Precedence: bulk


LETKOL. BURHANUDIN MENGEKSEKUSI 5 ORANG DI RUMAH DUKA MANUEL GAMA, DI DEPAN
MUSPIDA

        DILI (MateBEAN, 20/4/99), Berikut informasi perkembangan situasi di
Timtim Minggu 18 April 1999 yang dikirim sumber MateBEAN di Dili.

1. Informasi hari Minggu (18/4) dari beberapa orang yang baru saja tiba dari
Maliana yang mengatakan bahwa hampir 70 warga masyarakat Cailako telah
dibunuh dan hilang menyusul kejadian penyerangan Falintil terhadap salah
seorang tokoh pro integrasi kabupaten Bobonaro, Manuel Soares Gama pada
tanggal 13/4/99. Sebagaimana telah diinformasikan sebelumnya, bahwa pada
tanggal 13/4/99 di Kec. Cailaco, Kab. Bobonaro pihak Falintil telah
menyerang sebuah kendaraan yang mengakibatkan tewasnya Manuel Soares Gama
dengan beberapa pengikutnya. Akibat tewasnya Manuel Gama tersebut, pihak
Kodim di bawah pimpinan Dandim, Letkol. Burhanudin telah mengesekusi 5 orang
di depan para Muspida pada hari itu juga. Eksekusi terhadap kelima orang
tersebut dilakukan di rumah duka, Manuel Gama. Dan hari-hari selanjutnya
pihak Kodim beserta milisi Halilintar melakukan operasi penangkapan dan
pembunuhan terhadap warga masyarakat yang dicurigai bekerja sama dengan
Falintil.

2. Perkembangan para korban di rumah Bapak Manuel Carrascalao sampai dengan
hari ini dari informasi yang didapat, mengatakan bahwa hari Sabtu (17/4)
lalu terlihat ada 18 mayat. Ada kemungkinan masih banyak mayat karena
pengungsi yang ada di situ selain laki-laki terdapat juga anak-anak dan
ibu-ibu. Informasi lain bahwa setelah penyerangan para milisi, aparat
keamanan langsung datang memblokir/menutup jalan yang melewati depan rumah
Pak Manuel, dan mencegah semua pihak yang ingin melihat atau melewati depan
rumah Pak Manuel. Kemudian pada malam hari, datang beberapa truk tentara
mengangkut para pengungsi yang masih selamat dan korban luka lainnya dibawa
pergi entah kemana. Diperkirakan pada saat itu ada juga mayat-mayat yang
diangkut. Sampai dengan saat ini belum ada informasi kemana para pengungsi
dan korban serta mayat-mayat itu di bawa. Karena sepanjang hari ini tidak
ada acara penguburan jenasah di pemakaman umum atau adanya kegiatan
sembayang (hader mate) terhadap para korban yang meninggal. Diperkirakan
mungkin akan sama seperti kejadian Santa Cruz (91) dan Liquica baru-baru ini
bahwa mayat-mayat itu dikubur secara sembunyi-sembunyi untuk menghilangkan
jejak. 

Manuel Carrascalao sendiri sampai dengan saat ini masih berlindung di
kediamannya Uskup Belo. Sedang sepanjang Sabtu ini, rumah Manuel masih
dijaga ketat oleh aparat kepolisian.
    
3. Siang sekitar pukul 10.00 Wita, milisi pro integrasi kembali beraksi
kembali di Becora, Dili Timur dan menelan korban 2 orang tewas dan beberapa
luka tembakan. Awalnya, masyarakat yang sedang menjalankan aktivitas
sehari-hari, dikagetkan oleh datangnya sebuah rombongan kendaraan roda empat
dan dua dari arah kota (barat) menuju ke Timur. Sewaktu rombongan kendaraan
yang ditumpangi para milisi tersebut melewati pasar Becora, serentak mereka
(milisi) melepaskan tembakan ke udara, sambil kendaraan mereka tetap melaju
ke arah Timur. Tembakan ini membuat masyarakat sepanjang jalan Becora panik
dan lari mencari perlindungan. Tidak diketahui dengan jelas di sekitar mana
yang sempat terjadi bentrokan, sehingga mengakibatkan beberapa warga
masyarakat menjadi korban. ***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke