Fwd: Pepera & Theys … Re: [R@ntau-Net] prri 1950an atau 1960an

2015-05-30 Terurut Topik Muchwardi Muchtar
Yamini. Terdakwa Kapten Inf. Rinardo dan Sersan Satu Asrial dihukum tiga
tahun penjara, sementara terdakwa Sersan Satu Lourensius diganjar dua tahun
penjara.
 Bertahun-tahun kemudian, pemerintah masih lupa, pembunuhan yang terjadi 13
tahun lalu bukan hanya menghilangkan nyawa Pemimpin Besar Papua, Theys
Eluay saja.  Aristoteles Masoka yang saat itu berusia 23 tahun dan menjadi
sopir untuk Pemimpin Besar Papua ini, juga hilang sejak saat itu dan tak
diketahui keberadaanya hingga sekarang.
 Kelompok masyarakat sipil yang melakukan investigasi kasus pembunuhan
almarhum Theys Eluay ini berhasil menemukan saksi yang kemudian mengaku
membawa Aristoteles Masoka ke Markas Satgas Tribuana Kopassus di
Hanurata-Hamadi. Saksi ini mengaku berada di sekitar Perumahan PEMDA I
Entrop-Jayapura, saat aksi penculikan terhadap Theys Hiyo Eluay terjadi.
Menurut saksi ini, mereka melihat sebuah mobil kijang berwarna gelap
menghadang sebuah mobil kijang yang juga berwarna gelap yang kemudian
diketahui milik Theys Eluay.
 Dari mobil yang menghadang, dua orang turun lalu memukul Aristoteles
kemudian mencoba menariknya keluar pintu. Dua orang ini berhasil merebut
mobil yang ditumpangi oleh Theys Eluay. Mobil ini kemudian melaju dan
berhenti sekitar 50 meter dari tempat kejadian. Tubuh Aristoteles terlempar
keluar mobil. Aristoteles berlari dan minta tolong kepada saksi. Saksi
kemudian membawa Aritoteles ke Markas Satgas Tribuana Kopassus di
Hanurata-Hamadi atas permintaan Aristoteles. Aristoteles diturunkan sekitar
lima meter dari markas Kopassus ini. Inilah informasi terakhir yang
diketahui tentang Aristoteles Masoka. Meskipun dalam invetigasi yang
dilakukan kelompok masyarakat sipil ini, disebutkan pula ada seorang saksi
lain yang hadir dalam sebuah acara di markas Kopassus ini – yang juga
dihadiri oleh almarhum Theys Eluay sebelum ia dibunuh – melihat seseorang
masuk ke dalam ruangan acara dirangkul dua orang dari arah pintu masuk.
 Hingga saat ini, keberadaan Aristoteles Masoka masih menjadi misteri. Bila
investigasi pembunuhan Theys Eluay berakhir dengan dihukumnya tujuh orang
anggota Kopassus di pengadilan militer, hilangnya Aristoteles Masoka – yang
mestinya bisa menjadi saksi kunci dalam pengadilan pembunuhan Theys
tersebut – belum pernah diselidiki. Sementara, di lain pihak, para perwira
yang dipidana karena terbukti melakukan pembunuhan terhadap tokoh adat
Papua Theys Hiyo Eluay pada 2001, ternyata terus mendapatkan promosi
 jabatan.
 Made Supriatna,  seorang peneliti dan wartawan lepas menulis di situs
indoprogress.com, Hartomo (Akmil 1986) yang saat pembunuhan terjadi
berpangkat Letkol, sekarang sudah menyandang pangkat brigadir jenderal dan
menjabat sebagai Komandan Pusat Intel Angkatan Darat (Danpusintelad).
Terdakwa lain, Mayor TNI Donny Hutabarat (Akmil 1990), sempat menjabat
sebagai Komandan Kodim 0201/BS di Medan, dan sekarang menjabat sebagai
Waasintel Kasdam Kodam I/Bukit Barisan. Sementara, Kapten Inf. Agus
Supriyanto (Akmil 1991), yang juga terlibat dalam pembunuhan itu, sempat
menduduki jabatan sebagai komandan Batalion 303/Kostrad. Perwira terakhir
yang terlibat dalam pembunuhan Theys adalah Lettu Inf. Rionardo (Akmil
1994). Sekarang dia diketahui menjabat sebagai Paban II Srenad di Mabes
TNI-AD.


*Kami tak pernah lupa! 



-- Pesan terusan --
Dari: Akmal Nasery Basral 
Tanggal: 29 Mei 2015 09.42
Subjek: Pepera & Theys … Re: [R@ntau-Net] prri 1950an atau 1960an
Kepada: "[email protected]" 


Nyit Sungut n.a.h,
menikung seketat dari tema PRRI, mungkin Nyit Sungut masih teringat-ingat
jua kah satu peristiwa nasional di ujung era 60-an yang terjadi di ujung
timur Indonesia? Peristiwa Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969.
Apa yang Nyit Sungut ingat dari peristiwa itu?

Kalau ambo setiap teringat Pepera, biasanya melintas jua selintas ingatan
tentang Theys Hiyo Eluay, mantan Ketua Dewan Presidium Papua. Kebetulan
beberapa tahun silam ambo pernah riset agak dalam soal Pepera ini dengan
mengunjungi sejumlah tempat. Dari Jayapura, Abepura, Manokwari, Kaimana,
sampai Merauke. Banyak kisah mengharukan juga dari saudara-saudara kita di
bagian timur itu. Tetapi salah satu yang paling berkesan bagi ambo adalah
kisah tentang Theys.disia-siakannya: bergabung dengan Golkar menjelang
Pemilu 1977.








Pada 29 Mei 2015 03.19, Sjamsir Sjarif  menulis:

> Oh... Alangkah pendeknya Ingatan Masyarakat!
> Kecewanya, Angku Mochtar Naim sendiri sebagai seorang Pakar Ilmu
> Masyarakat kawakan, malahan tidak ingat lagi Peristiwa Sejarah yang terjadi
> kemarin itu -- pada hal masih dalam masa hidupnya sendiri 
>
> Salam,
> -- Sjamsir Sjarif
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoder

Re: Pepera & Theys … Re: [R@ntau-Net] prri 1950an atau 1960an

2015-05-29 Terurut Topik Maturidi Donsan
Nakan ANB, Nyit Sungut (NS) n.a.h

Maaf ANB dan NS kalau buliah ambo sato saketek:

Ambopun sabananyo maharokan jawaban NS taradok 2 pertanyaan ANB tsb.
Tapi kok jawaban NS sarupo itu (disqiualified), terkesan keberatan atau
mengelak.

Apa gerangan, kalau ini dibeberkan,  apa akan menganggu kenyamanan NS

Karena NS jam terbangnya cukup banyak, tantu penerus tamasuak ambo sandiri
maharokan NS bercerita banyak untuk cermin bagi penerus Minang.

Sakitu maaf NS,

Wass,

Maturidi

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


Pepera & Theys … Re: [R@ntau-Net] prri 1950an atau 1960an

2015-05-28 Terurut Topik Sjamsir Sjarif
Angku Akmal yang Budiman,

Saya kira Nyit Sungut akan menyatakan disqualified untuk mengomentari Subject 
Angku ANB. Tahun 1969 itu Nyit Sungut sudah 3 tahun jauh di LN dan tidak ada 
kabar-kabar srperti itu sampai padanya. 

Sebaiknnya Angku ANB arahkan pertanyaan itu  kembali kepada Pakar Ilmu 
Kemasyarakatan kita di Lapau, Angku Mochtar Naim.

Salam,
-- Sjamsir Sjarif

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


Pepera & Theys … Re: [R@ntau-Net] prri 1950an atau 1960an

2015-05-28 Terurut Topik Akmal Nasery Basral
Nyit Sungut n.a.h,
menikung seketat dari tema PRRI, mungkin Nyit Sungut masih teringat-ingat
jua kah satu peristiwa nasional di ujung era 60-an yang terjadi di ujung
timur Indonesia? Peristiwa Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969.
Apa yang Nyit Sungut ingat dari peristiwa itu?

Kalau ambo setiap teringat Pepera, biasanya melintas jua selintas ingatan
tentang Theys Hiyo Eluay, mantan Ketua Dewan Presidium Papua. Kebetulan
beberapa tahun silam ambo pernah riset agak dalam soal Pepera ini dengan
mengunjungi sejumlah tempat. Dari Jayapura, Abepura, Manokwari, Kaimana,
sampai Merauke. Banyak kisah mengharukan juga dari saudara-saudara kita di
bagian timur itu. Tetapi salah satu yang paling berkesan bagi ambo adalah
kisah tentang Theys.

Ketika Pepera berlangsung di 8 kota di Papua (Bung Karno menamakannya IRIAN
= Ini Republik Indonesia Anti Nederland), Theys termasuk salah seorang yang
terpilih mewakili rakyat kota Jayapura. Pilihannya tegas dan jelas:
bergabung dengan Indonesia. Tak sudi dia bergabung dengan Belanda.

Lalu datanglah era 70-an, dan Theys yang awalnya bergabung dengan Partai
Kristen Indonesia dengan jeli melihat sebuah peluang istimewa yang tak
disia-siakannya: bergabung dengan Golkar menjelang Pemilu 1977.
Pilihannya benar. Dia terpilih menjadi anggota DPRD I Irian Jaya. Jabatan
yang disandangnya selama tiga periode/pemilu (1977, 1982, 1987).
Pada pemilu 1992, Golkar tak mencalonkannya lagi. Maka sikapnya pun berubah.

Theys mulai kritis terhadap Jakarta, bersuara keras, sampai mengecam dengan
kata-kata yang tak pernah dia ucapkan terhadap Jakarta dan pemerintah dalam
lebih dari dua dasawarsa sebelumnya.

Sifat primordial Theys muncul, dia kumpulkan kepala suku-kepala suku Papua.
Total yang terkumpul mewakili 250 suku. Maka dibentuklah Lembaga Masyarakat
Adat (LMA) dengan Theys, tentu saja, terpilih sebagai Ketua LMA. Tetapi
gelar itu belum cukup bagi Theys yang menobatkan diri menjadi Pemimpin
Besar Dewan Papua Merdeka.

Jika sebelumnya dia hanya mengkritik Jakarta, kali ini tuntutannya
meningkat: Irian harus diberi otonomi khusus. Tahun-tahun menjelang
pergantian milenium kemudian menjadi saksi bagaimana eskalasi kekuatan
Theys yang berpusat di Abepura kian gemar mempertontonkan diri melawan
Jakarta. Saat Gus Dur menjadi presiden, Gus Dur mengabulkan tuntutan otsus
itu dan mendirikan Presidium Dewan Papua (PDP) dengan Theys ditunjuk
sebagai ketua.

Cukupkah hal itu bagi Theys? Tentu saja tidak. Muncul lagi keinginannya
yang lain: Papua harus melepaskan diri dari Indonesia, menambah barisan
faksi-faksi milisi dan kelompok masyarakat Papua yang dulu -- uniknya --
justru menjadi musuh politiknya.

Bagaimana tidak. Theys yang dulu berjuang sebagai motor agar tanah tumpah
darahnya bergabung dengan Indonesia, kini justru menjadi motor utama dari
kelompok yang ingin membebaskan diri dari nusantara.
Keinginan Theys ini di mata sebagian kalangan masyarakat Papua yang
mengidamkan tegaknya primordialisme dan etnosentrisme, tentu saja mendapat
dukungan penuh. Khususnya dari suku-suku yang bermukim di pegunungan dan
umumnya beragama Nasrani.

Sebagai provinsi yang secara umum diasosiasikan sebagai kantong umat
Nasrani, berbagai perbedaan dengan kebanyakan suku lain di Indonesia Barat,
mulai dari perbedaan fisiologis, perbedaan ras, sampai perbedaan agama dan
dominasi orang-orang Indonesia Barat, khususnya Jawa, kekayaan alam yang
selalu dieksploitasi oleh Jakarta, dsb, dsb, menjadi justifikasi yang sah.
Apalagi jarak mereka dengan ibu kota negara beribu-ribu kilometer pula
jauhnya. Semakin lengkaplah alasan untuk memisahkan diri.

Maka gerakan OPM dan berbagai variannya kembali marak di awal 2000-an,
melakukan demo hampir setiap hari. Bahkan bagi yang pernah ke Papua, rute
bandara Sentani menuju Jayapura yang harus melalui Abepura, markas Theys,
menjadi jalur yang menegangkan, termasuk bagi penduduk sendiri. Apalagi
bagi orang luar. Situasi menjadi menakutkan.

Lalu persis pada Hari Pahlawan 10 November 2001, Theys diculik dan tak lama
kemudian ditemukan terbunuh di dalam mobilnya. Tetapi hal ini tak akan kita
bicarakan, karena sudah merupakan topik tersendiri.

Yang menjadi pertanyaan ambo Nyit Sungut:

1. Bagaimana kita bisa memahami perubahan sikap dan orientasi kebangsaan
seseorang yang dulu begitu mati-matian berjuang agar negerinya menjadi
bagian dari Indonesia, tapi kemudian setelah -- dari yang terlihat zahirnya
-- jabatannya selama tiga dekade di pemerintahan lepas dari tangan,
mendadak sikapnya berubah 180 derajat?

Sekiranya pada pemilu 1992, Theys tetap bercokol di institusi pemerintahan,
akankah dia tetap balik badan? Atau dia akan tetap membela Indonesia sampai
akhir hayatnya?

2. Tersebab pengalaman Nyit Sungut yang banyak, dan jam terbang yang
tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri dengan menyaksikan dan
mengalami bermacam ragam peristiwa politik, pertanyaan ambo berikutnya
adalah apakah pola perubahan sikap politik Theys dari seorang pendukung
nasionalisme menjadi motor primordial

RE: [R@ntau-Net] PRRI

2012-07-12 Terurut Topik Rina Permadi
Bundo,

 

Tambuah banyak Bundo..

 

Berarti Bundo alah nyumbang 3 tulisan bentuk syair

Iyo kan Mak AI?

 

Wassalam

Rina

 

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Hayatun Nismah Rumzy
Sent: Friday, July 13, 2012 10:02 AM
To: [email protected]
Cc: 
Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI

 

 

 

Tahanan Politik Umum (TPU) dizaman Orde Lama

 

TPU dizaman Orla

Nama lain untuk penjara

Disanalah dimasukkan mereka

Para pembangkang terhadap negara

 

Selusin manusia menghuni kamar tiga kali tiga

Badan kami berhimpitan didalamnya

Disiang hari panasnya seperti neraka

Malamnya nyamuk yang menghibur kita

 

Disiang hari diberi kelonggaran

Keluar sel mencari tambahan makan

Kemana saja terserah komandan

Yang seringnya kedalam hutan

 

Kayu ditebang dan dikumpulkan

Dijual untuk pembakaran

Diantar truk dan disebarkan

Sorenya dijemput dan dipulangkan

 

Kerongkongan kering tak tertahankan

Mendekatlah kami kesebuah perumahan

Jangankan minum yang disuguhkan

Penghuninya berlarian pada ketakutan

 

Sorenya kami mendapatkan bagian

Untuk beli rokok sudah lumayan

Beli jajanan penambah makanan

Sebagian besar uangnya pada komandan

 

Pengalaman lain yang tak terlupakan

Cuaca panas yang tak tertahankan

Menyiram atap rumah kami dikaryakan

Supaya penghuninya menjadi kesenangan

 

Pada suatu malam kami dikejutkan

Seseorang mendapatkan pukulan dan hantaman

Kursi-kursi sampai hancur bersepihan

Mengakibatkan korban menjadi pingsan

 

Kedalam sel kami korban tersebut dilemparkan

Kami kaget tak tahu apa yang akan dikerjakan

Kalang kabut dan berembuklah semua tahanan

Mencari akal untuk penyelamatan

 

Cincin korban menjadi picak

Jari korban menjadi bengkak

Aliran darahnya menjadi rusak

Membusuk kalau tak cepat bertindak

 

Paku kecil menjadi berguna

Diketok dan diolah menjadi alat prima

Semalaman kami semuanya bekerja

Menggergaji cincin supaya terpotong dua

 

Cerita tak habis disitu saja

Walaupun jari selamat menjadi sempurna

Pukulan kepala yang diderita

Menyebabkan berobah akal sampai akhir hayatnya

 

Banyak nyawa berakhir disana

Dijemput malam atau dipinjam sementara

Jadi fungsinya hampir sama

TPU Sekarang dan TPU zaman Orla

 

TPU sekarang Tempat Pemakaman Umum kepanjangannya.

 

Wallahu alam bissawab

 

Seperti diceritakan oleh seorang penghuni TPU di Pekanbaru

 

Hayatun Nismah Rumzy

25 Maret 2011

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


Re: [R@ntau-Net] PRRI

2012-07-12 Terurut Topik Hayatun Nismah Rumzy

 
Tahanan Politik Umum (TPU) dizaman Orde Lama
 
TPU dizaman Orla
Nama lain untuk penjara
Disanalah dimasukkan mereka
Para pembangkang terhadap negara
 
Selusin manusia menghuni kamar tiga kali tiga
Badan kami berhimpitan didalamnya
Disiang hari panasnya seperti neraka
Malamnya nyamuk yang menghibur kita
 
Disiang hari diberi kelonggaran
Keluar sel mencari tambahan makan
Kemana saja terserah komandan
Yang seringnya kedalam hutan
 
Kayu ditebang dan dikumpulkan
Dijual untuk pembakaran
Diantar truk dan disebarkan
Sorenya dijemput dan dipulangkan
 
Kerongkongan kering tak tertahankan
Mendekatlah kami kesebuah perumahan
Jangankan minum yang disuguhkan
Penghuninya berlarian pada ketakutan
 
Sorenya kami mendapatkan bagian
Untuk beli rokok sudah lumayan
Beli jajanan penambah makanan
Sebagian besar uangnya pada komandan
 
Pengalaman lain yang tak terlupakan
Cuaca panas yang tak tertahankan
Menyiram atap rumah kami dikaryakan
Supaya penghuninya menjadi kesenangan
 
Pada suatu malam kami dikejutkan
Seseorang mendapatkan pukulan dan hantaman
Kursi-kursi sampai hancur bersepihan
Mengakibatkan korban menjadi pingsan
 
Kedalam sel kami korban tersebut dilemparkan
Kami kaget tak tahu apa yang akan dikerjakan
Kalang kabut dan berembuklah semua tahanan
Mencari akal untuk penyelamatan
 
Cincin korban menjadi picak
Jari korban menjadi bengkak
Aliran darahnya menjadi rusak
Membusuk kalau tak cepat bertindak
 
Paku kecil menjadi berguna
Diketok dan diolah menjadi alat prima
Semalaman kami semuanya bekerja
Menggergaji cincin supaya terpotong dua
 
Cerita tak habis disitu saja
Walaupun jari selamat menjadi sempurna
Pukulan kepala yang diderita
Menyebabkan berobah akal sampai akhir hayatnya
 
Banyak nyawa berakhir disana
Dijemput malam atau dipinjam sementara
Jadi fungsinya hampir sama
TPU Sekarang dan TPU zaman Orla
 
TPU sekarang Tempat Pemakaman Umum kepanjangannya.
 
Wallahu alam bissawab
 
Seperti diceritakan oleh seorang penghuni TPU di Pekanbaru
 
Hayatun Nismah Rumzy
25 Maret 2011
 
 
 
 

@Hayatun Nismah Rumzy#


On Jul 13, 2012, at 9:07, "Rina Permadi"  wrote:

> Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,
> 
>  
> 
> Ambo mandanga carito dari Papa yang dicaritoan dek Alm Buya Munir Zakaria 
> beberapo hari sabalum baliau maningga. Kebetulan ado penataran petugas waqaf 
> di Bukittinggi, jadi Buya maampia ka tampek tu, duduak dakek Papa. Ota ka ota 
> sampai ka carito PRRI. Kato Buya, waktu manyarah di Tantaman Pak Natsir ampia 
> dieksekusi ditampek sebab ado datang parentah dari ateh baso kalo Pak Natsir 
> tibo sabalum jam 4 langsuang tembak di tampek tapi kalo lewat jam 4 biakan 
> sajo.  Ruponyo Apak ko tibo lewat pukua 4 patang ari tun sahinggo indak 
> dieksekusi.
> 
> Dari maa Apak tau,” tanyo Papa
> 
> Dari tantara pusek nan manyambuik liau di Tantaman, tantara tun sabalun no 
> pangawal liau ukatu di Jogja sari.
> 
> “Ampia badarah tangan kami manyambuik Apak kutiko di Tantaman tu Pak,” mantun 
> nyo no ka den,” kato Buya ka Papa.
> 
>  
> 
> Jadi berita ko jadi tando tanyo dek ambo
> 
> Baa mako mode tu bunyi parentah
> 
> Sia nan kiro2 maagiah parentah
> 
> Apokah samo urangnyo jo nan mamarentahan mambunuah Kol Dahlan Djambek nan 
> ditembak subuah di Lariang, padohal baliau ko manuruik A Kahin nio disidang 
> di pengadilan minta diadili secara adil kalo iyo baliau ko salah?
> 
> Mungkin Pak Saaf atau Buya HMA bisa mambari pencerahan ka kami2 nan mudo nan 
> minaik jo sijarah urangtuo2 kami ko.
> 
> Atau masih harus dikulambukan?
> 
>  
> 
> Wassalam
> 
> Rina, 34, Batam

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


Re: [R@ntau-Net] PRRI Syafruddin, Reformasi Kelewat Dini

2011-04-23 Terurut Topik Abraham Ilyas
Dunsanak di palanta nan ambo hormati.

Makalah lengkap tulisan DR. Mestika Zed tentang Mr. Sjafrudin Prawiranegara
ini, silakan dilihat di http://nagari.or.id/?moda=palanta&no=118

Salam

Abraham Ilyas lk. 65th.
www.nagari.org

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


Re: [R@ntau-Net] PRRI : suyair nan cocok dimasuak'an

2011-03-04 Terurut Topik Lies Suryadi
Syair tentang riak galombang PRRI lawan Pusek di Nagari Tanjuang nan ditulih 
dalam syair nan dimuek di siko: http://td73.nagari.or.id/tanjungprri.php
raso e sangaik sasuai dimuek dalam buku tentang PRRI nan sedang direncanakan.
 
Salam,
Suryadi

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

2011-03-04 Terurut Topik Dasriel A Noeha
Lagi dikerjakan dan sebagian sudah dikirim ke Andiko

T k u Jepe

Wass

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-Original Message-
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Fri, 4 Mar 2011 13:39:54 
To: 
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

Sip Pak Dasriel..Go on

Saya tunggu tulisan, karya dan cerita Pak Dasriel

Mungkin seputar legenda, hikayat lembah anai jaman Pak Dasriel kanak2 dulu 
seperti "Harimau" itu

Atau kisah2 ringan dan lucu bagaimana seorang Dasriel anak2 maampok jo batu 
"urang siak2 jadi-jadian" yang datang ka lapau neneknya he he


Atau sebuah fiksi PRRI di seputar lembah anai saya pikir itu jalan atau urat 
nadi transportasi yang sangat penting pada jamannya di ranah kita, pedati, oto 
bus dan Mak Itam tentu ini menjadi tempat yang paling strategis pada masa itu 
buat kedua belah pihak para pejuang PRRI dan Tentara Pusat

Seperti fiksi dari cerita Mama tentang sebuah al kisah

Tentara Pusat yang memeriksa sunek..sunek e surat-surat si Ahong yang 
sedang diatas oto bus dari Bukit Tinggi ke Padang tsb dihentikan oleh tentara 
pusat selepas lembah anai menjelang kayu tanam kampung Pak Dasril itu he he he


Salam-Jepe
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-Original Message-
From: "Dasriel A Noeha" 
Sender: [email protected]
Date: Fri, 4 Mar 2011 12:23:08 
To: 
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

Jepe go ahead

Saya bukan bela Ifah, tapi saya sepaham dengan Ifah, kita termasuk golong 
"pasti" yang menikmati "art"

Tell the writer to keep continue

Dasriel

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-Original Message-
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Fri, 4 Mar 2011 12:07:33 
To: 
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

Ni Iffah

Kalau begitu mungkin pendekatan kita berbeda dalam membaca, memahami puisi yang 
no name yang di amanahkan ke Andiko ini


Saya tidak risau atau sangat jauh dari risau

Jika ada sebuah pertanyaan 

"Uni Ifah ingin nggak  membaca atau menikmati  lanjutan puisi/syair yang bagus 
dan indah itu"

Jika pertanyaan itu diajukan ke saya maka saya akan menjawab "Ya saya ingin 
seseorang ini (no name)" melanjutkannya karena itu baru sepenggal kisah 
hidupnya di jaman PRRI tersebut saya pikir banyak lagi yang akan dia ungkapkan 
terutama dari sisi kemanusiaan

Untuk itu kita tunggu apakah seseorang (no name) ini akan melanjutkan kisahnya 
atau cukup sampai disini

Wass-Jepe
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-Original Message-
From: Hanifah Damanhuri 
Sender: [email protected]
Date: Fri, 4 Mar 2011 18:40:40 
To: 
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

Jepe, mungkin krn uni suka matematika. Merasa tertantang untuk tau dan
itu insting uni saja yg uni postingkan dan tak perlu jawaban. Pengaruh
matematika jg yg membuat tulisan uni sulit untuk indah. Tak perlu
dirisaukan amat. wass. Hanifah

On 3/4/11, [email protected]  wrote:
> Uni Iffah
>
> Setahu saya syair (no name) yang dimaksud telah diamanahkan kepada Andiko
> agar tidak menyebutkan nama penulisnya untuk ditampilkan di palanta RN
>
> Menurut saya sebaiknya kita nikmati, baca saja sebuah kisah yang digoreskan
> "ketika hati" seseorang berbicara dan menjadi sebuah syair/puisi yang bagus
> tanpa kita coba2 menebak, mengira-ngira atau menentukan siapa penulisnya
>
> Tentu ada alasan seseorang jika dia menyembunyikan namanya dan karyanya
> tersebut dititipkan ke Andiko
>
> Was - Jepe
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
>
> -Original Message-
> From: Hanifah Damanhuri 
> Sender: [email protected]
> Date: Fri, 4 Mar 2011 08:49:54
> To: 
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan
>
> Entah mengapa
> Hatiku berkata
> Sang pujangga
> Yang tak ingin disebut nama
> Adalah seorang Bunda
>
> Hayatun Nismah namanya
>
> Wass
>
>
> Han ifah
>
>
>
>
> Pada 3 Maret 2011 21:15, sjamsir_sjarif  menulis:
>
>> SEPENGGAL KENANGAN TEMAN
>>
>> Oh Penyandang Nyawa Tersisa
>> Sebingkah syairmu telah kubaca
>> Kisah nyata dalam kembara
>> Sebagian kenangan Dunia Fana
>>
>> Bukittinggi sebelum PRRI
>> Secabik kenangan telah kusoroti
>> Lingkungan indah tepatmu mengabdi
>> Pemboman RRI memisah diri
>>
>> Kepulanganmu ke Kampung Halaman
>> Jauh di sana di tempat aman
>> Di tengah jepitan Bukit Barisan
>> Lingkung kasih ayahbunda kerabat tolan
>> Suasana indah tak terlupakan
>>
>>

Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

2011-03-04 Terurut Topik jupardi_jp
Sip Pak Dasriel..Go on

Saya tunggu tulisan, karya dan cerita Pak Dasriel

Mungkin seputar legenda, hikayat lembah anai jaman Pak Dasriel kanak2 dulu 
seperti "Harimau" itu

Atau kisah2 ringan dan lucu bagaimana seorang Dasriel anak2 maampok jo batu 
"urang siak2 jadi-jadian" yang datang ka lapau neneknya he he


Atau sebuah fiksi PRRI di seputar lembah anai saya pikir itu jalan atau urat 
nadi transportasi yang sangat penting pada jamannya di ranah kita, pedati, oto 
bus dan Mak Itam tentu ini menjadi tempat yang paling strategis pada masa itu 
buat kedua belah pihak para pejuang PRRI dan Tentara Pusat

Seperti fiksi dari cerita Mama tentang sebuah al kisah

Tentara Pusat yang memeriksa sunek..sunek e surat-surat si Ahong yang 
sedang diatas oto bus dari Bukit Tinggi ke Padang tsb dihentikan oleh tentara 
pusat selepas lembah anai menjelang kayu tanam kampung Pak Dasril itu he he he


Salam-Jepe
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-Original Message-
From: "Dasriel A Noeha" 
Sender: [email protected]
Date: Fri, 4 Mar 2011 12:23:08 
To: 
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

Jepe go ahead

Saya bukan bela Ifah, tapi saya sepaham dengan Ifah, kita termasuk golong 
"pasti" yang menikmati "art"

Tell the writer to keep continue

Dasriel

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-Original Message-
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Fri, 4 Mar 2011 12:07:33 
To: 
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

Ni Iffah

Kalau begitu mungkin pendekatan kita berbeda dalam membaca, memahami puisi yang 
no name yang di amanahkan ke Andiko ini


Saya tidak risau atau sangat jauh dari risau

Jika ada sebuah pertanyaan 

"Uni Ifah ingin nggak  membaca atau menikmati  lanjutan puisi/syair yang bagus 
dan indah itu"

Jika pertanyaan itu diajukan ke saya maka saya akan menjawab "Ya saya ingin 
seseorang ini (no name)" melanjutkannya karena itu baru sepenggal kisah 
hidupnya di jaman PRRI tersebut saya pikir banyak lagi yang akan dia ungkapkan 
terutama dari sisi kemanusiaan

Untuk itu kita tunggu apakah seseorang (no name) ini akan melanjutkan kisahnya 
atau cukup sampai disini

Wass-Jepe
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-Original Message-
From: Hanifah Damanhuri 
Sender: [email protected]
Date: Fri, 4 Mar 2011 18:40:40 
To: 
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

Jepe, mungkin krn uni suka matematika. Merasa tertantang untuk tau dan
itu insting uni saja yg uni postingkan dan tak perlu jawaban. Pengaruh
matematika jg yg membuat tulisan uni sulit untuk indah. Tak perlu
dirisaukan amat. wass. Hanifah

On 3/4/11, [email protected]  wrote:
> Uni Iffah
>
> Setahu saya syair (no name) yang dimaksud telah diamanahkan kepada Andiko
> agar tidak menyebutkan nama penulisnya untuk ditampilkan di palanta RN
>
> Menurut saya sebaiknya kita nikmati, baca saja sebuah kisah yang digoreskan
> "ketika hati" seseorang berbicara dan menjadi sebuah syair/puisi yang bagus
> tanpa kita coba2 menebak, mengira-ngira atau menentukan siapa penulisnya
>
> Tentu ada alasan seseorang jika dia menyembunyikan namanya dan karyanya
> tersebut dititipkan ke Andiko
>
> Was - Jepe
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
>
> -Original Message-
> From: Hanifah Damanhuri 
> Sender: [email protected]
> Date: Fri, 4 Mar 2011 08:49:54
> To: 
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan
>
> Entah mengapa
> Hatiku berkata
> Sang pujangga
> Yang tak ingin disebut nama
> Adalah seorang Bunda
>
> Hayatun Nismah namanya
>
> Wass
>
>
> Han ifah
>
>
>
>
> Pada 3 Maret 2011 21:15, sjamsir_sjarif  menulis:
>
>> SEPENGGAL KENANGAN TEMAN
>>
>> Oh Penyandang Nyawa Tersisa
>> Sebingkah syairmu telah kubaca
>> Kisah nyata dalam kembara
>> Sebagian kenangan Dunia Fana
>>
>> Bukittinggi sebelum PRRI
>> Secabik kenangan telah kusoroti
>> Lingkungan indah tepatmu mengabdi
>> Pemboman RRI memisah diri
>>
>> Kepulanganmu ke Kampung Halaman
>> Jauh di sana di tempat aman
>> Di tengah jepitan Bukit Barisan
>> Lingkung kasih ayahbunda kerabat tolan
>> Suasana indah tak terlupakan
>>
>> Namun, Hai Penyandang Nyawa Tersisa
>> Kedamaian hati kita dirancah bencana
>> Kejamnya rentetan kisah Perang Saudara
>> Kurasakan sendiri dalam kembara
>>
>> Kisah nyatamu Hai Teman
>> Kisah Hayatunmu tak terlupakan
>> Enam dekade kausimpan sendirian
>> Kaurawat cermat dalam kenangan
>>

Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

2011-03-04 Terurut Topik Hanifah Damanhuri
Ya, Jepe benar. Sudut pandang kita beda. Wass

On 3/4/11, [email protected]  wrote:
> Ni Iffah
>
> Kalau begitu mungkin pendekatan kita berbeda dalam membaca, memahami puisi
> yang no name yang di amanahkan ke Andiko ini
>
>
> Saya tidak risau atau sangat jauh dari risau
>
> Jika ada sebuah pertanyaan
>
> "Uni Ifah ingin nggak  membaca atau menikmati  lanjutan puisi/syair yang
> bagus dan indah itu"
>
> Jika pertanyaan itu diajukan ke saya maka saya akan menjawab "Ya saya ingin
> seseorang ini (no name)" melanjutkannya karena itu baru sepenggal kisah
> hidupnya di jaman PRRI tersebut saya pikir banyak lagi yang akan dia
> ungkapkan terutama dari sisi kemanusiaan
>
> Untuk itu kita tunggu apakah seseorang (no name) ini akan melanjutkan
> kisahnya atau cukup sampai disini
>
> Wass-Jepe
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
>
> -Original Message-
> From: Hanifah Damanhuri 
> Sender: [email protected]
> Date: Fri, 4 Mar 2011 18:40:40
> To: 
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan
>
> Jepe, mungkin krn uni suka matematika. Merasa tertantang untuk tau dan
> itu insting uni saja yg uni postingkan dan tak perlu jawaban. Pengaruh
> matematika jg yg membuat tulisan uni sulit untuk indah. Tak perlu
> dirisaukan amat. wass. Hanifah
>
> On 3/4/11, [email protected]  wrote:
>> Uni Iffah
>>
>> Setahu saya syair (no name) yang dimaksud telah diamanahkan kepada Andiko
>> agar tidak menyebutkan nama penulisnya untuk ditampilkan di palanta RN
>>
>> Menurut saya sebaiknya kita nikmati, baca saja sebuah kisah yang
>> digoreskan
>> "ketika hati" seseorang berbicara dan menjadi sebuah syair/puisi yang
>> bagus
>> tanpa kita coba2 menebak, mengira-ngira atau menentukan siapa penulisnya
>>
>> Tentu ada alasan seseorang jika dia menyembunyikan namanya dan karyanya
>> tersebut dititipkan ke Andiko
>>
>> Was - Jepe
>> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
>>
>> -Original Message-
>> From: Hanifah Damanhuri 
>> Sender: [email protected]
>> Date: Fri, 4 Mar 2011 08:49:54
>> To: 
>> Reply-To: [email protected]
>> Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan
>>
>> Entah mengapa
>> Hatiku berkata
>> Sang pujangga
>> Yang tak ingin disebut nama
>> Adalah seorang Bunda
>>
>> Hayatun Nismah namanya
>>
>> Wass
>>
>>
>> Han ifah
>>
>>
>>
>>
>> Pada 3 Maret 2011 21:15, sjamsir_sjarif  menulis:
>>
>>> SEPENGGAL KENANGAN TEMAN
>>>
>>> Oh Penyandang Nyawa Tersisa
>>> Sebingkah syairmu telah kubaca
>>> Kisah nyata dalam kembara
>>> Sebagian kenangan Dunia Fana
>>>
>>> Bukittinggi sebelum PRRI
>>> Secabik kenangan telah kusoroti
>>> Lingkungan indah tepatmu mengabdi
>>> Pemboman RRI memisah diri
>>>
>>> Kepulanganmu ke Kampung Halaman
>>> Jauh di sana di tempat aman
>>> Di tengah jepitan Bukit Barisan
>>> Lingkung kasih ayahbunda kerabat tolan
>>> Suasana indah tak terlupakan
>>>
>>> Namun, Hai Penyandang Nyawa Tersisa
>>> Kedamaian hati kita dirancah bencana
>>> Kejamnya rentetan kisah Perang Saudara
>>> Kurasakan sendiri dalam kembara
>>>
>>> Kisah nyatamu Hai Teman
>>> Kisah Hayatunmu tak terlupakan
>>> Enam dekade kausimpan sendirian
>>> Kaurawat cermat dalam kenangan
>>>
>>> Kisah hidup nan bak kian
>>> Bervariasi di antara teman
>>> Seantero Kampung Halaman
>>> Manjadi saksi tak terlupakan
>>>
>>> Syairmu baru bermula
>>> Pembuka kata suka dan duka
>>> Kisah Perang Saudara penuh durka
>>> Bahan Sejarah perlu dibuka
>>>
>>> Uniknya pengalamanmu
>>> Mulai kautuliskan Oh Teman
>>> Pahit dukasuka di segala penjuru
>>> Untuk dikenang Angkatan Kemudian
>>>
>>> Salam,
>>> Sjamsir Sjarif
>>> Sanra Cruz, California, March 3, 2011
>>>
>>>
>>> --- In [email protected], andiko  wrote:
>>> >
>>> > Sanak Palanta
>>> >
>>> > Atas permintaan penulis yang juga pelaku sejarah, maka satu tulisan
>>> berbentuk sya'ir yang indah iko ambo lapeh ka palanta tampa nama penulis.
>>> Ada alasan tertentu yang menyebabkan beliau belum bersedia mencantumkan
>>> nama
>>> beliau sebagai pengarang sya'ir

Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

2011-03-04 Terurut Topik Dasriel A Noeha
Jepe go ahead

Saya bukan bela Ifah, tapi saya sepaham dengan Ifah, kita termasuk golong 
"pasti" yang menikmati "art"

Tell the writer to keep continue

Dasriel

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-Original Message-
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Fri, 4 Mar 2011 12:07:33 
To: 
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

Ni Iffah

Kalau begitu mungkin pendekatan kita berbeda dalam membaca, memahami puisi yang 
no name yang di amanahkan ke Andiko ini


Saya tidak risau atau sangat jauh dari risau

Jika ada sebuah pertanyaan 

"Uni Ifah ingin nggak  membaca atau menikmati  lanjutan puisi/syair yang bagus 
dan indah itu"

Jika pertanyaan itu diajukan ke saya maka saya akan menjawab "Ya saya ingin 
seseorang ini (no name)" melanjutkannya karena itu baru sepenggal kisah 
hidupnya di jaman PRRI tersebut saya pikir banyak lagi yang akan dia ungkapkan 
terutama dari sisi kemanusiaan

Untuk itu kita tunggu apakah seseorang (no name) ini akan melanjutkan kisahnya 
atau cukup sampai disini

Wass-Jepe
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-Original Message-
From: Hanifah Damanhuri 
Sender: [email protected]
Date: Fri, 4 Mar 2011 18:40:40 
To: 
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

Jepe, mungkin krn uni suka matematika. Merasa tertantang untuk tau dan
itu insting uni saja yg uni postingkan dan tak perlu jawaban. Pengaruh
matematika jg yg membuat tulisan uni sulit untuk indah. Tak perlu
dirisaukan amat. wass. Hanifah

On 3/4/11, [email protected]  wrote:
> Uni Iffah
>
> Setahu saya syair (no name) yang dimaksud telah diamanahkan kepada Andiko
> agar tidak menyebutkan nama penulisnya untuk ditampilkan di palanta RN
>
> Menurut saya sebaiknya kita nikmati, baca saja sebuah kisah yang digoreskan
> "ketika hati" seseorang berbicara dan menjadi sebuah syair/puisi yang bagus
> tanpa kita coba2 menebak, mengira-ngira atau menentukan siapa penulisnya
>
> Tentu ada alasan seseorang jika dia menyembunyikan namanya dan karyanya
> tersebut dititipkan ke Andiko
>
> Was - Jepe
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
>
> -Original Message-
> From: Hanifah Damanhuri 
> Sender: [email protected]
> Date: Fri, 4 Mar 2011 08:49:54
> To: 
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan
>
> Entah mengapa
> Hatiku berkata
> Sang pujangga
> Yang tak ingin disebut nama
> Adalah seorang Bunda
>
> Hayatun Nismah namanya
>
> Wass
>
>
> Han ifah
>
>
>
>
> Pada 3 Maret 2011 21:15, sjamsir_sjarif  menulis:
>
>> SEPENGGAL KENANGAN TEMAN
>>
>> Oh Penyandang Nyawa Tersisa
>> Sebingkah syairmu telah kubaca
>> Kisah nyata dalam kembara
>> Sebagian kenangan Dunia Fana
>>
>> Bukittinggi sebelum PRRI
>> Secabik kenangan telah kusoroti
>> Lingkungan indah tepatmu mengabdi
>> Pemboman RRI memisah diri
>>
>> Kepulanganmu ke Kampung Halaman
>> Jauh di sana di tempat aman
>> Di tengah jepitan Bukit Barisan
>> Lingkung kasih ayahbunda kerabat tolan
>> Suasana indah tak terlupakan
>>
>> Namun, Hai Penyandang Nyawa Tersisa
>> Kedamaian hati kita dirancah bencana
>> Kejamnya rentetan kisah Perang Saudara
>> Kurasakan sendiri dalam kembara
>>
>> Kisah nyatamu Hai Teman
>> Kisah Hayatunmu tak terlupakan
>> Enam dekade kausimpan sendirian
>> Kaurawat cermat dalam kenangan
>>
>> Kisah hidup nan bak kian
>> Bervariasi di antara teman
>> Seantero Kampung Halaman
>> Manjadi saksi tak terlupakan
>>
>> Syairmu baru bermula
>> Pembuka kata suka dan duka
>> Kisah Perang Saudara penuh durka
>> Bahan Sejarah perlu dibuka
>>
>> Uniknya pengalamanmu
>> Mulai kautuliskan Oh Teman
>> Pahit dukasuka di segala penjuru
>> Untuk dikenang Angkatan Kemudian
>>
>> Salam,
>> Sjamsir Sjarif
>> Sanra Cruz, California, March 3, 2011
>>
>>
>> --- In [email protected], andiko  wrote:
>> >
>> > Sanak Palanta
>> >
>> > Atas permintaan penulis yang juga pelaku sejarah, maka satu tulisan
>> berbentuk sya'ir yang indah iko ambo lapeh ka palanta tampa nama penulis.
>> Ada alasan tertentu yang menyebabkan beliau belum bersedia mencantumkan
>> nama
>> beliau sebagai pengarang sya'ir ini. Pesan beliau, yang ini baru pertama
>> dan
>> bukan yang terakhir. Setiap bait-bait dari kumpulan baris iko berisikan
>> kenangan hidup yang telah menjadikan beliau tegar dalam kehidupan dan
&

Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

2011-03-04 Terurut Topik jupardi_jp
Ni Iffah

Kalau begitu mungkin pendekatan kita berbeda dalam membaca, memahami puisi yang 
no name yang di amanahkan ke Andiko ini


Saya tidak risau atau sangat jauh dari risau

Jika ada sebuah pertanyaan 

"Uni Ifah ingin nggak  membaca atau menikmati  lanjutan puisi/syair yang bagus 
dan indah itu"

Jika pertanyaan itu diajukan ke saya maka saya akan menjawab "Ya saya ingin 
seseorang ini (no name)" melanjutkannya karena itu baru sepenggal kisah 
hidupnya di jaman PRRI tersebut saya pikir banyak lagi yang akan dia ungkapkan 
terutama dari sisi kemanusiaan

Untuk itu kita tunggu apakah seseorang (no name) ini akan melanjutkan kisahnya 
atau cukup sampai disini

Wass-Jepe
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-Original Message-
From: Hanifah Damanhuri 
Sender: [email protected]
Date: Fri, 4 Mar 2011 18:40:40 
To: 
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

Jepe, mungkin krn uni suka matematika. Merasa tertantang untuk tau dan
itu insting uni saja yg uni postingkan dan tak perlu jawaban. Pengaruh
matematika jg yg membuat tulisan uni sulit untuk indah. Tak perlu
dirisaukan amat. wass. Hanifah

On 3/4/11, [email protected]  wrote:
> Uni Iffah
>
> Setahu saya syair (no name) yang dimaksud telah diamanahkan kepada Andiko
> agar tidak menyebutkan nama penulisnya untuk ditampilkan di palanta RN
>
> Menurut saya sebaiknya kita nikmati, baca saja sebuah kisah yang digoreskan
> "ketika hati" seseorang berbicara dan menjadi sebuah syair/puisi yang bagus
> tanpa kita coba2 menebak, mengira-ngira atau menentukan siapa penulisnya
>
> Tentu ada alasan seseorang jika dia menyembunyikan namanya dan karyanya
> tersebut dititipkan ke Andiko
>
> Was - Jepe
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
>
> -Original Message-
> From: Hanifah Damanhuri 
> Sender: [email protected]
> Date: Fri, 4 Mar 2011 08:49:54
> To: 
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan
>
> Entah mengapa
> Hatiku berkata
> Sang pujangga
> Yang tak ingin disebut nama
> Adalah seorang Bunda
>
> Hayatun Nismah namanya
>
> Wass
>
>
> Han ifah
>
>
>
>
> Pada 3 Maret 2011 21:15, sjamsir_sjarif  menulis:
>
>> SEPENGGAL KENANGAN TEMAN
>>
>> Oh Penyandang Nyawa Tersisa
>> Sebingkah syairmu telah kubaca
>> Kisah nyata dalam kembara
>> Sebagian kenangan Dunia Fana
>>
>> Bukittinggi sebelum PRRI
>> Secabik kenangan telah kusoroti
>> Lingkungan indah tepatmu mengabdi
>> Pemboman RRI memisah diri
>>
>> Kepulanganmu ke Kampung Halaman
>> Jauh di sana di tempat aman
>> Di tengah jepitan Bukit Barisan
>> Lingkung kasih ayahbunda kerabat tolan
>> Suasana indah tak terlupakan
>>
>> Namun, Hai Penyandang Nyawa Tersisa
>> Kedamaian hati kita dirancah bencana
>> Kejamnya rentetan kisah Perang Saudara
>> Kurasakan sendiri dalam kembara
>>
>> Kisah nyatamu Hai Teman
>> Kisah Hayatunmu tak terlupakan
>> Enam dekade kausimpan sendirian
>> Kaurawat cermat dalam kenangan
>>
>> Kisah hidup nan bak kian
>> Bervariasi di antara teman
>> Seantero Kampung Halaman
>> Manjadi saksi tak terlupakan
>>
>> Syairmu baru bermula
>> Pembuka kata suka dan duka
>> Kisah Perang Saudara penuh durka
>> Bahan Sejarah perlu dibuka
>>
>> Uniknya pengalamanmu
>> Mulai kautuliskan Oh Teman
>> Pahit dukasuka di segala penjuru
>> Untuk dikenang Angkatan Kemudian
>>
>> Salam,
>> Sjamsir Sjarif
>> Sanra Cruz, California, March 3, 2011
>>
>>
>> --- In [email protected], andiko  wrote:
>> >
>> > Sanak Palanta
>> >
>> > Atas permintaan penulis yang juga pelaku sejarah, maka satu tulisan
>> berbentuk sya'ir yang indah iko ambo lapeh ka palanta tampa nama penulis.
>> Ada alasan tertentu yang menyebabkan beliau belum bersedia mencantumkan
>> nama
>> beliau sebagai pengarang sya'ir ini. Pesan beliau, yang ini baru pertama
>> dan
>> bukan yang terakhir. Setiap bait-bait dari kumpulan baris iko berisikan
>> kenangan hidup yang telah menjadikan beliau tegar dalam kehidupan dan
>> telah
>> sukses meniti ombak kehidupan.
>> >
>> > Ambo berdo'a, si penulis syair di bawah iko, akan terus berproduksi di
>> sela-sela waktu senggang baliau menikmati hari-hari.
>> >
>> > Salam
>> >
>> > andiko
>> >
>> >_
>> >
>> > PRRI - Sepenggal kenangan
>> >
>> >

Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

2011-03-04 Terurut Topik Dasriel A Noeha
Ya jawaban yang simpatik dari Ifah,

Sesuai dari yang saya baca dari Ifah, menunjukan dia seorang mathematicism yang 
selalu want to be exact

Sedangkan "seni", tulisan termasuk didalamnya adalah art yang kadang "keluar" 
dari konsep angka exact

Pendekatan matematis antara dua penomena "angka" dan "art" apa yang 
mathematician mengenal dengan non-parametric concept, seperti bagaimana kita 
memahami indahnya bintang dilangit pada malam yang kelam, hati kita berkata 
indah, tapi akal kita pingin menghitung berapakah jumlahnya?

Ifah was right, but those one whom write the poem was also right

Keep smiling

Wass,
Dasriel
 
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-Original Message-
From: Hanifah Damanhuri 
Sender: [email protected]
Date: Fri, 4 Mar 2011 18:40:40 
To: 
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

Jepe, mungkin krn uni suka matematika. Merasa tertantang untuk tau dan
itu insting uni saja yg uni postingkan dan tak perlu jawaban. Pengaruh
matematika jg yg membuat tulisan uni sulit untuk indah. Tak perlu
dirisaukan amat. wass. Hanifah

On 3/4/11, [email protected]  wrote:
> Uni Iffah
>
> Setahu saya syair (no name) yang dimaksud telah diamanahkan kepada Andiko
> agar tidak menyebutkan nama penulisnya untuk ditampilkan di palanta RN
>
> Menurut saya sebaiknya kita nikmati, baca saja sebuah kisah yang digoreskan
> "ketika hati" seseorang berbicara dan menjadi sebuah syair/puisi yang bagus
> tanpa kita coba2 menebak, mengira-ngira atau menentukan siapa penulisnya
>
> Tentu ada alasan seseorang jika dia menyembunyikan namanya dan karyanya
> tersebut dititipkan ke Andiko
>
> Was - Jepe
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
>
> -Original Message-
> From: Hanifah Damanhuri 
> Sender: [email protected]
> Date: Fri, 4 Mar 2011 08:49:54
> To: 
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan
>
> Entah mengapa
> Hatiku berkata
> Sang pujangga
> Yang tak ingin disebut nama
> Adalah seorang Bunda
>
> Hayatun Nismah namanya
>
> Wass
>
>
> Han ifah
>
>
>
>
> Pada 3 Maret 2011 21:15, sjamsir_sjarif  menulis:
>
>> SEPENGGAL KENANGAN TEMAN
>>
>> Oh Penyandang Nyawa Tersisa
>> Sebingkah syairmu telah kubaca
>> Kisah nyata dalam kembara
>> Sebagian kenangan Dunia Fana
>>
>> Bukittinggi sebelum PRRI
>> Secabik kenangan telah kusoroti
>> Lingkungan indah tepatmu mengabdi
>> Pemboman RRI memisah diri
>>
>> Kepulanganmu ke Kampung Halaman
>> Jauh di sana di tempat aman
>> Di tengah jepitan Bukit Barisan
>> Lingkung kasih ayahbunda kerabat tolan
>> Suasana indah tak terlupakan
>>
>> Namun, Hai Penyandang Nyawa Tersisa
>> Kedamaian hati kita dirancah bencana
>> Kejamnya rentetan kisah Perang Saudara
>> Kurasakan sendiri dalam kembara
>>
>> Kisah nyatamu Hai Teman
>> Kisah Hayatunmu tak terlupakan
>> Enam dekade kausimpan sendirian
>> Kaurawat cermat dalam kenangan
>>
>> Kisah hidup nan bak kian
>> Bervariasi di antara teman
>> Seantero Kampung Halaman
>> Manjadi saksi tak terlupakan
>>
>> Syairmu baru bermula
>> Pembuka kata suka dan duka
>> Kisah Perang Saudara penuh durka
>> Bahan Sejarah perlu dibuka
>>
>> Uniknya pengalamanmu
>> Mulai kautuliskan Oh Teman
>> Pahit dukasuka di segala penjuru
>> Untuk dikenang Angkatan Kemudian
>>
>> Salam,
>> Sjamsir Sjarif
>> Sanra Cruz, California, March 3, 2011
>>
>>
>> --- In [email protected], andiko  wrote:
>> >
>> > Sanak Palanta
>> >
>> > Atas permintaan penulis yang juga pelaku sejarah, maka satu tulisan
>> berbentuk sya'ir yang indah iko ambo lapeh ka palanta tampa nama penulis.
>> Ada alasan tertentu yang menyebabkan beliau belum bersedia mencantumkan
>> nama
>> beliau sebagai pengarang sya'ir ini. Pesan beliau, yang ini baru pertama
>> dan
>> bukan yang terakhir. Setiap bait-bait dari kumpulan baris iko berisikan
>> kenangan hidup yang telah menjadikan beliau tegar dalam kehidupan dan
>> telah
>> sukses meniti ombak kehidupan.
>> >
>> > Ambo berdo'a, si penulis syair di bawah iko, akan terus berproduksi di
>> sela-sela waktu senggang baliau menikmati hari-hari.
>> >
>> > Salam
>> >
>> > andiko
>> >
>> >_
>> >
>> > PRRI - Sepenggal kenangan
>> >
>> > Bismilahirrahmanir Rahim

Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

2011-03-04 Terurut Topik Hanifah Damanhuri
Jepe, mungkin krn uni suka matematika. Merasa tertantang untuk tau dan
itu insting uni saja yg uni postingkan dan tak perlu jawaban. Pengaruh
matematika jg yg membuat tulisan uni sulit untuk indah. Tak perlu
dirisaukan amat. wass. Hanifah

On 3/4/11, [email protected]  wrote:
> Uni Iffah
>
> Setahu saya syair (no name) yang dimaksud telah diamanahkan kepada Andiko
> agar tidak menyebutkan nama penulisnya untuk ditampilkan di palanta RN
>
> Menurut saya sebaiknya kita nikmati, baca saja sebuah kisah yang digoreskan
> "ketika hati" seseorang berbicara dan menjadi sebuah syair/puisi yang bagus
> tanpa kita coba2 menebak, mengira-ngira atau menentukan siapa penulisnya
>
> Tentu ada alasan seseorang jika dia menyembunyikan namanya dan karyanya
> tersebut dititipkan ke Andiko
>
> Was - Jepe
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
>
> -Original Message-
> From: Hanifah Damanhuri 
> Sender: [email protected]
> Date: Fri, 4 Mar 2011 08:49:54
> To: 
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan
>
> Entah mengapa
> Hatiku berkata
> Sang pujangga
> Yang tak ingin disebut nama
> Adalah seorang Bunda
>
> Hayatun Nismah namanya
>
> Wass
>
>
> Han ifah
>
>
>
>
> Pada 3 Maret 2011 21:15, sjamsir_sjarif  menulis:
>
>> SEPENGGAL KENANGAN TEMAN
>>
>> Oh Penyandang Nyawa Tersisa
>> Sebingkah syairmu telah kubaca
>> Kisah nyata dalam kembara
>> Sebagian kenangan Dunia Fana
>>
>> Bukittinggi sebelum PRRI
>> Secabik kenangan telah kusoroti
>> Lingkungan indah tepatmu mengabdi
>> Pemboman RRI memisah diri
>>
>> Kepulanganmu ke Kampung Halaman
>> Jauh di sana di tempat aman
>> Di tengah jepitan Bukit Barisan
>> Lingkung kasih ayahbunda kerabat tolan
>> Suasana indah tak terlupakan
>>
>> Namun, Hai Penyandang Nyawa Tersisa
>> Kedamaian hati kita dirancah bencana
>> Kejamnya rentetan kisah Perang Saudara
>> Kurasakan sendiri dalam kembara
>>
>> Kisah nyatamu Hai Teman
>> Kisah Hayatunmu tak terlupakan
>> Enam dekade kausimpan sendirian
>> Kaurawat cermat dalam kenangan
>>
>> Kisah hidup nan bak kian
>> Bervariasi di antara teman
>> Seantero Kampung Halaman
>> Manjadi saksi tak terlupakan
>>
>> Syairmu baru bermula
>> Pembuka kata suka dan duka
>> Kisah Perang Saudara penuh durka
>> Bahan Sejarah perlu dibuka
>>
>> Uniknya pengalamanmu
>> Mulai kautuliskan Oh Teman
>> Pahit dukasuka di segala penjuru
>> Untuk dikenang Angkatan Kemudian
>>
>> Salam,
>> Sjamsir Sjarif
>> Sanra Cruz, California, March 3, 2011
>>
>>
>> --- In [email protected], andiko  wrote:
>> >
>> > Sanak Palanta
>> >
>> > Atas permintaan penulis yang juga pelaku sejarah, maka satu tulisan
>> berbentuk sya'ir yang indah iko ambo lapeh ka palanta tampa nama penulis.
>> Ada alasan tertentu yang menyebabkan beliau belum bersedia mencantumkan
>> nama
>> beliau sebagai pengarang sya'ir ini. Pesan beliau, yang ini baru pertama
>> dan
>> bukan yang terakhir. Setiap bait-bait dari kumpulan baris iko berisikan
>> kenangan hidup yang telah menjadikan beliau tegar dalam kehidupan dan
>> telah
>> sukses meniti ombak kehidupan.
>> >
>> > Ambo berdo'a, si penulis syair di bawah iko, akan terus berproduksi di
>> sela-sela waktu senggang baliau menikmati hari-hari.
>> >
>> > Salam
>> >
>> > andiko
>> >
>> > _
>> >
>> > PRRI - Sepenggal kenangan
>> >
>> > Bismilahirrahmanir Rahim diawal kata
>> > Kami bersyukur kepada Allah Yang Maha Esa
>> > Walaupun kami nyawa yang yang tersisa
>> > Masih dapat menceritakan kissah nyata
>> > Selama empat tahun mengembara
>> > Dibawah dentuman mortir dan bazooka
>> >
>> > Kisah bermula di Bukittinggi
>> > Cita-cita kami demikian tinggi
>> > Jalur pendidikan kami geluti
>> > Ingin memajukan negeri tercinta ini
>> > Menjadi guru kami mengabdi
>> > Mendidik putra putri negeri ini
>> >
>> > Bukittinggi yang indah kami nikmati
>> > Asrama putra dan asrama putri
>> > Jalan Panorama dan Jalan Nawawi
>> > Panorama-Birugo setiap hari
>> > Pulang pergi berjalan kaki
>> > Pecal Sikai kami nikmati
>> >
>> > Penuh canda dan ketawa
>> > Anak-anak muda dari berbagai agama
>> > 

Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

2011-03-04 Terurut Topik jupardi_jp
Uni Iffah

Setahu saya syair (no name) yang dimaksud telah diamanahkan kepada Andiko agar 
tidak menyebutkan nama penulisnya untuk ditampilkan di palanta RN

Menurut saya sebaiknya kita nikmati, baca saja sebuah kisah yang digoreskan 
"ketika hati" seseorang berbicara dan menjadi sebuah syair/puisi yang bagus 
tanpa kita coba2 menebak, mengira-ngira atau menentukan siapa penulisnya

Tentu ada alasan seseorang jika dia menyembunyikan namanya dan karyanya 
tersebut dititipkan ke Andiko

Was - Jepe
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-Original Message-
From: Hanifah Damanhuri 
Sender: [email protected]
Date: Fri, 4 Mar 2011 08:49:54 
To: 
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

Entah mengapa
Hatiku berkata
Sang pujangga
Yang tak ingin disebut nama
Adalah seorang Bunda

Hayatun Nismah namanya

Wass


Han ifah




Pada 3 Maret 2011 21:15, sjamsir_sjarif  menulis:

