Precedence: bulk
mata saksi SAKSI MATA
Tiga belas empat belas lima belas
kalender Jakarta
bulan lima
sembilan belas ratus sembilan delapan
kedamaian meletus
risau berita
api menyala
sumbat jalanan penuh jelata
garang nafsu melata-lata
riuh kota bising usaha
penjarahan menjelma
pikuk runyam pecahan kaca
membeludak pekarangan harta benda
tukang parkir tak habis pikir
sarang madu rejeki toserba
jadi tungku sedang masak
berderak maju kelenyapan
di terang siang nan mati
kabung asap menjilat langit
jualan jadi rebutan
tetangga angkat kesempatan
matilah kesucian
bengkok kerukunan antar sesama
dikadal rasa-jahanam pelecut kebuasan
matari lolong
disela lahapan api
bernyala pilu jeritan : Jangan! jangan! jaaaangannn......
berasap pekik : Tuooloongngngng .....
berbarah sumpah
berarang sampah
berabu maki
diriuh perintah
timbunan rekayasa
jiwa primitif
datang himpit mengintip
akhirnya neraka melorot
surga menyempit
isinya sama terbirit
gambarnya ada
milik saksi mata
mata saksi
ngeri menyaksi
tak jua angkat kaki
mata saksi
ngeri tak ngerti
seperti bayi
dirasanya bunyi
ingatnya jerit penyanyi
lenting kecapi
liuk penari
mata saksi
perih bulat bintang plastik
semuanya ada
gambarnya, milik semua
Di padang nyala
terpandang mereka
berlari masuk
berlari keluar
menarik-narik
tertimpa .... lenyap
mengamuk jago merah
kejar mengejar
penuh bingar
jangan sentuh aku
oh jangan
lalu kak-kak-kak tawa
dibungkus gaduh
kuping ciut
lidah bisu
tapi lihat
kenikmatan bejat
jajali makna
hak pantas diujar
api memijar
mengamuk kasar
melumat nyawa nyasar
gambarnya ada
milik saksi mata
team relawan
team pemerintahan
team mahasiswa
team LSM
untukmu
penuh memenuhi
nyawa melayang
tinggal angka statistik
menggelepar dimeja makelar
tiada yang kenal
hanya satu : Mati percuma
gambarnya ada
milik saksi mata
Kirim salam ke langit
anak tiada kembali
tanpa pesan
tanpa nisan
gadis dinista
pedagang dibakar
karena Cina
lupa kelahiran muasal
manusia sebelumnya
bangsat pri-non pri kemudian
ciptaan kekerdilan
isi pemerintahan
gambarnya ada
milik saksi mata
tapi
hal iba
aib timpaan
polisi
intel
intelektual
tentara
cendikia
tukang pandai
jaksa
hakim
tunggang langgang
tanya sama : Mana buktinya
gambarnya ada
milik saksi mata
ditanah tak bertuan
dibelantara kematian
sisa kebakaran
rimba kenistaan
aib kejahatan menggelantung
seperti belatung
sumeti kebusukan bumi
daging pemerintahan
saksi mata
liat pagar batas
keliling bekas
bakar semua ras
mahasiswa sibuk tangisi
kawan mati
sastrawan heboh tulisi
pahlawan
martir reformasi
dibangkai toserba
seribu nyawa mengapung
santapan para belatung
dasar penjarah semua
hormat pada mahasiswa
tinggi melayang raya
pemegang janji masa nanti
penjinjing panji paling terkini
seribu bangkai terpanggang lainnya
nista bukan nyawa
sampah dunia
rakyat kemana engkau
gambarnya ada
milik saksi mata
masih juga
peluru duit hutang bangsa
lari meradang
ingin hidup seribu tahun lagi
harap protes
harap suara
semua bahan berita
negeri kurungan jayadisguna
disini bicara sama
jawabnya : hadapi tentara
rencananya ada
milik penguasa
rakyat dimana engkau
gambarnya ada
milik mata saksi
saksi mata
===================
Juli-Nopember 1998|
ben abel |
-------------------
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html