Precedence: bulk
KELOMPOK HABIBIE LAKUKAN PENYUSUPAN DAN AKAN RUSAK PAN
JAKARTA (SiaR, 19/12/98), Amien Rais di hadapan peserta Rakernas
Partai Amanat Nasional (PAN) di Bandung Kamis lalu (17/12) mengutarakan
bahwa barisan pendukung status quo sudah mulai disusupkan ke partai
berlambang matahari itu. Masuknya para pendukung status quo tersebut
mempunyai agenda merusak PAN agar dalam Pemilu mendatang ditinggalkan
pendukungnya.
Menurut Amien Rais, bukti-bukti penyusupan pendukung status quo tersebut
sudah ditangannya. "Ini bukan omong kosong. Saya menemukan dokumen yang
sangat rahasia. Dalam dokumen itu disebutkan bahwa PAN akan menjadi
kontestan Pemilu yang besar dan perlu digembosi dengan cara infilrasi," kata
Amien.
Namun begitu Amien tidak mau menyebut siapa dan kelompok siapa yang
melakukan penyusupan tersebut. Ia hanya menyatakan keyakinannya bahwa
infiltran tersebut tidak akan mampu menggembosi PAN lantaran solidnya
organisasi yang mencita-citakan Indonesia demokratis tersebut.
Sejumlah sumber menyebut, bahwa kelompok infiltran ini adalah kelompok
pendukung setia Habibie dari orang-orang Adi Sasono. Keberadaan kelompok ini
sempat terungkap ketika ditemukan bukti keterlibatan ketua formatur Barisan
Muda PAN Abdul Rasyid dalam pengerahan massa PAM Swakarsa ketika Sidang
Istimewa beberapa waktu silam.
Amien Rais sempat mendengar sendiri isu bahwa Abdul Rasyid termasuk
salah satu peserta rapat di Jalan Antasari dengan kelompok Adi Sasono yang lain
yang salah satu tujuannya menjegal PAN. Tapi ketika dikonfirmasikan, Adi Sasono
menolak isu tersebut. "Adi mengatakan, Mas Amien itu impossible," kata Amien
menirukan kata-kata Adi.
Penyusupan Rasyid tersebut konon untuk membuat konflik yang tak
akan kunjung selesai di PAN pada saat menjelang Pemilu. "Supaya PAN tidak
siap menghadapi pemilu. Minimal ia akan membuat manuver-manuver yang akan
merepotkan partai," kata sumber SiaR.
Menurut sumber ini, kelompok status quo dalam gerilyanya di partai
antara lain dengan dengan terus memelihara dan membesar-besarkan konflik di
dalam partai antara pendukung dari unsur Muhamaddiyah dan yang non
Muhammadiyah. Kedua massa pendukung PAN tersebut , menurut sumber ini selalu
dibentur-bentur-
kan terutama dalam pemilihan pimpinan partai, baik itu di pusat maupun daerah.
"Kasus pemecatan Pius Lustrilanang dari departemen pemuda PAN oleh
AM Fatwa karena Pius memperkirakan Megawati jadi presiden mendatang," kata
sumber ini.
Sumber ini juga menyebut, penjegalan kelompok Habibie terhadap
lajunya PAN tersebut ternyata di lapangan sinergi dengan kelompok sakit hati
yang datang dari pendukung keluarga Soeharto. Disebutkan bahwa demonstrasi
dan penolakan Amien di sejumlah daerah di Jawa Timur merupakan ulah anak
buah Hartono karena jengkel atas aktifitas Amien menjelang kejatuhan
Soeharto. ***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html