> SEPENGGAL KENANGAN TEMAN
>
> Oh Penyandang Nyawa Tersisa
> Sebingkah syairmu telah kubaca
> Kisah nyata dalam kembara
> Sebagian kenangan Dunia Fana
>
> Bukittinggi sebelum PRRI
> Secabik kenangan telah kusoroti
> Lingkungan indah tepatmu mengabdi
> Pemboman RRI memisah diri
>
> Kepulanganmu ke Kampung Halaman
> Jauh di sana di tempat aman
> Di tengah jepitan Bukit Barisan
> Lingkung kasih ayahbunda kerabat tolan
> Suasana indah tak terlupakan
>
> Namun, Hai Penyandang Nyawa Tersisa
> Kedamaian hati kita dirancah bencana
> Kejamnya rentetan kisah Perang Saudara
> Kurasakan sendiri dalam kembara
>
> Kisah nyatamu Hai Teman
> Kisah Hayatunmu tak terlupakan
> Enam dekade kausimpan sendirian
> Kaurawat cermat dalam kenangan
>
> Kisah hidup nan bak kian
> Bervariasi di antara teman
> Seantero Kampung Halaman
> Manjadi saksi tak terlupakan
>
> Syairmu baru bermula
> Pembuka kata suka dan duka
> Kisah Perang Saudara penuh durka
> Bahan Sejarah perlu dibuka
>
> Uniknya pengalamanmu
> Mulai kautuliskan Oh Teman
> Pahit dukasuka di segala penjuru
> Untuk dikenang Angkatan Kemudian
>
> Salam,
> Sjamsir Sjarif
> Sanra Cruz, California, March 3, 2011
>
>
> --- In [email protected], andiko  wrote:
> >
> > Sanak Palanta
> >
> > Atas permintaan penulis yang juga pelaku sejarah, maka satu tulisan
> berbentuk sya'ir yang indah iko ambo lapeh ka palanta tampa nama penulis.
> Ada alasan tertentu yang menyebabkan beliau belum bersedia mencantumkan nama
> beliau sebagai pengarang sya'ir ini. Pesan beliau, yang ini baru pertama dan
> bukan yang terakhir. Setiap bait-bait dari kumpulan baris iko berisikan
> kenangan hidup yang telah menjadikan beliau tegar dalam kehidupan dan telah
> sukses meniti ombak kehidupan.
> >
> > Ambo berdo'a, si penulis syair di bawah iko, akan terus berproduksi di
> sela-sela waktu senggang baliau menikmati hari-hari.
> >
> > Salam
> >
> > andiko
> >
> > _
> >
> > PRRI - Sepenggal kenangan
> >
> > Bismilahirrahmanir Rahim diawal kata
> > Kami bersyukur kepada Allah Yang Maha Esa
> > Walaupun kami nyawa yang yang tersisa
> > Masih dapat menceritakan kissah nyata
> > Selama empat tahun mengembara
> > Dibawah dentuman mortir dan bazooka
> >
> > Kisah bermula di Bukittinggi
> > Cita-cita kami demikian tinggi
> > Jalur pendidikan kami geluti
> > Ingin memajukan negeri tercinta ini
> > Menjadi guru kami mengabdi
> > Mendidik putra putri negeri ini
> >
> > Bukittinggi yang indah kami nikmati
> > Asrama putra dan asrama putri
> > Jalan Panorama dan Jalan Nawawi
> > Panorama-Birugo setiap hari
> > Pulang pergi berjalan kaki
> > Pecal Sikai kami nikmati
> >
> > Penuh canda dan ketawa
> > Anak-anak muda dari berbagai agama
> > Di aula bekas Sekolah Raja
> > Kami memanfaatkan segala sarana
> > Menggunakan alat peraga yang masih langka
> > Berkat bantuan negara adikuasa
> >
> > Ada bisokop Rex dan Erie
> > Malam Minggu hiburan kami
> > Panorama Baru, Benteng, dan Ngarai
> > Kota Gadang kami kunjungi
> > Menutup Hari Raya pemuda pemudi
> > Seolah-olah dunia ini milik kami
> >
> > Bagaikan petir ditengah hari
> > Jarum jam tiba-tiba berhendti
> > Pesawat APRI menembaki Bukittinggi
> > Sasaran utama adalah RRI
> > Tanggal yang tak terlupakan dibulan Pebuari
> > Semuanya pontang panting pada berlari
> >
> > Hanya dengan kain yang lekat dibadan
> > Aku menuju kampung halaman
> > Selamat tinggal kota kenangan
> > Tempat yang tak pernah kulupakan
> > Tempat ber

Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

2011-03-04 Terurut Topik jupardi_jp
Uni Iffah

Setahu saya syair (no name) yang dimaksud telah diamanahkan kepada Andiko agar 
tidak menyebutkan nama penulisnya untuk ditampilkan di palanta RN

Menurut saya sebaiknya kita nikmati, baca saja sebuah kisah yang digoreskan 
"ketika hati" seseorang berbicara dan menjadi sebuah syair/puisi yang bagus 
tanpa kita coba2 menebak, mengira-ngira atau menentukan siapa penulisnya

Tentu ada alasan seseorang jika dia menyembunyikan namanya dan karyanya 
tersebut dititipkan ke Andiko

Wass-Jepe
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-Original Message-
From: Hanifah Damanhuri 
Sender: [email protected]
Date: Fri, 4 Mar 2011 08:49:54 
To: 
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

Entah mengapa
Hatiku berkata
Sang pujangga
Yang tak ingin disebut nama
Adalah seorang Bunda

Hayatun Nismah namanya

Wass


Han ifah




Pada 3 Maret 2011 21:15, sjamsir_sjarif  menulis:

> SEPENGGAL KENANGAN TEMAN
>
> Oh Penyandang Nyawa Tersisa
> Sebingkah syairmu telah kubaca
> Kisah nyata dalam kembara
> Sebagian kenangan Dunia Fana
>
> Bukittinggi sebelum PRRI
> Secabik kenangan telah kusoroti
> Lingkungan indah tepatmu mengabdi
> Pemboman RRI memisah diri
>
> Kepulanganmu ke Kampung Halaman
> Jauh di sana di tempat aman
> Di tengah jepitan Bukit Barisan
> Lingkung kasih ayahbunda kerabat tolan
> Suasana indah tak terlupakan
>
> Namun, Hai Penyandang Nyawa Tersisa
> Kedamaian hati kita dirancah bencana
> Kejamnya rentetan kisah Perang Saudara
> Kurasakan sendiri dalam kembara
>
> Kisah nyatamu Hai Teman
> Kisah Hayatunmu tak terlupakan
> Enam dekade kausimpan sendirian
> Kaurawat cermat dalam kenangan
>
> Kisah hidup nan bak kian
> Bervariasi di antara teman
> Seantero Kampung Halaman
> Manjadi saksi tak terlupakan
>
> Syairmu baru bermula
> Pembuka kata suka dan duka
> Kisah Perang Saudara penuh durka
> Bahan Sejarah perlu dibuka
>
> Uniknya pengalamanmu
> Mulai kautuliskan Oh Teman
> Pahit dukasuka di segala penjuru
> Untuk dikenang Angkatan Kemudian
>
> Salam,
> Sjamsir Sjarif
> Sanra Cruz, California, March 3, 2011
>
>
> --- In [email protected], andiko  wrote:
> >
> > Sanak Palanta
> >
> > Atas permintaan penulis yang juga pelaku sejarah, maka satu tulisan
> berbentuk sya'ir yang indah iko ambo lapeh ka palanta tampa nama penulis.
> Ada alasan tertentu yang menyebabkan beliau belum bersedia mencantumkan nama
> beliau sebagai pengarang sya'ir ini. Pesan beliau, yang ini baru pertama dan
> bukan yang terakhir. Setiap bait-bait dari kumpulan baris iko berisikan
> kenangan hidup yang telah menjadikan beliau tegar dalam kehidupan dan telah
> sukses meniti ombak kehidupan.
> >
> > Ambo berdo'a, si penulis syair di bawah iko, akan terus berproduksi di
> sela-sela waktu senggang baliau menikmati hari-hari.
> >
> > Salam
> >
> > andiko
> >
> > _
> >
> > PRRI - Sepenggal kenangan
> >
> > Bismilahirrahmanir Rahim diawal kata
> > Kami bersyukur kepada Allah Yang Maha Esa
> > Walaupun kami nyawa yang yang tersisa
> > Masih dapat menceritakan kissah nyata
> > Selama empat tahun mengembara
> > Dibawah dentuman mortir dan bazooka
> >
> > Kisah bermula di Bukittinggi
> > Cita-cita kami demikian tinggi
> > Jalur pendidikan kami geluti
> > Ingin memajukan negeri tercinta ini
> > Menjadi guru kami mengabdi
> > Mendidik putra putri negeri ini
> >
> > Bukittinggi yang indah kami nikmati
> > Asrama putra dan asrama putri
> > Jalan Panorama dan Jalan Nawawi
> > Panorama-Birugo setiap hari
> > Pulang pergi berjalan kaki
> > Pecal Sikai kami nikmati
> >
> > Penuh canda dan ketawa
> > Anak-anak muda dari berbagai agama
> > Di aula bekas Sekolah Raja
> > Kami memanfaatkan segala sarana
> > Menggunakan alat peraga yang masih langka
> > Berkat bantuan negara adikuasa
> >
> > Ada bisokop Rex dan Erie
> > Malam Minggu hiburan kami
> > Panorama Baru, Benteng, dan Ngarai
> > Kota Gadang kami kunjungi
> > Menutup Hari Raya pemuda pemudi
> > Seolah-olah dunia ini milik kami
> >
> > Bagaikan petir ditengah hari
> > Jarum jam tiba-tiba berhendti
> > Pesawat APRI menembaki Bukittinggi
> > Sasaran utama adalah RRI
> > Tanggal yang tak terlupakan dibulan Pebuari
> > Semuanya pontang panting pada berlari
> >
> > Hanya dengan kain yang lekat dibadan
> > Aku menuju kampung halaman
> > Selamat tinggal kota kenangan
> > Tempat yang tak pernah kulupakan
> > Tempat ber

Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

2011-03-03 Terurut Topik Hanifah Damanhuri
Entah mengapa
Hatiku berkata
Sang pujangga
Yang tak ingin disebut nama
Adalah seorang Bunda

Hayatun Nismah namanya

Wass


Han ifah




Pada 3 Maret 2011 21:15, sjamsir_sjarif  menulis:

> SEPENGGAL KENANGAN TEMAN
>
> Oh Penyandang Nyawa Tersisa
> Sebingkah syairmu telah kubaca
> Kisah nyata dalam kembara
> Sebagian kenangan Dunia Fana
>
> Bukittinggi sebelum PRRI
> Secabik kenangan telah kusoroti
> Lingkungan indah tepatmu mengabdi
> Pemboman RRI memisah diri
>
> Kepulanganmu ke Kampung Halaman
> Jauh di sana di tempat aman
> Di tengah jepitan Bukit Barisan
> Lingkung kasih ayahbunda kerabat tolan
> Suasana indah tak terlupakan
>
> Namun, Hai Penyandang Nyawa Tersisa
> Kedamaian hati kita dirancah bencana
> Kejamnya rentetan kisah Perang Saudara
> Kurasakan sendiri dalam kembara
>
> Kisah nyatamu Hai Teman
> Kisah Hayatunmu tak terlupakan
> Enam dekade kausimpan sendirian
> Kaurawat cermat dalam kenangan
>
> Kisah hidup nan bak kian
> Bervariasi di antara teman
> Seantero Kampung Halaman
> Manjadi saksi tak terlupakan
>
> Syairmu baru bermula
> Pembuka kata suka dan duka
> Kisah Perang Saudara penuh durka
> Bahan Sejarah perlu dibuka
>
> Uniknya pengalamanmu
> Mulai kautuliskan Oh Teman
> Pahit dukasuka di segala penjuru
> Untuk dikenang Angkatan Kemudian
>
> Salam,
> Sjamsir Sjarif
> Sanra Cruz, California, March 3, 2011
>
>
> --- In [email protected], andiko  wrote:
> >
> > Sanak Palanta
> >
> > Atas permintaan penulis yang juga pelaku sejarah, maka satu tulisan
> berbentuk sya'ir yang indah iko ambo lapeh ka palanta tampa nama penulis.
> Ada alasan tertentu yang menyebabkan beliau belum bersedia mencantumkan nama
> beliau sebagai pengarang sya'ir ini. Pesan beliau, yang ini baru pertama dan
> bukan yang terakhir. Setiap bait-bait dari kumpulan baris iko berisikan
> kenangan hidup yang telah menjadikan beliau tegar dalam kehidupan dan telah
> sukses meniti ombak kehidupan.
> >
> > Ambo berdo'a, si penulis syair di bawah iko, akan terus berproduksi di
> sela-sela waktu senggang baliau menikmati hari-hari.
> >
> > Salam
> >
> > andiko
> >
> > _
> >
> > PRRI - Sepenggal kenangan
> >
> > Bismilahirrahmanir Rahim diawal kata
> > Kami bersyukur kepada Allah Yang Maha Esa
> > Walaupun kami nyawa yang yang tersisa
> > Masih dapat menceritakan kissah nyata
> > Selama empat tahun mengembara
> > Dibawah dentuman mortir dan bazooka
> >
> > Kisah bermula di Bukittinggi
> > Cita-cita kami demikian tinggi
> > Jalur pendidikan kami geluti
> > Ingin memajukan negeri tercinta ini
> > Menjadi guru kami mengabdi
> > Mendidik putra putri negeri ini
> >
> > Bukittinggi yang indah kami nikmati
> > Asrama putra dan asrama putri
> > Jalan Panorama dan Jalan Nawawi
> > Panorama-Birugo setiap hari
> > Pulang pergi berjalan kaki
> > Pecal Sikai kami nikmati
> >
> > Penuh canda dan ketawa
> > Anak-anak muda dari berbagai agama
> > Di aula bekas Sekolah Raja
> > Kami memanfaatkan segala sarana
> > Menggunakan alat peraga yang masih langka
> > Berkat bantuan negara adikuasa
> >
> > Ada bisokop Rex dan Erie
> > Malam Minggu hiburan kami
> > Panorama Baru, Benteng, dan Ngarai
> > Kota Gadang kami kunjungi
> > Menutup Hari Raya pemuda pemudi
> > Seolah-olah dunia ini milik kami
> >
> > Bagaikan petir ditengah hari
> > Jarum jam tiba-tiba berhendti
> > Pesawat APRI menembaki Bukittinggi
> > Sasaran utama adalah RRI
> > Tanggal yang tak terlupakan dibulan Pebuari
> > Semuanya pontang panting pada berlari
> >
> > Hanya dengan kain yang lekat dibadan
> > Aku menuju kampung halaman
> > Selamat tinggal kota kenangan
> > Tempat yang tak pernah kulupakan
> > Tempat bermula merajut harapan
> > Merencanakan kebahagiaan masa depan
> >
> > Mimpiku buyar untuk selamanya
> > Gagallah semua yang telah direncana
> > Keadaan tak kan pernah seperti sediakala
> > 4 tahun aku mengembara
> > Menjelajahi hutan pulau Sumatra
> > Kuperoleh pengalaman tiada tara
> >
> > Kumenyaksikan nyawa yang tak berharga
> > Banyak yang mati tersia-sia
> > Kusaksikan juga kekejaman manusia
> > Pengalaman hidup didalam penjara
> > Kalau diingat pengalaman lama
> > Membuat sesak rasanya dada
> >
> > Untuk pertama cukuplah sebegini
> > Kususun sepuluh jari
> > Kalau ada yang tak berkenan dihati
> > Mohon maafkan badan hamba ini
> > Supaya tak memberatkan diakhirat nanti
> > Dengan salam aku sudahi
> >
> > Jakarta awal Maret 2010
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>  1. E-mail besar dari 200KB;
>  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>  3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/

RE: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan: nan manunjuak peta

2011-03-03 Terurut Topik Lies Suryadi
Mak Ngah,
Lah mbo liek gambar duo tukang tunjuak peta nan mangawani Kolonel A. Yani dalam 
operasi penumpasan PRRI tu. 
 
Salam,
Suryadi

--- Pada Kam, 3/3/11, rinapermadi  menulis:


Dari: rinapermadi 
Judul: RE: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 3 Maret, 2011, 4:35 PM



 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

2011-03-03 Terurut Topik sjamsir_sjarif
SEPENGGAL KENANGAN TEMAN

Oh Penyandang Nyawa Tersisa
Sebingkah syairmu telah kubaca
Kisah nyata dalam kembara
Sebagian kenangan Dunia Fana

Bukittinggi sebelum PRRI
Secabik kenangan telah kusoroti
Lingkungan indah tepatmu mengabdi
Pemboman RRI memisah diri

Kepulanganmu ke Kampung Halaman
Jauh di sana di tempat aman
Di tengah jepitan Bukit Barisan
Lingkung kasih ayahbunda kerabat tolan
Suasana indah tak terlupakan

Namun, Hai Penyandang Nyawa Tersisa
Kedamaian hati kita dirancah bencana
Kejamnya rentetan kisah Perang Saudara
Kurasakan sendiri dalam kembara

Kisah nyatamu Hai Teman
Kisah Hayatunmu tak terlupakan
Enam dekade kausimpan sendirian
Kaurawat cermat dalam kenangan

Kisah hidup nan bak kian
Bervariasi di antara teman
Seantero Kampung Halaman
Manjadi saksi tak terlupakan

Syairmu baru bermula
Pembuka kata suka dan duka
Kisah Perang Saudara penuh durka
Bahan Sejarah perlu dibuka

Uniknya pengalamanmu
Mulai kautuliskan Oh Teman
Pahit dukasuka di segala penjuru
Untuk dikenang Angkatan Kemudian

Salam,
Sjamsir Sjarif
Sanra Cruz, California, March 3, 2011


--- In [email protected], andiko  wrote:
>
> Sanak Palanta
> 
> Atas permintaan penulis yang juga pelaku sejarah, maka satu tulisan berbentuk 
> sya'ir yang indah iko ambo lapeh ka palanta tampa nama penulis. Ada alasan 
> tertentu yang menyebabkan beliau belum bersedia mencantumkan nama beliau 
> sebagai pengarang sya'ir ini. Pesan beliau, yang ini baru pertama dan bukan 
> yang terakhir. Setiap bait-bait dari kumpulan baris iko berisikan kenangan 
> hidup yang telah menjadikan beliau tegar dalam kehidupan dan telah sukses 
> meniti ombak kehidupan.
> 
> Ambo berdo'a, si penulis syair di bawah iko, akan terus berproduksi di 
> sela-sela waktu senggang baliau menikmati hari-hari.
> 
> Salam
> 
> andiko
> 
> _
> 
> PRRI - Sepenggal kenangan
> 
> Bismilahirrahmanir Rahim diawal kata
> Kami bersyukur kepada Allah Yang Maha Esa
> Walaupun kami nyawa yang yang tersisa
> Masih dapat menceritakan kissah nyata
> Selama empat tahun mengembara
> Dibawah dentuman mortir dan bazooka
>  
> Kisah bermula di Bukittinggi
> Cita-cita kami demikian tinggi
> Jalur pendidikan kami geluti
> Ingin memajukan negeri tercinta ini
> Menjadi guru kami mengabdi
> Mendidik putra putri negeri ini
>  
> Bukittinggi yang indah kami nikmati
> Asrama putra dan asrama putri
> Jalan Panorama dan Jalan Nawawi
> Panorama-Birugo setiap hari
> Pulang pergi berjalan kaki
> Pecal Sikai kami nikmati
>  
> Penuh canda dan ketawa
> Anak-anak muda dari berbagai agama
> Di aula bekas Sekolah Raja
> Kami memanfaatkan segala sarana
> Menggunakan alat peraga yang masih langka
> Berkat bantuan negara adikuasa
>  
> Ada bisokop Rex dan Erie
> Malam Minggu hiburan kami
> Panorama Baru, Benteng, dan Ngarai
> Kota Gadang kami kunjungi
> Menutup Hari Raya pemuda pemudi
> Seolah-olah dunia ini milik kami
>  
> Bagaikan petir ditengah hari
> Jarum jam tiba-tiba berhendti
> Pesawat APRI menembaki Bukittinggi
> Sasaran utama adalah RRI
> Tanggal yang tak terlupakan dibulan Pebuari
> Semuanya pontang panting pada berlari
>  
> Hanya dengan kain yang lekat dibadan
> Aku menuju kampung halaman
> Selamat tinggal kota kenangan
> Tempat yang tak pernah kulupakan
> Tempat bermula merajut harapan
> Merencanakan kebahagiaan masa depan
>  
> Mimpiku buyar untuk selamanya
> Gagallah semua yang telah direncana
> Keadaan tak kan pernah seperti sediakala
> 4 tahun aku mengembara 
> Menjelajahi hutan pulau Sumatra
> Kuperoleh pengalaman tiada tara
>  
> Kumenyaksikan nyawa yang tak berharga
> Banyak yang mati tersia-sia
> Kusaksikan juga kekejaman manusia
> Pengalaman hidup didalam penjara
> Kalau diingat pengalaman lama
> Membuat sesak rasanya dada
>  
> Untuk pertama cukuplah sebegini
> Kususun sepuluh jari
> Kalau ada yang tak berkenan dihati
> Mohon maafkan badan hamba ini
> Supaya tak memberatkan diakhirat nanti
> Dengan salam aku sudahi
>  
> Jakarta awal Maret 2010


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

2011-03-03 Terurut Topik Hanifah Damanhuri
Walau ini tulisan pertama
Tetapi penulisnya mengerti sekali tentang syair
Hampir aku menebak ini Bunda Nismah ..
Ternyata bukan

Walau ini tulisan pertama
Aku yakin penulisnya hobbi baca sastra
Jangan-jangan jagoan petatah dan petitih
Tak mungkin sembarangan orang

Salam

Hanifah





Pada 2 Maret 2011 18:38, andiko  menulis:

> Sanak Palanta
>
> Atas permintaan penulis yang juga pelaku sejarah, maka satu tulisan
> berbentuk sya'ir yang indah iko ambo lapeh ka palanta tampa nama penulis.
> Ada alasan tertentu yang menyebabkan beliau belum bersedia mencantumkan nama
> beliau sebagai pengarang sya'ir ini. Pesan beliau, yang ini baru pertama dan
> bukan yang terakhir. Setiap bait-bait dari kumpulan baris iko berisikan
> kenangan hidup yang telah menjadikan beliau tegar dalam kehidupan dan telah
> sukses meniti ombak kehidupan.
>
> Ambo berdo'a, si penulis syair di bawah iko, akan terus berproduksi di
> sela-sela waktu senggang baliau menikmati hari-hari.
>
> Salam
>
> andiko
>
> _
>
> PRRI - Sepenggal kenangan
>
> Bismilahirrahmanir Rahim diawal kata
> Kami bersyukur kepada Allah Yang Maha Esa
> Walaupun kami nyawa yang yang tersisa
> Masih dapat menceritakan kissah nyata
> Selama empat tahun mengembara
> Dibawah dentuman mortir dan bazooka
>
> Kisah bermula di Bukittinggi
> Cita-cita kami demikian tinggi
> Jalur pendidikan kami geluti
> Ingin memajukan negeri tercinta ini
> Menjadi guru kami mengabdi
> Mendidik putra putri negeri ini
>
> Bukittinggi yang indah kami nikmati
> Asrama putra dan asrama putri
> Jalan Panorama dan Jalan Nawawi
> Panorama-Birugo setiap hari
> Pulang pergi berjalan kaki
> Pecal Sikai kami nikmati
>
> Penuh canda dan ketawa
> Anak-anak muda dari berbagai agama
> Di aula bekas Sekolah Raja
> Kami memanfaatkan segala sarana
> Menggunakan alat peraga yang masih langka
> Berkat bantuan negara adikuasa
>
> Ada bisokop Rex dan Erie
> Malam Minggu hiburan kami
> Panorama Baru, Benteng, dan Ngarai
> Kota Gadang kami kunjungi
> Menutup Hari Raya pemuda pemudi
> Seolah-olah dunia ini milik kami
>
> Bagaikan petir ditengah hari
> Jarum jam tiba-tiba berhendti
> Pesawat APRI menembaki Bukittinggi
> Sasaran utama adalah RRI
> Tanggal yang tak terlupakan dibulan Pebuari
> Semuanya pontang panting pada berlari
>
> Hanya dengan kain yang lekat dibadan
> Aku menuju kampung halaman
> Selamat tinggal kota kenangan
> Tempat yang tak pernah kulupakan
> Tempat bermula merajut harapan
> Merencanakan kebahagiaan masa depan
>
> Mimpiku buyar untuk selamanya
> Gagallah semua yang telah direncana
> Keadaan tak kan pernah seperti sediakala
> 4 tahun aku mengembara
> Menjelajahi hutan pulau Sumatra
> Kuperoleh pengalaman tiada tara
>
> Kumenyaksikan nyawa yang tak berharga
> Banyak yang mati tersia-sia
> Kusaksikan juga kekejaman manusia
> Pengalaman hidup didalam penjara
> Kalau diingat pengalaman lama
> Membuat sesak rasanya dada
>
> Untuk pertama cukuplah sebegini
> Kususun sepuluh jari
> Kalau ada yang tak berkenan dihati
> Mohon maafkan badan hamba ini
> Supaya tak memberatkan diakhirat nanti
> Dengan salam aku sudahi
>
> Jakarta awal Maret 2010
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>  1. E-mail besar dari 200KB;
>  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>  3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
==

RE: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

2011-03-03 Terurut Topik Dewi Mutiara
Hai...hai...Rina manis yang Rina susun juga puitis banget , susunan kata2nya 
Uni suka,  Sepenggal Kenangan  yang ditulis seseorang yang begitu rendah hati 
,serasa kita  ikut dalam perjalanan hidupnya , semoga beliau tetap prima dan 
sehat sehingga kita bisa mengikuti perjalanan hidupnya melalui tulisan- tulisan 
yang selalu kita tunggu melalui Bung Andiko.

Wassalam 

DewiMutiara.

--- On Thu, 3/3/11, rinapermadi  wrote:

From: rinapermadi 
Subject: RE: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan
To: [email protected]
Date: Thursday, March 3, 2011, 4:37 AM

It was so so so KEREN

Ditunggu dengan segenap kesabaran yang dipunya
Lanjutan mutiara kisah menyemai waktu
Penuh butiran airmata kenangan purna
Kan kutuai buliran magis-magis haru itu..

Salam hormat hai Sang Pahlawan hati
Usah dikau ragu dengan memorimu
Sakit, manis, pilu, sedan dan lirih hati
Kan menjadi kenangan mulia di hatiku

Hai Sang Pendekar Misterius 
Baktimu mengukir batu-batu sungai purba 
Membenam di aliran hati tegerus arus
Tersurat jelas disisi persada jiwa

Wassalam
Rina



-Original Message-
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of andiko
Sent: Wednesday, March 02, 2011 6:39 PM
To: rantaunet
Subject: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

Sanak Palanta

Atas permintaan penulis yang juga pelaku sejarah, maka satu tulisan
berbentuk sya'ir yang indah iko ambo lapeh ka palanta tampa nama penulis.
Ada alasan tertentu yang menyebabkan beliau belum bersedia mencantumkan nama
beliau sebagai pengarang sya'ir ini. Pesan beliau, yang ini baru pertama dan
bukan yang terakhir. Setiap bait-bait dari kumpulan baris iko berisikan
kenangan hidup yang telah menjadikan beliau tegar dalam kehidupan dan telah
sukses meniti ombak kehidupan.

Ambo berdo'a, si penulis syair di bawah iko, akan terus berproduksi di
sela-sela waktu senggang baliau menikmati hari-hari.

Salam

andiko

_

PRRI - Sepenggal kenangan

Bismilahirrahmanir Rahim diawal kata
Kami bersyukur kepada Allah Yang Maha Esa
Walaupun kami nyawa yang yang tersisa
Masih dapat menceritakan kissah nyata
Selama empat tahun mengembara
Dibawah dentuman mortir dan bazooka
 
Kisah bermula di Bukittinggi
Cita-cita kami demikian tinggi
Jalur pendidikan kami geluti
Ingin memajukan negeri tercinta ini
Menjadi guru kami mengabdi
Mendidik putra putri negeri ini
 
Bukittinggi yang indah kami nikmati
Asrama putra dan asrama putri
Jalan Panorama dan Jalan Nawawi
Panorama-Birugo setiap hari
Pulang pergi berjalan kaki
Pecal Sikai kami nikmati
 
Penuh canda dan ketawa
Anak-anak muda dari berbagai agama
Di aula bekas Sekolah Raja
Kami memanfaatkan segala sarana
Menggunakan alat peraga yang masih langka
Berkat bantuan negara adikuasa
 
Ada bisokop Rex dan Erie
Malam Minggu hiburan kami
Panorama Baru, Benteng, dan Ngarai
Kota Gadang kami kunjungi
Menutup Hari Raya pemuda pemudi
Seolah-olah dunia ini milik kami
 
Bagaikan petir ditengah hari
Jarum jam tiba-tiba berhendti
Pesawat APRI menembaki Bukittinggi
Sasaran utama adalah RRI
Tanggal yang tak terlupakan dibulan Pebuari
Semuanya pontang panting pada berlari
 
Hanya dengan kain yang lekat dibadan
Aku menuju kampung halaman
Selamat tinggal kota kenangan
Tempat yang tak pernah kulupakan
Tempat bermula merajut harapan
Merencanakan kebahagiaan masa depan
 
Mimpiku buyar untuk selamanya
Gagallah semua yang telah direncana
Keadaan tak kan pernah seperti sediakala
4 tahun aku mengembara 
Menjelajahi hutan pulau Sumatra
Kuperoleh pengalaman tiada tara
 
Kumenyaksikan nyawa yang tak berharga
Banyak yang mati tersia-sia
Kusaksikan juga kekejaman manusia
Pengalaman hidup didalam penjara
Kalau diingat pengalaman lama
Membuat sesak rasanya dada
 
Untuk pertama cukuplah sebegini
Kususun sepuluh jari
Kalau ada yang tak berkenan dihati
Mohon maafkan badan hamba ini
Supaya tak memberatkan diakhirat nanti
Dengan salam aku sudahi
 
Jakarta awal Maret 2010


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



  

-- 
.
* 

Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

2011-03-03 Terurut Topik Reni Sisri Yanti
Mantap un
agia tarui hehehehhehee..
yo cocok uni jo da Andiko hahahha basobok di Batam bisou sembah manyambah pantun
uni jo uda ma...


Renny,Bintara






From: rinapermadi 
To: [email protected]
Sent: Thu, March 3, 2011 4:35:58 PM
Subject: RE: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan


  

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


RE: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

2011-03-03 Terurut Topik rinapermadi


Duhai Mamak ambo Sang Paga Nagari
Di lingkuang Ranah Bundo tacinto
Usah Mamak talampau mamuji
Denai nan ketek hanyo baraja sajo

Bait syair ambo lagukan di hati
Bukan untuak manyauak puja jo puji
Ambo ikhlas untuak anak kunci
Kunci pambukak hati Sang Pejuang Suci


Wassalam
Rina

-Original Message-
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of [email protected]
Sent: Thursday, March 03, 2011 1:12 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

Rina sudah seperti pujangga lebanon kenamaan Khalil Gibran dengan goresan
serta pemilihan kata2 yang "magis"

Lanjutkan dan terus berkarya, menulis, puisi dan karya sastra itu akan
selalu mengasah kepekaan hati terutama sisi2 kemanusiaannya

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

2011-03-02 Terurut Topik jupardi_jp
Rina sudah seperti pujangga lebanon kenamaan Khalil Gibran dengan goresan serta 
pemilihan kata2 yang "magis"

Lanjutkan dan terus berkarya, menulis, puisi dan karya sastra itu akan selalu 
mengasah kepekaan hati terutama sisi2 kemanusiaannya

Salam
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-Original Message-
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Thu, 3 Mar 2011 06:01:04 
To: 
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

Rancak bana ungkapan Rina,Ambo dapek marasokan. Wassalam
Hilman Mahyuddin, MD

-Original Message-
From: "rinapermadi" 
Sender: [email protected]
Date: Thu, 3 Mar 2011 11:37:05 
To: 
Reply-To: [email protected]
Subject: RE: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

It was so so so KEREN

Ditunggu dengan segenap kesabaran yang dipunya
Lanjutan mutiara kisah menyemai waktu
Penuh butiran airmata kenangan purna
Kan kutuai buliran magis-magis haru itu..

Salam hormat hai Sang Pahlawan hati
Usah dikau ragu dengan memorimu
Sakit, manis, pilu, sedan dan lirih hati
Kan menjadi kenangan mulia di hatiku

Hai Sang Pendekar Misterius 
Baktimu mengukir batu-batu sungai purba 
Membenam di aliran hati tegerus arus
Tersurat jelas disisi persada jiwa

Wassalam
Rina



-Original Message-
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of andiko
Sent: Wednesday, March 02, 2011 6:39 PM
To: rantaunet
Subject: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

Sanak Palanta

Atas permintaan penulis yang juga pelaku sejarah, maka satu tulisan
berbentuk sya'ir yang indah iko ambo lapeh ka palanta tampa nama penulis.
Ada alasan tertentu yang menyebabkan beliau belum bersedia mencantumkan nama
beliau sebagai pengarang sya'ir ini. Pesan beliau, yang ini baru pertama dan
bukan yang terakhir. Setiap bait-bait dari kumpulan baris iko berisikan
kenangan hidup yang telah menjadikan beliau tegar dalam kehidupan dan telah
sukses meniti ombak kehidupan.

Ambo berdo'a, si penulis syair di bawah iko, akan terus berproduksi di
sela-sela waktu senggang baliau menikmati hari-hari.

Salam

andiko

_

PRRI - Sepenggal kenangan

Bismilahirrahmanir Rahim diawal kata
Kami bersyukur kepada Allah Yang Maha Esa
Walaupun kami nyawa yang yang tersisa
Masih dapat menceritakan kissah nyata
Selama empat tahun mengembara
Dibawah dentuman mortir dan bazooka
 
Kisah bermula di Bukittinggi
Cita-cita kami demikian tinggi
Jalur pendidikan kami geluti
Ingin memajukan negeri tercinta ini
Menjadi guru kami mengabdi
Mendidik putra putri negeri ini
 
Bukittinggi yang indah kami nikmati
Asrama putra dan asrama putri
Jalan Panorama dan Jalan Nawawi
Panorama-Birugo setiap hari
Pulang pergi berjalan kaki
Pecal Sikai kami nikmati
 
Penuh canda dan ketawa
Anak-anak muda dari berbagai agama
Di aula bekas Sekolah Raja
Kami memanfaatkan segala sarana
Menggunakan alat peraga yang masih langka
Berkat bantuan negara adikuasa
 
Ada bisokop Rex dan Erie
Malam Minggu hiburan kami
Panorama Baru, Benteng, dan Ngarai
Kota Gadang kami kunjungi
Menutup Hari Raya pemuda pemudi
Seolah-olah dunia ini milik kami
 
Bagaikan petir ditengah hari
Jarum jam tiba-tiba berhendti
Pesawat APRI menembaki Bukittinggi
Sasaran utama adalah RRI
Tanggal yang tak terlupakan dibulan Pebuari
Semuanya pontang panting pada berlari
 
Hanya dengan kain yang lekat dibadan
Aku menuju kampung halaman
Selamat tinggal kota kenangan
Tempat yang tak pernah kulupakan
Tempat bermula merajut harapan
Merencanakan kebahagiaan masa depan
 
Mimpiku buyar untuk selamanya
Gagallah semua yang telah direncana
Keadaan tak kan pernah seperti sediakala
4 tahun aku mengembara 
Menjelajahi hutan pulau Sumatra
Kuperoleh pengalaman tiada tara
 
Kumenyaksikan nyawa yang tak berharga
Banyak yang mati tersia-sia
Kusaksikan juga kekejaman manusia
Pengalaman hidup didalam penjara
Kalau diingat pengalaman lama
Membuat sesak rasanya dada
 
Untuk pertama cukuplah sebegini
Kususun sepuluh jari
Kalau ada yang tak berkenan dihati
Mohon maafkan badan hamba ini
Supaya tak memberatkan diakhirat nanti
Dengan salam aku sudahi
 
Jakarta awal Maret 2010


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat

Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

2011-03-02 Terurut Topik hilman . mahyuddin
Rancak bana ungkapan Rina,Ambo dapek marasokan. Wassalam
Hilman Mahyuddin, MD

-Original Message-
From: "rinapermadi" 
Sender: [email protected]
Date: Thu, 3 Mar 2011 11:37:05 
To: 
Reply-To: [email protected]
Subject: RE: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

It was so so so KEREN

Ditunggu dengan segenap kesabaran yang dipunya
Lanjutan mutiara kisah menyemai waktu
Penuh butiran airmata kenangan purna
Kan kutuai buliran magis-magis haru itu..

Salam hormat hai Sang Pahlawan hati
Usah dikau ragu dengan memorimu
Sakit, manis, pilu, sedan dan lirih hati
Kan menjadi kenangan mulia di hatiku

Hai Sang Pendekar Misterius 
Baktimu mengukir batu-batu sungai purba 
Membenam di aliran hati tegerus arus
Tersurat jelas disisi persada jiwa

Wassalam
Rina



-Original Message-
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of andiko
Sent: Wednesday, March 02, 2011 6:39 PM
To: rantaunet
Subject: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

Sanak Palanta

Atas permintaan penulis yang juga pelaku sejarah, maka satu tulisan
berbentuk sya'ir yang indah iko ambo lapeh ka palanta tampa nama penulis.
Ada alasan tertentu yang menyebabkan beliau belum bersedia mencantumkan nama
beliau sebagai pengarang sya'ir ini. Pesan beliau, yang ini baru pertama dan
bukan yang terakhir. Setiap bait-bait dari kumpulan baris iko berisikan
kenangan hidup yang telah menjadikan beliau tegar dalam kehidupan dan telah
sukses meniti ombak kehidupan.

Ambo berdo'a, si penulis syair di bawah iko, akan terus berproduksi di
sela-sela waktu senggang baliau menikmati hari-hari.

Salam

andiko

_

PRRI - Sepenggal kenangan

Bismilahirrahmanir Rahim diawal kata
Kami bersyukur kepada Allah Yang Maha Esa
Walaupun kami nyawa yang yang tersisa
Masih dapat menceritakan kissah nyata
Selama empat tahun mengembara
Dibawah dentuman mortir dan bazooka
 
Kisah bermula di Bukittinggi
Cita-cita kami demikian tinggi
Jalur pendidikan kami geluti
Ingin memajukan negeri tercinta ini
Menjadi guru kami mengabdi
Mendidik putra putri negeri ini
 
Bukittinggi yang indah kami nikmati
Asrama putra dan asrama putri
Jalan Panorama dan Jalan Nawawi
Panorama-Birugo setiap hari
Pulang pergi berjalan kaki
Pecal Sikai kami nikmati
 
Penuh canda dan ketawa
Anak-anak muda dari berbagai agama
Di aula bekas Sekolah Raja
Kami memanfaatkan segala sarana
Menggunakan alat peraga yang masih langka
Berkat bantuan negara adikuasa
 
Ada bisokop Rex dan Erie
Malam Minggu hiburan kami
Panorama Baru, Benteng, dan Ngarai
Kota Gadang kami kunjungi
Menutup Hari Raya pemuda pemudi
Seolah-olah dunia ini milik kami
 
Bagaikan petir ditengah hari
Jarum jam tiba-tiba berhendti
Pesawat APRI menembaki Bukittinggi
Sasaran utama adalah RRI
Tanggal yang tak terlupakan dibulan Pebuari
Semuanya pontang panting pada berlari
 
Hanya dengan kain yang lekat dibadan
Aku menuju kampung halaman
Selamat tinggal kota kenangan
Tempat yang tak pernah kulupakan
Tempat bermula merajut harapan
Merencanakan kebahagiaan masa depan
 
Mimpiku buyar untuk selamanya
Gagallah semua yang telah direncana
Keadaan tak kan pernah seperti sediakala
4 tahun aku mengembara 
Menjelajahi hutan pulau Sumatra
Kuperoleh pengalaman tiada tara
 
Kumenyaksikan nyawa yang tak berharga
Banyak yang mati tersia-sia
Kusaksikan juga kekejaman manusia
Pengalaman hidup didalam penjara
Kalau diingat pengalaman lama
Membuat sesak rasanya dada
 
Untuk pertama cukuplah sebegini
Kususun sepuluh jari
Kalau ada yang tak berkenan dihati
Mohon maafkan badan hamba ini
Supaya tak memberatkan diakhirat nanti
Dengan salam aku sudahi
 
Jakarta awal Maret 2010


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTU

RE: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

2011-03-02 Terurut Topik rinapermadi
It was so so so KEREN

Ditunggu dengan segenap kesabaran yang dipunya
Lanjutan mutiara kisah menyemai waktu
Penuh butiran airmata kenangan purna
Kan kutuai buliran magis-magis haru itu..

Salam hormat hai Sang Pahlawan hati
Usah dikau ragu dengan memorimu
Sakit, manis, pilu, sedan dan lirih hati
Kan menjadi kenangan mulia di hatiku

Hai Sang Pendekar Misterius 
Baktimu mengukir batu-batu sungai purba 
Membenam di aliran hati tegerus arus
Tersurat jelas disisi persada jiwa

Wassalam
Rina



-Original Message-
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of andiko
Sent: Wednesday, March 02, 2011 6:39 PM
To: rantaunet
Subject: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

Sanak Palanta

Atas permintaan penulis yang juga pelaku sejarah, maka satu tulisan
berbentuk sya'ir yang indah iko ambo lapeh ka palanta tampa nama penulis.
Ada alasan tertentu yang menyebabkan beliau belum bersedia mencantumkan nama
beliau sebagai pengarang sya'ir ini. Pesan beliau, yang ini baru pertama dan
bukan yang terakhir. Setiap bait-bait dari kumpulan baris iko berisikan
kenangan hidup yang telah menjadikan beliau tegar dalam kehidupan dan telah
sukses meniti ombak kehidupan.

Ambo berdo'a, si penulis syair di bawah iko, akan terus berproduksi di
sela-sela waktu senggang baliau menikmati hari-hari.

Salam

andiko

_

PRRI - Sepenggal kenangan

Bismilahirrahmanir Rahim diawal kata
Kami bersyukur kepada Allah Yang Maha Esa
Walaupun kami nyawa yang yang tersisa
Masih dapat menceritakan kissah nyata
Selama empat tahun mengembara
Dibawah dentuman mortir dan bazooka
 
Kisah bermula di Bukittinggi
Cita-cita kami demikian tinggi
Jalur pendidikan kami geluti
Ingin memajukan negeri tercinta ini
Menjadi guru kami mengabdi
Mendidik putra putri negeri ini
 
Bukittinggi yang indah kami nikmati
Asrama putra dan asrama putri
Jalan Panorama dan Jalan Nawawi
Panorama-Birugo setiap hari
Pulang pergi berjalan kaki
Pecal Sikai kami nikmati
 
Penuh canda dan ketawa
Anak-anak muda dari berbagai agama
Di aula bekas Sekolah Raja
Kami memanfaatkan segala sarana
Menggunakan alat peraga yang masih langka
Berkat bantuan negara adikuasa
 
Ada bisokop Rex dan Erie
Malam Minggu hiburan kami
Panorama Baru, Benteng, dan Ngarai
Kota Gadang kami kunjungi
Menutup Hari Raya pemuda pemudi
Seolah-olah dunia ini milik kami
 
Bagaikan petir ditengah hari
Jarum jam tiba-tiba berhendti
Pesawat APRI menembaki Bukittinggi
Sasaran utama adalah RRI
Tanggal yang tak terlupakan dibulan Pebuari
Semuanya pontang panting pada berlari
 
Hanya dengan kain yang lekat dibadan
Aku menuju kampung halaman
Selamat tinggal kota kenangan
Tempat yang tak pernah kulupakan
Tempat bermula merajut harapan
Merencanakan kebahagiaan masa depan
 
Mimpiku buyar untuk selamanya
Gagallah semua yang telah direncana
Keadaan tak kan pernah seperti sediakala
4 tahun aku mengembara 
Menjelajahi hutan pulau Sumatra
Kuperoleh pengalaman tiada tara
 
Kumenyaksikan nyawa yang tak berharga
Banyak yang mati tersia-sia
Kusaksikan juga kekejaman manusia
Pengalaman hidup didalam penjara
Kalau diingat pengalaman lama
Membuat sesak rasanya dada
 
Untuk pertama cukuplah sebegini
Kususun sepuluh jari
Kalau ada yang tak berkenan dihati
Mohon maafkan badan hamba ini
Supaya tak memberatkan diakhirat nanti
Dengan salam aku sudahi
 
Jakarta awal Maret 2010


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

2011-03-02 Terurut Topik sjamsir_sjarif


Oops, sasudah ambo caliak postiang sabanta ko tnayato ado salah ketik:
Santa Cruz, California, March 2, 2022
Mudah-mudahan elok juo pangana tahun 2022 sabaleh tahun nan ka datang
tu. Di bawah ko ambo peloki, manjadi
Santa Cruz, California, March 2, 2011

Jadi ko ka mangutip, pakai nan iko bukan postiang nan sabalunnyo, karano
ambo pagunokan juo untuak mampeloki typos dalam postiang sabalunnyo.

Salam,
--Nyiak Sungui

==
Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan


BUKITTINGGI 1955-58 -- SEPENGGAL KENANGAN

Pical "Si Kai", baitu tulisanno nan dipakai dahulu katu Si Kai masih
gadih mudo. Kini ambo caliak
tulisanno "Pical Sikai" karano nan Si Kai tu lah maningga dan anak cucu
mareka
indak namuah manyabuik Si sajo ka nenek mereka almarhumah. Jadi
basarangkaian sin
Sikai tu sabagai namo nan dipatenkan. Mungkin pical Si Kai tu lah ado
sajak
muloi 1952 mungkin sabalunno sasudah nagari aman salasai agresi ka duo.

Tahun 1955 ambo Guru ST-2 di Lambau samo jo angkatan Guru-guru muda
sebagai new
harvest Pendidikan Guru di Sumatera Barat dari Tigo Penjuru, SGA-Negeri
Padangpanjang, Padang, dan Payakumbuh. Ambo dari Payokumbuah, angkatan
kami
tammat 1955, 71 urang tersebar di Sumatera Barat, dan ado nan pai ka
Indonesia
Bagian Timur atas permintaan. Alumni kami dari SGA-Negeri Payakumbuh,
tamasuak
kolompok ketat nan sering bakorespondensi sajak kami maniggakan
Payoumbuah,
1955, lah 6 dekade samoai kini. Kehendah Allah dipatuhi, 38% alah
mandahului
kami, sadang nan tingga lah agak gaek-gaek pulo.

Para Guru New Harvest 1950an ko marupokan tenaga Penggerak Pendidikan di
Sumatera Barat nan menyumbangkan hasil pendidikan angkatan baru di
dekade-dekade
sesudahnyo. Istimewa di Payakumbuh, karano banyak anak-anak SMP
Payakumbuah jo
Dangung-dangung dan Muallimin bagai, ditampuang di SGA, setammat SGA
mereka
mengisi SMP-SMP-SGB baru di Payokumbuah dan sekitarnyo: Paayokumbuah,
Aia Tabik,
Gadut Pakan Robaa, Dangung-dangung, Kototinggi. Para intellektual dari
Limopuluah nan tersebar di Indonesia kini dalam puncak masa jayanya,
atau lah
hampia-hampia pansiun pulo adolah sebagian besar Anak Didik Guru-guru
New
Harvest ko.

Di Bukittinggi, kami dari angkatan tammatan 1955 baik dari
Padangpanjang,
Padang, Payakumbuah merupakan kelompok baru membangun persahabatan.
Pical Si Kai
di Panorama, tampek kami baragan basuo, dan bapomle; satidak-tidaknyo
ado duo
pasang nan akahirnyo jadi suami isteri yang bahagia.

Gedung Rex pun manjadi tampek hiburan kami mudo-mudo. Kalau ambo ka Rex,
walaupun urang basasak basilingkik mambali kuricih, kadang-kadang lantak
balantak, ambo salalu mandapek tampek nan rancak. Murik-murik ambo dari
ST-2
(nan terkenal bagak-bagak) banyak nan mancatut kuricih di
pangguang-pangguang,
terutama di Rex tu. Sekali gus merekapun marupokan body guards tidak
resmi. Ambo
sabana aman manonton filem di sinan.

Gedung Sovia lah dipakai sajak tahun 1955-58 tu. Ambo tingga di Jalan
Kayu
Ramang, babarapo langkah dari Sovia tu, dakek Pengadilahn dan Gedung B-I
Sejarah
Bukittinggi di samping Istana Bung Hatta. Ambo tingga sabalah rumah dari
Mak
Uniang, pemilik Sovia tu. Juo sabalah dari Family Foto Studio, dengan
Oom Yunus
pemiliknyo, dakek jo ambo. Praktis tampek tu di ambo, karano sebagai
guru ST-2
di Lambau, ambo mahasiswa B-I Sejarah di Bukittinggi. Sadangkan
kawan-kawan Guru
seangkatan manjadi Mahasiswa B-I Bahaso Inggiris nan wakaut itu masih
disabuik
STC.

Kadai "Martabak Si Kaka" di Kampuang Cino adolah tampek kami mancirupuih
kalau
di Pasa. Katu pulang patang (awal 2011)ko ambo masih talok mancirupuih
ka
"Martabak Kaka" tu (indak pulo pakai Si lai, tapi Kaka sajo. Ambo
kecekan ka
rang mudo nan mamasak tu, ambo kenal jo kakeknyo, inyo tacongak. Ambo
katokan
settingnyo saroman saisuak juo. Tapi inyo mangaku, mungkin rasonyo
balain Pak,
karano tagantuang ka tukang masaknyo. Kakek ambo sabana santiang mambuek
Martabak ko sahinggo martabak ko dikenlal Urang sabagai "Martabak Si
Kaka".

Salam,
-- Nyiak Sunguik
Sjamsir Sjarif
Santa Cruz, California, March 2, 2011

--- In [email protected] <mailto:[email protected]> ,
Muhammad Dafiq Saib 
wrote:
>
> Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu
>
> Rancak
>
> Namo panggung tu Rex jo Irian di tahun 60an. Rex kudian baganti namo
jadi Eri
> (jadi Rex jo Eri itu-itu juo). Ambo indak tahu apokoh Irian tu namo
baru
katiko
> itu. Kudian bana, alah agak lamo baganti namo jadi Gloria. Tahun 60an
tu
> batambah pangguang ciek lai. Namono Sovia.
>
>
> Dan taun 58an ambo raso alun ado pical si Kai. Atau ambo salah??
>
>
> Wassalamu'alaikum,
>
> Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam
> Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi
> Lahir : Zulqaidah 1370H,
> Jatibening - Bekasi
>
> 
> From: andiko 
> To: rantaunet mailto:[email protected]> >

Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

2011-03-02 Terurut Topik sjamsir_sjarif
BUKITTINGGI 1955-58 -- SEPENGGAL KENANGAN

Pical "Si Kai", baitulisan dahulu katu Si Kai masih gadih mudo. Kini ambo 
caliak tulisanno "Pical Sikai" karano nan Si Kai tu lah maningga dan anak cucu 
mareka indak namuah manyabui Si sajo ka nenek mereka almarhumah. Jadi 
basarangkaian sin Sikai tu sabagai namo nan dipatenkan. Mungkin pical Si Kai tu 
lah ado sajak muloi 1952 mungkin sabalunno sasudah nagari aman salasai agresi 
ka duo. 

Tahun 1955 ambo Guru ST-2 di Lambau samo jo angkatan Guru-guru muda sebagai new 
harvest Pendidikan Guru di Sumatera Barat dari Tigo Penjuru, SGA-Negeri 
Padangpanjang, Padang, dan Payakumbuh. Ambo dari Payokumbuah, angkatan kami 
tammat 1955, 71 urang tersebar di Sumatera Barat, dan ado nan pai ka Indonesia 
Bagian Timur atas permintaan. Alumni kami dari SGA-Negeri Payakumbuh, tamasuak 
kolompok ketat nan sering bakorespondensi sajak kami maniggakan Payoumbuah, 
1955, lah 6 dekade samoai kini. Kehendah Allah dipatuhi, 38% alah mandahului 
kami, sadang nan tingga lah agak gaek-gaek pulo.

Para Guru New Harvest 1950an ko marupokan tenaga Penggerak Pendidikan di 
Sumatera Barat nan menyumbangkan hasil pendidikan angkatan baru di 
dekade-dekade sesudahnyo. Istimewa di Payakumbuh, karano banyak anak-anak SMP 
Payakumbuah jo Dangung-dangung dan Muallimin bagai, ditampuang di SGA,  
setammat SGA  mereka mengisi SMP-SMP-SGB baru di Payokumbuah dan sekitarnyo: 
Paayokumbuah, Aia Tabik, Gadut Pakan Robaa, Dangung-dangung, Kototinggi. Para 
intellektual dari Limopuluah nan tersebar di Indonesia kini dalam puncak masa 
jayanya, atau lah hampia-hampia pansiun pulo adolah sebagian besar anak didik 
Guru-guru New Harvest ko.

Di Bukittinggi, kami dari angkatan tammatan 1955 baik dari Padangpanjang, 
Padang, Payakumbuah merupakan kelompok baru membangun persahabatan. Pical Si 
Kai di Panorama, tampek kami baragan basuo, dan bapomle; satidak-tidaknyo ado 
duo pasang nan akahirnyo jadi suami isteri yang bahagia. 

Gedung Rex pun manjadi tampek hiburan kami mudo-mudo. Kalau ambo ka Rex, 
walaupun urang basasak basilingkik mambali kuricih, kadang-kadang lantak 
balantak, ambo salalu mandapek tampek nan rancak. Murik-murik ambo dari ST-2 
(nan terkenal bagak-bagak) banyak nan mancatut kuricih di pangguang-pangguang, 
terutama di Rex tu. Sekali gus merekapun marupokan body guards tidak resmi. 
Ambo sabana aman manonton filem di sinan.

Gedung Sovia lah dipakai sajak tahun 1955-58 tu. Ambo tingga di Jalan Kayu 
Ramang, babarapo langkah dari Sovia tu, dakek Pengadilahn dan Gedung B-I 
Sejarah Bukittinggi di samping Istana Bung Hatta. Ambo tingga sabalah rumah 
dari Mak Uniang, pemilik Sovia tu. Juo sabalah dari Family Foto Studio, dengan 
Oom Yunus pemiliknyo, dakek jo ambo. Praktis tamoek tu di ambo, karano sebagai 
guru ST-2 di Lambau, ambo mahasiswa B-I Sejarah di Bukittinggi. Sadangkan 
kawan-kawan Guru seangkatan manjadi Mahasiswa B-I Bahaso Inggiris nan wakaut 
itu masih disabuik STC.

Kadai "Martabak Si Kaka" di Kampuang Cino adolah tampek kami mancirupuih kalau 
di Pasa. Katu pulang patang (awal 2011)ko ambo masih talok mancirupuih ka 
"Martabak Kaka" tu (indak pulo pakai Si lai, tapi Kaka sajo. Ambo kecekan ka 
rang mudo nan mamasak tu, ambo kenal jo kakeknyo, inyo tacongak. Ambo katokan 
settingnyo saroman saisuak juo. Tapi inyo mangaku, mungkin rasonyo balain Pak, 
karano tagantuang ka tukang masaknyo. Kakek ambo sabana santiang mambuek 
Martabak ko sahinggo martabak ko dikenlal Urang sabagai "Martabak Si Kaka". 

Salam,
-- Nyiak Sunguik
Sjamsir Sjarif
Santa Cruz, California, March 2, 2022

--- In [email protected], Muhammad Dafiq Saib  
wrote:
>
> Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu
> 
> Rancak
> 
> Namo panggung tu Rex jo Irian di tahun 60an. Rex kudian baganti namo jadi Eri 
> (jadi Rex jo Eri itu-itu juo). Ambo indak tahu apokoh Irian tu namo baru 
> katiko 
> itu. Kudian bana, alah agak lamo baganti namo jadi Gloria. Tahun 60an tu 
> batambah pangguang ciek lai. Namono Sovia. 
> 
> 
> Dan taun 58an ambo raso alun ado pical si Kai. Atau ambo salah??
> 
>  
> Wassalamu'alaikum,
> 
> Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam
> Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi
> Lahir : Zulqaidah 1370H, 
> Jatibening - Bekasi
> 
> 
> From: andiko 
> To: rantaunet 
> Sent: Wed, March 2, 2011 6:38:57 PM
> Subject: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan
> 
> Sanak Palanta
> 
> Atas permintaan penulis yang juga pelaku sejarah, maka satu tulisan berbentuk 
> sya'ir yang indah iko ambo lapeh ka palanta tampa nama penulis. Ada alasan 
> tertentu yang menyebabkan beliau belum bersedia mencantumkan nama beliau 
> sebagai 
> pengarang sya'ir ini. Pesan beliau, yang ini baru pertama dan bukan yang 
> terakhir. Setiap bait-bait dari kumpulan baris iko berisikan kenangan hidup 
> yang 
> telah menjadikan beliau tegar dalam kehidupan dan telah sukses meniti ombak 
> kehidupan.
> 
> Ambo berdo'a, si penulis syair di bawah iko

Re: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

2011-03-02 Terurut Topik Muhammad Dafiq Saib
Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu

Rancak

Namo panggung tu Rex jo Irian di tahun 60an. Rex kudian baganti namo jadi Eri 
(jadi Rex jo Eri itu-itu juo). Ambo indak tahu apokoh Irian tu namo baru katiko 
itu. Kudian bana, alah agak lamo baganti namo jadi Gloria. Tahun 60an tu 
batambah pangguang ciek lai. Namono Sovia. 


Dan taun 58an ambo raso alun ado pical si Kai. Atau ambo salah??

 
Wassalamu'alaikum,

Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam
Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi
Lahir : Zulqaidah 1370H, 
Jatibening - Bekasi





From: andiko 
To: rantaunet 
Sent: Wed, March 2, 2011 6:38:57 PM
Subject: [R@ntau-Net] PRRI - Sepenggal kenangan

Sanak Palanta

Atas permintaan penulis yang juga pelaku sejarah, maka satu tulisan berbentuk 
sya'ir yang indah iko ambo lapeh ka palanta tampa nama penulis. Ada alasan 
tertentu yang menyebabkan beliau belum bersedia mencantumkan nama beliau 
sebagai 
pengarang sya'ir ini. Pesan beliau, yang ini baru pertama dan bukan yang 
terakhir. Setiap bait-bait dari kumpulan baris iko berisikan kenangan hidup 
yang 
telah menjadikan beliau tegar dalam kehidupan dan telah sukses meniti ombak 
kehidupan.

Ambo berdo'a, si penulis syair di bawah iko, akan terus berproduksi di 
sela-sela 
waktu senggang baliau menikmati hari-hari.

Salam

andiko

_

PRRI - Sepenggal kenangan

Bismilahirrahmanir Rahim diawal kata
Kami bersyukur kepada Allah Yang Maha Esa
Walaupun kami nyawa yang yang tersisa
Masih dapat menceritakan kissah nyata
Selama empat tahun mengembara
Dibawah dentuman mortir dan bazooka


  

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/