Precedence: bulk


USKUP BELO TOLAK KETEMU HABIBIE 

        DILI (MateBEAN, 25/12), Uskup Diosis Dili Mgr Carlos Filipe Ximenes 
Belo  SDB secara tegas  menolak rencana Presiden RI 'sementara", BJ Habibie 
yang meminta agar dua Uskup di Timtim dalam waktu dekat bisa bertemu 
dengannya di Jakarta dalam rangka memberikan evaluasi tentang situasi 
terakhir di Timtim, seperti disampaikan Dubes Keliling RI  Francisco Lopes 
da Cruz, Kamis (24/12) pada pers di Jakarta.

     Menurut Uskup Belo, syarat dirinya bisa bertemu lagi dengan Presiden  
Habibie apa bila 13 poin pemintaan Uskup Belo yang disampaikan bulan Juni 
1998 lalu di Jakarta itu sudah terealisir. Disamping itu, sejauh ini Belo 
belum menerima surat undangan secara resmi dari presiden. Walau ada undangan 
resmi dari presiden, dia akan memikirkannya dulu sebelum berangkat ke Jakarta. 

     Dalam 13 poin yang pernah disampaikan Uskup Belo ketika bertemu Habibie 
salah satunya adalah penarikan mundur pasukan ABRI khususnya batalyon 
tempur. Yang ke dua adalah ABRI harus bersikap lebih rasional dalam melihat 
semua persoalan Timtim. Namun menurutnya, hingga saat ini usulan tersebut 
belum terealisir oleh presiden. 

     "Bagi saya ada tiga hal penting, pertama, mudah-mudahan 13 point yang 
saya berikan pada Presiden BJ Habibie pada Juni 1998 lalu itu ada hasilnya. 
Namun karena permintaan itu tidak ada realisasinya,  sehingga untuk apa saya 
datang ke sana lagi.  Saya mau melihat dulu 13 poin yang saya bawakan kepada 
presiden itu ada relaisasinya, karena tidak ada maka saya tidak akan datang 
ke Jakarta lagi," jelas Uskup Belo di kediamananya di Jl de Lecidere, Dili, 
Jumat (25/12) kemarin.

     Dubes Keliling RI Francisco Lopes da Cruz, Gubernur Timtim Abilio Jose 
Osorio Soares dan Salvador Januario Ximenes Soares usai bertemu dengan 
Presiden BJ Habibie mengatakan, bahwa dalam waktu dekat ini Uskup Belo dan 
Uskup Baucau Mgr Basilio do Nascimento datang  ke Jakarta untuk memberikan 
evaluasi tentang situasi terakhir di Timtim pada Presiden Habibie. 

     Menanggapi permintaan Habibie seperti dikutip Francisco Lopes da Cruz, 
menurut Uskup Belo, permintaan itu salah tujuannya. 

        "Itu saya kira salah tujuan. Siapa yang harus memberikan evaluasi 
apakah Uskup? Seharusnya yang bisa memberikan evaluasi tentang situasi 
terakhir di Timtim adalah Gubernur Timtim. Itu tugasnya  untuk 
mempertanggungjawaban situasi terakhir di Timtim kepada presiden, bukan dua 
uskup di Timtim," tegas Belo.

     Penerima Hadiah Nobel Perdamaian 1996 itu mengatakan, Gubernur Abilio 
sudah ke Jakarta, buat apa ia di Jakarta, kalau tidak menyampaikan evaluasi 
kepada Presiden. Kenapa Presiden tidak minta pertanggung jawaban kepada 
Gubernur, sehingga evaluasi situasi terakhir di Timtim, lantas harus meminta 
pada Uskup. 

     Uskup Belo juga mengatakan bahwa dirinya sangat kesal dengan Menlu 
Alatas. Karena, katanya, Uskup diminta terlibat untuk mendukung otonomi. 
Bulan November lalu, kata Uskup Belo,  Alatas datang ke Vatikan menyampaikan 
kepada Menteri Luar Negeri Vatikan, bahwa Uskup  Belo itu berpolitik. Namun 
saat ini ini Alatas menarik Uskup Belo untuk berpolitik, yaitu dengan 
melakukan evaluasi tentang situasi terakhir politik di Timtim, sehingga hal 
menurut Uskup Belo bahwa dirinya sangat tidak menerima. 

        "Kalau Uskup Basilio mau datang ke  Jakarta silakan, tapi saya tidak 
akan datang ke Jakarta, apa bila 13 poin yang saya sampaikan kepada Presiden 
Habibie itu tidak ada realisasinya secara konkret di lapangan," katanya.

     Apa kah presiden lebih mempercayai Uskup Belo daripada Gubernur Timtim, 
hingga diminta untuk datang ke Jakarta? Saya tidak tahu apakah demikian atau 
tidak, tapi ada tiga orang yang datang ke Istana Negara, lalu mereka bertemu 
dengan Presiden Habibie, mungkin ada poin-poin tertentu yang mereka bahas, 
namun yang disampaikan kepada pers itu bahwa dua Uskup dihimbau datang ke 
Jakarta untuk bertemu Presiden agar bisa memberikan evaluasi tentang situasi 
terakhir di Timtim.

     "Apa kah kami ini Gubernur Timtim, sehingga harus memberikan evaluasi 
terakhir situasi Timtim kepada Presiden? Aapakh kami ini Gubernur dari 
Timtim bagian Timur dan Timtim bagian Barat, hingga harus datang untuk 
memberikan evaluasi?. Itu salah tujuan, sebab yang bisa memberikan evaluasi 
adalah Gubernur Timtim, bukan Uskup,"tegas Amo Belo.

     Selain itu Uskup Belo juga mengimbau kepada pemimpin-pemimpin dari 
kelompok-kelompok pemuda, baik pro-otonomi dan pro-referendum atau 
pro-kemedekaan supaya memikirkan dengan matang  masalah-masalah yang sering 
terjadi di Timtim ini. Mereka harus berusaha untuk  duduk bersama agar 
masalah  apapun dapat diselesaikan secara baik.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke