Precedence: bulk


BAKRIE DIISTIMEWAKAN LAGI

        JAKARTA (SiaR, 30/3/1999) Aburizal Bakrie mantan pemilik Bank Nusa
Nasional (BNN) diistimewakan lagi oleh pemerintah dalam hal program
rekapitalisasi perbankan swasta. Belum lama ini, Badan Penyehatan Perbankan
Nasional (BPPN) memberi Ical, demikian Aburizal biasa dipanggil, hak untuk
memiliki kembali sebesar 30 persen saham BNN. Ical sendiri mengatakan akan
berusaha untuk membeli 25 persen hingga 30 persen saham BNN.

        Opsi yang diberikan kepada Bakrie ini dinilai sarat dengan kolusi
mengingat tawaran serupa tak ditawarkan kepada para pemilik lama dari enam
bank lainnya yang diambilalih pemerintah. "Tawaran itu hanya untuk Bakrie,"
ujar seorang mantan bankir.

        Memang Bakrie harus bekerja ekstra keras untuk mengumpulkan uang
agar bisa membeli 30 persen saham bank yang dulu miliknya itu. Untuk
mempertahankan banknya dari likuidasi, Bakrie dulu harus menjual Nirwana
Resort, properti berharga miliknya di Bali dan sejumlah saham di perusahaan
minyak di Timur Tengah. Dulu Bakrie mengatakan BNN adalah satu-satunya milik
keluarganya yang paling berharga sehingga harus dipertahankan. 

        Upaya Bakrie gagal. BNN seharusnya dilikuidasi, namun karena belas
kasihan Presiden Habibie, maka BNN tak dilikuidasi melainkan diambilalih
pemerintah. Penyelamatan BNN dulu sempat membuat para bankir yang banknya
dilikuidasi marah. Dengan diambilalihnya BNN oleh pemerintah, maka Bakrie
memang punya kesempatan untuk memiliki banknya kembali. Tawaran pertama
sudah diberikan, yakni 30 persen. Diperkirakan tawaran kepemilikan saham itu
nantinya akan makin besar dan BNN akan kembali menjadi milik Bakrie.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke