Precedence: bulk Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 06/II/18-24 Februari 99 ------------------------------ DUKUNGAN DARI CENDANA (PERISTIWA): Sebelum digelar upacara serah terima Jaksa Agung Muda Intelijen dari Mayjen (Purn) Sjamsu Djalal ke penggantinya Letjen (Purn) Jusuf Kertanagara, pada Rabu (17/2) Gedung Bundar Kejaksaan Agung didemo ratusan orang. Para demonstran ini minta agar Kejaksaan Agung menghentikan pengusutan terhadap Soeharto. Demonstran datang ke Kejaksaan sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka datang dengan sekitar 30 metro mini dengan tiga bus besar ber-AC Hiba Utama. Walaupun terkesan kaku, mereka berdemo seperti gaya aktivis mahasiswa. Berikat kepala dan mengeluarkan yel-yel. Tak lama kemudian enam pimpinan mereka, yaitu Yusril Indra, M. Sani, Junaidi, Bahar Saidi, Rahman, Yulisman akhirnya diterima dengan baik oleh Kapus Opsin Sudibyo Saleh SH. Demo kali ini adalah demo kedua mereka. Sebelumnya, 4 Februari 1999 lalu mereka juga datang ke Kejaksaan dengan tuntutan yang sama bersamaan dengan pemeriksaan terhadap Siti Hardiyanti Indra Rukmana. Tuntutannya pun tidak berbeda: Stop Pengusutan Terhadap Soeharto. Dilihat dari tujuannya, jelas demonstrasi sekelompok mahasiswa yang menamakan diri Angkatan Muda Anti Anarki dan Pemuda Pelajar Anti Revolusi itu adalah rekayasa keluarga Cendana. Mereka mengaku dibayar antara Rp7.000 hingga Rp20.000. "Kalau Kejaksaan akan memeriksa Soeharto, seharusnya dicabut dulu seluruh Tap MPR, UU, Peraturan Pemerintah, dan Hasil Pemilu 1971-1997 dibatalkan," kata Yusril. Kapus Opsin Sudibyo kepada para pendemo janji akan memperhatikan tuntutan itu dan akan menyampaikan pada Jaksa Agung Andi Muhamad Ghalib. Dan sekitar pukul 11.00 WIB mereka pun meninggalkan Kejaksaan. Tidak lama kemudian, AM Ghalib datang dan memimpin upacara serah terima jabatan Jamintel. Entah, berkaitan atau tidak, kehadiran demonstran tersebut seperti memberikan dorongan baru bagi Ghalib. Buktinya, ia tambah tegar mencopot Sjamsu dan membiarkan latar belakang pencopotan jabatan JAM Intel itu tetap menjadi misteri. (*) --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
