa sendiri atau bahasa aslinya. Di tempat yang sama, Ketua LKAAM Sumbar, M Sayuti Dt Panghulu, memberikan apresiasi kepada bupati Pasbar, Baharuddin R yang punya inisiatif untuk mengembalikan nama-nama daerah ke bahasa aslinya Minangkabau. Sebab, tidak semua bahasa Minang yang bisa dijadikan bahasa Indonesia, yang mengandung arti yang benar. Di Sumbar baru Pasaman Barat yang pertama punya inisiatif mengembalikan nama-nama kecamatan, nagari, kampung, jalan ke bahasa aslinya Minangkabau,” kata Sayuti. Seiring dengan itu, kata Sayuti, falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah itu, diharapkan akan berjalan dengan baik di bumi Pasaman Barat. Sementara itu, peringatan hari perhubungan tahun ini tingkat Kabupaten Pasaman Barat dilangsungkan secara meriah. Sejak tanggal 15 September lalu, berbagai acara sudah dilaksanakan, hingga puncaknya kemarin. Dimulai dengan gotong royong bersama di terminal Simpang Ampek, 15 September, dilanjutkan operasi simpatik dengan membagikan bunga kepada pengendara. Lanjutnya, wirid bersama dan sepeda santai diikuti Muspida, SKPD, komunitas fun bike Pasbar dan kepolisian. (*) Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - An
Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang
Pak TR, Iyo salut awak ka PASBAR, sakironyo rancak pulo dari RN bisa mandorong kabupaten2 lain, kok dapek BA 1 IP mangikuti jalanko bara ka rancaknyo, seluruh namo nagari baliak namo asli, tantu sajo harago nan dibayia cukuik gadang tapi manfaat ka muko jauah labiah gadang. Papan2 namo instansi barubah sadonyo, kok surek, stempel, dll. Atau Kanda Catri nan lai di palantako, ba'a kok AGAM sasudahko lai? Sado perubahan iko tantu harus ado pulo surek nan punyo kekuatan hukum sahinggo surek2 penting masyarakaik masih berlaku, misalnyo sertifikat rumah dulu jo alamaik "Ladang Lawas" kini barubah jo "Ladang laweh", cukuik gadang ongkos nan harus dibayia dek perubahanko. Salam > Is St. Marajo, 42an, Sikumbang, Sei Puar di ganti jo Sungai Pua, Tangerang. > www.cimbuak.net / www.cimbuak.com/www.cimbuak.net > #KAMPUANG JAUAH DIMATO DAKEK DIJARI# > > Blog : > http://urangminang.wordpress.com > http://palantaminang.wordpress.com > 2011/9/21 Dedi Yusmen > Luar Biasa. > > Langkah yang perlu kita dorong bersama. > > DY > > Sent from my iPad > > On Sep 21, 2011, at 2:43 PM, [email protected] wrote: > > -- > > Dimuloi di daerah Rantau, baa di Luhak Nan Tigo ? > --- > Simpang Ampek Ibukota Pasbar > > Nama Daerah Dikembalikan ke Asli > > Padang Ekspres • Rabu, 21/09/2011 14:26 WIB • Eri mardinal > > Pasbar, Padek—Penulisan nama Ibukota Pasaman Barat dari Simpang Empat > menjadi nama baru, Simpang Ampek diresmikan kemarin. Nama itu diikuti > penulisan Kecamatan Gunuang Tuleh (sebelumnya Gunung Tuleh). > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Re: [R@ntau-Net] Namo Daerah baliak ka bahaso Minang
Luar Biasa. Langkah yang perlu kita dorong bersama. DY Sent from my iPad On Sep 21, 2011, at 2:43 PM, [email protected] wrote: Dimuloi di daerah Rantau, baa di Luhak Nan Tigo ? --- Simpang Ampek Ibukota Pasbar Nama Daerah Dikembalikan ke Asli Padang Ekspres • Rabu, 21/09/2011 14:26 WIB • Eri mardinal Pasbar, Padek—Penulisan nama Ibukota Pasaman Barat dari Simpang Empat menjadi nama baru, Simpang Ampek diresmikan kemarin. Nama itu diikuti penulisan Kecamatan Gunuang Tuleh (sebelumnya Gunung Tuleh). Hal itu disampaikan Bupati Pasbar, Baharuddin R didampingi Wabup Syahrul Dt Marajo, dalam peresmian nama ibukota Pasbar, dan nama kecamatan, nagari, jorong, dan nama jalan di halaman kantor bupati Simpang Ampek dalam rangkaian acara peringatan Hari Perhubungan Nasional, sekaligus hari Palang Merah Indonesia dan Hari Olahraga Nasional, Senin (19/9). Hadir, Ketua LKAAM Sumbar, Muhammad Sayuti Dt Panghulu, pemangku adat Simpang Ampek Hendri Daulat Parik Batu, dan sejumlah tokoh masyarakat di Pasbar. Pengembalian nama-nama daerah ke bahasa aslinya itu, kata Bupati sebagai realisasi Perda Nagari yang telah disahkan DPRD. Selanjutnya, nama Kecamatan Parit, diganti dengan Parik Koto Balingka. Ujung Gading diresmikan namanya Ujuang Gadiang. Kecamatan Silaping diresmikan sebutannya dengan Silapiang. Sebutan bundo kandung, dikembalikan namanya bundo kanduang. Sebutan Suka Menanti, disesuaikan lagi dengan Suko Mananti. Selama ini sebutan Padang Tujuh, juga dikembalikan menjadi Padang Tujuah dan Air Bangis dikembalikan ke nama aslinya Aia Bangih. Nagari Sinurut, dikembalikan ke nama aslinya Sinuruik. Dengan demikian, seluruh nama-nama kecamatan, nagari, jorong, di Pasaman Barat dikembalikan kepada nama-nama aslinya. Sehingga budaya Minangkabau itu di Pasaman Barat akan tetap selalu eksis dan masyarakat bangga dengan bahasa sendiri atau bahasa aslinya. Di tempat yang sama, Ketua LKAAM Sumbar, M Sayuti Dt Panghulu, memberikan apresiasi kepada bupati Pasbar, Baharuddin R yang punya inisiatif untuk mengembalikan nama-nama daerah ke bahasa aslinya Minangkabau. Sebab, tidak semua bahasa Minang yang bisa dijadikan bahasa Indonesia, yang mengandung arti yang benar. Di Sumbar baru Pasaman Barat yang pertama punya inisiatif mengembalikan nama-nama kecamatan, nagari, kampung, jalan ke bahasa aslinya Minangkabau,” kata Sayuti. Seiring dengan itu, kata Sayuti, falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah itu, diharapkan akan berjalan dengan baik di bumi Pasaman Barat. Sementara itu, peringatan hari perhubungan tahun ini tingkat Kabupaten Pasaman Barat dilangsungkan secara meriah. Sejak tanggal 15 September lalu, berbagai acara sudah dilaksanakan, hingga puncaknya kemarin. Dimulai dengan gotong royong bersama di terminal Simpang Ampek, 15 September, dilanjutkan operasi simpatik dengan membagikan bunga kepada pengendara. Lanjutnya, wirid bersama dan sepeda santai diikuti Muspida, SKPD, komunitas fun bike Pasbar dan kepolisian. (*) Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. === UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. === Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http:
