Precedence: bulk
PT TELKOM RUGI RP 6 TRILIUN KARENA KOLUSI DAN SALAH URUS
JAKARTA (SiaR, 16/4/1999) PT Telkom merugi hingga Rp 6,087 triliun
karena salah urus dan menyelenggarakan proyek-proyek yang berbau korupsi,
kolusi dan nepotisme. Demikian hasil temuan Indonesian Corruption Watch
(ICW). Teten Masduki, Koordinator Pekerja ICW mengatakan rincian kerugian
yang diderita Telkom, salah satunya adalah kerugian akibat kerja sama
operasi (KSO) dengan lima perusahaan swasta dalam pembangunan fasilitas
jaringan telepon.
Kerugian di pihak Telkom bertambah lagi ketika , pada Juni 1998,
pembagian keuntungan antara PT Telkom dan lima mitra KSO-nya diubah dari 30%
menjadi 10%. Artinya lima mitra KSO itu mengantungi 90% keuntungan.
Keputusan ini menyebabkan Telkom rugi Rp 400 miliar per-tahun.
Kerugian lainnya disebabkan karena beban hutang dan bunga yang
tinggi karena jatuhnya rupiah yakni senilai Rp 1,644 triliun. Telkom juga
melakukan kesalahan investasi dengan membangun jaringan 1,7 juta kapasitas
sambungan telepon yang hingga kini belum terjual karena faktor tehnis.
Kerugian akibat salah investasi ini mencapai Rp 4,250 triliun.
Akibat kerugian inilah Telkom menginginkan agar tarif telepon
dinaikkan bahkan hingga 3000% untuk Jabotabek "Pada akhirnya,
kerugian-kerugian Telkom, salah satunya dibebankan pada konsumen dengan
menaikkan tarif," ujar Teten
ICW juga menemukan adanya indikasi KKN yang dilakukan Telkom dalam
proyek Sentral Telepon Digital (STDI) II yang dibiayai dari bantuan luar
negeri. Proyek itu menghabiskan dana Rp 510,672 miliar, US$ 399.081.000, Fr
60.850.000 (Franc), dan Y 10.938.630.000 (Yen).
Dalam penawaran tender, yang menang adalah perusahaan AT&T dan NEC.
Perusahaan ini bermitra dengan PT Citra Lamtorogung (Mbak Tutut, Timsco
(Timmy Habibie), Humpuss Elektronik (Tommy Soeharto) dan Bimantara (Bambang
Trihatmodjo). Proses tender itu dinilai ICW tidak wajar karena AT&T dan NEC
memberikan penawaran termahal. Alcatel yang bermitra dengan Salim Grup dan
memberikan penawaran termurah, tidak menang dalam tender itu. Pemakaian
billing tercetak yang dipakai merugikan Telkom sebesar Rp 60 miliar
setahunnya. Kerugian ini juga disebabkan gagalnya target pemasangan dua juta
satuan sambungan akibat
kesalahan mitra KSO.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html