http://www.mediaindonesia.com/read/2010/06/25/151462/123/101/Disiksa-Majikan-TKI-Buta-Sebelah


Disiksa Majikan, TKI Buta Sebelah 
Jumat, 25 Juni 2010 14:36 WIB      

 
ANTARA/M.Ali Khumaini/wt

KARAWANG--MI: Seorang tenaga kerja Indonesia asal Desa Cikalongsari, Kecamatan 
Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, penglihatan sebelah kanannya kabur 
atau buta akibat disiksa majikannya di Jeddah, Arab Saudi. 

TKI bernama Royah binti Usen, 38, itu mengaku penglihatannya kabur setelah 
disiksa majikannya, Ny Marwah dan Rebab, selama lebih dari satu tahun. 

"Mata saya buta sebelah karena penyiksaan majikan. Awalnya, keluar darah dari 
mata sebelah kanan saya saat dipukul majikan. Tetapi, lama kelamaan saya tidak 
bisa melihat. Sampai sekarang, saya menderita buta sebelah," kata Royah, di 
Karawang, Jumat (25/6). 

Ia mengaku selama bekerja sebagai penata laksana rumah tangga di Jeddah, hampir 
setiap hari mendapat penyiksaan dari majikan. Jenis siksaan yang dialami 
diantaranya dipukuli, disiram air mendidih, mata sebelah kanan ditusuk dengan 
jari, dan disetrika. 

Alasan majikan melakukan penyiksaan, katanya, cukup sederhana, yakni karena 
pekerjaan rumah yang dilakukannya dinilai kurang bagus dan rapi. 

Akibat penyiksaan yang dialaminya itu, Royah mengaku hampir di sekujur tubuhnya 
terasa sakit, terdapat bekas luka, dan penglihatannya kabur. 

"Saya baru diberi gaji dua bulan, padahal saya sudah lebih dari dua tahun 
bekerja di rumah majikan di Jeddah," kata Royah. 

Dikatakannya, selama lebih dari dua tahun bekerja di Jeddah, pada Juni 2010 ia 
dipulangkan majikannya. 

Royah yang berangkat ke Jeddah sebagai TKW melalui perusahaan jasa tenaga kerja 
Indonesia (PJTKI) PT Bukit Mayak Asri, pada 29 Maret 2008 sampai ke rumahnya 
pada 19 Juni 2010, dengan kondisi badan yang cukup memprihatinkan ditandai 
dengan banyaknya bekas luka di sekujur tubuhnya. 

Rencananya, dia akan dibawa ke Rumah Sakit Polri, Jakarta, untuk dicek pada 
Jumat ini. Royah akan berangkat ke Rumah Sakit Polri, Jakarta, didampingi 
sejumlah anggota Serikat Buruh Migran Karawang

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke