Precedence: bulk DANREM: SAYA TAK MEREKAYASA! Serambi Indonesia (22 Desember 1998) DANREM 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Drs H Johnny Wahab secara tegas menampik kalau dirinya merekayasa aksi massa di Bayu dan Kandang, Aceh Utara, Minggu tengah malam hingga Senin siang kemarin. "Tidak ada gerakan-gerakan di bawah saya. Semua anggota ABRI di wilayah ini tidak boleh bergerak tanpa sepengetahuan saya. Kalau ada saya tangkap," tegasnya kepada Hamdani S Rukiah dari Serambi setelah bersama-sama memantau suasana aksi itu dari udara dengan menggunakan helikopter, siang kemarin. Perwira tiga kembang melati ini menjawab pertanyaan Serambi secara terbuka dan tanpa mau menggunakan istilah off the record. "Silakan tulis apa saja yang Anda lihat, dan yang Anda tanyakan pada saya," tambahnya dalam wawancara lanjutan di ruang kerjanya sebelum dan sesudah shalat dhuhur. Berikut petikan wawancaranya. Lalu kalau bukan ABRI, siapa yang menggerakkan massa itu? Saya tidak tahu persis. Tapi, saya pikir itu situasional. Mereka bergerak spontanitas setelah mendapat informasi tentang adanya perlakuan anggota ABRI yang tidak benar terhadap masyarakat. Secara komando saya sudah mengingatkan semua personel untuk tidak macam- macam dengan rakyat, apalagi arogan. Atau bisa jadi ada kekuatan lain dari tingkat atas yang ikut mengondisikan situasi ini? Sejauh ini, saya tidak melihat atasan punya kepentingan untuk membuat rusuh di sini. Lalu bagaimana sikap Bapak setelah aksi ini terjadi? Saya sebenarnya sudah menyiapkan rencana untuk berdialog dengan masyarakat Kandang. Namun, sebelum rencana itu terwujud sudah muncul gerakan. Soal sikap, dari awal saya sudah menyatakan tidak suka menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah keamanan di wilayah saya, kecuali situasinya sudah sangat mendesak. Lalu, bagaimana dengan Serda R yang telah menyulut aksi ini. Apa akan ada tindakan khusus? Pasti! Buktinya, ia dijemput petugas Denpom, kemarin malam. Dan saya tidak akan pernah tolerir anggota yang berbuat macam-macam di lapangan. Aksi massa ini tidak tertutup kemungkinan akan terus terulang karena mereka melihat aparat keamanan sangat defensif dalam bertindak melakukan antisipasi terhadap aksi mereka. Sementara ini saya tetap mengutamakan pendekatan persuasif dalam menyelesaikan setiap persoalan. Namun, saya tidak terima kalau kita dibilang tidak ada tindakan. Buktinya, kemarin saya melakukan berbagai upaya untuk menormalkan situasi. Termasuk mengirim ulama melalui perantara Bupati Tarmizi Karim untuk berdialog dengan massa. Kelihatannya Bapak sangat tenang menghadapi situasi ini. Padahal, anggota Bapak dan keluarganya dibacok dan senjatanya dirampas. Biasanya, seorang komandan Korem akan sangat murka bila ada senjata organiknya yang dirampas pihak ketiga. Komentar Bapak? Saya tidak mau kekerasan. Saya tenang, bukan berarti pasrah. Upaya pencarian senjata itu tetap dan akan terus kita lakukan. Namun, sudah menjadi kebiasaan saya tidak mau membabi-buta dalam bertindak. Terserah, orang menilai apakah saya tentara lembek atau apa. Sebab, bagi saya nyawa manusia jauh lebih berharga dari senjata itu. Kalau saya mau membabi-buta, tinggal saya perintah saja, selesai! Tapi, apakah itu jalan penyelesaian terbaik? Kalau begitu, bagaimana pula menyelesaikan persoalan yang sudah berulangkali kali terjadi ini? Saya tetap akan menggunakan cara-cara persuasif. Saya ingin berdialog dengan mereka dan membuka mata pikiran mereka. Sebab, kalau mereka radikal seperti sekarang yang rugi bukan hanya mereka saja. Tetapi, masyarakat lainnya akan ikut menanggung derita. Saya tidak ingin masyarakat yang tidak berdosa ikut dirugikan. Karenanya saya mengimbau, dalam menginginkan sesuatu, masyarakat jangan menggunakan cara-cara radikal dan intimidasi. Ini sudah melanggar HAM. Padahal semua kita menginginkan HAM itu ditegakkan. Dalam akhir wawancara, Danrem H Johnny Wahab juga mengingatkan masyarakat jangan berlebih-lebihan dalam bertindak. Karena itu bisa menimbulkan dampak yang sangat merugikan daerah dan ujung-ujungnya masyarakat yang menderita. Apalagi ini bulan puasa, bulan yang sangat suci. "Hormatilah puasa dan jangan rusak kesucian Ramadhan," nasihat Danrem.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
