Precedence: bulk


15 RIBU SENJATA DISIAPKAN ABRI UNTUK PERTAHANKAN INTEGRASI

        DILI (MateBEAN, 1/4/99), Sekitar 15 ribu pucuk senjata direncanakan
akan 
didrop ke seluruh Kodim di Timtim mulai 5 April mendatang. Hal itu dilakukan,
setelah PBB tiba di Dili, serta kepemimpin Korem, Kodim dan Koramil di
demisioner. 

        Menurut sumber yang dekat dengan Gubernur Abilio, Gubernur Timtim
sebagai Panglima Tertinggi sudah merencanakan akan membangun Base Camp 
di tiga Kabupaten masing-masing, Maliana, Suai dan Ambeno. 

        "Hasil rapat yang saya ikuti, Gubernur Abilio sudah siapkan dana 750
Milyar untuk membeli senjata dan 3 kapal perang. Pembelian kapal perang itu
supaya bisa melakukan operasi dari Suai hingga Lospalos," kata sumber itu. 

        Masih menurut sumber itu bahwa, dana pembangunan untuk Timtim yang
setiap tahunnya mencapai Rp 400 milyar---khusus untuk tahun ini ditambah menjadi
Rp 750 milyar. "Sewaktu Presiden Habibie bertemu dengan Gubernur Abilio,
Habibie menyampaikan bahwa dana tersebut silakan digunakan untuk apa saja.
Dan lebih-lebih dana itu harus digunakan untuk mempertahankan integrasi," 
kata sumber itu.

        Selain itu, kata sumber tersebut, Abilio bersama beberapa orang tokoh
pro integrasi sudah menghadap Kasum ABRI Letjen TNI Soegiono untuk meminta 
senjata. Dalam pertemuan dengan Soegiono itu, kata sumber tersebut, bahwa
Soegiono menjamin setelah selesai pemunggutan suara, ABRI akan mendrop kembali
senjata kepada paramiliter serta anggota Kodim.

        "Dalam waktu dekat akan ada perbaikan lapangan udara di Suai, karena 
Gubernur Abilio hari ini sudah mengunjungi Suai melihat tempat yang cocok 
untuk dijadikan basis mereka," katanya.

        Selain itu, saat ini sudah sekitar 9 ribu anggota ABRI asli Timtim yang
bertugas di berbagai kesatuan ABRI, sudah ditarik kembali ke Timtim untuk mem- 
perkuat basis pro-integrasi. "Bahkan kelompok Abilio dalam waktu dekat akan
membentuk sebuah wadah baru yaitu Barisan Integrasi Nasional. Abilio sendiri
duduk sebagai Ketua Umum bersama Lopez da Cruz. Sebagai Panglima Perangnya
adalah Rui Lopez (mantan Bupati Covalima) Sekjen, Marcal Almeida (Ketua FKP DPRD
I), dan Wakil Panglima Perang Joao Tavares. Dalam barisan itu semua kelompok pro
integrasi seperti Eurico, Cancio dan beberapa organisasinya seperti, Saka,
Makikit Halilintar, Aitarak, Mahidi dan sebagainya tergabung juga di barisan
itu," katanya.

        "Pada hari pelaksanaan pemunggutan suara, mereka menarik semua
pasukannya yang diperkirakan 100 ribu dengan persenjataan bantuan ABRI yang
canggih ke Base Campnya di Suai. Namun setelah selesai pemunggutan suara dan
tim PBB sudah menarik diri, mereka akan memulai serangan dengan sasaran
Dili, Baucau, Lospalos, Same, Ainaro, Viqueque, serta Manatuto sekaligus
mereka akan membantai semua tokoh pro-kemerdekaan di Timtim. Itu merupakan
tekad mereka, karena pada rapat terakhir di kediaman Abilio mereka sudah
bersepakat untuk itu. Bahkan anehnya mereka saat ini tolak otonomi, dan
mereka akan kembali ke posisi semula yaitu mempertahankan integrasi sampai
titik darah penghabisan," ujar sumber MateBEAN.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke