Precedence: bulk


MASALAH PT IIU BERBUNTUT, MASYARAKAT BALIGE TUTUP JALINSUM 10 JAM

        MEDAN (SiaR, 13/1/99), Harian Analisa Medan melaporkan bahwa
masyarakat Tambunan Balige, Tapanuti Utara, Sabtu (9/1) malam kembali
mengadakan aksi menutup jalan raya guna menyetop truk-truk pengangkut kayu
milik PT IIU. Hal itu dilakukan masyarakat Tambunan sebagai protes terhadap
aksi penembakan yang dilakukan oknum aparat yang mengawal truk pengangkut
kayu bahan baku untuk operasional pabrik PT IIU yang akan diaudit total.

        Akibat hempangan itu, hubungan jalan lintas Sumatera (Jalinsum) melalui
Taput tertutup total selama 10 jam. Hubungan lalu lintas pada pukul 21.00
WIB Sabtu dan baru pulih Minggu pagi pukul 07.00 WIB setelah arus kendaraan
dialihkan lewat jalan desa melalui Mutio tembus ke Onan Simpang Balige.
Jalan raya itu dihempang di Desa Tambunan dan jembatan masuk kota Balige.
mereka membuat palang-palang seperti portal dan membakar ban-ban mobil bekas
di jalanan mulai dari kawasan Tugu Juara Monang Siahaan sampai menjelang
Taman Pahlawan Nasional DI Panjaitan yang menjadikan suasana kota Balige
penuh asap dan bau karet terbakar.

        Sebegitu jauh aksi yang dilakukan massa menentang audit PT IIU itu,
tidak seorang pun aparat terlihat. Begitu juga di Laguboti, tidak satupun
petugas yang terlihat mengendalikan arus lalu lintas. Karenanya ribuan
kendaraan sempat terjebak dan beriringan lewat jalan desa. Wakapolres Taput
Mayor Pol Drs. Arief YS ketika dihubungi wartawan menyesalkan aksi tersebut.

        "Silakan mau tuntut PT IIU, tapi jangan korbankan kepentingan umum 
seperti menutup jalan," kata Arief.

        Namun seorang warga di Porsea mengatakan kepada SiaR bahwa sikap
aparat keamanan (Brimob) dalam mengawal truk-truk milik PT IIU sekarang ini
memang nampak lebih over acting  dibanding sebelum terjadinya insiden
kekerasan akhir Nopember lalu. "Kalau dulu satu truk dikawal 1 anggota
brimob, sekarang 1 truk dikawal 1 unit mobil kijang yang berisi puluhan
anggota Brimob,"tutur seorang inang. Di mata inang itu, sikap Brimob
tersebut menunjukkan bahwa aparat keamanan negara telah dibeli oleh Indorayon. 

        Sementara itu, sumber di KSPPM (Kelompok Studi dan Pengembangan
Prakarsa Masyarakat) menyebutkan bahwa dari 16 orang di yang ditahan di
Polres Taput berkaitan dengan kerusuhan Nopember lalu, 8 orang warga telah
berhasil dikeluarkan dengan status tahanan kota. 

        "Dua orang karena mereka masih pelajar sekolah," tutur seorang 
pengacara yang tergabung dalam Tim Bantuan Hukum Kasus Indorayon tersebut. 

        Tentang kondisi warga yang ditahan sendiri, pengacara tersebut 
menuturkan bahwa dari kesaksian mereka yang telah dilepaskan, tidak sedikit 
warga yang disiksa. 

        Umumnya warga yang ditahan sebelum dibawa ke Polres Taput, sempat
dibawa ke pabrik IIU di Sosor Ladang. "Di sana lah mereka digimbali, termasuk
oleh karyawan IIU," tutur pengacara tersebut. Namun untuk kepastiannya, dalam
waktu dekat Tim Bantuan Hukum Kasus Indorayon, akan melakukan pendataan
tentang modus-modus penyiksaan tersebut. Yang jelas, beberapa kasus
pelanggaran HAM yang berat, seperti temuan sementara warga yang dicongkel
matanya, akan segera diadukan ke Komnas HAM.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke