Indahnya Sakit

By: agussyafii

Malam seolah berlalu bersama tenggelamnya matahari. Angin berhembus terasa 
dingin sekali. Malam itu anak-anak Amalia terilhat sibuk membuat 'MADING.'  
(Majalah Dinding). Wajah mereka terlihat gembira. Kegembiraan diwajah mereka 
terdengar suara riuh bertanda hadirnya kebahagaiaan. Lantunan shalawat nabi 
oleh Eko terdengar sahdu.

Malam itu di Rumah Amalia kedatangan seorang tamu. Beliau seorang Wirausaha 
yang sukses.  Beliau sangat peduli dengan kesejahteraan karyawannya, semua 
karyawan mengorhormatinya namun disisi lain dirinya adalah orang yang jauh dari 
Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sampai datanglah 'sentilan' Allah untuknya. 
Tiba-tiba tubuhnya limbung dan jatuh sakit. Harta yang dimilikinya menjadi 
tidak berarti dokter sudah angkat tangan, pertanda menyerah. Sebuah keajaiban 
itu hadir justru dengan doa dan ibadah, dirinya menjadi sembuh.

Setelah hampir lima bulan sakit, kemudian berobat ke Singapura bahkan ke 
Australia sakitnya para dokter tidak bisa berbuat apa-apa. Tubuhnya terasa 
lemas dan tidak berdaya. Pernah sampai pada suatu malam salahsatu putranya 
mengatakan karena ayah jauh dari Allah sakitnya jadi tambah parah. Ucapan itu 
membuat hatinya bagai 'tersentil' dan merenungkan, barangkali apa yang 
diucapkan putranya memang benar. Sampai kemudian beliau memutuskan untuk 
menjalankan sholat lima waktu dengan tertib ditengah sakitnya.

Malam hari disaat menunaikan sholat tahajud, beliau menangis tersedu-sedu ingat 
akan dosa-dosa yang telah lalu sangat jauh dari Allah. Kehidupannya semakin 
sukses justru membuat dirinya lupa akan bersyukur atas Karunia Allah Subhanahu 
Wa Ta'ala. Air mata itu bagaikan merobek-robek hatinya yang mengalirkan semua 
dosa-dosanya dimasa lalu. Tak kuasa menahan semua derita dari akibat kesalahan 
yang pernah beliau lakukan.

Setiap menjalankan sholat lima waktu dan sholat tahajud tanpa terasa sudah 
sampai beberapa bulan. Keajaiban itu hadir tanpa disadarinya, tubuhnya mulai 
bisa digerakkan, tangan bisa diangkat untuk bertakbir. Tubuhnya untuk sujud 
sudah tidak lagi merasa sakit lagi. Dokter yang mengobatinya mengira sakitnya 
sudah tidak bisa disembuhkan. Anak-anak dan istrinya bahkan sampai syukuran di 
Rumah Amalia atas kesembuhan beliau.

Malam itu beliau mengatakan kepada saya, 'Sakit itu indah. karena sakit berasal 
dari Allah dan sembuh juga berasal dari Allah dan saya ikhlas menerima sakit 
karena selama ini jauh dariNya, satu-satu harapan kesembuhan, saya memohon 
kepada Allah.' Tutur beliau malam itu. Air matanya mengalir dengan penuh haru. 
Bersyukur kepada Allah atas kesembuhannya. Itulah Indahnya sakit bagi beliau. 
Subhanallah.

----
'Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia 
akan memberikan kepadamu pedoman dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu 
dan mengampuni dosa-dosamu (QS. al-Anfal : 29).

Wassalam,
agussyafii
---- 
Yuk, hadir di Kegiatan 'Amalia Cinta al-Quran (ACQ).' Hari Ahad, Tanggal 20 
Juni 2010 Di Rumah Amalia, Jl. Subagyo IV blok ii, No.23 Komplek Peruri, 
Ciledug. Silahkan kirimkan dukungan dan partisipasi anda di 
http://www.facebook.com/agussyafii3, atau http://agussyafii.blogspot.com/, 
http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12 431.


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke