Re: [zamanku] Re: Wapres Kalla: Tak Mungkin Adam Malik Agen CIA

2008-12-07 Terurut Topik Supriyadi
Uda Deddy,

I bet you one lunch once again. She will not show up no matter how.

My best regards if she were with you.

Thanks,
Supriyadi

  - Original Message - 
  From: Deddy Mansyur 
  To: zamanku@yahoogroups.com ; [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Friday, December 05, 2008 10:00 AM
  Subject: Re: [zamanku] Re: Wapres Kalla: Tak Mungkin Adam Malik Agen CIA



  Saya sudah undang Nyonya Mus datang kekampus UH atau ke gedung KJRI 
Houston(ada mushollahnya) untuk memberikan seminar KEHIDUPAN DUNIA tapi 
undangan saya tak dipenuhi karena beliau sibuk menulis milis Mediacare, 
Zamanku, DPR, MPR, FPI, MUI dll.

  Nyonya Mus:
  Mus=Mus understands SOCIAL
  Mus=Mus understands SOCIOLOGY
  Mus=Mus understands SYSTEMS (sistim apa ya? sistim apa saja)
  Mus=Mus understands SEX
  Mus=Mus understands SCIENCES
  Mus=Mus understands SCHOOLS 
  Mus=Mus understands STUPIDITY
  Mus=Mus understands SHIT
  Mus=Mus understands SUKARNO
  Mus=Mus understands SUHARTO
  Mus=Mus understands SBY
  Mus=Mus understands SEMUANYA

  Pokoknya, semua masalah atau topik diskusi, Nyonya Mus mempunyai jawaban dan 
respon yang sangat menarik.

  Marilah kita semua belajar KEHIDUPAN dunia dengan 
  Nyonya Mus
  Mus=Mus unbelievable SEXY

  Me?
  Handsome

  Can we get together in Houston or LA?
  Or Suroboyo?

  salam,
  sensei deddy mansyur
  university of houston
  www.uh.edu/shotokan 

- Original Message - 
From: Sunny 
To: zamanku@yahoogroups.com 
Sent: Friday, December 05, 2008 2:08 PM
Subject: Re: [zamanku] Re: Wapres Kalla: Tak Mungkin Adam Malik Agen CIA


Nyonya Mus yang montok nan sexy  lagi cantik tahu semua seperti 
encyclopedia. Ilmu apa saja  termasuk ilmu sorga dunia ada. Jadi silahkan 
berdebat, eh berkonsultusasi dengan nyonya Mus, hehehehe

  - Original Message - 
  From: Supriyadi 
  To: zamanku@yahoogroups.com 
  Sent: Tuesday, December 02, 2008 4:43 AM
  Subject: Re: [zamanku] Re: Wapres Kalla: Tak Mungkin Adam Malik Agen CIA



  Nyonya Mus yang serba tahu,

  Bacalah tulisan saya dengan seksama. Saya tidak mempermasalahkan tentang 
Adam Malik agen CIA. Yang saya permasalahkan adalah pernyataan Anda bahwa agen 
CIA masa depannya pasti cerah dan pasti jadi pahlawan bangsanya.

  Anda yang selama ini bekoar-koar si ini dan si itu adalah agen CIA 
ternyata omong kosong belaka. Waktu itu Anda tidak pernah menyebut Adam Malik 
melainkan Soekarno, Aidit, Soeharto, Soebandrio, yang justru tidak disebut oleh 
Tim Weiner. Ya jelas orang akan lebih percaya kepada Tim Weiner daripada Anda 
yang asal sebut. Setelah Adam Malik disebut Tim Weiner lantas saja Anda 
ngeclaim yang jadi agen CIA pasti jadi pahlawan karena kebetulan Adam malik 
memang pahlawan. Tapi sudah pasti bukan karena beliiau pernah jadi agen CIA.

  Lagian emangnya Anda tahu kapan seseorang itu mulai direkrut dan kapan 
dipecat CIA? Itu kan cuma dalih Anda untuk menegakkan benang basah saja.

  Kata Anda (di bawah ini) kita harus to the point, focus kepada topic. Lha 
kok malah Anda sendiri yang nggladrah ke mana-mana. Ada investor cabutlah, 
ada Islam agama terroristlah, dan lagi lagi kunci hafalan Anda tiada lain 
yakni, syariah Islam, pembakaran gereja, penjarahan umat Achmadiyah, 
pemerkosaan amoy dan semacamnya.

  Kata Anda juga, sekolah di Indonesia nggak ada yang mengajarkan logika 
melainkan berdoa dan berpuasa. Saya tanya, emangnya Anda sekolah di mana sih? 
Kok logikanya malah lebih buruk. 

  Anyway, tetap harus saya akui, Anda memang jago berkelit walaupun 
akhirnya terasa ridiculous.

  Salam,
  Supriyadi


- Original Message - 
From: Hafsah Salim 
To: zamanku@yahoogroups.com 
Sent: Saturday, November 29, 2008 10:15 PM
Subject: [zamanku] Re: Wapres Kalla: Tak Mungkin Adam Malik Agen CIA


 Supriyadi [EMAIL PROTECTED] wrote:
 Nyonya Mus yang ilmuwan,
 Saya mencoba mengikuti logika Anda yang
 tertuang dalam tulisan tulisan Anda
 mengenai kontroversi Adam Malik agen
 CIA ini. Tetapi saya menjadi bohwat
 (bingung/heran) sendiri dalam menalarinya.
 Kata Anda, setiap pejabat yang berhasil
 jadi agen CIA maka masa depannya pasti
 cerah dan matinya pasti menjadi pahlawan
 bangsa, tanpa mengatakan kecuali bila..
  atau  Asal jadi agen selamanya dan
 tidak pernah dipecat. 

Anggauta CIA yang sudah diluar CIA tidak bisa lagi dinamakan agen CIA,
jadi tidak usah panjang lebar debat kusir membuang waktu menjelaskan
bila ini dan bila itu.

Karena topiknya adalah Adam Malik agen CIA yang terbukti adalah
pahlawan bangsanya, dan dalam topik ini tidak ada yang memperdebatkan
bila Adam Malik bukan agen CIA. Disini kita harus menulis secara
sederhana dan to the point, fokus kepada topik dan se-singkat2nya.

Kalo anda tidak mengerti, enggak usahlah berlogika

Re: [zamanku] Re: Wapres Kalla: Tak Mungkin Adam Malik Agen CIA

2008-12-04 Terurut Topik Supriyadi
Nyonya Mus yang serba tahu,

Bacalah tulisan saya dengan seksama. Saya tidak mempermasalahkan tentang Adam 
Malik agen CIA. Yang saya permasalahkan adalah pernyataan Anda bahwa agen CIA 
masa depannya pasti cerah dan pasti jadi pahlawan bangsanya.

Anda yang selama ini bekoar-koar si ini dan si itu adalah agen CIA ternyata 
omong kosong belaka. Waktu itu Anda tidak pernah menyebut Adam Malik melainkan 
Soekarno, Aidit, Soeharto, Soebandrio, yang justru tidak disebut oleh Tim 
Weiner. Ya jelas orang akan lebih percaya kepada Tim Weiner daripada Anda yang 
asal sebut. Setelah Adam Malik disebut Tim Weiner lantas saja Anda ngeclaim 
yang jadi agen CIA pasti jadi pahlawan karena kebetulan Adam malik memang 
pahlawan. Tapi sudah pasti bukan karena beliiau pernah jadi agen CIA.

Lagian emangnya Anda tahu kapan seseorang itu mulai direkrut dan kapan dipecat 
CIA? Itu kan cuma dalih Anda untuk menegakkan benang basah saja.

Kata Anda (di bawah ini) kita harus to the point, focus kepada topic. Lha kok 
malah Anda sendiri yang nggladrah ke mana-mana. Ada investor cabutlah, ada 
Islam agama terroristlah, dan lagi lagi kunci hafalan Anda tiada lain yakni, 
syariah Islam, pembakaran gereja, penjarahan umat Achmadiyah, pemerkosaan amoy 
dan semacamnya.

Kata Anda juga, sekolah di Indonesia nggak ada yang mengajarkan logika 
melainkan berdoa dan berpuasa. Saya tanya, emangnya Anda sekolah di mana sih? 
Kok logikanya malah lebih buruk. 

Anyway, tetap harus saya akui, Anda memang jago berkelit walaupun akhirnya 
terasa ridiculous.

Salam,
Supriyadi


  - Original Message - 
  From: Hafsah Salim 
  To: zamanku@yahoogroups.com 
  Sent: Saturday, November 29, 2008 10:15 PM
  Subject: [zamanku] Re: Wapres Kalla: Tak Mungkin Adam Malik Agen CIA


   Supriyadi [EMAIL PROTECTED] wrote:
   Nyonya Mus yang ilmuwan,
   Saya mencoba mengikuti logika Anda yang
   tertuang dalam tulisan tulisan Anda
   mengenai kontroversi Adam Malik agen
   CIA ini. Tetapi saya menjadi bohwat
   (bingung/heran) sendiri dalam menalarinya.
   Kata Anda, setiap pejabat yang berhasil
   jadi agen CIA maka masa depannya pasti
   cerah dan matinya pasti menjadi pahlawan
   bangsa, tanpa mengatakan kecuali bila..
    atau  Asal jadi agen selamanya dan
   tidak pernah dipecat. 

  Anggauta CIA yang sudah diluar CIA tidak bisa lagi dinamakan agen CIA,
  jadi tidak usah panjang lebar debat kusir membuang waktu menjelaskan
  bila ini dan bila itu.

  Karena topiknya adalah Adam Malik agen CIA yang terbukti adalah
  pahlawan bangsanya, dan dalam topik ini tidak ada yang memperdebatkan
  bila Adam Malik bukan agen CIA. Disini kita harus menulis secara
  sederhana dan to the point, fokus kepada topik dan se-singkat2nya.

  Kalo anda tidak mengerti, enggak usahlah berlogika, logika anda belum
  mencapai tingkat yang memenuhi syarat. Lebih baik anda perbaiki
  tingkat pendidikan anda karena sekolah2 di Indonesia enggak ada
  satupun yang mengajarkan berlogika, semuanya cuma mengajarkan
  bershalat dan berpuasa.

  Itulah sebabnya, para investor cabut semuanya, selain tidak ada tenaga
  yang ahli, juga rakyat di Indonesia bukan kelas pekerja melainkan
  kelas pen-doa. Padahal berdoa itu tak perlu sekolah, tak perlu
  diajarkan disekolah, dan tidak ada perusahaan menggaji pegawai hanya
  untuk berdoa.

  Sama halnya dengan kesimpulan bahwa Islam adalah agama terrorist,
  hal ini tak perlu panjang lebar menjelaskannya, apalagi menyalahkan
  anggapan tsb dengan argument bahwa mereka yang menganggapnya begitu
  kurang memahami Islam, tidak memahami Islam dlsb, padahal anggapan itu
  bukanlah kepercayaan melainkan merupakan kenyataan dan siapapun tidak
  perlu memahami Quran atau Islam hanya untuk melihat kenyataan itu
  seperti di Mumbai, di Bali, perkosaan amoy2, penjarahan umat Ahmadiah,
  pembakaran2 Gereja, pembakaran2 Mesjid Ahmadiah, kesemuanya itu
  merupakan kenyataan, yaitu kenyataan bahwa pelaku2nya tidak ada
  satupun yang ditindak. Kalopun ada yang ditindak maka mereka yang
  ditindak karena adanya tekanan Internasional untuk menindaknya, dan
  kalo korban2nya cuma bangsa sendiri maka tekanan Internasional tidak
  ada dan tindakannya juga tidak ada.

  Lalu apanya yang mau diperdebatkan, lalu buat apa debat kusir buang2
  waktu ???

  Adam Mali agen CIA itu bukan tuduhan dari terrorist, melainkan
  pengakuan dari bekas agen CIA yang justru jadi atasan Adam Malik
  sendiri. Lalu bagaimana mungkin orang2 diluar CIA apalagi orang2 di
  Indonesia bisa memperdebatkan kebenarannya  Mereka yang sekarang
  ribut2 itu khan justru dulunya yang menjadi target yang dilaporkan
  Adam Malik kepada pihak CIA secara rahasia, bagaimana mereka bisa
  lebih tahu dari atasan Adam Malik sendiri di CIA ???

  CIA itu agen rahasia terbesar didunia, terakbar dijagat raya,
  jaringannya ada disemua negara2 diseluruh dunia dan tak ada yang mampu
  untuk mendeteksinya, masa sih anggauta2 yang direkrut itu pamulung
  atau pejabat2 pensiunan 

  Ny. Muslim binti 

Re: [zamanku] Re: Wapres Kalla: Tak Mungkin Adam Malik Agen CIA

2008-12-04 Terurut Topik Deddy Mansyur
Saya sudah undang Nyonya Mus datang kekampus UH atau ke gedung KJRI Houston(ada 
mushollahnya) untuk memberikan seminar KEHIDUPAN DUNIA tapi undangan saya tak 
dipenuhi karena beliau sibuk menulis milis Mediacare, Zamanku, DPR, MPR, FPI, 
MUI dll.

Nyonya Mus:
Mus=Mus understands SOCIAL
Mus=Mus understands SOCIOLOGY
Mus=Mus understands SYSTEMS (sistim apa ya? sistim apa saja)
Mus=Mus understands SEX
Mus=Mus understands SCIENCES
Mus=Mus understands SCHOOLS 
Mus=Mus understands STUPIDITY
Mus=Mus understands SHIT
Mus=Mus understands SUKARNO
Mus=Mus understands SUHARTO
Mus=Mus understands SBY
Mus=Mus understands SEMUANYA

Pokoknya, semua masalah atau topik diskusi, Nyonya Mus mempunyai jawaban dan 
respon yang sangat menarik.

Marilah kita semua belajar KEHIDUPAN dunia dengan 
Nyonya Mus
Mus=Mus unbelievable SEXY

Me?
Handsome

Can we get together in Houston or LA?
Or Suroboyo?

salam,
sensei deddy mansyur
university of houston
www.uh.edu/shotokan 

  - Original Message - 
  From: Sunny 
  To: zamanku@yahoogroups.com 
  Sent: Friday, December 05, 2008 2:08 PM
  Subject: Re: [zamanku] Re: Wapres Kalla: Tak Mungkin Adam Malik Agen CIA


  Nyonya Mus yang montok nan sexy  lagi cantik tahu semua seperti encyclopedia. 
Ilmu apa saja  termasuk ilmu sorga dunia ada. Jadi silahkan berdebat, eh 
berkonsultusasi dengan nyonya Mus, hehehehe

- Original Message - 
From: Supriyadi 
To: zamanku@yahoogroups.com 
Sent: Tuesday, December 02, 2008 4:43 AM
Subject: Re: [zamanku] Re: Wapres Kalla: Tak Mungkin Adam Malik Agen CIA



Nyonya Mus yang serba tahu,

Bacalah tulisan saya dengan seksama. Saya tidak mempermasalahkan tentang 
Adam Malik agen CIA. Yang saya permasalahkan adalah pernyataan Anda bahwa agen 
CIA masa depannya pasti cerah dan pasti jadi pahlawan bangsanya.

Anda yang selama ini bekoar-koar si ini dan si itu adalah agen CIA ternyata 
omong kosong belaka. Waktu itu Anda tidak pernah menyebut Adam Malik melainkan 
Soekarno, Aidit, Soeharto, Soebandrio, yang justru tidak disebut oleh Tim 
Weiner. Ya jelas orang akan lebih percaya kepada Tim Weiner daripada Anda yang 
asal sebut. Setelah Adam Malik disebut Tim Weiner lantas saja Anda ngeclaim 
yang jadi agen CIA pasti jadi pahlawan karena kebetulan Adam malik memang 
pahlawan. Tapi sudah pasti bukan karena beliiau pernah jadi agen CIA.

Lagian emangnya Anda tahu kapan seseorang itu mulai direkrut dan kapan 
dipecat CIA? Itu kan cuma dalih Anda untuk menegakkan benang basah saja.

Kata Anda (di bawah ini) kita harus to the point, focus kepada topic. Lha 
kok malah Anda sendiri yang nggladrah ke mana-mana. Ada investor cabutlah, 
ada Islam agama terroristlah, dan lagi lagi kunci hafalan Anda tiada lain 
yakni, syariah Islam, pembakaran gereja, penjarahan umat Achmadiyah, 
pemerkosaan amoy dan semacamnya.

Kata Anda juga, sekolah di Indonesia nggak ada yang mengajarkan logika 
melainkan berdoa dan berpuasa. Saya tanya, emangnya Anda sekolah di mana sih? 
Kok logikanya malah lebih buruk. 

Anyway, tetap harus saya akui, Anda memang jago berkelit walaupun akhirnya 
terasa ridiculous.

Salam,
Supriyadi


  - Original Message - 
  From: Hafsah Salim 
  To: zamanku@yahoogroups.com 
  Sent: Saturday, November 29, 2008 10:15 PM
  Subject: [zamanku] Re: Wapres Kalla: Tak Mungkin Adam Malik Agen CIA


   Supriyadi [EMAIL PROTECTED] wrote:
   Nyonya Mus yang ilmuwan,
   Saya mencoba mengikuti logika Anda yang
   tertuang dalam tulisan tulisan Anda
   mengenai kontroversi Adam Malik agen
   CIA ini. Tetapi saya menjadi bohwat
   (bingung/heran) sendiri dalam menalarinya.
   Kata Anda, setiap pejabat yang berhasil
   jadi agen CIA maka masa depannya pasti
   cerah dan matinya pasti menjadi pahlawan
   bangsa, tanpa mengatakan kecuali bila..
    atau  Asal jadi agen selamanya dan
   tidak pernah dipecat. 

  Anggauta CIA yang sudah diluar CIA tidak bisa lagi dinamakan agen CIA,
  jadi tidak usah panjang lebar debat kusir membuang waktu menjelaskan
  bila ini dan bila itu.

  Karena topiknya adalah Adam Malik agen CIA yang terbukti adalah
  pahlawan bangsanya, dan dalam topik ini tidak ada yang memperdebatkan
  bila Adam Malik bukan agen CIA. Disini kita harus menulis secara
  sederhana dan to the point, fokus kepada topik dan se-singkat2nya.

  Kalo anda tidak mengerti, enggak usahlah berlogika, logika anda belum
  mencapai tingkat yang memenuhi syarat. Lebih baik anda perbaiki
  tingkat pendidikan anda karena sekolah2 di Indonesia enggak ada
  satupun yang mengajarkan berlogika, semuanya cuma mengajarkan
  bershalat dan berpuasa.

  Itulah sebabnya, para investor cabut semuanya, selain tidak ada tenaga
  yang ahli, juga rakyat di Indonesia bukan kelas pekerja melainkan
  kelas pen-doa. Padahal berdoa itu tak perlu sekolah, tak perlu
  diajarkan disekolah, dan

Re: [zamanku] Re: Wapres Kalla: Tak Mungkin Adam Malik Agen CIA

2008-11-28 Terurut Topik Supriyadi
Nyonya Mus yang ilmuwan,

Saya mencoba mengikuti logika Anda yang tertuang dalam tulisan tulisan Anda 
mengenai kontroversi Adam Malik agen CIA ini. Tetapi saya menjadi bohwat 
(bingung/heran) sendiri dalam menalarinya.

Kata Anda, setiap pejabat yang berhasil jadi agen CIA maka masa depannya pasti 
cerah dan matinya pasti menjadi pahlawan bangsa, tanpa mengatakan kecuali 
bila atau  Asal jadi agen selamanya dan tidak pernah dipecat. 

Setelah dibantah mengenai Aidit  Anda berkilah bahwa Aidit itu bla bla bla 
sehingga mendapat sangsi dipecat dan tidak menjadi pahlawan bangsa. Sementara 
itu Anda juga bilang bahwa diktator Soekarno dan Soeharto itu culas, curang, 
dan  menyalahi aturan tenure jabatan sebagai presiden sehingga dijungkirkan. 
Tetapi kok Soekarno tetap jadi pahlawan bangsa ? Apakah dia dijungkirkan oleh 
CIA itu tidak dipecat? Kenapa Aidit dipecat ?

Lagipula kalau orang dari luar USA menjadi agen CIA itu kata Anda oke punya, 
tetapi kenapa kalau orang USA jadi agen KGB Rusia atau China dihukum ? Bukankah 
itu suatu pengakuan bahwa menjadi mata mata asing itu salah? Where are your 
sense of justice and common senseyour honour ?

Apakah yang menjadikan seseorang menjadi pahlawan bangsa itu adalah CIA ? 
Logika dari mana itu Nyah? Kok muntir muntir nggak keruan ?

Kalau saya goblok itu lumrah wong saya nggak sekolah, tapi kalau Anda yang 
mengaku ilmuwan bergelar Profesor Doktor apa nggak super memalukan tuh 
berlogika illogical begitu?

Saya jadi bertanya-tanya, Anda mendapat titel yang luhur itu dari perguruan 
mana sih? Kalau dari USA, yang selama ini Anda unggul unggulkan nyaris tanpa 
cela, itu kok ya cuma segitu mutunya.

Sangat disayangkan seseorang dengan titel yang seharusnya dihormati ternyata 
sekarang malah cuma jadi nyek-nyekan (Jawa) alias cuma jadi bahan ledekan. Ya 
itu karena ulah Anda sendiri yang membabi buta, grusah-grusuh, mau benar 
sendiri, sembarang hantam sana hantam sini. Samasekali tidak mencerminkan 
pribadi yang bertitel luhur. Akhirnya seperti pekungfu pemula yang terpukul 
oleh doublesticknya sendiri, atau seperti laba laba yang terjerat sarangnya 
sendiri.

Kalau dokter Frankenstein dan dokter Jeckyl itu para ilmuwan yang jahat tapi 
memang pandai. Lha kalau Doktor Hafsah, sudah jahat   lagi.

Salam,
Supriyadi 




  - Original Message - 
  From: Hafsah Salim 
  To: zamanku@yahoogroups.com 
  Sent: Friday, November 28, 2008 9:45 PM
  Subject: [zamanku] Re: Wapres Kalla: Tak Mungkin Adam Malik Agen CIA


  Yang debat kusir itu anda sendiri, sudah jelas dan terang saya bilang
  semua agen CIA akan jadi pahlawan bangsanya.

  Aidit, Sadam Hussein, dan Osama bin Laden setelah berkhianat kepada
  CIA, mana mungkin masih menjadi agen CIA goblok bukan ???

  Pegawai kalo sudah dipecat tidak lagi dinamakan pegawai,
  Agen kalo sudah dipecat bukan lagi agen namanya

  Mereka cuma melanjutkan kariernya dengan menerima hukuman, entah
  dipenjara atau mati ditembak sehingga bukan lagi dinamakan pahlawan.

  Suharto itu khan tidak dipecat karena masih mau turun,
  Sukarno itu khan belum dipecat karena masih mau turun dengan super Semar.

  Ny. Muslim binti Muskitawati.

  --- In zamanku@yahoogroups.com, Supriyadi [EMAIL PROTECTED] wrote:
  
   Mus Mus,
   
   Ente kalau ngomong kok pakai dalilmu sendiri saja. 
   Ada pepatah  Menegakkan benang basah. Semua yang ente katakan,
  walaupun salah ente coba bela mati-matian walaupun semua orang tahu
  itu cuma debat kusir.
   
   Apa ente kira CIA dalam mengangkat dan menggulingkan agennya tidak
  punya kepentingan untuk USA sendiri atau melulu untuk kepentingan
  negara dan rakyat si agen? Jangan sok suci lah.
   
   Katanya semua pejabat yang berhasil jadi agen CIA PASTI jadi
  pahlawan bangsa. E setelah dibalikin ke kata kata ente sendiri
  ternyata kata PASTI tuh masih ada embel embelnya. 
   
   Pantesan Prof. Dr. Manneke Budiman ogah disejajarkan dengan ente
  Prof. Dr. Hafsah Salim alias Ny. Muslim binti Muskitawati. Jijay
  Katanya.
   
   - Original Message - 
   From: Hafsah Salim 
   To: zamanku@yahoogroups.com 
   Sent: Wednesday, November 26, 2008 9:45 PM
   Subject: [zamanku] Re: Wapres Kalla: Tak Mungkin Adam Malik Agen CIA
   
   
Supriyadi supriyadi@ wrote:
Mbokde Mus bilang :
Apa salahnya jadi agen CIA???
Apa jeleknya jadi agen CIA???
Justru SBY difitnah sebagai agen CIA
akibatnya jadi terpilih sebagai
Presiden.

Saya bilang : 
Nggak ada salahnya sih. Cuma harus
siap dan ati ati. Habis dilambungin
kalau udah nggak kepakai harus siap
dijungkirin atawa dimampusin. Contoh
sudah banyak.

Mbokde Mus bilang :
Semua pejabat Indonesia yang berhasil jadi agen CIA, maka masa
depannya pasti cerah bahkan matinya PASTI JADI PAHLAWAN BANGSA.
   
   Kalo sudah jadi presiden janganlah culas, jangan curang, jangan merasa
   kuat seperti diktaktor Sukarno atau Suharto yang kepingin terus jadi
   presiden 

Re: [zamanku] Re: Wapres Kalla: Tak Mungkin Adam Malik Agen CIA

2008-11-27 Terurut Topik Supriyadi
Mus Mus,

Ente kalau ngomong kok pakai dalilmu sendiri saja. 
Ada pepatah  Menegakkan benang basah. Semua yang ente katakan, walaupun salah 
ente coba bela mati-matian walaupun semua orang tahu itu cuma debat kusir.

Apa ente kira CIA dalam mengangkat dan menggulingkan agennya tidak punya 
kepentingan untuk USA sendiri atau melulu untuk kepentingan negara dan rakyat 
si agen? Jangan sok suci lah.

Katanya semua pejabat yang berhasil jadi agen CIA PASTI jadi pahlawan bangsa. 
E setelah dibalikin ke kata kata ente sendiri ternyata kata PASTI tuh masih 
ada embel embelnya. 

Pantesan Prof. Dr. Manneke Budiman ogah disejajarkan dengan ente Prof. Dr. 
Hafsah Salim alias Ny. Muslim binti Muskitawati. Jijay Katanya.
 
  - Original Message - 
  From: Hafsah Salim 
  To: zamanku@yahoogroups.com 
  Sent: Wednesday, November 26, 2008 9:45 PM
  Subject: [zamanku] Re: Wapres Kalla: Tak Mungkin Adam Malik Agen CIA


   Supriyadi [EMAIL PROTECTED] wrote:
   Mbokde Mus bilang :
   Apa salahnya jadi agen CIA???
   Apa jeleknya jadi agen CIA???
   Justru SBY difitnah sebagai agen CIA
   akibatnya jadi terpilih sebagai
   Presiden.
   
   Saya bilang : 
   Nggak ada salahnya sih. Cuma harus
   siap dan ati ati. Habis dilambungin
   kalau udah nggak kepakai harus siap
   dijungkirin atawa dimampusin. Contoh
   sudah banyak.
   
   Mbokde Mus bilang :
   Semua pejabat Indonesia yang berhasil jadi agen CIA, maka masa
   depannya pasti cerah bahkan matinya PASTI JADI PAHLAWAN BANGSA.

  Kalo sudah jadi presiden janganlah culas, jangan curang, jangan merasa
  kuat seperti diktaktor Sukarno atau Suharto yang kepingin terus jadi
  presiden sementara prestasinya rendah. Ikutilah aturan bahwa jadi
  presiden tidak boleh lebih dari 10 tahun saja atau dua kali pemilu. 
  Kalo melanggar aturan sudah jelas dijungkirin karena sok merasa kuat
  ternyata ada yang lebih kuat !!!

  Orang cina bilang diatas langit ada langit lagi.

   Saya tanya :
   Lha DN. Aidit yang katanya juga agen CIA gimana?

  Aidit memang agen CIA, tugasnya mencari Informasi ke PKT, tapi dia
  bukan memberi informasi melainkan menilep dananya yang diberikan CIA.
  Sekali lagi, jangan curang, jangan culas, dan jangan menipu. 
  Baik2lah kalo sudah disuruh mundur cepat mundur saja seperti Suharto,
  pasti nasibnya baik tidak seperti Sadam Hussein yang sudah dikasih
  tempo untuk jalan mundur malah dia terjun kejurang.

  Bagus juga adanya CIA ini sehingga tidak bisa se-wenang2 mendholimi.

  Ny. Muslim binti Muskitawati.



   

Re: [zamanku] Re: Wapres Kalla: Tak Mungkin Adam Malik Agen CIA

2008-11-26 Terurut Topik Supriyadi
Mbokde Mus bilang :
Apa salahnya jadi agen CIA???
Apa jeleknya jadi agen CIA???
Justru SBY difitnah sebagai agen CIA akibatnya jadi terpilih sebagai
Presiden.

Saya bilang : 
Nggak ada salahnya sih. Cuma harus siap dan ati ati. Habis dilambungin kalau 
udah nggak kepakai harus siap dijungkirin atawa dimampusin. Contoh sudah banyak.

Mbokde Mus bilang :
Semua pejabat Indonesia yang berhasil jadi agen CIA, maka masa
depannya pasti cerah bahkan matinya PASTI JADI PAHLAWAN BANGSA.

Saya tanya :
Lha DN. Aidit yang katanya juga agen CIA gimana?

Please walk your talk mbokde Mus !

Salam,
Supriyadi


  - Original Message - 
  From: Hafsah Salim 
  To: zamanku@yahoogroups.com 
  Sent: Wednesday, November 26, 2008 8:53 AM
  Subject: [zamanku] Re: Wapres Kalla: Tak Mungkin Adam Malik Agen CIA


  Apa salahnya jadi agen CIA???
  Apa jeleknya jadi agen CIA???
  Justru SBY difitnah sebagai agen CIA akibatnya jadi terpilih sebagai
  Presiden.

  Bangsa Indonesia mayoritas sangat bangga dengan CIA, banyak yang
  rebutan mau jadi agen CIA, sayangnya enggak gampang jadi agen CIA
  karena persyaratannya sangat berat dan jarang yang bisa memenuhi
  persyaratan.

  Semua pejabat Indonesia yang berhasil jadi agen CIA, maka masa
  depannya pasti cerah bahkan matinya PASTI JADI PAHLAWAN BANGSA.

  Amrozy cs dipastikan tidak mungkin jadi anggauta CIA karena selain
  pendidikannya rendah juga otaknya dungu cuma diisi racun Syariah yang
  justru jadi target untuk dimusnahkan oleh CIA.

  Bisa jadi anggauta CIA sudah pasti merupakan kebanggaan, kebanggaan
  sebuah bangsa.

  Ny. Muslim binti Muskitawati.

  --- In zamanku@yahoogroups.com, Sunny [EMAIL PROTECTED] wrote:
  
   Refleksi: Apa alasan tak mungkin? Lihat Washington Post on May 21,
  1990, and the Boston Globe on May 23, 1990
   
  
  
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/11/25/01052056/buku.weiner.picu.kontroversi
   
   
   Buku Weiner Picu Kontroversi
   Wapres Kalla: Tak Mungkin Adam Malik Agen CIA
   Selasa, 25 November 2008 | 01:05 WIB 
   
   Jakarta, Kompas - Buku Membongkar Kegagalan CIA (The Legacy of
  Ashes, History of CIA) karya Tim Weiner menuai kontroversi, terutama
  menyangkut penyebutan mantan Wakil Presiden Adam Malik (almarhum)
  sebagai agen Badan Pusat Intelijen AS atau CIA. Wapres Jusuf Kalla
  tidak melihat kemungkinan tersebut.
   
   Sementara itu, Kejaksaan Agung masih meneliti atau mengkaji sejauh
  mana buku tersebut membawa dampak yang mengganggu stabilitas. Kajian
  atau penelitian itu dilakukan Bagian Intelijen Kejagung.
   
   Pertama, sebagai Wapres saya menyesalkan tulisan itu. Saya tidak
  bisa percaya. Tidak mungkin Pak Adam Malik itu menjadi apa yang
  ditulis itu (agen CIA), kata Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Senin
  (24/11). Alasan kepribadian dan posisi politik Adam Malik otomatis
  membantah kemungkinan itu.
   
   Wapres menjelaskan, Adam adalah orang yang pandai bergaul sehingga
  bisa saja mempunyai banyak teman diplomat, termasuk diplomat AS.
  Namun, tuduhan seperti ditulis dalam buku itu menurut dia sulit dipercaya.
   
   Pertama, basis politik Pak Adam Malik tidak sama dengan kepentingan
  AS. Pemikiran beliau lebih kepada pemikiran sosialis. Beliau kan
  pendiri Partai Murba. Jadi, tidak mungkin menjadi agen CIA. Kedua,
  walaupun yang dituliskan itu sebelum beliau menjadi wapres, sulit bisa
  memahami hal itu terjadi, ujarnya.
   
   Pemerintah akan mempelajari buku itu lebih lanjut. Jika perlu,
  pemerintah akan meminta pertanggungjawaban penulisnya.
   
   Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung M Jasman Panjaitan,
  jika diperlukan, pihaknya akan bekerja sama dengan instansi lain untuk
  meneliti buku itu. Kejagung akan meneliti dampak buku, terutama di
  bidang ideologi dan sosial politik.
   
   Sementara itu, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menilai terlalu
  banyak kontroversi sering diungkap pihak luar, terutama oleh
  orang-orang dari kalangan media massa, tentang Indonesia. Untuk itu,
  pelurusan sejarah di dalam negeri dinilainya menjadi suatu keharusan.
   
   Juwono mencontohkan, bahkan proklamator RI, Mohammad Hatta, juga
  pernah dituduh menjadi provokator peristiwa pemberontakan PKI di
  Madiun, Jawa Timur, tahun 1948.
   
   Namun, semuanya spekulasi saja, tidak ada yang benar. Seperti kita
  tahu, industri hal-hal yang kontroversial pasarnya kan akan selalu ada
  di Amerika Utara dan Eropa. Selalu ada obsesi soal peranan
  intelijen-intelijen CIA. Padahal, sering kali kejadian di luar negeri
  mereka, entah Asia, Afrika, atau Amerika Latin, semata-mata persoalan
  dalam negeri, ujar Juwono. (INU/idr/dwa/sut)
  



   

Re: [zamanku] Re: Wapres Kalla: Tak Mungkin Adam Malik Agen CIA

2008-11-26 Terurut Topik Supriyadi

  - Original Message - 
  From: Hafsah Salim 
  To: zamanku@yahoogroups.com 
  Sent: Wednesday, November 26, 2008 9:45 PM
  Subject: [zamanku] Re: Wapres Kalla: Tak Mungkin Adam Malik Agen CIA


   Supriyadi [EMAIL PROTECTED] wrote:
   Mbokde Mus bilang :
   Apa salahnya jadi agen CIA???
   Apa jeleknya jadi agen CIA???
   Justru SBY difitnah sebagai agen CIA
   akibatnya jadi terpilih sebagai
   Presiden.
   
   Saya bilang : 
   Nggak ada salahnya sih. Cuma harus
   siap dan ati ati. Habis dilambungin
   kalau udah nggak kepakai harus siap
   dijungkirin atawa dimampusin. Contoh
   sudah banyak.
   
   Mbokde Mus bilang :
   Semua pejabat Indonesia yang berhasil jadi agen CIA, maka masa
   depannya pasti cerah bahkan matinya PASTI JADI PAHLAWAN BANGSA.

  Kalo sudah jadi presiden janganlah culas, jangan curang, jangan merasa
  kuat seperti diktaktor Sukarno atau Suharto yang kepingin terus jadi
  presiden sementara prestasinya rendah. Ikutilah aturan bahwa jadi
  presiden tidak boleh lebih dari 10 tahun saja atau dua kali pemilu. 
  Kalo melanggar aturan sudah jelas dijungkirin karena sok merasa kuat
  ternyata ada yang lebih kuat !!!

  Orang cina bilang diatas langit ada langit lagi.

   Saya tanya :
   Lha DN. Aidit yang katanya juga agen CIA gimana?

  Aidit memang agen CIA, tugasnya mencari Informasi ke PKT, tapi dia
  bukan memberi informasi melainkan menilep dananya yang diberikan CIA.
  Sekali lagi, jangan curang, jangan culas, dan jangan menipu. 
  Baik2lah kalo sudah disuruh mundur cepat mundur saja seperti Suharto,
  pasti nasibnya baik tidak seperti Sadam Hussein yang sudah dikasih
  tempo untuk jalan mundur malah dia terjun kejurang.

  Bagus juga adanya CIA ini sehingga tidak bisa se-wenang2 mendholimi.

  Ny. Muslim binti Muskitawati.