Jawa Pos

 

[ Sabtu, 07 Maret 2009 ] 

Syekh Puji Show of Force 


SEMARANG - Ulah Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji semakin nyeleneh. 
Kemarin, miliarder asal Semarang tersebut mendatangi panggilan polwiltabes 
dengan mengendarai mobil mewah terbuka warna merah.

Selama perjalanan, sejumlah lelaki berseragam doreng mengawalnya. Syekh Puji 
berdiri dalam mobil dengan kap terbuka tersebut seraya melambaikan tangan.

Kedatangannya ke polwiltabes adalah untuk memenuhi panggilan sebagai saksi 
terkait pernikahannya dengan gadis 12 tahun, Lutviana Ulfa. Dia datang setelah 
mangkir dari panggilan dua hari sebelumnya. ''Saya siap diperiksa. Ribuan 
santri dan karyawan saya akan mendampingi," katanya.

Dia juga tidak takut kalau statusnya berubah sebagai tersangka dan dia harus 
ditahan. Menurut dia, santri dan karyawannya akan berunjuk rasa. ''Mereka akan 
protes karena yang dipanggil dan dipermasalahkan kok cuma saya. Padahal, 
se-Indonesia, ada puluhan ribu orang yang melakukan nikah di bawah umur," 
ujarnya enteng. 

Menghadapi ancaman tersebut, Kasatreskrim AKBP Roy Hardi Siahaan tak gentar. 
''Kalau mereka (massa) datang ke sini secara baik-baik dan memperhatikan 
kewajiban yang harus dilakukan, ya kita terima dengan baik. Penyampaian 
aspirasi itu kan hak mereka, asal menaati aturan," tandas Roy.

Sebelumnya, ayah Ulfa, Suroso, diperiksa Senin, 2 Maret lalu. Namun, dia lebih 
banyak bungkam. Suroso hanya menjawab bahwa dirinya tak mau memberikan 
keterangan. "Alasannya, dia masih ada hubungan saudara dengan Syekh Puji. Syekh 
Puji, menurut dia, telah menjadi menantunya," beber Roy. 

Sebelumnya, Syekh Puji membuat sensasi baru dengan mendirikan bangunan mirip 
sel tahanan yang dinamakan ''Penjara Nikah Sirri'. Bangunan tersebut berada di 
tanah lapang samping kanan tempat tinggalnya, di Desa Bedono, Kecamatan Jambu. 
(zal/dm/isk/jpnn/ruk)

<<55848large.jpg>>

Kirim email ke