Re: [R@ntau-Net] Telaah - COP-21 Paris: Hentikan Penjajahan Politik Lingkungan Indonesia oleh Bung RA

2015-12-05 Terurut Topik Hanifah Damanhuri
Assalammualaikum Wr Wb Bapak Maturidi Yml

Pertanyaan Bapak sudah hanifah teruskan, tetapi sampai detik ini belum
ada tanggapan dari Bung RA. Pertama mungkin krn sangar sibuk. kedua
mungkin krn bukan keahliannya. Dia orang rimba yg akrab dg pohon
takok uwok maaf ya pak. Mungkin belum pernah difikirkannya uni
juga takok uwok...

Salam

Hanifah

Pada tanggal 04/12/15, Maturidi Donsan  menulis:
> Tk kepada RA atas paparannya menyangkut lingkungan.
>
> Ada pertanyaan saya, mungkin lebih tepat kepada RA
>
> Menyangkut satwa yang dilidungi seperti gajah, harimau dan lainnya.
>
> 1. Apakah bisa gajah , harimau dll itu dilokalisasi seperti di Afrika
>
> 2. Apakah sudah ada rumusan dari RA yang diajukan ke Pemerintah mengenai
> lokalisasi satwa diatas
>
> 3. Apakah Pemerintah menyokong  lokalisasi satwa ini.
>
> Tk sebelumnya.
>
>
> Maturidi
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
> email ke [email protected].
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


Re: [R@ntau-Net] Telaah - COP-21 Paris: Hentikan Penjajahan Politik Lingkungan Indonesia oleh Bung RA

2015-12-03 Terurut Topik Maturidi Donsan
Tk kepada RA atas paparannya menyangkut lingkungan.

Ada pertanyaan saya, mungkin lebih tepat kepada RA

Menyangkut satwa yang dilidungi seperti gajah, harimau dan lainnya.

1. Apakah bisa gajah , harimau dll itu dilokalisasi seperti di Afrika

2. Apakah sudah ada rumusan dari RA yang diajukan ke Pemerintah mengenai
lokalisasi satwa diatas

3. Apakah Pemerintah menyokong  lokalisasi satwa ini.

Tk sebelumnya.


Maturidi

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


Re: [R@ntau-Net] Telaah - COP-21 Paris: Hentikan Penjajahan Politik Lingkungan Indonesia oleh Bung RA

2015-12-02 Terurut Topik Hanifah Damanhuri
Bapak Maturidi Yml

Ini jawaban panjang Bung RA, hanifah salin biar nyambung disini

On Wednesday, December 2, 2015 9:55 PM, "[email protected]" <
[email protected]> wrote:


Trims Ni...atas info tanggapannya...Perspektif beliau adalah syah-syah
saja...namun brgkali akan jadi baik JIKA beliau berkenan utk memandang
masalah secara lebih jernih dgn data yg lengkap.


1. Tak ada gading yang tak retak.

2. Plz lihat tulisan2 lain,..semua kekeliruan para pihak sdh digambarkan.

3. Kata kunci ada pemikiran ada pada 5 platform yg sebaiknmya disepakati
utk mengatasi semua masalah, yaitu:

a. Opsi tindakan yg akan dipilih HARUS seefisien dan seefektif mungkin.
b. Tidak boleh menimbulkan masalah baru.
c. Tidak boleh menimbulkan peluang terjadinya kesalahan baru.
d. Tidak boleh semakin merusak lingkungan.
e. Tidak boleh membebani para pihak secara berlebihan.

4. Gue ada tgolong GENERASI I yang dilahirkan sebagai sarjana mengenai
lingkungan di negeri ini...dan sdh 28 tahun malang melintang menjalani
nya...insya ALLAH tidak akan mengkhianati integritas akademis dan moral dlm
hal itu.

Gue menjadi saksi (dan alhamdulillah sgt paham) ttg berbagai isu dan teori
yg disuarakan oleh pejuang lingkungan itu...gue bukan menolak...TAPI... gue
punya banyak bukti untuk mengatakan bhw kita semua PERLU untuk mengevaluasi
pola perjuangan...dan memperbaiki strategi perjuangan. Sejak thn 80 s/d
sekarang boleh dikatakan TIDAK ADA satupun program2 mereka yg berhasil scr
signifikan dan berkelanjutan.


Gue tidak memusuhi mereka ...krn sebagian besar mereka adalah kawan2
seangkatan dan murid2 gue...NAMUN gue sangat serius utk "menarik" mereka
keluar dari pola2 lama yg merugikan kita semua dan juga gak ada bukti
keberhasilannya selama ini.

5. Terlalu panjang utk gue urai ulang...sejak UNFCC di Bali gue sudah
ingatkan semua pihak...Saat itu hanya gue sendiri yg berteriak berbeda dgn
yg lain (bisa di lihat di Google)...dan semua yg gue sebut bbrp tahun lalu
adalah terjadi. Begitu juga skrg...semua masih aja masih mau ulangi
kekeliruan masa lalu. ITU YSNG GUE GAK MAU.

Pemerintah gak akan snaggup lakukan reboisasi...gak ada bukti keberhjasilan
hasil reboisasi oleh pemerintah s/d skrg. Gitu juga dgn bukti keberhasilan
LSM.
Jangan sampai duit habis lagi dikorupsu secara berjamaah.

Atas hal itu semua,...maka perlu nfikir lebih taktis. Agar mrk mau
bfikir...maka langkah mrk skrg ibarattnya harus "dihadang" dulushg mrk
jd mikir lebih panjang dan taktis.


Salam,
r.a
Powered by Telkomsel BlackBerry®


Pada 2 Desember 2015 10.21, Maturidi Donsan  menulis:

> Sato sangenek menanggapi RA
>
> RA nampaknya gigih  membela pengusaha hutan seakan tak ada kekurangan pada
> mereka.
>
> Pengusaha hutan ini ada juga tamaknya, dengan berbagai cara mereka
> menguasai lahan yang luas. Akibat ketamakan ini, tak ada lagi hunian yang
> cukup untuk satwa konservasi.
>
> Gajah, harimau dll satwa yang dikonservasi,  sekarang jadi GEPENG di
> Rimbaraya IIndonesia yang luas dan  subur ini.
>
> Satwa ini rebutan makan dengan manusia dengan pilihan, hidup atau mati,
> kebanyakan satwa yang kalah/mati
>
> Ini juga memang kekurangan dari pemerintah melindungi satwa -satwa diatas
>
> Kembali ke COP-21 Paris
>
>
> Kita sudah ditakut-takuti, kalau tak mau memelihara hutan, akibat
> pemanasan global/rumah kaca  dan segala macam, akan berakibat pulau-pulau
> kecil diantara 17 000 pulau Indonesia akan masuk laut.
>
> Eropah -Ameriak seakan bebas dari tenggelam, mereka bebas bikin polusi,
> Indonesia dilarang bikin polusi, nan kalamak diinyo se.
>
> Dengan menerima gambaran ancaman akan tenggelam itu, apakah Indonesia akan
> mudah ditekan ? Kita lihat saja sepulangnya dari Paris.
>
> . Maturidi
>
> Pada 1 Desember 2015 19.01, Hanifah Damanhuri  menulis:
>
>> Assalammualaikum Wr Wb Dunsanak sa Palanta Yml
>>
>> Bagi yang suka membaca tulisan Bung Ra
>> Silahkan tuncik URL berikut ini
>>
>>
>> http://antarabogor.com/berita/17369/telaah--cop-21-paris-hentikan-penjajahan-politik-lingkungan-indonesia
>>
>> Selamat membaca
>>
>> Salam
>>
>> Hanifah Damanhuri
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/Ra

Re: [R@ntau-Net] Telaah - COP-21 Paris: Hentikan Penjajahan Politik Lingkungan Indonesia oleh Bung RA

2015-12-02 Terurut Topik Hanifah Damanhuri
Assalammualaikum Wr Wb Bapak Maturidi Yml

Jawaban Bung RA via SMS ..krn td rada macetlewat email.

Kita memperhatikan lingkungan adalah BENAR... tapi strategi dan politik
lingkungan kita selama 20 tahun terakhir adalah SALAH dan MERUGIKAN Bangsa.

Ini ada tulisan barunya tentang Pariwisata

http://bogor.antaranews.com/berita/17432/badan-otoritas-pariwisata-menuju-pariwisata-hebat?utm_source=topnews&utm_medium=home&utm_campaign=news

Salam

Hanifah



Pada 2 Desember 2015 10.21, Maturidi Donsan  menulis:

> Sato sangenek menanggapi RA
>
> RA nampaknya gigih  membela pengusaha hutan seakan tak ada kekurangan pada
> mereka.
>
> Pengusaha hutan ini ada juga tamaknya, dengan berbagai cara mereka
> menguasai lahan yang luas. Akibat ketamakan ini, tak ada lagi hunian yang
> cukup untuk satwa konservasi.
>
> Gajah, harimau dll satwa yang dikonservasi,  sekarang jadi GEPENG di
> Rimbaraya IIndonesia yang luas dan  subur ini.
>
> Satwa ini rebutan makan dengan manusia dengan pilihan, hidup atau mati,
> kebanyakan satwa yang kalah/mati
>
> Ini juga memang kekurangan dari pemerintah melindungi satwa -satwa diatas
>
> Kembali ke COP-21 Paris
>
>
> Kita sudah ditakut-takuti, kalau tak mau memelihara hutan, akibat
> pemanasan global/rumah kaca  dan segala macam, akan berakibat pulau-pulau
> kecil diantara 17 000 pulau Indonesia akan masuk laut.
>
> Eropah -Ameriak seakan bebas dari tenggelam, mereka bebas bikin polusi,
> Indonesia dilarang bikin polusi, nan kalamak diinyo se.
>
> Dengan menerima gambaran ancaman akan tenggelam itu, apakah Indonesia akan
> mudah ditekan ? Kita lihat saja sepulangnya dari Paris.
>
> . Maturidi
>
> Pada 1 Desember 2015 19.01, Hanifah Damanhuri  menulis:
>
>> Assalammualaikum Wr Wb Dunsanak sa Palanta Yml
>>
>> Bagi yang suka membaca tulisan Bung Ra
>> Silahkan tuncik URL berikut ini
>>
>>
>> http://antarabogor.com/berita/17369/telaah--cop-21-paris-hentikan-penjajahan-politik-lingkungan-indonesia
>>
>> Selamat membaca
>>
>> Salam
>>
>> Hanifah Damanhuri
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur

Re: [R@ntau-Net] Telaah - COP-21 Paris: Hentikan Penjajahan Politik Lingkungan Indonesia oleh Bung RA

2015-12-01 Terurut Topik Maturidi Donsan
Sato sangenek menanggapi RA

RA nampaknya gigih  membela pengusaha hutan seakan tak ada kekurangan pada
mereka.

Pengusaha hutan ini ada juga tamaknya, dengan berbagai cara mereka
menguasai lahan yang luas. Akibat ketamakan ini, tak ada lagi hunian yang
cukup untuk satwa konservasi.

Gajah, harimau dll satwa yang dikonservasi,  sekarang jadi GEPENG di
Rimbaraya IIndonesia yang luas dan  subur ini.

Satwa ini rebutan makan dengan manusia dengan pilihan, hidup atau mati,
kebanyakan satwa yang kalah/mati

Ini juga memang kekurangan dari pemerintah melindungi satwa -satwa diatas

Kembali ke COP-21 Paris


Kita sudah ditakut-takuti, kalau tak mau memelihara hutan, akibat pemanasan
global/rumah kaca  dan segala macam, akan berakibat pulau-pulau kecil
diantara 17 000 pulau Indonesia akan masuk laut.

Eropah -Ameriak seakan bebas dari tenggelam, mereka bebas bikin polusi,
Indonesia dilarang bikin polusi, nan kalamak diinyo se.

Dengan menerima gambaran ancaman akan tenggelam itu, apakah Indonesia akan
mudah ditekan ? Kita lihat saja sepulangnya dari Paris.

. Maturidi

Pada 1 Desember 2015 19.01, Hanifah Damanhuri  menulis:

> Assalammualaikum Wr Wb Dunsanak sa Palanta Yml
>
> Bagi yang suka membaca tulisan Bung Ra
> Silahkan tuncik URL berikut ini
>
>
> http://antarabogor.com/berita/17369/telaah--cop-21-paris-hentikan-penjajahan-politik-lingkungan-indonesia
>
> Selamat membaca
>
> Salam
>
> Hanifah Damanhuri
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.