Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh

Semoga Netters Syiar al-Sofwa senantiasa dalam lindungan Allah Ta'ala



Ketiada musyrikan dalam Ziarah Kubur



Menziarahi kubur orang Islam itu disyari'atkan bahkan disunnahkan. Karena 

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menziarahi kuburan di Baqi' (kuburan kaum 

muslimin di Madinah), dan demikian pula kuburan para syuhada' perang Uhud. 

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata, "Semoga keselamatan (dilimpakan) 

atas kalian wahai penghuni kubur dari orang-orang Mukmin dan Muslim, 

sedangkan kami insya Allah akan menyusul kalian, kami mohon keselamatan 

kepada Allah untuk kami dan kalian." (HR. Muslim).



Pada mulanya dulu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang ziarah kubur, 

kemudian beliau membolehkannya dengan sabdanya, "Dahulu saya melarang kalian 

ziarah kubur, maka (kini) berziarahlah kalian padanya, karena sesungguhnya 

ia mengingatkan kematian." (HR. Muslim, at-Tirmidzi, at-Thayalisi, Ibnu 

Hibban, al-Hakim, Abu Daud, dan Ahmad).



Dan dalam riwayat yang lain, "...maka (kini) ziarahlah kalian padanya karena 

sesungguhnya (ziarah kubur) itu menzuhudkan (menjauhkan diri dari kecintaan) 

terhadap dunia dan mengingatkan akhirat." (HR Ibnu Majah).



Dua perbuatan dalam ziarah kubur yang bermanfaat dalam Hadits Shahih :

( 1 )  Apabila kalian melewati kuburan bacalah :

Assalaamu'alaikum yaa akhli kubur ..

Laa ilaaha Illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu, 
yuhyi yumiitu wahuwa hayyuun laa yamuutu
Biyadihill khairu wahuwa 'alaa kulli syai'in qadiir ..

Niscaya Allah SWT. akan menerangi seluruh kubur ( membuat penghuni kubur 
gembira terang benderang nan sejuk ) ..dan mengampuni kita - ditambah Allah 
SWT. tulis bagi kita sejuta kebaikan, diangkat dengan sejuta derajat dan 
dihapus bagi kita sejuta keburukan yang kita pernah lakukan ...

HR. Imam Nawawi RA.

( 2 ) Apabila kita menziarahi kubur seseorang Mukmin maka potonglah sedahan 
cabang tumbuhan apa saja yang tumbuh disekitarnya, tajamkan tangkainya ( 
gunakan cutter misalnya ) tancapkan pada makam itu. Niscaya orang dalam kubur 
akan mendapat kesejukan apalagi ketika disiksa .. kesejukan itu tidak berakhir 
kecuali sampai air dahan itu kering ...

Maka sering2lah ziarahi kubur ..maksimal setiap minggu khusunya keluarga dekat 
apalagi orang tua kita ... misalnya setiap hari jum'at ...


Pembagian Ziarah Kubur :



Ziarah kubur itu ada dua macam: Syar'iyah (disyari'atkan) dan syirkiyah 

(termasuk kemusyrikan).



1. Ziarah kubur yang Syar-'iyah



Ziarah kubur yang disyari'atkan dalam Islam adalah berziarah ke kubur 

Muslimin, dan mengucapkan salam atas mereka, mendo'akan untuk mereka agar 

diberi ampunan oleh Allah Subhanahu waTa'ala, sebagaimana terdapat dalam 

hadits-hadits. Dan hendaklah peziarah mengambil pelajaran (i'tibar) dengan 

keadaan mereka dahulunya bahwa mereka dulu begini dan begitu, mereka adalah 

nabi-nabi, wali-wali, orang-orang shalih, raja-raja, umara' (pemimpin 

pemerintahan) dan orang-orang kaya. Mereka telah mati, telah dipendam, telah 

menjadi tanah, dan mereka telah menjumpai apa yang telah mereka perbuat baik 

berupa kebaikan atau keburukan.



Jadi, ziarah kubur itu tidak untuk menebalkan sikap meterialistis yang 

mementingkan kehidupan dunia ini. Karena kehidupan di dunia ini adalah 

tipuan dan tidak kekal, sedangkan kita semua akan mati dan akan dikubur. 

Maka sebaiknya kita tidak tertipu oleh gebyar dan kesenangan dunia. Inilah 

hakikat ziarah kubur yang syar'i.

BANYAK ALIRAN YANG SALAH KAPRAH MENAFSIRKAN HADITS INI : SEHINGGA KATANYA DOA 
YANG BUKAN ANAK YANG MATI TIDAK BISA DILAKUKAN ...

" Tidak ada kebaikan bagi seseorang yang sudah mati kecuali tiga hal : Amal 
Jariyah, Ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakannya ..."

Karena ketiga hal tersebut maknanya " mutlak", artinya " pasti Allah terima 
amalan itu ".
Terutama " anak shaleh yang mendo'akannya " ..


Karena jaminan " doa anak shaleh, amal jariyah, ilmu yang manfaat " itu akan 
senantiasa mengalir terus sampai hari kiamat ...

Nah kalau anak tidak shaleh, berarti doanya ditolak.

Karena makna shaleh disini sangat tinggi - amal shaleh adalah : amalan yang 
memenuhi Hak Allah SWT. dan Hak Manusia ...

Orang2 yang beramal shaleh berarti dia sudah memenuhi Hak Allah SWT. dan Hak 
Manusia ..

Sedangkan dizaman ini, sulit sekali menjadi anak shaleh ...banyak godaan2 
duniawi dan hawa nafsu, apalagi Syaithan yang semakin banyak ( karena tidak 
mati2 dan berkembang biak terus semua sampai kiamat ) ...

Karena itu, siapa saja yang Mukmin boleh mendo'akan orang2 yang dikubur 
sebagaimana Al Qur'an menyebut2nya .. 

Tetapi belum tentu doanya dikabulkan ... tapi kalau anak shaleh, do'anya pasti 
dikabulkan bukan ? Kalau seseorang mendo'a tapi masih berbohong atau pejabat 
korupsi, mana diterima doanya ? Kalau wanita tak mau menutup aurat, mana bisa 
doanya diterima ? Kalau seorang polisi ziarah kubur berdo'a tetapi masih terima 
uang suap, mana bisa diterima doanya ? Kalau pengusaha curang dekat pejabat 
dlsb ditolak do'anya.. Kalau anak laki2 pacaran dan bercium2an dengan gadisnya, 
apa diterima do'anya, karena dia masih berzinah namanya ?..dll.. 





2. Ziarah kubur yang syirkiyah.



Adapun ziarah kubur yang syirkiyah atau menyekutukan Allah dan sangat 

dilarang dalam Islam adalah apabila peziarah menciumi kuburan, atau sujud di 

atasnya, atau mengusap-usapnya, atau memanggil-manggil penghuninya, atau 

minta pertolongan padanya (istighatsah dengan kubur), atau minta keselamatan 

padanya, atau bernadzar (misalnya kalau sukses usahanya maka akan mengadakan 

penyembelihan) untuk kubur, atau menyangka/ meyakini bahwa (mayit) yang 

dikubur itu bisa memberi manfaat atau mudharat padanya.



Ziarah kubur yang model ini adalah bertentangan dengan hikmah 

disyari'atkannya ziarah kubur itu sendiri. Bahkan itu adalah kenyataan yang 

dulunya diperbuat oleh ahli jahiliyah. Oleh karena itu dulu Nabi shallallahu 

'alaihi wasallam melarang ziarah kubur.



Menjauhi syirik itu mutlak



Allah Subhanahu waTa'ala memerintahkan semua manusia agar memurnikan ibadah 

hanya untukNya, sedang Dia menciptakan seluruh manusia hanyalah untuk 

beribadah kepadaNya dengan ikhlas. Sebagaimana Allah Subhanahu waTa'ala 

firmankan, artinya, "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan 

supaya mereka menyembahKu." (QS. adz-Dzariyat: 56).



Ketahuilah bahwa ibadah itu tidak sah kecuali bersama tauhid (mengesakan 

Allah Subhanahu waTa'ala). Sebagaimana shalat itu tidak sah kecuali beserta 

thaharah (suci) dan wudhu'. Maka apabila kemusyrikan masuk ke dalam ibadah 

pasti rusaklah ibadah itu, seperti halnya hadats apabila masuk ke dalam 

wudhu', maka rusaklah wudhu'nya.



Syirik itu jika mencampuri ibadah, maka merusak ibadah, dan menghapus pahala 

ketaatan, hingga pelakunya termasuk penghuni neraka yang kekal di dalamnya.



Ketahuilah bahwa di antara hal-hal penting yang wajib diketahui adalah 

mengetahui syirik. Siapa yang tidak tahu syirik boleh jadi dia terjatuh di 

dalam kemusyrikan, sedangkan dia tidak tahu! Allah Subhanahu waTa'ala 

berfirman, artinya, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, 

dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang 

dikehendakiNya." (QS an-Nisaa': 48, 116).



Dalam ayat tersebut Allah Subhanahu waTa'ala menjelaskan bahwa Dia tidak 

mengampuni hamba yang mati dalam keadaan musyrik. Dan Dia mengampuni dosa 

selain syirik bagi hambaNya yang Ia kehendaki.



Ayat di atas menunjukkan bahwa syirik adalah sebesar-besar dosa. Karena 

Allah Subhanahu waTa'ala menjelaskan bahwa Dia tidak mengampuni dosa syirik 

bagi orang yang belum bertobat (sebelum kematiannya). Sedangkan dosa selain 

syirik, maka ada di bawah kehendak Allah, jika Dia berkehendak, maka Dia 

akan mengampuni, dan jika Dia berkehendak, Dia akan menyiksanya karena 

dosanya itu. Dengan demikian wajib bagi setiap hamba untuk takut pada 

kemusyrikan yang merupakan dosa terbesar.



Maka wajib atas setiap Muslim mengetahui dan menghindari syirik tersebut



Allah Subhanahu waTa'ala berfirman, artinya, "Sesungguhnya barangsiapa 

menyekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga dan 

tempatnya adalah neraka, dan tidak ada seorang pun penolong bagi orang-orang 

yang zhalim." (QS al-Maidah: 72).



Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Dosa terbesar adalah engkau 

menjadikan tandingan (sekutu) bagi Allah sedangkan Dia lah yang 

menciptakanmu." (HR al-Bukhari dan Muslim).



Syaikh Muhammad al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan firman Allah Subhanahu 

waTa'ala artinya, "Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukanNya 

dengan sesuatu pun." (QS. an-Nisaa': 36).



Dalam ayat ini Allah Subhanahu waTa'ala memerintahkan agar manusia beribadah 

kepadaNya serta melarang berbuat syirik. Dan ini mengandung pengertian bahwa 

penyembahan itu hanyalah milik Allah Subhanahu waTa'ala semata.



Barangsiapa tidak menyembah Allah Subhanahu waTa'ala, maka dia kafir dan 

sombong. Barangsiapa menyembah Allah Subhanahu waTa'ala tetapi juga 

menyembah selainNya, maka dia kafir dan musyrik. Barangsiapa menyembah Allah 

Subhanahu waTa'ala saja, maka dia orang Muslim yang sesungguhnya.



Macam-macam Syirik



Syirik ada dua macam: besar dan kecil:



1. Syirik besar, yaitu menyekutukan Allah Subhanahu waTa'ala dengan 

selainNya yang menyebabkan pelakunya keluar dari agama Islam. Lebih 

jelasnya, syirik akbar (besar) yaitu menjadikan tan-dingan atau sekutu 

terhadap Allah Subhanahu waTa'ala dalam hal beribadah, berdoa, atau 

mengharapkan, atau takut, atau cinta, dalam memperlakukan tandingan itu 

seperti memperlakukannya kepada Allah Subhanahu waTa'ala. Atau memperlakukan 

tan-dingan itu dengan perlakuan jenis ibadah. Itulah syirik yang Allahl 

haramkan atas pelakunya untuk masuk surga, sedang tempatnya adalah neraka.



2. Syirik kecil, adalah setiap pekerjaan: ucapan atau tindakan yang 

dinyatakan oleh syara' bahwa termasuk perbuatan syirik, namun tidak 

menyebabkan pelakunya keluar dari agama Islam. Lebih jelasnya, syirik 

ashghar (kecil) adalah seluruh perkataan dan perbuatan yang menjadi 

perantara kepada syirik besar, seperti bersumpah dengan selain Allah 

Subhanahu waTa'ala, riya' , beramal tidak ikhlas karena Allah Subhanahu 

waTa'ala. Riya' yaitu menampak-nampakkan (pamer) kebaikan agar dipuji orang. 

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengungkapkan kekhawa-tirannya terhadap 

sahabatnya akan adanya riya' pada mereka, karena riya' itu paling banyak dan 

disenangi oleh jiwa manusia dan paling mudah dilakukan. Kalau sahabat yang 

imannya sangat tebal saja diperingatkan dengan kekhawatiran Nabi shallallahu 

'alaihi wasallam akan adanya syirik kecil (riya') itu pada mereka, maka umat 

Islam hendaknya lebih khawatir adanya syirik besar dan kecil pada diri 

mereka karena lemahnya iman. Sedangkan berziarah kubur yang sampai 

memberlakukan kuburan sebagai sesuatu yang diibadahi dan dimintai tolong itu 

jelas merupakan bentuk kemusyrikan. Maka apakah tidak pantas untuk 

dikhawatiri??!!.



Syirik kecil (ashghar) pun sangat ditekankan untuk dihindari, apalagi syirik 

besar (akbar). Maka perbuatan yang menjurus kepada kemusyrikan wajib 

dihindari. Demikian pula ziarah kubur yang menjurus kepada kemusyrikan, 

wajib pula dihindari. Ketegasan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang 

pernah melarang ziarah kubur itu kaitannya adalah dengan dosa yang paling 

besar yakni syirik. Selama seseorang belum bisa membersihkan dirinya dari 

kemusyrikan dalam hal ziarah kubur, maka larangan berziarah kubur tetap 

berlaku pada orang itu. Dan dia baru tidak dilarang bila memang sudah jelas 

ziarah kuburnya itu tanpa tercampuri kemusyrikan sedikitpun.



(Oleh: Ust. Hartono Ahmad Jaiz)



Sumber:



* Ajwibah al masaail atstsamaan fis sunnah wal bid'ah walkufr wal iimaan, 

oleh Al-'allamah as-syaikh Muhammad Sulthan Al-Ma'shumi.



* Penjelasan Kitab 3 Landasan Utama, oleh Syaikh Muhammad bin Shalih 

Al-Utsaimin.



* Kitab Tauhid oleh Syaikh Muhammad At Tamimi.



* Al-Jami' Al-Farid lil as-ilah wal ajwibah 'ala kitab at Tauhid, oleh 

Abdullah bin Jarullah in Ibrahim Al Jarullah.



Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke